Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 89 | Keinginan Mouza


__ADS_3

Mouza sangat terkejut saat menyadari kakek superheronya telah kembali pulang. Namun, karena saat ini sedang sakit pinggang maka pria tua itu hanya menghabiskan waktunya di atas tempat tidur. Akibat dijatuhkan oleh Lily, pinggang sang kakek terasa sakit.


"Mbak Lily, apa yang telah terjadi kepada kakek? Mengapa dia bisa sakit pinggang?" tanya Mouza saat melihat sang kakak di kamarnya.


"Kakak jatuh," ujar mbak Lily singkat.


"Apa jatuh? Mengapa bisa jatuh terus jatuhnya di mana?"


"Itu … tadi gak sengaja saya yang menjatuhkannya, Kakek."


Mouza mengernyitkan dahinya. Namun, detik kemudian mbak Lily langsung menjelaskan kronologis jatuhnya sang kakek. Mendengar penjelasan mbak Lily Mouza hanya bisa mende.sah kasar.


"Angel wes!" ujar Mouza.


Mau heran, tapi itu kakek superhero. Mungkin benar usia kakek saat ini sedang lucu-lucunya, dimana dia akan kembali ke masa mudanya, bahkan bisa jadi ke masa anak-anak. Jadi sebagai orang waras, tidak ada salahnya mengiyakan saja keinginan kakeknya.


"Za, bagaimana liburanmu di luar negeri? Pasti sangat menyenangkan, bukan? Tapi sayangnya kamu kecebong Keanu sudah tumbuh, jadi kamu pasti merasa tidak puas kan?" Tiba-tiba sang Kakek angkat bicara.


Mouza langsung menoleh ke arah kakeknya yang selalu to the point jika ingin berbicara. Terkadang harus membuatnya menahan rasa malunya.


"Sudahlah, tidak usah dibahas jika kamu malu. Oh iya, bagaimana dengan perkembangan kecebong Keanu, apakah sudah tahu jenis kelaminnya? Pokoknya kakek maunya cicit perempuan. Kalau muncul laki-laki, kamu harus bikin lagi sampai keluar perempuan. Bukankah kakek sudah memberikanmu buku panduan untuk mencetak bayi perempuan. Sudah kamu amalkan belum isinya?" tanya sang kakek dengan penuh harap.


Mouza hanya tersenyum tipis menahan rasa malu. Meskipun Mouza mengamalkan pedoman dalam buku tersebut, tetapi tidak mungkin Mouza bisa mengatakan dengan jujur pada sang kakek. Malu!


"Ditanya malah diam aja!" gerutu sang Kakek.


"Pertanyaan Kakek membuatku ambigu. Aku dan Bang Ke saling mencintai, jadi tanpa kakek tanya, seharusnya kakak sudah tahu apa jawabannya," ujar Mouza dengan pipi terasa panas.


"Kali aja masih malu-malu seperti bocah sialan itu. Tapi ngomong-ngomong, dimana Azra?"


"Mungkin lagi cuci mata , di rumah pun pasti akan merasa bosan karena tak ada teman tadi pagi."


Setelah memastikan keadaan sang kakek tidak terlalu buruk, Mouza langsung meninggalkan kamar kakeknya dan bersiap untuk menunggu suaminya pulang.


.

__ADS_1


.


Beberapa hari terakhir ini mood makan Mouza naik dua kali lipat. Sepertinya tidak akan ada rasa kenyang meskipun sudah diisi dengan berbagai makanan. Mungkin ini adalah hormon dari kehamilannya.


Setelah melewati beberapa drama, kini Mouza benar-benar menjadi layaknya ibu hamil muda pada umumnya, di mana saat pagi hari ia akan merasakan morning sickness. Hidung yang terlalu sensitif, tetapi tetap doyan makan seperti Keanu beberapa waktu lalu. Mungkin ini adalah bawaan bayinya yang rakus.


"Heran deh, tiap malam pasti pengen sesuatu," gerutu Mouza yang terbangun dari lelapnya. Saat melihat jam di ponselnya ternyata sudah pukul satu malam. Tidak mungkin ia membangunkan suaminya yang baru beberapa jam yang lalu tertidur karena baru saja menyelesaikan tugas kantornya.


Mouza mende.sah kasar sambil mengelus perutnya. Ditengah malam seperti dirinya menginginkan burger jumbo.


"Hello baby, please don't make mom suffer!"


Mencoba menahan keinginan hanya semakin membuat Mouza merasa gelisah dan tak bisa melanjutkan tidurnya kembali. Akhirnya Mouza memilih memainkan ponselnya, berharap masih ada warung burger yang masih buka.


