
Ternyata Hari Perkiraan Lahir tak sesuai dengan prediksi dokter. Mouza melahirkan lebih awal dari prediksinya, tetapi tak berpengaruh pada bayi mungil yang baru saja ia lahir.
Proses persalinan normal, meskipun harus melalui banyak drama, dimana baby yang kedua sangat sulit untuk keluar. Sempat ingin menyerah, segala upaya telah dilakukan untuk membuat baby keduanya bisa keluar tanpa membuat ibunya menderita.
Baby yang tersembunyi saat pertama kali di USG dan memilih bersembunyi dibelakang baby pertamanya. Baby yang membuat Keanu shock tak percaya dan hampir meninju Alan gara-gara wajah baby keduanya sangat mirip dengannya. Beruntung saja Keanu tidak menuduh jika itu adalah anak Alan. Sungguh Keanu tidak terima jika putri cantiknya mirip dengan Alan, daripada dirinya. Padahal Keanu yang selalu memberikan suntikan vitamin agar semua baby-nya mirip dengan dirinya. Namun, nyata satu diantara mereka malah mirip dengan Alan.
Namun, dibalik rasa shock yang dirasakan oleh Keanu, ada sosok yang sangat bahagia luar biasa.
Sebuah kejutan tak terduga untuk seorang Kakek Wijaya dimana ia bisa tersenyum bahagia saat melihat dua cicit yang sangat mungil sudah berada di dalam boks bayi. Matanya terus berbinar dengan bibir yang tak luntur dengan senyumannya. Sebuah harapan yang selama ini diinginkan akhirnya terkabulkan, meskipun sempat pasrah ketika Mouza mengatakan jika calon anaknya adalah laki-laki. Namun, saat itu kakek tidak putus asa karena masih ada kesempatan kedua, ketiga, dan selanjutnya.
"Dasar cucu sialan! Mengapa kamu tak bilang jika kecebongmu ternyata dua? Beruntung saja satu diantaranya adalah pesanan Kakek. Jika tidak, kamu Kakek suruh mencetak lagi sampai keluar perempuan. Tapi ngomong-ngomong, mengapa pesanan Kakek malah mirip bocah sialan itu? Apakah ini produk gagal? Lan, kamu gak salah lubang 'kan?" tanya Kakek yang langsung melihat ke arah Alan.
Alan yang tidak tahu menahu mengapa keponakan bisa sangat mirip dengannya hanya bisa mendengus kasar. Setelah Keanu ingin meninjunya karena tidak terima babynya mirip dengannya, kini giliran sang Kakek yang menuduhnya salah lubang. Meskipun Alan pernah mencintai Mouza, tetapi ia tidak gila untuk menanamkan ubinya pada Mouza.
"Aku tak segila yang Kakek pikiran! Salahkan saja bibitnya yang tak kreatif untuk mencetak!" tepis Alan.
Dengan adanya baby girl yang mirip dengan dirinya, mungkin hari-harinya akan terasa suram untuk menghadapi dua orang pria di rumahnya. Yang pasti akan penuh dengan kecurigaan, mengapa bisa baby girl itu bisa sangat mirip dengan dirinya.
"Za, gimana tuh! Masa cetakan Bang Ke, hasilnya mirip gue? Apa kata orang, Za? Kalaupun masuk hot trending pasti judulnya, anak mantan pacarku, bukan akanku, tetapi anak kakakku. Gimana keren gak?"
Mouza yang hanya mende.sah kasar. Ia tidak tahu mengapa salah satu kecebong yang ditanam oleh Keanu bisa mirip dengan Alan. Mungkinkah ini adalah sumpah serapah yang Alan ucapkan pada saat itu?
"Alan, gak lucu!" sentak Keanu yang tak ingin membuat pikiran Mouza semakin kacau.
Meskipun baby girlnya mirip dengan Keanu, tetapi Keanu yakin jika Mouza tidak melakukan perburuan terlarang bersama dengan iparnya, karena Keanu sudah mengenali bagaimana perangai istrinya.
"Oke, daripada kalian semua berpikir macam-macam, mending tes DNA aja, biar gak suudzon!" saran Alan dengan santai.
__ADS_1
"Gak perlu! Tanpa tes DNA gue udah yakin kalau itu anak gue, meskipun mirip muka lo yang ngeselin!" ujar Keanu.
"Sudahlah, berisik kalian berdua! Kakek tidak peduli itu bibit siapa, yang penting pesanan Kakek udah jadi. Toh sama aja kan dari bibit keluarga Wijaya?" sela Kakeknya.
