Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 26 | Ancaman Mouza.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Mouza segera bergegas untuk ke kamar. Saat ini dadanya terasa sesak. Bahkan air matanya juga sudah menggenang di pelupuk matanya. Karena tak melihat jalan, Mouza tak sengaja menabrak Alan yang hendak keluar.


"Punya mata gak sih?!" bentak Mouza pada Alan.


Pria yang berstatus mantan kekasihnya itu hanya mengernyit saat tiba-tiba Mouza membentak dirinya. Terlihat juga jika wanita itu sedang menangis.


"Za, lo nangis?" tanya Alan heran.


"Gak! Gue lagi tertawa," ujar Mouza yang kemudian berlari kedalam.


Tak berapa lama Keanu juga muncul dari balik pintu. Alan segera menatap sang kakak.


"Lo apain dia?" tanya Alan datar.


"Bukan urusan lo! Awas minggir!" sentak Keanu. Namun, Alan tak memberikan celah Keanu untuk masuk. Dia merasa sangat tidak terima jika Mouza dibuatnya menangis.


"Gue dah peringatnin lo, jangan pernah lo sakiti dia! Tapi apa buktinya? Lo malah buat dia nangis! Lo emang pria bren.sek ya!"


BUGH


Satu tinjuan mendarat di pipi Keanu. Terasa panas dan nyeri. Bahkan sudut bibirnya mengeluarkan cairan darah segar.


"Ini adalah peringatan pertama karena udah buat dia nangis! Sekarang terbukti kan, mana yang sebenarnya breng.sek!" ujar Alan yang kemudian meninggalkan Keanu. Meskipun dia pernah memberikan luka di hati Mouza, tetapi tak sedikitpun Alan ingin mengkhianatinya. Kejadian saat itu terjadi secara tiba-tiba karena bujuk dan rayuan Mili.


Saat ini terlambat sudah untuk disesali, karena pada kenyataannya Mouza lebih memilih sang kakak daripada dirinya. Ingin tidak terima karena Mouza jatuh pada pria yang lebih breng.sek daripada dirinya, tetapi Mouza tak mau mendengarkan dirinya.


"Oza, coba lo dengerin gue saat itu! Lo gak akan sesakit ini, Za! Bodoh! Gue sangat bodoh!" Alan merutuki dirinya sendiri.


Didalam sebuah kamar, tak ada kicauan seperti biasa. Mouza yang lelah sudah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, sementara itu Keanu tak berani untuk menghiburnya.


Kejadian satu jam yang lalu membuat Mouza sangat marah dan kecewa padanya. Bagaimana tidak, seorang istri ditawar oleh pria hidung belang di depan suaminya sendiri. Wanita manapun pasti akan marah dan kecewa, terlebih saat mengetahui pekerjaan sang suami.

__ADS_1


"Za, udah dong marahnya."


Mouza masih acuh. Saat ini dia benar-benar sangat kecewa dengan Keanu.


"Oke, aku kasih kamu waktu buat sendiri. Aku keluar dulu, ya." Mendengar kata keluar, Mouza langsung bangkit bangkit dan menoleh kearah Keanu. "Abang mau kemana?"


Keanu yang hampir membuka gagang pintu segera menoleh kebelakang. "Mau keluar cari angin," ujarnya.


Entah mengapa saat mendengar kata keluar Mouza tidak terima. Dia takut jika Keanu akan mencari pelampiasannya diluar sana.


"Abang gak boleh keluar!"


Keanu mengernyit heran. "Kenapa? Aku hanya akan ke teras, kok. Kan di kamar no smoking," ujarnya.


Mouza mende.sah pelan. Sekilas dia melihat sudut bibir Keanu memerah. Karena merasa penasaran, Mouza langsung ingin memeriksanya. "Ini kenapa, Bang?" Mouza bertanya sambil menyentuh sudut bibir yang berdarah.


"Ini—" Keanu bingung untuk mencari alasan yang tepat, karena sejak tadi kedua bersama.


"Bohong! Siapa yang udah meninju Abang?" Mouza yang khawatir menyeret tangan Keanu untuk duduk di sebuah sofa. "Diam! obati dulu!"


Namun, saat Mouza ingin bangkit, Keanu mencegahnya. "Gak usah! Ini gak papa!"


Mata Mouza dan Keanu saling menatap hingga akhirnya Keanu menyuruh Mouza untuk duduk di sampingnya.


