
Mouza tak tahu harus mencari ke sudut mana lagi untuk menemukan keberadaan kakaknya. Bukan hanya orang-orang suruhan Keanu saja yang tak bisa menemukan Arif, tetapi orang-orang suruhan Kakek Wijaya pun juga belum bisa untuk menemukan keberadaan Arif. Seakan Arief hilang tak berjejak bagaikan ditelan bumi. Hal itu tentu saja membuat Mouza semakin sedih. Andaikan saja saat itu ia lebih cepat bergerak untuk memberitahu perselingkuhan kakak iparnya, mungkin ia tidak akan kehilangan jejak kakaknya.
Hati Mouza yang memang sedang kecewa, harus ditambah lagi dengan kekecewaan karena mantan kakak iparnya tak mengetahui dimana keberadaan kakaknya. Keanu yang melihat raut wajah sang istri sangatlah tahu bagaimana perasaannya saat ini hingga ia memutuskan untuk membawa Mouza ke kantornya. Mungkin dengan seperti itu ia bisa melupakan rasa kecewa yang sedang berserah di dalam dadanya.
"Yakin gak ganggu, Bang?" tanya Mouza saat mobil telah terparkir di depan kantor sang suami.
"Meskipun mengganggu, tetapi tidak akan ada yang merasa terganggu, karena akulah pemimpin di perusahaan ini," ujar Keanu.
Keduanya pun langsung turun dari mobil. Sudah hampir tiga bulan, Mouza tak menginjakkan kakinya di kantor sang suami. Selain sibuk ujian dan bawaannya ngantuk, Mouza memutuskan untuk menjadi anak rumahan, di mana setelah pulang kuliah, ia akan langsung pulang dan tidur di kamar.
"Kamu mau makan apa, biar aku pesankan." Keanu bertanya sebelum masuk ke dalam lift.
Karena nafsu makan Mouza sedang meningkat, ia tak menyia-nyiakan kesempatan emas saat sang suami memberikan tawarannya.
"Tunggu, aku kirim ke lewat chat ya. Takutnya Abang gak ingat," ucap Mouza.
Keanu menganggukkan kepalanya. Melihat senyum sang istri, membuat hatinya terasa sejuk. Entah mengapa bisa Keanu sangat bucin kepada Mouza. Tidak mungkin karena bawaan bayi, karena janin yang sedang berkembang berjenis kelamin laki-laki.
TING.
Satu pesan masuk ke ponsel Keanu. Karena merasa penasaran dengan pesanan sang istri, Keanu langsung membuka ponselnya.
Matanya membulat lebar ketika membaca pesan yang baru saja masuk. Bagaimana tidak, ternyata pasangan yang dikirimkan oleh Mouza setara dengan satu bab dalam novel teh ijo yang sangat panjang.
"Za, serius ini?" tanya Keanu tak percaya.
Dahi Mouza mengerut. "Apakah ada yang salah?"
__ADS_1
"Tidak ada. Baiklah aku akan kirim kepada office boy untuk menjadikan semua pesan ini," ujar Keanu.
Namun, dengan cepat Mouza mencegah Keanu untuk menghubungi office boy, karena ia menginginkan Reno yang mencarikan semua pesanannya.
"Tapi aku nggak mau kalau office boy yang menjadikannya. Aku hanya ingin Bang Reno yang menjadikan semua pesanan itu. Kalau bukan Bang Reno, aku tidak mau!"
Lagi-lagi Keanu harus memijat kepalanya yang terasa migrain. Sepertinya kecebongnya senang sekali untuk menyusahkan orang-orang terdekatnya. Apakah setelah lahir nanti juga akan menyusahkan orang-orang terdekatnya juga?
Ren, maafkan kecebongku yang kali ini harus menyusahkanmu. Jika aku bisa meminta, aku lebih suka kecebong itu menyusahkan pria tua yang hanya berleha-leha di rumah tanpa mempunyai pekerjaan. Bisanya hanya menuntut dan menuntut. Jika laku, mungkin sudah lama aku menggadaikannya. Namun, sayangnya hanya wanita mata duitan yang doyan sama dia. Batin Keanu sambil mendengus kasar.
"Tenang saja, Reno pasti akan mencarikan untukmu."
