
Niat hati ingin bangun siang karena tak ada kelas, tetapi Keanu sudah sibuk membangunkan Mouza. Pria itu tidak bisa memasang dasinya.
"Za, bangun dong!"
Mouza menggeliat pelan sambil menguap karena rasa kantuk yang masih menyerangnya. "Apaan sih, Bang? Masih ngantuk," rengek Mouza.
"Gak mau bangun aku cium ya!"
"Ya udah cium aja kalau berani. Aku kan masih bau naga," ujar Mouza menantang.
Keanu berdecak pelan sebelum dia benar-benar menerkam Mouza yang masih nyaman dibawa selimutnya, padahal hari sudah pukul 7 pagi. "Kamu yang minta ya!" Tangan Keanu sudah mengunci pergelangan tangan Mouza, membuat perempuan itu langsung terbelalak lebar.
"Bang Ke mau ngapain?"
Tanpa ada jawaban dari Mouza, Keanu langsung menerkam bibir kenyal yang sudah hampir satu minggu tak ia nikmat.
Mouza yang belum siap hanya pasrah ketika Keanu sudah menyesap bibirnya dengan rakus. Perlahan matanya memejamkan saat Keanu bermain dengan lembut hingga suara decakan menggema di ruanganan.
Ciuman panas itu berhenti ketika keduanya sudah kehabisan nafas. Tangan Keanu mengusap bibir Mouza yang basah akibat ulahnya. Dengan senyum tipis Keanu berkata, "Manis kayak strawberry, Za. Gak terasa bau naga."
PLAK!
Satu tabokan mendarat di punggung Keanu yang sudah menimpa tubuhnya. Namun, seketika tangannya kembali dikunci oleh Keanu. Pria dewasa itu sebenarnya sudah tidak sanggup untuk berpuasa lebih lama lagi. Demi Mouza dia rela menahan hasrat yang seharusnya sudah dilampiaskan.
Pandangan Keanu melemah. Ciuman yang awalnya menguasai bibir, kini pindah ke leher yang semakin lama semakin menurun. Mouse yang terbawa suasana membuka sedikit bibirnya untuk mende.sah.
Mendengar de.sah.an yang menyentuh telinganya semakin membuat Keanu menggila hingga tak sadar jika sesuatu miliknya sudah mengeras.
"Za, gimana?" bisik Keanu dengan menatap Mouza yang juga terengah-engah akibat lidah Keanu yang nakal.
"Abang sabar dulu, ya. Mungkin besok sudah selesai. Aku kasih servis tipis aja deh," kata Mouza dengan sentuhan tangan nakalnya.
"Udah mulai berani ya," kata Keanu yang sudah merasakan sentuhan tangan Mouza ketempat sensitifnya.
( Dah ... kabur aja dulu π€ )
Tak ada yang menyangka jika sang kakek pulang tanpa memberikan kabar kepada Alan maupun Keanu. Beruntung saja saat ini Mouza dan Alan sedang libur kuliah sehingga bisa memberikan selamat kembali pulang pada kakeknya.
__ADS_1
Kakek Wijaya merasa sangat puas atas kerja sama yang dilakukannya dengan Mouza. Sudah lama kakek tua itu meminta Keanu untuk mengurus perusahaan, tetapi sang cucu bang sat itu malah memilih untuk menjadi seorang mu.ci.kari, menjadi penyalur wanita malam.
"Terima kasih, Za. Sungguh kerja yang luar biasa," puji kakek Wijaya.
Mouza hanya tersenyum tipis nan canggung saat harus berhadapan langsung dengan kakek mertuanya.
"Kamu lihat sendiri kan kalau istri Ke itu bisa diandalkan. Sekarang giliran mu untuk membuktikan bahwa calon yang hendak kamu nikahi juga pandai seperti Mouza!"
Mouza dan Alan saling bersitatap setelah mendengar ucapan kakeknya. Mouza tidak tahu bagaimana reaksi kakeknya jika mengetahui dirinya-lah calon yang selalu Alan ceritakan. Namun, kenyataan saat ini dia malah menjadi suami kakaknya.
"Aku tahu, pasti kamu sudah putus dengan, kan? Bodoh sekali perempuan yang telah meninggalkanmu. Dia tidak tahu jika kamu salah satu pemeran perusahaan Wijaya Grup."
"Sudahlah, Kek. Tidak usah membahas masalah itu!" pinta Alan dengan rasa malas. Selain enggan membicarakan masa lalu yang sudah hilang dia juga tidak ingin membuat Mouza merasa tersudutkan dengan pembahasan sang kakek.
"Baiklah, tapi Kakek ingin kamu mencari pasangan seperti Mouza yang pandai membatu menyelesaikan masalah."
