Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 90 | Penolakan Kakek


__ADS_3

Mouza merasa sangat bahagia karena keinginannya telah berada di depan mata. Tanpa ingin menunggu waktu lebih lama, ia langsung mengeksekusi burger jumbo yang sempat memenuhi pikirannya beberapa menit yang lalu. Keanu menatap Mouza dengan senyum yang memerkah saat Mouza melahap burger kayaknya seorang gelandangan yang tak pernah mencicipi burger.


Sebisa mungkin Keanu menahan tangannya. Ingin sekali rasanya Keanu membalikkan ucapan Mouza yang pernah mengatakan dirinya seperti seorang gelandangan yang sangat kelaparan. Kini kata-kata itu menjadi boomerang untuk Mouza, tetapi Keanu belum sempat untuk mengatakannya.


"Za, pelan-pelan! Aku tidak akan memintanya. Semua ini aku belikan untukmu. Jadi semua ini kamu yang akan menghabiskannya," ujar Keanu.


"Serius, Bang?"


Keanu mengangguk pelan. Baginya saat ini Mouza adalah bintang hidupnya yang akan terus menerangi jalannya, meskipun kadang harus harus terjadi perdebatan kecil.


.


.


Seperti rencana awal, setelah sang Kakek kembali Keanu berencana untuk pindah ke rumah baru yang telah selesai di renovasi. Ia sudah tidak sabar untuk tinggal berdua dengan Istrinya.


Malam ini setelah makan malam usia, Keanu langsung menemui kakeknya di kamar. Ia ingin segera mengutarakan niatnya untuk pindah.


"Ada apa?" tanya Kakek saat melihat Keanu masuk kedalam kamarnya.


"Kakek kenapa sih, selalu saja ketus dengan Ke? Ke ini cucu kandung kakek lho!" bales Keanu.


Sang Kakek acuh dan lebih fokus pada layar televisinya. Tidak usah kaget lagi jika hubungan antara kakek dan cucu tidaklah terasa hangat. Namun, sejatinya sang kakek sangat menyayangi cucu-cucunya meskipun seringkali melawan.


"Katakan saja, ada apa? Aku sedang tidak ingin diganggu. Melihatmu berada disini, membuat mataku tambah sakit," ujar Kakek Wijaya.

__ADS_1


Keanu langsung duduk di samping sang kakek. Tangannya terulur untuk memijat kakinya. "Kakek sudah tua, perbanyak senyum biar gak makin bertambah banyak keriputnya. Kalau keriputnya makin banyak, kakek terlihat tua lho," ujar Keanu.


Sang Kakek langsung menatap kearah Keanu. "Apakah sedang ada udang dibalik tepung. Kalau ada, biar mbak Lily yang goreng! Sekalipun banyak senyum, tetap saja keriput ini akan terus bertambah karena semakin hari, kakek semakin tua. Dasar bodoh!" gerutu kakeknya.


Keanu langsung menghela nafasnya. Ia berpikir jika sang Kakek tidak akan berpikir sampai kesitu. Namun, nyatanya sang kakek lebih jeli.


"Kakek tau aja. Baiklah karena Kakek sudah tahu jika ada udang yang sedang bersembunyi, maka Ke akan katakan maksud dan tujuan Ke. Namun, sebelum itu Ke mau bertanya, apakah Kakek masih menyayangi Ke atau tidak?" tanya Keanu yang masih terus memberikan pijatan di kaki sang kakek.


"Naik sedikit, Ke!" pinta Kakeknya.


"Bagaimana enak gak pijatan Ke?".


"Lumayan. Tapi lebih enak jika lebih lama lagi," ujar sang Kakek dengan ekspresi biasa saja. Mana mungkin sang kakek menjatuhkan gengsinya di depan Keanu, biasa-biasa hancur kewibawaannya.


Sang kakek pun akhirnya mede.sah kasar. "Kalau iya kenapa, kalau tidak kenapa?"


