Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 66 | Seperti Gelandang


__ADS_3

Satu jam lamanya Mouza sengaja mendiamkan Keanu, karena pria itu bersikukuh dengan indra penciumannya yang mengatakan jika tangan Mouza bau terasi. Selama itu juga Keanu tak berani untuk menggoda Mouza.


Entah apa yang salah dengan hidung ini bisa-bisa tangan Mouza tercium seperti bau terasi. Apakah ini ulah kecebong yang ada didalam perut Mouza. Memang sudah beberapa hari ini dia tak membuat ulah. Siap-siap aja bertingkah aneh, Ke. batin Keanu yang sekedar melirik ke arah Mouza.


Dari meja kerjanya, terlihat jika Mouza asik sendiri dengan ponselnya.


"Za, makan yuk!" ajak Keanu.


"Gak lapar," ketusnya.


"Tapi aku lapar, Za. Kita makan di restoran bintang 10, yuk!"


"Makanya gak enak!"


"Ya udah di warteg aja atau di angkringan yuk! Dah lama nggak makan lele jumbo," bujuk Keanu dengan mode sabar. Ia tahu menghadapi bumil sangatlah sulit, salah sedikit bisa ngambek 7 hari 7 malam.


"Jam segini belum buka, Bang. Mending beli nasi Padang di ujung sana!" saran Mouza.


"Kamu mau? Kalau kamu mau biar aku pesankan?" tawar Keanu dengan sedikit harapan, karena itu adalah makanan kesukaannya.


"Sayangnya aku gak laper, Bang. Liat wajah Abang aja udah kenyang," cetusnya.


Keanu menelan kasar salivanya. Terpaksa ia menyuruh Reno untuk membelikan makan siangnya. Saat Keanu hendak menutup panggilan teleponnya dengan Reno, Mouza mencegahnya.


"Bang, katakan kepada Reno juga, jika aku menginginkan jus naga gak pakai lama!"


Tanpa Keanu katakan kepada Reno pasti sudah mendengar apa yang telah diucapkan oleh Mouza.


"Kamu dengar, Ren?" tanya Keanu.


"Iya Tuan, saya dengar. Tenang saja pesanan Nona Mouz akan saya carikan tanpa lama."


Kali ini Keanu mencoba untuk mendekati Mouza, berharap wanita itu telah melupakan rasa kesalnya. Namun, apa yang dipikirkan oleh Keanu tidaklah benar, karena saat ini Mouza masih merasa kesal.


"Udah dong, Za ngambeknya. Gak enak liat wajah manyun kayak gitu," ujar Keanu


"Ya gak usah dimakan kalau nggak enak!"

__ADS_1


"Za." Keanu mencoba untuk mendekatkan diri ke tubuh Mouza. "Kamu kalau ngambek tambah cantik, deh. Sering-sering aja ngambek. Bentar aku foto dulu wajah cantikmu." Kini Keanu mengeluarkan ponselnya dan siap untuk membidik wajah Mouza. Namun, dengan cepat Mouza menangkisnya.


"Ih, apaan sih? Nggak lucu tahu!"


"Siapa juga yang ngelawak? Orang ini beneran kok. Kamu belum tahu wajah cantikmu saat ngambek kan?" goda Keanu.


Mouza mendengus kasar. Namun, dalam hatinya terasa adem saat Keanu menyikapi sebuah masalah dengan dewasa, meskipun kadang sikapnya menyebalkan.


Mata Keanu terfokus pada bibir Mouza yang ranum. Bibir yang menjadi candu untuknya dan terus menerus ingin menikmatinya. Saat matanya telah terpejam untuk menyentuh bibir Mouza, sebuah ketukan pintu membuyarkan segalanya. Keanu hanya bisa mende.sah kasar. Padahal tak ada perlawanan dari Mouza, yang menandakan jika sang istri juga sedang menginginkannya.


"Arrgg … siapa sih! Ganggu aja!" gerutunya kesal.


"Masuk!" kata Keanu kuat, berharap yang sedang mengetuk pintunya mendengar ucapannya.


Benar saja setelah mendengar kata masuk, pintu ruangan Keanu segera dibuka oleh seseorang.


Terlihat seorang wanita yang tak asing bagi Mouza berjalan mendekat ke arah mereka. Tangannya juga sudah membawa segelas minuman berwarna merah seperti darah dan sebuah kantong plastik yang bisa ditebak itu adalah pesanan Keanu.


