
Dalam dekapan Keanu, Mouza mendongak untuk menatap wajah pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
"Bang, sekarang bisa Bang Ke jelaskan siapa itu Jini dan siapa perempuan yang Bang Ke ajak ke cafe tadi?" tanya Mouza yang sangat ingin tahu.
Mata Keanu menatap bola mata yang sedang menatapnya. "Kamu tahu Jini? Apakah Alan yang memberitahukan?"
Mouza menggeleng dan menceritakan jika ia sempat melihat nama Jini mengambang di layar ponselnya. Bahkan Dengan polosnya Mouza juga mengatakan jika siang tadi ia juga melihatnya sedang bersama dengan dua orang wanita. Namun, saat ditelepon Keanu mengatakan jika ia sedang bekerja.
"Apakah Bang Ke memiliki wanita lain untuk menemani Abang tidur?" tanya Mouza dengan dada yang sesak. Meskipun pernikahan mereka berawal hanya keisengan Mouza saja, tetapi saat ini Mouza sudah merasa nyaman dengan Keanu. Rasanya tidak rela jika Keanu masih mencari yang lainnya.
Garis bibir Keanu terangkat sambil mengelus rambut Mouza dan detik kemudian dike.cupnya.
"Kamu ngomong apa sih? Maaf jika sudah membuatmu mengkhawatirkan ku. Tapi percayalah, aku tidak seperti itu. Mereka hanya patner kerja saja. Bukankah sudah aku katakan jika kamu bisa memegang kata-kataku?"
"Tapi Bang Ke sok misterius!"
"Bukan sok misterius, tapi pekerjaanku memang harus disembunyikan, Za. Kamu mau jika suamimu ini ditangkap polisi dan kamu jadi janda muda?"
"Kalau itu pekerjaan yang tidak baik biar aja ditangkap polisi. Paling-paling kalau Bang Ke ditangkap polisi Alan akan menggantikan posisi Bang Ke jadi suami aku." Mouza terkekeh pelan.
Seketika Keanu terdiam dengan sorot mata tajamnya. Bahkan Mouza yang menatapnya tiba-tiba menjadi takut. Apakah ada sebuah kesalahan yang dilakukan?
"Bang Ke natapnya jangan seram-seram napa? Buat aku takut aja!" protes Mouza dengan.
"Jangan berharap kamu bisa kembali pada bocah sialan lagi! Sekalipun aku mati, aku tidak akan mengizinkanmu dimiliki oleh siapapun. Karena apa yang telah dimiliki oleh Keanu, tak akan pernah bisa dimiliki oleh orang lain," kata Keanu datar.
"Tapi buktinya Mili bisa—"
"Cukup! Jangan sebut nama dia lagi!" Nada Keanu sedikit meninggi membuat Mouza jantungan.
Melihat mood suaminya buruk, Mouza memutuskan untuk langsung membersihkan diri, karena sepertinya malam ini tidak akan ronde kedua dalam permainan panasnya.
Selama di dalam kamar mandi, Mouza harus berpikir mengapa tiba-tiba Keanu menjadi sensitif seperti perempuan yang sedang datang bulan. Padahal ia hanya melontarkan candaannya saja dan itu sudah biasa, tetapi malam ini Keanu malah memasukkan ke dalam hati. Tentang ucapannya Alan akan menggantikan dirinya, itu hanya sebuah candaan. Mana mungkin Mouza sudi untuk kembali kepada Alan yang sudah mengkhianati ketulusan cintanya.
"Tuh Bang Ke kenapa sih? Apa lagi datang bulan, ya?" gumam Mouza dengan anak-anak panjang.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama di dalam kamar mandi, akhirnya Mouza keluar sambil membungkus rambutnya dengan handuk. Berharap cepat kering dan dia tidak masuk angin.
Matanya pun langsung menangkap pria yang sudah terlelap. Hanya ada dua kemungkinan, bisa jadi dia terlelap kelelahan setelah berguling-guling di atas tempat tidurnya beberapa menit yang lalu, atau memang kelelahan saat melayani perempuan lain.
Mouza mede.sah pelan. Kali ini dia belum bisa mencari tahu apa pekerjaan suami saat ini, tetapi cepat atau lambat dia akan segera tahu.