Keanu tidak terima jika saat dikatakan bibitnya sama. Jelas beda! Bibit Keanu adalah bibit super, meskipun sudah sering dikeluarkan, tetapi sekali tanpa pembungkus langsung bisa bersemi. Tidak seperti Alan yang tak kunjung jadi. Ups, Keanu lupa jika tampungan Alan hilang tak berjejak. 😂
Karena terlalu berisik, suster menyarankan anggota keluarga pasien meninggalkan ruangan agar Mouza bisa beristirahat, karena setelah ini akan ada banyak drama yang akan dilalui oleh ibu muda tersebut.
"Za, kamu nggak usah berpikir macam-macam. Baby girl adalah anak kita, mungkin ada kesalahan teknis saat kita mencetaknya. Kamu istirahat, ya. Aku akan menunggumu di luar. Jika memerlukan sesuatu segera panggil aku, ya." Satu kecu.pan mendarat di kening Mouza.
Dengan bibir tersenyum, Mouza menganguk dengan pelan. "Makasih ya, Bang, Abang udah percaya sama aku," ucap Mouza dengan mata yang terasa panas.
"Jangan nangis! Masa udah jadi emak-emak nangis? Malu dong sama dua baby-nya," hibur Keanu.
Mouza merasa sangat bersyukur ketika Keanu masih mempercayai dirinya, dan tidak menuduhnya berselingkuh dengan Alan karena baby girlnya memiliki wajah yang sangat mirip dengan adik iparnya itu.
Di ruang tunggu, ketiga pria hanya saling bertukar pandangan tanpa kata. Meskipun Keanu tidak menuduh Mouza berselingkuh dengan Alan, tetap saja ia merasa kesal yang tak bersudahan karena bayinya sangat mirip dengan Alan.
"Gimana mau nyumbang, Kek. Tiap didekatin, Oza kayak mau makan Alan. Tahu sendiri gimana bencinya Oza sama Alan. Bisa jadi itu karena rasa benci yang berlebihan. Konon katanya kalau orang hamil gak boleh membenci sesuatu yang berlebihan, karena bisa berbalik ke bayinya. Nah, terbukti kan! Selama hamil, Oza sangat benci sekali sama Alan. Kan jadi kualat!" Alan menimpali.
"Sudahlah, semoga saja sifatnya gak seperti lo!" sambung Keanu.
"Terus suruh seperti bapaknya yang lebih parah?" cibir Alan.
"Ya gak gitu juga kali! Gue yakin Oza bisa mendidik anak gue dengan baik. Buktinya dia berhasil narik gue dari dunia gelap. Beruntung sekali gue nikahi Oza. Makasih banget Lan, karena berkat lo main kuda-kudaan sama Mili, gue bisa dapatin Oza. Gak tahu apa jadinya kalau siang itu perbuatan kalian gak kita lihat. Pasti gue dapat bekas lo. Amit-amit!" ledek Keanu.
Mendengar perdebatan yang tak kunjung usai, kakek Wijaya hanya bisa memijat kepalanya yang mulai berdenyut. Hanya kumpul dua 3 jam saja sudah membuat telinganya terasa panas dan kepala migrain.
__ADS_1
"Alan mending kamu antar Kakek pulang. Kepala Kakek terasa pusing mendengar kalian terus beradu mulut. Biarkan saja Keanu disini menunggu istrinya, dia udah besar gak perlu ditemani," ujar Kakeknya.
"Baiklah, Kek. Alan pun juga udah gerah disini."
Sepeninggal Kakek dan Alan, Keanu memilih untuk masuk ke dalam ruangan rawat Mouza. Toh, Mouza tak akan terganggu dengan kehadirannya, karena dua orang perusuh sudah pulang.
Saat pintu ruangan dibuka, Mouza langsung menoleh kearah pintu. Dilihatnya sang suami berjalan kearahnya.
"Kamu gak tidur?" tanya Keanu.
Kepala Mouza menggeleng dengan pelan. "Aku gak ngantuk, Bang."
"Apakah kamu masih memikirkan tentang baby girl?"
Mouza kembali menggeleng. "Enggak kok. Aku cuma lagi cari nama yang cocok untuk mereka."
"Jadi, kamu akan memberikan apa?"
"Belum ketemu yang pas. Abang ajalah yang kasih nama!"
Sejenak Keanu terdiam untuk mencetuskan nama untuk kedua baby imutnya.
"Gimana kalau kita kasih nama Kenzo untuk baby boy, Kenza untuk baby girl," saran Keanu.
"Baiklah, berarti sekarang mereka sudah punya nama. Kenzo Malik Wijaya dan Kenza Malik Wijaya. Semoga kelak mereka menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, dijauhkan dari sifat Daddy-nya agar bisa menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan Negaranya," ucap Mouza penuh harap.
"Amin." Keanu hanya bisa mengamininya, karena setiap kata yang terucap adalah sebuah doa.
__ADS_1
...🥕🥕🥕...
...BERSAMBUNG...