Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 4 | Putus Satu Tumbuh Yang Baru


__ADS_3

Sesampainya di kampus, kedatangan Mouza telah ditunggu oleh Allan. Sejak peristiwa kemarin, Mouza mengabaikan semua pesan dan panggilannya.


"Oza, tunggu!" seru Allan saat melihat Mouza hendak menaiki anak tangga. Namun, Mouza acuh. Dia mengabaikan panggilan dari Allan. Hatinya masih sakit karena pengkhianatan yang Allan lakukan.


Merasa diabaikan, Allan segera mengejar Mouza hingga ke dalam kelas. Suasana pagi yang belum begitu ramai membuat kelas terasa sunyi. Kali ini hanya ada Mouza dan Allan di dalam kelas itu. Allan segera menutup pintu, membuat Mouza waspada.


"Oza, dengerin gue. Untuk masalah kemarin gue bener-bener minta maaf. Semua itu karena Mili. Dia yang maksa gue untuk melakukan itu, Za. Lo harus percaya sama gue!" jelas Allan sambil mendekat ke arah Mouza.


"Tapi Lo 'kan bisa nolak, Lan?"


"Gue udah coba untuk menolaknya, Za. Tapi dia terus memaksaku untuk melakukannya. Bukankah lo juga tahu kan kalau dia yang menguasai gue?"


Mouza tersenyum getir mendengar penjelasan Allan yang gak masuk akal. Sebagai seorang laki-laki jika tidak memberikan celah, maka kejadian seperti itu tak akan pernah terjadi. Kejadian itu terjadi ketika dua orang yang sama-sama saling menginginkan.


"Terserah Lo mau ngomong apa. Yang jelas gue udah jijik sama Lo! Mending kita putus aja!"


Alan terbelalak. Dia tidak terima atas keputusan dari Mouza. "Gak! Gue gak mau, Za! Gue sayang sama Lo. Gue gak mau putus!"


"Kalau Lo sayang sama gue, Lo gak bakalan ngelakuin perbuatan menjijikan seperti itu, Lan! Mulai detik ini hubungan kita telah berakhir! Jangan ganggu hidup gue lagi!"


Mouza segera meninggalkan Alan seorang diri di dalam kelas yang masih sunyi. Semua ini terjadi karena kebodohannya yang termakan ucapan Mili, sialan itu.


"Sampai kapanpun gue gak terima dengan keputusan Lo, Za! Gue akan akan pernah izinkan siapa memiliki lo, kecuali gue!"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mouza terang-terangan menjauhi Alan, meskipun pria itu mencoba untuk tetap mendekatinya. Setelah tak ada kelas lagi, Mouza bergegas untuk meninggalkan kelasnya. Namun, siapa yang menyangka jika Alan akan mengejarnya.


"Oza, tunggu!" Alan menahan lengan Mouza.


"Lepasin tangan kotor Lo!" sentak Mouza.


"Gak! Gue gak akan lepasin sebelum Lo maafin gue!"


Mouza menertawakan ucapan Alan. "Terserah kalau lo nggak mau nggak lepasin tangan lo, gue bakalan teriak. Biar lo digebukin sama mahasiswa yang lain, mau Lo?!" ancam Mouza.

__ADS_1


Mata Alan melirik ke kanan dan ke kiri, melihat keadaan sekitar. Banyak lalu lalang mahasiswa yang melewati mereka. Dengan kesal, Allan terpaksa melepaskan cekalan tangannya.


Mouza tersenyum puas dan terlalu meninggalkan Allan yang masih mematung menatap kepergiannya.


"Cih ... cowok apaan kayak gitu. Udah main gituan sama wanita lain masih juga gak mau putus. Memang sama-sama manusia muka tembok!" gerutu Mouza dengan langkah gontainya.


Baru saja Mouza keluar dari gerbang kampus, matanya langsung menangkap sosok Keanu yang duduk diatas motornya.


"Bang Ke," gumamnya.


Mouza berlari kecil untuk mendekat kearah Keanu. Dengan kacamata hitam yang menutup kedua matanya, serta penampilannya yang mengikuti trend, membuat beberapa wanita mengerumuninya. Bahkan hanya sekejap mata saja Keanu sudah dikepung oleh para cewek kampus.


"Dih ... apaan sih! Minggir!" sentak Mouza yang membelah kerumunan.


"Apaan sih! Ganggu!" celetuk salah seorang yang mengagumi Keanu.