"Za, aku minta maaf atas insiden tadi," sesal Keanu.


Seketika Mouza terdiam dan menjauh dari Keanu. Dia pernah sakit karena pengkhianatan yang dilakukan Alan, tetapi lebih sakit lagi saat harga dirinya ditawar oleh pria hidung belang.


"Untuk masalah itu aku masih kecewa. Kalau Abang mau keluar, silahkan!"


Keanu mende.sah pelan ketika Mouza berlalu untuk kembali ke tempat tidurnya. Entah mengapa hatinya juga ikut nyeri saat melihat raut wajah murung itu. Baru kali ini Mouza terlihat begitu murung dan sedih.

__ADS_1


Cukup lama Keanu merenung diatas sofa. Keinginan untuk merokok agar menghilang beban pun diurungkan. Hingga akhirnya dia mendekati Mouza yang sudah menutup tubuhnya dengan selimutnya.


"Jadi aku harus bagaimana, Za. Jauh sebelum kita mengenal aku sudah sudah seperti ini, terlebih dengan pekerjaanku. Aku tidak bisa memutar waktu untuk menjadi baik, Za," kata Keanu sambil mengelus rambut Mouza.


"Kita tidak bisa mengulang waktu yang telah berlalu, tapi kita bisa mengubah keburukan dimasa lalu dengan cara bertaubat, Bang! Abang tinggalkan semua keburukan Abang dimasa lalu dan buka lembaran baru. Semua itu gak baik, Bang! Apalagi hobby Abang yang suka minum. Itu gak baik untuk kesehatan, Bang!" ujar Mouza yang memberikan tamparan keras di hati Keanu.


Tak ada kata yang terucap dari bibir Keanu. Terlambat untuk disesali, karena dia sudah hilang arah setelah kepergian kedua orang tuanya beberapa tahun yang lalu.


"Sekarang Abang udah nikah, meskipun tujuan awal hanya untuk balas dendam, tetapi tidak munafik jika rasa nyaman itu ada. Apakah Abang akan berada di titik seperti ini? Apakah Abang tidak mau mencoba untuk berubah? Aku saja bisa berubah, lalu kenapa Abang gak bisa? Semua bisa jika ada kemauan, Bang."


Keanu terbungkam dengan setiap kata yang keluar dari bibir Mouza. Gadis yang dia anggap bodoh, ternyata bisa berpikir sejernih itu. Pantas saja Alan bersikeras untuk mempertahankannya. Mouza mampu menutupi luka dihatinya dengan senyum kepalsuan. Harusnya Keanu bisa menjaga berlian itu lebih baik dari pada Alan, meskipun dia memiliki masa lalu yang buruk. Bukankah semua masa lalu bisa dirubah untuk menjadi yang lebih baik?


"Aku akan berusaha untuk berubah, demi kamu," ucap Keanu dengan kesungguhannya.


Mata Mouza berbinar, tetapi dia tidak ingin memperlihatkannya. Dia ingin melihat kesungguhan Keanu terlebih dahulu. Sejauh mana dia bisa berubah.


"Aku pegang janji Abang. Selama Abang belum berubah tidak ada tanam menanam terlebih dahulu!" ancam Mouza dengan menarik dua garis simpul di bibirnya.


Keanu yang mendengar segera mengernyit. "Kok gitu? Gak bisa dong, Za! Berubah itu butuh proses. Aku bukan power rangers, Za!"


"Terserah Abang! Itu PR untuk Abang. Sekarang tugas Abang berpikir bagaimana caranya bisa menyudahi keburukan Abang dimasa lalu. Aku tunggu kabar baiknya lalu kita bisa kembali tanam menanam lagi." Sebisa mungkin Mouza menahan tawanya saat melihat wajah Keanu terlihat kusam.


"Yah ... berapa bulan nganggur, Za?"


"Tergantung sama Abang. Semakin cepat Abang bisa berubah, semakin cepat kita bisa tanam menanam lagi. Perlu digaris bawahi dalam masa berubah menjadi power rangers, Abang nggak boleh menanam ubi sembarangan! Itu sama aja Abang gak berubah!"


.


.


Proses untuk menjadi kupu-kupu yang indah itu tidak instan. Butuh fase dimana dia dibenci oleh semua orang sebelum akhirnya menghipnotis semua mata yang melihat dirinya adalah kupu-kupu yang indah. Tapi bukan kupu-kupu malam ya 😀

__ADS_1


__ADS_2