Cahaya terang ponsel Mouza membuat Keanu mengerjap pelan. Ia pun mengernyit saat posisi tidur Mouza membelakangi dirinya dan memainkan ponsel tengah malam. Pikiran langsung menebak jika Mouza sedang berkirim pesan dengan lain.


"Za, kamu ngapain malam main hape? Lagi chattingan sama pria lain ya?" tuduh Keanu langsung.


Meskipun tidak sedang berchattingan dengan pria lain, tetap saja Mouza merasa terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya mengarah pada Keanu. Dengan bibir yang telah mengerucut Mouza menyerahkan ponselnya pada Keanu.


"Itu burger."


"Kamu mau?"


Mouza langsung mengangguk pelan. Keanu pun langsung menarik pelan tubuh Mouza agar lebih merapat. Detik kemudian ia menerapkan sebuah kecu.pan di kepala Mouza.


"Maaf sudah berburuk sangka. Jika kamu menginginkannya, mengapa tak membangunkanku, Sayang."


"Sebenarnya pengen bangunin, tapi gak tega untuk bangunin, Abang kan baru aja bobok," ujar Mouza.


Bibir Keanu menyunggingkan senyum dibibirnya. Ia tahu bagaimana rasanya tengah malam saat menginginkan sesuatu dan harus benar-benar kesampaian. Tangan Keanu pun langsung mengelus perut Mouza yang sudah terlihat menonjol.


"Aku tahu, pasti para kecebong ini sedang kelaparan. Ya udah, kamu tunggu aja, aku akan carikan burger jumbo." Seketika Keanu menge.cup perut Mouza.


"Daddy, carikan dulu ya, Sayang. Jangan nakal sama Mommy."

__ADS_1


"Bang ikut, ya?" pinta Mouza.


"Angin malam gak bagus untuk ibu hamil. Kamu di rumah aja, karena suamimu akan segera mencarikan burger jumbo agar para kecebong yang ada di dalam perutmu tidak merasa kelaparan," tolak Keanu.


Meskipun tak diizinkan untuk ikut, tetapi masih merasa sangat bahagia, tanpa di minta Keanu bersedia menawarkan diri. Tidak sia-sia mempertahankan hubungannya bersama dengan Keanu karena nyatanya pria dingin itu sangat menyayangi dirinya.


"Aku harap sikap Bang Ke tak akan berubah, meskipun kelak usia pernikahan ini telah termakan oleh waktu. Aku takut ketika aku telah larut dalam perasaan ini, tiba-tiba Bang Ke akan menduakankan seperti Alan saat itu. Aku tidak ingin jatuh dalam lubang yang sama." Tiba-tiba saja Mouza mencemaskan masa depannya.


.


.


Dalam kesunyian malam jalanan terasa sangat sunyi. Bahkan toko dan cafe sudah tutup. Namun, Keanu masih tahu dimana cafe yang masih buka dan menjual pesanan Mouza. Sepanjang pet6 Keanu hanya mengembangkan senyum dibibirnyanya. Ternyata calon anaknya tidak hanya menyiksa dirinya saja. Mungkin saat ini para kecebong itu sudah lelah menyiksa dirinya dan berganti menyiksa Mouza.


"Sungguh anak ajaib. Kira-kira kalau lahir apakah akan lebih parah menyiksa kami? Dasar kecebong nakal!"


Sesampainya disebuah cafe, Keanu langsung membeli pesanan Mouza. Namun, saat hendak naik ke mobil, dirinya mendengar seseorang memanggil namanya dengan lembut.


Awalnya Keanu mengira jika yang memanggil dirinya adalah mbak kunti, tetapi saat ditoleh ternyata adalah Cia.


"Cia! Aku pikir kamu kuntilanak! Ngapain disini sendirian?" tanya Keanu setelah memastikan jika itu adalah Cia.


"Ke, mobil aku mogok. Aku gak bisa pulang. Antarin aku pulang ya. Aku takut pesan taksi online karena udah malam," ujar Cia dengan memasang wajah sedihnya.


"Kenapa harus aku yang antarin pulang? Kamu kan bisa telepon sopir, minta jemput. Kan beres!"


"Tapi ini udah malam, Ke. Aku gak mau ganggu mereka." Cia berusaha agar Keanu mengiyakan permintaan.


Sambil mende.sah kasar Keanu berkata, "Sorry Ci, tapi aku gak bisa nganterin kamu pulang. Tapi kamu tenang aja, aku akan telepon Angga untuk mengantarkanmu pulang," ujar Keanu yang langsung merogoh ponselnya untuk menghubungi Angga.


Dengan cepat Cia menolak. "Gak usah. Aku bisa pulang sendiri!" ketus Cia yang kemudian memilih berlalu begitu saja.


Keanu hanya mengernyit melihat Cia berlalu. "Dasar cewek aneh!"


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2