πΈπΈπΈ
Reno yang berada di ruang kerjanya merasa terkejut saat membaca pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya. Pesan dari Keanu yang tak seperti biasanya, karena kali ini pesan itu sangat panjang.
"Ini namanya pemerasan! Bukan Keanu jika tidak meme.rasku. Tuan Wijaya, mengapa curut seperti Keanu Anda percayakan untuk memimpin perusahaan. Bisa-bisa gajiku tiap bulan habis karena dipotong olehnya," keluh Reno sambil mengacak kasar rambutnya.
Meskipun dengan rasa dongkol yang memenuhi rongga dadanya, Reno tetap keluar untuk mencarikan pesanan ibu negaranya. Hampir saja Reno lupa jika Mouza adalah cucu gold. Bukan Keanu saja yang meratukan Mouza, tetapi sang kakek juga lebih parah. Hanya dua orang yang mampu berkuasa dalam keluarga Wijaya, yang pertama adalah kakek Wijaya dan yang kedua adalah Mouza.
Di bawah terik matahari, Reno berusaha untuk mencarikan satu persatu pesanan ibu negaranya. Hampir semua yang dipesan adalah makan dari pedagang kaki lima, yang artinya penjualannya di pinggir jalan.
"Sungguh merepotkan!" umpat Reno setelah berhasil mendapatkan semua pesanan Mouza.
"Awas saja jika sampai tidak dimakan dan aku juga yang harus menghabiskan!" gerutunya lagi.
Satu jam berkelana dalam pencariannya, kini Reno telah kembali ke kantor dengan wajah lelahnya. Bahkan terlihat dengan jelas wajahnya sudah memerah karena terbakar sinar matahari.
__ADS_1
Bersama dengan dua orang office boy, Reno menuju ke ruangan Keanu untuk mengantarkan pesanannya. Baru saja hendak mengetuk pintu, ternyata Keanu telah membuktikannya. Dengan tatapan tajam keanu langsung melayangkan pernyataan pada Reno.
"Darimana? Kamu tau gak, harusnya kita ada rapat 30 menit yang lalu! Bukanya kasih tau, malah ngeluyur gak jelas!" sentak Keanu.
Reno langsung mengernyit. Bukankah tadi Keanu sendiri menyuruh dirinya untuk mencarikan pesanan ibu negaranya, lalu mengapa sekarang malah seperti hilang ingatan?
"Bukankah Anda yang menyuruh saya untuk mencarikan pesan Nona Mouza?" tanya Reno.
Saat itu juga Keanu baru menyadari jika dirinya-lah yang telah menyuruh Reno untuk keluar.
"Ya sudah bawa masuk!" perintah Keanu dengan ketus.
Dasar masih muda sudah pikun! umpat Reno dalam hati.
Lagi-lagi Reno harus melebarkan bola matanya, dimana melihat ruangan Keanu yang sangat berantakan. Bahkan diatas sofa tertinggal baju milik Mouza.
"Tidak usah terkejut! Jika penasaran jangan ke kamar mandi, jika kamu mau aku bisa mencarikan untuk membantumu," ujar Keanu tanpa rasa berdosa.
"Maaf, saya tidak tertarik! Baiklah, saya letakkan diatas meja kerja Anda saja. Saya takut ada kotoran di meja sofa," kata Reno yang memilih untuk meletakkan pesan Mouza di atas meja kerja Keanu.
"Sembarang! Asal kamu tahu, aku tidak bermain diatas sofa. Sudahlah kamu keluar dan tinggalkan dua office boy disini untuk merapikan ruangan kerja ini. Berhubung rapat ditunda 1 jam, aku ingin tidur dulu. Panggil aku jika sudah waktunya!" ucap Keanu yang kemudian berlalu ke kamar khususnya, dimana Mouza sedang tidur karena kelelahan.
Reno keluar dari ruangan Keanu dengan rasa kesal. Mentang-mentang perusahaan milik kakeknya lalu ia berbuat sesuka hatinya. Dan yang lebih parah, ternyata Reno baru mengetahui jika Keanu mempunyai kamar rahasia di dalam ruangannya.
"Dasar Keanu messumm!" gerutu Reno lagi.
...π₯π₯π₯...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...