Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
BonCap


__ADS_3

Bukan Alan jika tidak mempunyai pikiran messum. Terlebih pada orang yang sangat dicintainya. Setelah merasakan bibir rasa buah strawberry, Alan turun untuk menemui Kenza dan meminta monster kecil itu untuk kembali pulang. Saat ini Alan mencoba untuk membuang jauh egonya agar ia tak menyesal untuk kedua kalinya.


Saat Alan masuk kedalam sebuah kelas, terlihat jika saat ini Ellena sedang memberikan sebuah kotak bekal kepada Kenza. Namun, karena hati Kenza sedang tidak baik-baik saja bocah itu pun menolaknya.


"Simpan saja untukmu. Dia adalah Daddy-mu," ujar Kenza dengan malas.


"No! Dia Daddy-mu juga. Apakah kamu marah karena kehadiranku? Jika kamu marah, aku tidak akan mengambil Daddy darimu."


Kenza terdiam untuk sesaat. Apakah ia terlalu egois sehingga tidak bisa menerima kenyataan jika Ellena-lah darah daging Daddy Alan-nya. Tidak seharusnya Ellena menyerah begitu saja.


"Eza, kata Daddy ini adalah nasi goreng kesukaanmu. Bahkan Daddy sendiri yang menyiapkan bekal ini untukmu. Eza, sekali lagi maafkan aku," ucap Ellena.


Alan yang ingin masuk ke dalam kelas tiba-tiba menghubungkan niatnya saat masa kecilnya tidak mau menerima apa yang dibawakan oleh Ellena.


"Kamu tidak salah apa-apa El. Semua ini adalah salahku karena aku telah berlebihan. Tapi aku sudah membawa bekal dari rumah. Bekal yang kamu bawa, untukmu saja!"


"Tapi, Za. Aku juga sudah membawa bekal."


"Ya sudah, kamu berikan saja pada teman kita yang lainnya. Pasti mereka akan menerima dengan senang hati!" saran Kenza yang kemudian meninggalkan kelas. Namun, saat baru melangkah keluar, mata Kenza diterkejutkan dengan sosok yang berdiri di sebelah pintu.


"Daddy," lirihnya.

__ADS_1


"Eza, kamu jangan ngambek kayak gitu, dong! Kamu jangan pernah berpikir dengan kedatangan Ellena posisi kamu di hatiku akan tergantikan. Karena selamanya akan menjadi anakku," ujar Alan dengan tulus.


"Aku tahu itu," datar Kenza.


"Berarti kamu udah gak ngambek lagi dong. Nanti kamu pulang ke rumah 'kan? Aku jemput ya?"


Kepala Kenza mengangguk dengan pelan. "Tapi sayangnya Daddy telat. Eza udah mau di jemput Daddy dan Mommy, sekalian mau ke rumah sakit untuk melihat adiknya Eza," terang Kenza.


"Jadi tentang Mommy-mu yang sudah hamil lagi itu benar, Za?" tanya Alan dengan rasa tidak percaya.


"Benar dong! Masa Eza bohongan."


Ucapan Kenza masih saja terngiang-ngiang di kepala Alan. Bahkan ia sampai tak fokus saat menyetir. Azra yang berada di sampingnya merasa heran dengan Alan yang terlihat banyak melamun.


"Lan, kamu kenapa? Ada masalah lagi?" tanya Azra dengan penasaran.


Alan membuang napas beratnya selalu melirik ke arah Azra. "Iya ada, Zra," ucapannya.


"Maslahah apa itu? Sepertinya masalah yang sangat serius?"


"Benar sekali, Zra! Ini bukan serius lagi, tapi dua rius! Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan!"

__ADS_1


Azra semakin penasaran dengan masalah yang sedang Alan. "Masalah apa, Lan? tentang kakek atau tentang Kenza?"


"Bukan tentang mereka, tapi tentang Bang Ke dan juga Oza! Mereka berdua udah nyetak embrio lagi, Zra! Sementara kita masih satu. Pokonya aku gak mau kalah dari Bang Ke! Kita juga harus nyetak embrio, Zra!"


Mendengar ucapan Alan, Azra hanya menautkan keduanya alisnya. Awalnya Azra berpikir jika ada masalah yang sangat penting sehingga membuat Alan tidak fokus. Namun, telah tahu alasannya Azra hanya mendengus dengan kasar.


"Zra, kita buat juga adik untuk Ellena, ya? Dia pasti akan sangat bahagia," saran Alan.


"Bukan Ellen yang akan sangat bahagia, tali kamu!"


Wajah Alan yang awalnya kusut, mendadak terlihat licin kembali. "Kamu tahu aja kalau aku yang akan sangat bahagia."


"Iya. Karena kamu itu pria messum!"


.


.


Hayo ... mana jarinya yang masih nungguin BonChap novel ini??


( kenapa messum ditulis dobel s? Karena kalau cuma satu bisa kena tilang. Jadi saran othor biar comen kalian gak dihapus oleh sistem jangan tulis kata mecum. Oke 😘 )

__ADS_1


__ADS_2