"Mau gue congkel mata kalian semua ngeliatin cowok gue seperti itu, hah?!"


Seketika semua yang berkerumun langsung membubarkan diri dengan perasaan kesal. mereka tidak tahu jika pria tampan itu ternyata sudah ada yang punya.


Mouza mende.sah pelan dan menatap Keanu dengan tajam. "Bang Ke ngapain disini?" tanyanya.


"Bang Ke kok tahu gue pulang jam segini?" tanya Mouza yang sudah naik keatas motornya.


"Tahulah, kan gue gak pulang."


Mata Mouza terbelalak saat mendengar jawaban dari Keanu. Itu artinya hampir selama 8 jam Keanu menunggu dirinya.


"Jadi lo nungguin gue, Bang?"


Tanpa pikir panjang, Mouza segera naik keatas motor Keanu dan berkata, "Sorry ya, Bang. Tadi udah ngakuin lo pacar gue. Abis mereka tuh genit banget, kayak gak pernah liat cowok ganteng. Padahal di dalam kampus banyak lho, cowok ganteng," celoteh Mouza dengan suara cemprengnya.


"Udahlah berisik! Pegangan kalau lo belum mau mati!"


Mouza menelan kasar salivanya dan langsung memeluk erat tubuh Keanu saat motor itu telah meninggalkan areal kampus. Seperti biasa, Keanu akan menancap gas tinggi untuk bermain-main di jalanan. Mouza yang merasa takut memilih diam dan mengeratkan pegangannya pada Keanu.

__ADS_1


"Ngapain Oza sama Bang Ke, ya?" tanya Alan pada dirinya sendiri saat melihat Keanu membawa Mouza pergi.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sesampainya disebuah cafe, Keanu segera memesan minuman untuk dirinya dan juga Mouza. Mata Keanu tak lepas dari Moza yang duduk dihadapannya.


"Lo ngapain liatin gue kayak gitu, Bang?" tanya Mouza heran saat dirinya terus kita tak boleh Keanu.


"Kalau diperhatiin lo itu lumayan cantik cuma sedikit bodoh makannya lo diselingkuhin," ujar Keanu.


"Berarti lebih cantikan gue dari pada mantan cewek lo, kan?"


Keanu tak menjawab karena pesanan mereka telah tiba. Namun, jika boleh jujur memang cantikan Mouza ketimbang Mili. Mouza terlihat lebih fresh dan natural, ketimbang Mili yang selalu mempercantik diri dengan make-up tebalnya.


"Eh, Bang. Kita tuh kan sama-sama korban perselingkuhan. Gimana kalau kita balas perbuatkan mereka. Mantan kita tuh sama-sama gak punya muka dan masih berharap untuk kembali meskipun udah kita putusin. Gimana kalau Bang Ke nikahin gue aja biar mereka tuh gak gangguin hidup kita lagi. Kan persiapan pernikahan Bang Ke juga udah jalan 70 %. Daripada mubadzir duit yang udah dikeluarkan. Ayolah, Bang! Kita nikah ya, biar gue gak di gangguin sama Alan dan Bang Ke gak digangguin sama Mili. Sama-sama menguntungkan, lho." Mouza berceloteh panjang lebar.


Keanu masih terdiam untuk beberapa saat. Sepertinya saran dari Mouza tidak buruk juga. Jika pernikahan itu tetap terjadi, dia tidak akan kehilangan nama baiknya karena gagal nikah.


"Gak buruk juga ide lo, tumben pinter?"


Mouza tersenyum lebar menatap Keanu. "Jadi Bang Ke mau nikahin gue?" tanyanya untuk meyakinkan.


Keanu menganggukkan kepalanya.


"Jadi deal kita nikah?" tanya Mouza lagi dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Iya! Bawel lo!"


Setelah menyepakati ide konyol dari Mouza, Keanu langsung membawa Mouza kesebuah butik untuk melakukan fitting baju. Beruntung saja Keanu belum melakukan foto prewedding dengan Mili. Untuk saat ini mungkin menikahi Mouza adalah sebuah solusi yang baik. Tidak penting dengan siapa orangnya, yang penting dia menikah. Apa jadinya jika persiapan pernikahannya sampai zonk? Bukan hanya mencoreng nama baik keluarga, tetapi dia juga akan langsung di tendang dari susunan keluarga besarnya. Keanu belum siap untuk menjadi gembel di jalanan.


.


.


.

__ADS_1


.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2