Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 111 | Sebuah Kejutan


__ADS_3

Ternyata menjadi seorang ibu itu tidak mudah, terlebih harus mengurus dua baby sekaligus. Dimana setiap malam akan terbangun untuk memberikan A.S.I dan menggantikan popoknya. Terkadang juga harus menenangkan ketika baby-nya sedang rewel sepanjang malam. Meskipun Mouza memiliki babysitter untuk bayi-bayi mereka, tetapi saat malam kedua bayinya tidur bersama dengannya.


Hidup dengan limpahan kasih sayang dari keluarga Keanu membuat Mouza bisa merasakan kasih sayang yang sesungguhnya. Meskipun ia bukan darah daging dari keluarga Wijaya, tetapi sang kakek sangat menyayanginya melebihi cucu kandungnya sendiri. Terkadang kedua cucu kandung kakek Wijaya merasa iri dengan Mouza yang seolah menjadi ratu di rumah mereka.


"Sayang, udah siap belum? Sebentar lagi acara dimulai, lho!" Keanu bertanya pada istrinya.


"Sebentar lagi, Bang. Tinggal baby Kenza yang belum siap," jawab Mouza yang sedang mendandani putri kecilnya agar terlihat cantik.


Keanu mendengus pelan saat melihat bayi kecil itu sedang diberikan bendo kecil di kepalanya, meskipun tak ada rambutnya.


"Udahlah, Sayang. Nggak usah dipakaikan yang neko-neko bayi kita tetap cantik seperti Mommy-nya. Turun yuk, keburu acaranya di mulai. Tuh lihat, baby Kenzo ada udah gak sabar," ujar Keanu saat melihat baby Kenzo sudah terlihat tampan dalam stroller-nya.


"Iya, iya. Ini juga udah mau siap."


Seperti keinginan kakek Wijaya jika ia akan mengadakan syukuran atas kelahiran cicitnya sekaligus syukuran atas kesehatannya hingga bisa menimang cicit. Meskipun rasanya tidak lengkap dengan kehadiran Azra, cucu menantu yang saat ini entah berapa dimana. Namun, ia berjanji jika kelak cucu menantunya itu bisa bersatu kembali dengan cucunya, ia juga akan mengadakan syukuran yang lebih besar daripada syukuran saat ini, karena Alan adalah cucu bungsunya.


Syukur yang diadakan di sebuah hotel terbesar mengundang banyak teman dan rekan kerja. Bahkan tamu undangan rata-rata adalah para petinggi perusahaan rekan kakek Wijaya, karena ia akan membuktikan jika di usianya yang sudah hampir disapa oleh malaikat Izrail, dirinya masih diberikan kesempatan untuk menggendong cicit yang sekaligus dua. Tentu saja itu adalah sebuah kebahagiaan luar biasa untuk pria yang berjalan dengan tiga kaki.


Ditengah-tengah kemeriahan acara, ternyata sang kakek juga sudah menyiapkan hadiah spesial untuk Mouza. Sebenarnya sudah lama kakak Wijaya ingin memberikan kejutan kepada Mouza, tetapi ada suatu kendala sehingga kakek Wijaya menundanya.


"Za, kemarilah! Kakek punya sesuatu untukmu!" ujar Kakek Wijaya pada cucu goldnya.


Mouza pun patuh dan menghampiri sang Kakek. "Apa itu, Kek?" Wajah Mouza terlihat sangat berbinar ketika mendengar sang kakek ingin memberikan sesuatu kepadanya. Ia berharap jika sang kakek akan memberikan mobil yang mewah untuknya atau memberikan sebuah hotel atas kelahiran dua bayi.


Tak lama seseorang datang dari belakang kakek Wijaya dan menampilkan sosok yang begitu familiar untuk Mouza. Seseorang yang selama ini cari dan ia rindukan. Satu-satunya keluarga yang ia miliki. Siapa lagi jika bukan mas Arif, kakaknya.

__ADS_1


Dengan mata terbelalak lebar, Mouza segera menghampiri pria yang sedang berjalan ke arahnya. "Mas Arif. Ini beneran mas Arif, kan?" tanya Mouza masih tak percaya.


Sebuah senyuman terukir di bibir pria yang sudah berada di depan, seorang ia mengiyakan ucapan Mouza. Karena terlalu rindu, Mouza berniat untuk memeluk kakaknya. Namun, sebuah tangan menghalanginya. Saat melihat pelakunya, Mouza hanya mendengus dengan kesal.


"Apakah Abang akan cemburu dengan kakakku sendiri?" tanya Mouza langsung.


"Sekarang kamu adalah istriku! Gak boleh ada yang megang ataupun meluk kamu selain aku, karena kamu adalah milikku!" ucap Keanu datar.