'Asal Kakek tahu saja, Mouza itu adalah pilihan Alan. Tapi karena kebodohan Alan, dia lepas dari genggaman Alan' Alan hanya bisa membatin sambil menatap kearah Mouza.
Berhubung kakeknya mertuanya sudah kembali dan Mouza memiliki waktu luang, dia ingin menjamunya dengan makan malam yang istimewa. Selama menjadi istri Keanu dia belum pernah menunjukkan skill memasaknya. Dan karena saat ini dia sedang dalam mode berbunga dia ingin memasak untuk makan malam bersama dengan keluarga Keanu.
"Gak usah! Gue bisa sendiri!" tolak Mouza.
"Tapi Zaβ"
"Mending lo jagain kakek aja!" saran Mouza yang sudah sampai di teras rumah.
Alan tak putus asa dengan usaha yang selalu ditolak oleh Mouza.
"Za, kali ini gue ikhlas gak ada maksud apa-apa. Anggap aja gue mau jagain kakak ipar gue, Za. Gue takut lo kenapa-napa kalau sendirian."
Mouza terdiam untuk sesaat. Sejenak dia berpikir, mungkin Mouza bisa memanfaatkan Alan untuk mengangkut barang ke mobil. Tidak ada salahnya, bukan?
"Baiklah. Tapi awas aja lo sampai macam-macam!" ancam Mouza.
Alan mengangguk pelan. Dengan senang hati dia langsung membukakan pintu untuk Mouza. "Silahkan," ujarnya.
Hanya dalam hitungan 10 menit, mobil Alan telah terparkir di depan sebuah pusat pembelanjaan terbesar di kota. Ingin berdecak kagum, tetapi Mouza hanya memendamnya.
__ADS_1
"Sebenarnya gue itu mau beli cabe sama bawang, tapi lo malah bawa gue ke Mal? Lo pikir gue mau shoping?" sindir Mouza saat melepaskan sealt belt.
"Belanja disini juga gak papa, sambil cuci mata. Toh kita juga udah lama gak jalan berdua." Seketika itu Alan menutup mulutnya karena kelepasan. "Uppss, sorry."
Mouza hanya mende.sah pelan. "Sudah ku duga!"
Tak di pungkiri jika sekilas kenangan masa lalu itu muncul, meskipun Mouza mencoba untuk membuangnya. Sepertinya Alan memang sengaja membuat Mouza mengenang kembali kisah yang telah mereka lalui.
"Gak usah senyum-senyum! Gue udah kubur semua kenangan itu!"
Alan yang berjalan disampingnya tak bisa untuk tak tersenyum. "Gak masalah. Bisa jalan berdua seperti ini sudah membuatku bahagia. Za, apakah tak ada sedikitpun rasa yang tertinggal untuk gue?"
Mouza berjalan sambil melirik kearah Alan. Rasa sakit yang dirasakan sepertinya tak bisa memaafkan Alan begitu saja. Terlebih Mouza menyaksikan sendiri bagaimana Alan bermain gila dibelakangnya.
"Lo bisa nerima Keanu apa adanya, tetapi mengapa lo gak bisa maafin gue, Za?"
Kali ini Mouza menghentikan langkahnya dan menatap Alan dengan tajam. "Karena gue cinta sama bang Ke. Puas!"
Alan menggeleng tak percaya dengan ucapan Mouza. Dia tersenyum sinis dan berkata, "Bohong lo! Sejak kapan lo punya perasaan sama Keanu? Jelas-jelas lo hanya ingin balas dendam kan?"
"Awalnya memang seperti itu, Lan. Tapi lama-lama gue hanyut dalam buaian bang Ke. Gue bener-bener udah jatuh cinta sama abang Lo." Mouza mengembangkan senyum dibibirnyanya saat mengingat ke-kenyolannya tadi pagi. "Udahlah, pokoknya saat ini gue beneran jatuh cinta sama bang Ke, jadi meskipun gue maafin lo, bukan berarti gue bisa balikan lagi sama lo," jelas Mouza.
"Apa itu artinya lo udah maafin gue?" tanya Alan dengan mengernyit.
Mouza menyendikkan bahunya. "Anggap aja udah. Sebenarnya gue juga mau ucapin terima kasih karena berkat ulah lo, gue dan bang Ke nikah." Gelak tawa Mouza pun terdengar renyah.
.
.
.
...π₯ BERSAMBUNG π₯...
Jangan lupa, tetap tersenyum ya π Selagi nunggu novel ini up, mampir dulu ke novel temen aku judulnya TETANGGAKU ... MANTANKU, seru lho ceritanya
__ADS_1