"Maaf Pak Bos, Pak Reno mendadak ada ada sesuatu yang harus dikerjakannya sehingga beliau tidak bisa mengantarkan pesanan Anda."


"Kamu kok disini?" tanya Rosalinda kepada Mouza.


"Kamu bertanya kepada siapa?" Kini giliran Keanu bertanya kepada Rosalinda.


"Saya bertanya kepada Mouza, Pak. Mengapa dia bisa berada di sini. Apakah diam-diam kalian mempunyai hubungan terlarang?"


Keanu langsung mengernyit ketika mendengar pertanyaan Rosalinda.


"Kamu jangan sembarangan berbicara ya! Kamu tahu tidak dia siapa?" tanya Keanu yang menunjuk ke arah Mouza.


Rosalinda menggeleng pelan. "Saya tidak tahu. Yang saya tahu nama dia adalah Mouza. Dia sering keluar masuk ke kantor ini dengan alasan ingin menemui suaminya. Tapi sampai sekarang saya belum tahu siapa suaminya dan mempunyai jabatan apa di kantor ini. Terlebih Pak Reno terlihat menghormatinya membuat saya semakin penasaran dengan jabatan suaminya. Apakah Mouza family Anda?" tanya Rosalinda dengan kepolosannya.


Namun, Rosalinda melihat kembali kedekatan Keanu dan juga Mouza. Saat otaknya telah terkoneksi, Rosalinda hanya menelan kasar salivanya. Seakan ia baru menyadari akan ucapannya.


"Apakah itu artinya Pak Bos adalah suami dari Mouza?" tanya Rosalinda yang juga menunjuk ke arah Mouza. Saat itu juga Rosalinda langsung menangkap bibirnya dengan kedua telapak tangannya.


"Astaga … maafkan atas keteledoran saya yang tidak bisa mengenali istri Anda, Pak. Saya benar-benar tidak tahu jika ibu Mouza adalah istri Anda. Tolong jangan pecat saya." Kini Rosalinda baru menyadari jika Mouza adalah istri dari Bosnya.

__ADS_1


"Bu, saya benar-benar minta maaf karena saya tidak tahu jika Anda adalah istri dari Pak Bos. Anda boleh menghukum saya tetapi tolong jangan pecat saya," sesal Rosalinda dengan rasa bersalahnya.


Mouza dan Keanu masih terdiam karena Rosalinda terus berceloteh, hingga tak ada kesempatan mereka berdua untuk menyela.


Rosalinda sangat merutuki kebodohannya yang sangat kudet, sehingga mempunyai pemikiran yang negatif kepada Mouza.


"Jadi, meskipun tidak aku jelaskan kamu sudah tahu siapa dia?" Lagi-lagi Keanu bertanya sambil menunjuk ke arah Mouza.


"Iya, Pak. Saya sudah tahu jika ibu Mouza adalah istri Anda.".


"Bagus! Jadi bagaimana, Sayang. Kamu mau memaafkan wanita itu?" Kini Keanu bertanya pada Mouza.


Mouza yang ditanya hanya mengernyit. Atas dasar apa dirinya tak memaafkan Rosalinda yang kelewat polosnya?


"Tanpa dia meminta maaf pun aku telah memahami. Aku memaklumi karena dia adalah karyawan baru," ujar Mouza.


Karena semua sudah aman, Rosalinda memilih untuk meninggalkan ruangan bos-nya dengan rasa lega, karena ia tak mendapatkan sanksi atas tuduhan yang sempat diucapkannya.


Suasana yang sempat dinding, perlahan sudah mulai mencair. Beruntung saja Keanu selalu bisa bersikap lebih dewasa ketika Mouza dalam mode ngambek.


"Bang, kalau makan pelan-pelan napa! Jangan kayak gelandang gitu!" ujar Mouza yang merasa geli saat melihat suaminya makan dengan rakus. Seketika selera untuk menikmati jus naga hilang dalam sekejap mata.


"Udah kelaparan, Za! Kamu sih diajak makan dari tadi gak mau! Mana Reno cuma beli satu, jelas kurang lah! Kalau kamu mau makan pesan aja sendiri!" kata Keanu yang seolah tak ingin diganggu.


'Dih punya suami gini amet ya? Antara doyan dan rakus bedanya tipis. Liat Bang Ke makan layak liat gelandang di pinggir jalan. Amit-amit jabang bayi.' Mouza langsung mengelus perutnya. Konon katanya agar calon anaknya tak meniru apa yang batin.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu ke novel teman aku dibawah ini πŸ‘‡ya


__ADS_1


__ADS_2