Sebenarnya Keanu sudah merasa tidak sabar untuk menghadapi kakeknya, tetapi apa boleh buat. Saat ini Keanu sedang membutuhkan uluran tangan sang Kakek.


"Tinggal jawab saja apa susahnya, sih? Jangan-jangan kakak sudah tidak sayang sama Ke lagi. Percuma saja Ke menjadi orang baik, jika pada akhirnya kakek tidak menyayangi Ke lagi," ujar Keanu dengan alis yang menaut, berharap sang kakek akan memberikan jawaban.


Keanu pun yakin jika sebenarnya sayang kakek menyayangi dirinya. Ia hanya ingin mengunjunginya saja sekaligus ingin pengertiannya saja.


"Kamu mau kembali menjadi muci.kari lagi? Silahkan, tetapi kamu harus berpisah dengan Mouza. Kakek tidak mau Mouza dan anaknya besarkan seorang muci.kari."


Keanu malah tersudutkan oleh rencananya sendiri. Ternyata sang Kakek tidak bisa diajak basa-basi. Berbicara dengan pria tua memang harus to the point pada intinya saja.

__ADS_1


"Baiklah karena kakek tidak mau menjawab, tidak apa-apa. Tanpa kakek jawab pun, Ke yakin jika kakek masih menyayangi Ke. Sebenarnya kedatangan Ke menemui kakek hanya ingin meminta izin, jika Ke ingin pindah ke rumah baru," ujar Ke langsung.


Saat itu juga tangan Ke yang sedang memijat kaki kakeknya langsung dilepaskan. Matanya juga menatap tajam kearah Ke. "Apa kamu bilang? Pindah? Sudah berani untuk keluar rumah lagi?"


Keanu mede.sah kasar. Mungkin keinginan untuk pindah ke rumah baru akan mendapatkan tantangan dari kakeknya jika melihat ekspresi wajah kakeknya saat ini. Lalu jika sang Kakek tak memberikan lampu hijau untuk pindah, maka Keanu tak bisa meminta uluran tangan kakeknya untuk melunasi semua tunggakan biaya rumah yang beli.


"Sebenarnya Ke dan juga Oza sudah membeli sebuah rumah dikawasan elite, Kek. Dan saat ini rumah itu telah selesai direnovasi. Rencananya setelah Kakek pulang, Ke dan Oza ingin pindah. Biar bagaimanapun, Oza adalah tanggung jawab Ke. Ke ingin merasakan hidup mandiri bersama istri Ke. Membangun keluarga dari nol, dimana kita berada saling melengkapi kekurangan masing-masing," ujar Keanu yang berusaha untuk meyakinkan kakeknya.


Kali ini Keanu sedang diuji rasa kesabaran oleh sang kakek.


Sabar Ke! Kakek memang seperti itu. Jika kamu tidak bisa menaklukkan pria tua ini, maka satu-satunya jalan adalah Oza yang harus meminta izin. Aku yakin jika Oza yang meminta izin pasti akan terkabulkan. Seharusnya aku tidak lupa, jika saat ini aku hanyalah cucu figuran, karena saat ini cucu gold adalah Oza. Baiklah, aku ikuti permainan kakek! Batin Keanu sambil mende.sah kasar.


"Kek!" Keanu menjentikkan jarinya tepat di depan mata sang kakek.


"Tak perlu kakek jawab, seharusnya kamu sudah tahu, Ke! Jelas saja kakek tidak akan memberikan izin untukmu pindah!" balas Kakeknya.


Keanu tidak terkejut lagi ketika usahanya minta izin kepada sang kakek tak diterima. Jelas saja kakeknya tidak akan memberikan izin, karena Mouza adalah cucu gold yang selalu ia bayangkan.


"Tapi Kek!"


"Sudahlah! Tidak ada tapi-tapian, karena Kakek tidak akan memberikan izin pindah. Jika kamu masih bersikukuh kuat ingin pindah, ya sudah pindah sana, dengan catatan tidak boleh membawa Mouza!"


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2