
"Oza tunggu!"
Alan berlari untuk mengejar Mouza. Pria yang sempat menjalani hubungan kurang lebih 8 bulan itu masih tak terima dengan keputusan yang diambil oleh Mouza yang menikahi kakaknya.
"Za, dengerin gue!" Tangan Alan menahan lengan Mouza.
"Ada apa lagi? Hubungan kita sudah berakhir dan saat ini gue udah nikah sama Bang Ke. Jadi jangan pernah berharap jika hubungan kita akan kembali seperti semula. Sekarang lepaskan tangan lo!" sentak Mouza dengan tatapan sinis kepada Alan.
Rasa cinta yang dimiliki oleh Mouza lenyap sudah ketika Alan tertangkap basah sedang bercumbu dengan wanita lain. Bahkan untuk menatap Alan saja Mouza merasa sangat jijik.
Pria yang selama ini menjadi tempatnya bersandar dari kejamnya takdir ternyata hanya seorang pria ba ji ngan.
"Gue gak mau lepasin tangan lo sebelum lo dengerin penjelasan gue!"
"Gue gak mau, Alan!" bentak Mouza.
Alan tak perduli dengan penolakan Mouza. Dia segera menarik tangan mantan kekasihnya menuju ke rooftop. Sekuat tenaga Moza memberontak, tetapi sia-sia. Tenaga alam jauh lebih kuat daripada tenaga dirinya.
__ADS_1
Setelah sampai di rooftop Alan segera melepaskan cekalan tangannya. Disana tak ada orang selain mereka berdua.
"Lo apa-apaan sih, Lan!" tentang Mouza dengan rasa kecewa, karena Alan sama sekali tak mendengarkan dirinya.
Mantan kekasih Mouza itu menatap lurus ke gedung yang menjulang tinggi di depannya. Dia tersenyum petir sambil bertanya, "Kenapa lo bisa nikah sama bang Ke?"
"Terserah gue mau nikah sama siapa aja. Toh bang Ke lebih baik daripada lo, meskipun dia terlihat dingin," jelas Mouza.
Mendengar ucapan Mouza, Alan tertawa pelan. Bagaimana bisa dikatakan jika lebih baik Keanu daripada dirinya, sedangkan Moza tidak tahu apa-apa tentang Keanu.
"Lo bisa bilang seperti itu karena lo belum tahu siapa sebenarnya bang Ke, Za! Asal lo tahu, dia lebih buruk daripada gue."
Bagi Mouza itu adalah keputusan yang paling tepat. Jika Alan bisa selingkuh dengan calon kakak iparnya, mengapa dia tidak bisa menikahi kakaknya? Keduanya adalah sama-sama korban perselingkuhan Alan dengan Mili.
"Gue tahu saat ini lo belum bisa terima pernikahan kami, itu sebabnya lo jelekin bang Ke. Udahlah Lan, cerita kita telah usai. Saat ini aku sudah menikah, tolong lupain gue!" kata Mouza dengan tulus.
"Lo salah besar, Za! Bang Ke itu tak sebaik yang lo pikirkan. Lo gak tahu kehidupan bang Ke yang sebenarnya seperti apa, Za. Untuk kali ini percayalah sama gue."
__ADS_1
Mouza tetap kuat dengan pendiriannya. Dia menganggap jika saat ini Alan sedang frustasi karena orang yang menikahi Mouza adalah kakaknya.
"Terserah lo aja mau ngomong apa tentang bang Ke, karena gue tak akan percaya dengan ucapan lo!" ketus Mouza.
Alan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Saat ini dia menyadari jika Mouza sudah tak seperti dahulu lagi yang akan lemah lembut dan bermanja pada dirinya. Saat ini hanya ada sebuah kebencian yang menggunung didalam hati Mouza.
"Baiklah, jika suatu saat Keanu menyakitimu aku tetap masih ada untukmu Za, karena aku mencintaimu," ujar Alan dengan bahasa formalnya. Jarang-jarang Alan akan berbicara formal dengan dirinya.
Mouza mengernyit saat Alan pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Padahal tadi Alan yang membawanya ke tempat ini, tetapi dengan rasa tak bersalah dia berlalu begitu saja.
"Alan sialan!" umpat Mouza dengan keras berharap Alan mendengarnya.
***
Sepanjang materi, Mouza terus saja memikirkan ucapan Alan yang mengatakan jika Keanu lebih buruk daripada dia.
Selama tinggal bersama dengan Keanu saat itu, Mouza memang sudah tahu jika Keanu suka mengkonsumsi minuman alkohol dan yang paling menggemaskan lagi saat Keanu harus bermain solo di kamar mandi.
__ADS_1
'Gak mungkin Bang Ke akan seperti itu.'