Saat ingin merebahkan tubuh ke tempat tidur, Mouza melihat ponsel Keanu hidup. Sudah pasti jika ponsel itu dalam mode silent. Karena penasaran Mouza memberanikan diri untuk mengangkat panggilan teleponnya. Diseberang sana terdengar suara perempuan mengatakan jika transaksi gagal. Setelah itu panggilan terputus begitu saja
Mouza mengernyit untuk mengartikan kata transaksi gagal sambil melihat kearah suaminya yang sudah terlelap.
"Sebenarnya apa yang Bang Ke sembunyikan, sih?" batin Mouza.
***
Pagi ini Alan ingin tertawa ketika melihat Keanu menarik kursi di depannya. Bekas gigitan vampir betina itu terlihat sangat jelas dan sedikit besar. Sepertinya Mouza tidak bisa membuat mahakarya yang indah.
"Dimana kakek?" tanya Keanu saat tak melihat kakeknya.
"Kakek terbang lagi ke Bangkok. Makanya jangan kebanyakan ngetrip biar tahu keadaan sekitar," ujar Alan sambil mengambil nasinya.
"Kalau lo sampai kasih tahu Mouza, gue pastiin akan sobek tuh mulut!" ancam Keanu dengan iris tajamnya.
Alan melirik sekilas kearah Keanu yang menyadarkan tubuhnya di kursi. "Gak jamin! Kalau lo terbukti menyakiti Mouza, gue akan kasih tahu kalau sebenarnya kalau itu adalah seorang—"
"Seorang apa?" tanya Mouza tiba-tiba.
Kini Mouza mengambil tempat duduk di samping Keanu. Suasana dingin dan hening. Bahkan Alan tak menjawab pertanyaannya.
"Lan?" Mouza menatap Alan yang terus saja maunya. Bahkan Alan juga akan terlihat dingin saat berhadapan dengan Keanu. Begitu juga Keanu yang akan semakin dingin.
Mouza mende.sah pelan saat dua orang hanya memilih untuk diam.
"Bang, Bang Ke mau main petak umpet?" tanya Mouza yang sudah menatap suaminya dengan malas.
Keanu tak mengabaikan pertanyaan Mouza, tetapi tangannya aktif untuk mengambil nasi dan sayur ke piring Mouza.
__ADS_1
"Makan yang banyak biar bertenaga. Hari ini aku akan memakan mu sampai puas," ujar Keanu sambil melirik kearah Alan.
Pria yang berstatus mantan dari Mouza memilih pergi. Dia tahu jika saat Keanu sedang menyen.til dirinya.
Saat ini hanya ada sepasang suami-istri yang sedang menikmati sarapannya. Meskipun hanya berdua, tetapi tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibir mereka berdua. Keduanya sama-sama fokus pada menu yang mereka makan.
"Bang Ke marah?" tanya Mouza yang sudah jengah dengan keadaan.
Keanu mende.sah pelan sambil menatap kearah Mouza. Dengan gelengan kepala dia berkata, "Aku gak marah."
"Bohong! Tuh hidung Bang Ke kembang kempis," timpal Mouza.
Keanu menahan tawanya. Sebenarnya dia tidak marah, tetapi hanya merasa kesal saat Mouza masih berharap untuk bersama dengan Alan.
"Bang."
"Hmm."
Mouza hanya bisa mendengus pelan saat Keanu sudah berada dalam mode acuh.
"Bang Ke bandar narkotika, ya?" tanya Mouza dengan gugup. Seketika Keanu menoleh untuk menatap Mouza.
"Sembarang," ujar Keanu.
"Jadi mengapa Jini mengatakan jika transaksi gagal?"
Keanu mengernyit saat mendengar pertanyaan Mouza. "Jini?" cicit Keanu.
Dengan memberanikan diri Mouza berkata jujur jika tadi malam dia telah lancang untuk mengangkat panggilan teleponnya. Semua itu dia lakukan karena sangat penasaran dengan siapa sosok Jini yang hampir setiap malam menghubungi suaminya. Saat ini pun Moza sudah siap jika Keanu akan marah besar pada dirinya.
"Memangnya apa yang dikatakan oleh Jini?"
"Dia hanya mengatakan itu aja, Bang. Aku minta maaf, karena udah lancang untuk mengangkat telepon di ponsel Bang Ke. Aku janji gak akan ulangi lagi, Bang." Mouza sudah pasrah jika Keanu akan marah dan memakinya seperti pada drama-drama yang pernah dia tonton.
Saat ini Keanu hanya terdiam tanpa ekspresi. Berulang kali hanya helaan napas panjang yang keluar dari mulut Keanu.
__ADS_1