Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 30 | Sakit Perut


__ADS_3

Sesampainya di dalam kamar Keanu segera menjatuhkan tubuh Mouza ketempat tidur dengan kasar. Meskipun tubuhnya tidak besar, tetapi menggendong dari lantai bawah membuatnya hampir kehabisan napas.


"Aduh ... sakit." Mouza meringis saat tubuhnya dihempaskan begitu saja. Sementara itu Keanu masih menetralkan detak jantungnya. Mouza yang melihat malah menertawakannya.


"Gitu aja udah nyerah! Percuma punya badan atlantis kalau gendong tubuh kecil seperti ini gak sanggup," cibir Mouza.


"Aku gak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab. Kamu pikir tubuh gak berat? Sehabis mandi kamu harus pijat badanku yang terasa seperti habis diinjak gajah," ujar Keanu sambil berlalu ke kamar mandi.


Tidak masalah untuk Mouza jika dia harus memijat Keanu, karena dia sudah berhasil mengerjai Keanu dan pastinya sudah membuat Alan kepanasan. Mungkin saja pria itu saat ini sedang berendam di bak mandi. Mouza hanya menarik kedua garis simpul dibibirnyanya saat membayangkan bagaimana perasaan Alan yang sangat panas. Siapa suruh dia mengkhianati cintanya?


"Eh, keterlaluan nggak sih kalau gue tiap hari panasin hati Alan? Kok gue jadi kasihan sama tuh anak ya? Eh, siapa suruh dia main kuda-kudaan sama sarden Mili. Untung aja


kakaknya baik, meskipun kadang-kadang kayak kulkas, sih." Mouza tertawa sendiri saat menyadari kekonyolannya yang nekat menikah dengan kakaknya Alan.


"Kenapa tertawa sendiri? Apa kamu sedang membayangkan sesuatu?" tanya Keanu yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


Mouza yang terkejut melihat Keanu. "Iya. Bayangin Bang Ke yang akan puasa lama," kekeh Mouza dengan renyah.


Keanu mengernyit. "Kenapa bisa begitu? Aku sudah menurutmu untuk meninggalkan pekerjaanku lalu mengapa aku harus puasa lama?" tanya Keanu dengan heran.


"Karena Bang Ke harus meninggalkan semua keburukan Bang Ke di masa lalu terlebih Eahulu. Dari mulai, no smoking, no alkohol, no book.ing. Asal Bang Ke tahu tidak nasehat untuk jasmani dan rohani. Tapi kalau Bang Ke merasa sangat berat untuk meninggalkan semua itu tidak apa-apa, aku bisa mencari pria yang mau berubah. Mungkin saja saat ini Alan sudah berubah," ujar Mouza yang memberikan sedikit ancaman kepada Keanu.


"Jadi kalau aku nggak bisa berubah kamu mau kembali kepada Alan?"


"Kemungkinan begitu, karena aku melihat jika Alan saat ini benar-benar menyesali perbuatannya. Toh semua itu gara-gara mantan calon istri Bang Ke yang kebelet, karena gak Bang Ke sentuh."


"Kamu pikir apa yang sudah menjadi milik Keanu akan bisa menjadi milik orang lain? Tidak akan pernah bisa! Dah sesuai janjimu tadi, kamu mau pijat aku ditambah sama plus-plusnya."


Mau tidak mau Mouza menepati janjinya. Namun, ternyata Keanu tidak meminta dipijat tubuhnya, melainkan yang lainnya. Malam yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, tetapi tidak untuk sepasang anak manusia yang sama-sama sedang dimabuk asmara. Meskipun masih berada didalam zona merah, tetapi Keanu tak kehilangan akalnya untuk melampiaskan hasratnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


"Za, bangun udah siang!" kata Keanu yang terlihat berbeda dari biasanya. Mungkinkah dia sudah mempunyai kekuatan yang dimiliki oleh power rangers sehingga begitu cepat dia berubah.


Mata Mouza mengerjap pelan. Bukannya bangun, dia malah menarik kembali selimutnya, membuat Keanu mengernyit. Bahkan tak sedikitpun Mouza menyapa sang suami yang sudah rapi dengan pakaian formal untuk bekerja di kantoran.


"Za, kamu gak ingin bertanya mengapa aku memakai pakaian seperti ini?"


"Nanti aja ya Bang, aku kasih pujian untuk Abang," kata Mouza dengan suara lemah.


