Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Season 2 | Mengabaikan


__ADS_3

Sebenarnya Keanu merasa cemburu saat Alan terus berhenti di samping Kenza yang belum juga sadar. Namun, Keanu sadar meskipun dia adalah penanaman bibit Kenza, tetapi dia tidak bisa mendapatkan pengakuan Daddy dari anaknya sendiri, karena sejak baru lahir anak perempuan itu sudah mengerti Alan untuk menjadi Daddy-nya. Banyak lika-liku cara untuk mempertahankan Kenza didalam dekapannya, tetapi bocah itu tetap saja memilih pelukan Alan yang hambar.


"Lan, setelah ini berilah penjelasan kepada Kenza jika kamu sudah menemukan istrimu yang hilang dan katakan juga jika ternyata kamu juga sudah mempunyai anak, agar Kenza tidak terlalu kecewa kepadamu. Ku harap ini adalah kali terakhir kamu mengabaikan Kenza!" kata Keanu dari tempat duduknya.


"Tanpa Bang Ke ingatkan, aku pasti akan mengatakannya pada Eza, meskipun aku tahu bocah ini pasti akan sangat kecewa padaku," ucap Alan dengan tangan yang masih menggenggam tangan Kenza.


"Kamu berdoa saja, semoga saat Kenza bangun dia tidak kecewa padamu. Namun, feeling seorang ayah mengatakan jika Kenza akan mengabaikanmu karena telah kamu kecewakan," lanjut Keanu lagi.


"Semoga saja itu hanya feelingmu," sahut Alan.


Cukup lama Alan duduk disamping Kenza, berharap jika Kenza bangun bisa langsung menatap dirinya. Namun, nyatanya monster kecilnya tak kunjung bangun. Bahkan beberapa kali Alan mengecek pernapasan Kenza untuk memastikan jika Kenza masih bernapas.


"Eza, bangun dong! Kalau kamu gak mau bangun, aku gak mau jadi Daddy kamu lagi!" kata Alan yang sudah lelah menunggu Kenza untuk bangun.


Mungkin saja ucapan Alan bisa didengar Kenza dibawah alam bawah sadarnya, sehingga saat ini Kenza bisa menggerakkan jarinya. Sadar jika tangan Kenza bergerak, Alan segera memberitahu Keanu jika Kenza sudah bangun.

__ADS_1


"Bang, Eza udah bangun! Cepat panggilkan dokter!" ujar Alan dengan wajah berbinarnya.


Keanu dan Mouza langsung mendekat kearah Kenza terbaring dan melihat jika putri mereka sudah bisa membuka mata. Karena tak mau meninggalkan ruangan, Keanu memilih untuk memanggil dokter melalui telepon genggamnya agar segera datang ke ruangan putrinya. Untuk apa jalan keluar dan berteriak-teriak tak jelas, sedangkan zaman sudah canggih.


Kenza yang baru saja terbangun dari efek obat tidur langsung menatap satu persatu orang yang berada di hadapannya. Namun, saat mata elangnya menangkap Alan yang ternyata juga ada disampingnya saat ini, Kenza langsung membuang muka.


"Momm, drive him away!" ucap Kenza lirih.


Mouza yang mendengar ucapan Kenza hanya bisa menautkan alisnya dengan rasa keterkejutan. "Are you serious, Sayang?"


"Why?" sambung Keanu yang tak percaya jika Kenza mampu mengusir Daddy kesayangannya.


"Eza tidak mau melihat wajahnya, Dadd. Suruh dia pergi!"


Tentu saja Alan tidak terima saat Kenza mengabaikan dan mengusir dirinya yang sejak tadi sudah menunggu monster kecilnya untuk bangun. "Eza, kok gitu sih? Aku udah lama nungguin kamu bangun. Masa aku diusir, sih?" protes Alan tidak terima.

__ADS_1


"Aku tidak menyuruhmu untuk menungguku, untuk apa kamu menungguku?" ucap Kenza yang masih membuang muka.


"Oke, aku salah. Aku minta maaf tidak bisa menjemputmu, karena aku ada urusan lain. Terlebih saat ini kakek uyut juga sedang sakit. Eza, please jangan usir aku ya. Aku berjanji akan merawat tuan putri ini sampai sembuh," ucap Alan dengan memelas.


Namun, sayangnya Kenza tidak tertarik dengan rayuan Alan karena saat ini Kenza benar-benar sangat kecewa pada Alan yang telah mengabaikan dirinya.


"Momm, katakan padanya Eza tidak mau melihatnya!"


Mouza hanya bisa menatap Alan dengan nanar. Terlalu dalam kah rasa kecewanya pada Alan sehingga putrinya tak ingin melihat wajah Alan. Tiba-tiba saja Mouza merasa Dejavu dengan keadaan seperti ini, dimana dirinya benar-benar merasa muak dengan Alan.


"Lan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin saat ini Eza sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat. Kamu mending keluar ya!" usir Mouza dengan berat.


Sebenarnya terasa berat saat ingin meninggalkan Kenza, tepati Alan mencoba untuk lapang. Semua ini terjadi karena salahnya yang telah mengabaikan Kenza beberapa jam yang lalu.


"Oke, aku akan keluar. Jika kamu membutuhkanku, panggil saja aku, ya!" ucap Alan yang kemudian berlalu dari ruang rawat Kenza.

__ADS_1


__ADS_2