"Tapi mas Arif itu kakakku, Bang! Mas Arif itu keluargaku, masa iya Abang cemburu?" gerutu Mouza.


"Bukan cemburu, Sayang. Tapi aku gak rela tubuhmu dipeluk-peluk orang lain!"


Untuk kali ini Mouza tak peduli dengan ucapan suaminya. Yang ia tahu, ia sangat merindukan kakaknya dan ingin memeluknya, meskipun tak diizinkan oleh suaminya.


Kakek dan Alan hanya bisa menertawakan wajah Keanu yang sudah terlihat memerah saat melihat istrinya sedang memeluk kakaknya sendiri. Harusnya Keanu merasa sangat bahagia karena Mouza bisa bertemu lagi dengan kakaknya.


"Kasihan liat istri sedang meluk pria lain didepan mata." Kini giliran Alan yang menertawakan Keanu.


"Diem, lo!" sentak Keanu pada Alan.


🌸🌸🌸


Tak terasa acara yang begitu meriah telah berakhir. Kakek Wijaya pun terpaksa menceritakan tentang keberadaan Arif yang selama ini sedang mengurus bisnisnya di luar kota. Karena Arif masih merasa bersalah pada Mouza, ia tak berani untuk menghubungi adiknya. Terlebih saat ia sudah berpisah dengan istrinya.


"Sekali lagi mas Arir minta maaf karena gak bisa menjaga kamu dengan baik, Za. Mas Arif terlalu dibutakan oleh cinta sehingga mas Arif tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu, Za," ujar Arif dengan rasa penyesalan. Namun, semua berlalu. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, tapi nyatanya bubur itu diberi topping ayam goreng sehingga masih bisa makan.

__ADS_1


"Mas Arif nggak perlu meminta maaf, aku tahu bagaimana posisi mas Arif. Dan aku bersyukur jika mas Arif sudah berpisah dengan mbak Hana," ujar Mouza.


"Sudahlah jangan sebut nama dia lagi!" Arif membuang nafas kasarnya.


Karena hari sudah malam, sang kakek meminta Mouza untuk tidur sebelum bayinya terbangun dan membuat ulah.


"Untuk malam ini, tolong berikan Alan kebebasan, Kek! Alan ingin libur tidur bersama dengan monster kecil itu! Alan bukan bapaknya dan Alan juga tidak mencetaknya, tapi mengapa harus Alan ikut mengurus bayi, sih?" Alan mendengus kasar.


"Semua ini bukan kemauan Kakek, Lan! Sebenarnya Kakek juga merasa kasihan denganmu, tetapi semua ini atas keinginan bayi itu sendiri, Lan. Kamu tau sendiri kan, bagaimana Kenza? Dia hanya akan tenang saat bersamaan denganmu, Lan! Bahkan yang mencetaknya saja tidak bisa mengatasi jika bayi itu sudah mengulah. Kamu mau seluruh penghuni hotel ini terganggu dengan tangisan Kanza nanti?"


"Tapi, Kek—"


"Sudahlah, masuk ke kamar dan bawa Kanza ke kamarmu!" perintah Kakeknya.


Keanu tak bisa berbuat apa-apa, karena dirinya merasa bahagia jika baby Kanza tidur bersama dengan Alan. Bukan tidak sayang pada putrinya, tetapi Keanu hanya tidak ingin tidur malamnya terganggu karena tangisan baby Kenza yang sangat melengking di telinganya.


"Nikmati saja hidupmu, Lan!" ucap Keanu dengan senyum di bibirnya.


"Sialan lo!" umpat Alan saat ingin berlalu.


Sebenarnya Mouza merasa kasihan dengan Alan yang setiap malam harus direpotkan untuk tidur bersama dengan baby Kenza. Minta mengapa baby Kenza seolah sedang ingin mengerjai Alan. Mungkin ini ada sangkut pautnya dengan perbuatan Alan di masa lalu yang sudah membuatnya sakit hati? Jika benar, Mouza akan merasa senang. Namun, satu sisi lain Mouza takut jika kelak sampai dewasa baby Kenza akan lengket pada Alan ketimbang padanya dan juga Keanu.


...🥕🥕🥕...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Nggak terasa ternyata kita sudah berada di penghujung tahun 2022. Banyak cerita suka dan duka yang kita lalui. Terima kasih untuk kalian yang sudah menemai othor dalam keadaan suka dan duka. Othor hanyalah author remahan, bukan author pemes jadi bisa bertahan sampai detik ini sungguh pencapaian luar biasa. Itu semua berkat dukungan dari kalian semua. Lope banyak² untuk kalian yang masih setia untuk menemani othor sampai detik ini 🥰🥰 Selamat menyambut tahun baru 2023 🎆


__ADS_2