"Kamu sakit, Za?" tanya Keanu panik dan segera mengajak seluruh tubuh Mouza. "Gak panas, kok."


"Perutku sakit Bang." Wajah Mouza mengerut karena menahan rasa sakit.


"Kok bisa sakit, sih? Kemarin makan apa? Jangan-jangan karena kebanyakan nelenβ€”" Keanu tak melanjutkan lagi ucapannya.


"Ih, aku tuh lagi sakit perut, Bang! Jangan bahas yang lainnya! Sekarang cariin obat pereda sakit perut!" Mouza meninggikan suaranya karena Keanu yang hampir membahas masalah intimnya.


"Oke, aku akan cari sebentar. Kamu gak papa kan aku tinggal?".


Sebenarnya ini adalah hari pertama Keanu untuk bekerja di perusahaan kakeknya atas permintaan Mouza. Namun, entah mengapa tiba-tiba pagi ini Mouza sakit perut sehingga mengacungkan niatnya untuk bekerja.


Keanu yang sudah rapi menggunakan setelah jas kini berubah lagi menjadi Keanu yang sebelumnya dengan pakaian santainya. Mungkin benar tebakan Mouza jika saat ini Keanu telah meminjam kekuatan power rangers sehingga dia bisa berubah kapan saja yang dia mau.


Alan mengernyit saat melihat penampilan Keanu berubah lagi. 2 menit yang lalu Alan sempat melihat Keanu menggunakan pakaian orang kantoran, tetapi saat ini dia telah mengenakan pakaian gelandangannya. Alan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mungkinkah saat ini kewarasan Keanu sudah mulai berkurang?


"Lan!" panggil Keanu saat melihat Alan sedang makan. Alan tak menjawab, tetapi matanya mengarah pada Keanu.


"Obat sakit perut apa?"


"Udah tua obat sakit perut aja nggak tahu. Tanya aja sama apotekernya, gitu aja nanya!" gerutu Alan dengan mendengus kasar.


"Gue juga tahu bodoh! Maksud gue obat pereda sakit perut untuk cewek!"

__ADS_1


Mata Alan melebar untuk menatap Keanu lagi. "Jadi lo mau cari obat pereda nyeri untuk Mouza?"


"Bisa gak sih kalau gue nanya, lo jawab aja gak usah balik nanya!" protes Keanu kesal.


"Mana gue tahu. Kali aja lo mainnya kekencangan. Lo kan tahu kalau mau saya itu masih ting-ting!"


"Susah ngomong sama lo!" Keanu yang kesal memilih meninggalkan Alan yang memang sialan.


Sepeninggal Keanu, Alan memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar kakaknya. Disana dia melihat jika masa tengah membalut tubuhnya dengan selimut sambil meringis menahan rasa sakitnya.


"Lo kenapa, Za?" tanya Alan tiba-tiba yang sudah ada di depannya.


Mouza sangat terkejut dengan kedatangan Alan. "Lo ngapain di Sini! Jangan bikin masalah lo, ya!" Mouza segera memberikan ancaman pada Alan.


"Galak amat sih sekarang lo, Za. Kayak induk ayam yang baru menetas," cibir Alan.


Mouza membuang kasar napasnya. "Yaudah, gue nanya ngapain lu ke sini? Nanti kalau Bang Ke tahu bisa jadi salah paham."


"Lo lagi dapet kan? Nih gue bawain ini. Kali aja bisa meredakan sakit perut lo. Bang Ke mana tahu kayak gini!" Alan menyerahkan sebotol minuman pernah sakit perut saat datang bulan dan satu botol berisi air hangat untuk ditempatkan di perut.


"Kamu kompres aja perutmu dengan botol itu dan jangan lupa langsung dimulai minum pereda sakit perutnya, kali aja bisa berkurang nanti. Nungguin Bang Ke pasti lama. Dia gak akan tahu masalah seperti ini," kata Alan yang sudah berjalan untuk keluar.


Bibir Mouza terasa berat saat ingin mengucapkan kata terima kasih. Mungkin saja sakit perutnya adalah efek dari datang bulannya.


"Jangan lupa minum air putih yang banyak!" pesan Alan sebelum membuka pintu.


Mata Mouza masih menatap Alan dengan perasaan campur aduk. Namun, dia tetap berusaha untuk tenang.


"Alan, terima kasih."


Alan hanya menarik senyum di bibirnya sambil berkata, "Sama-sama."

__ADS_1


__ADS_2