Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 69 | Demam


__ADS_3

"Abang minum lagi?"


Keanu berjalan masuk dengan langkah sempoyongan. Karena Mouza tidak tega melihatnya, ia pun mencoba untuk memapah suaminya untuk ke kamar. Sebenarnya ia ingin muntah saat mencium tubuh Keanu yang beraroma alkohol. Namun, ia tidak tega membiarkan suaminya yang kesusahan untuk berjalan.


"Abang kenapa bisa babak belur kayak gini sih? Abang mabuk terus berantem? Atau Abang kena begal?"


"Aku nggak papa, kamu nggak usah khawatir."


"Gak usah khawatir gimana kalau wajah Bang Ke babak belur seperti ini? Jangan bilang Abang abis menemui Madam Re di club, ya?" tebak Mouza.


"Ini gak ada hubungan dengan Madam Re," kata Keanu sambil menatap wajah sang istri yang terlihat sangat khawatir.


"Aku baru saja melumpuhkan tikus jalanan. Udah kamu gak usah khawatir seperti itu. Aku gak papa kok," ujar Keanu tanpa rasa bersalah.


Mouz mede.sah kasar kemudian meninggalkan Keanu di dalam kamar. Sebenarnya Keanu menahan wajahnya yang berdenyut agar Mouza tidak terlalu khawatir.


2 jam yang lalu saat Keanu menemui Angga di basecamp. Seperti biasa mereka pasti akan menjamu dengan Keanu dengan minuman andalan mereka. Sebenarnya Keanu ingin menolak tetapi, ia merasa tak enak pada Angga, akhirnya ia pun menengguk beberapa gelas saja.


Baru saja Angga ingin menceritakan jika ada musuh yang berhasil membobol persembunyian mereka dan mengambil beberapa barang-barang berharga milik mereka, tiba-tiba basecamp diserang oleh beberapa orang yang tak dikenal. Dan disitulah terjadi sebuah perkelahian. Meskipun Keanu babak belur, tetapi ia masih bisa melumpuhkan musuh yang menyerang secara tiba-tiba.


Meskipun saat ini Keanu sudah menyerahkan semua tanggung jawab kepemimpinannya pada Angga, tetapi dalam keadaan genting seperti ini Keanu tidak bisa tinggal diam, terlebih ada beberapa barang langka yang berhasil dibobol oleh musuh.


Baru saja Keanu ingin menghubungi Angga, langkah Mouza sudah terdengar ingin masuk ke dalam kamar. Ia pun memilih untuk mengurungkan niatnya.


Tak lama Mouza muncul dengan sebuah mangkuk kecil ditangannya.


"Sini aku kompres dulu biar gak bengkak," ucap Mouza yang sudah meletakkan mangkuk yang sudah berisi es batu disaat nakas.


"Itu apa, Za? Kamu mau bikin jus?" tanya Keanu saat melihat gumpalan es batu.


"Udah diam aja!"


Mouza pun langsung mengompres wajah Keanu yang sudah terlihat sedikit membengkak. Keanu menyengir saat dinginnya es menyentuh kulitnya.


"Aduh sakit, Za!"


"Udah diam aja! Kenapa sih harus minum lagi? Bang Ke tahu gak, aku tuh gak suka bau alkohol, Bang! Kalau Abang masih ingin minum lagi, siap-siap Abang bobok di luar, karena aku nggak mau bobok sama Abang yang bau alkohol," ucap Mouza tanpa ekspresi.


"Iya, iya. Aku minta maaf. Aku berjanji ini adalah yang terakhir kalinya."


.


.

__ADS_1


Malam panjang harus dilalui Keanu seorang diri yang berteman dengan nyamuk-nyamuk nakal. Padahal saat ini wajahnya masih terasa berdenyut. Namun, dengan tega Mouza menyuruhnya untuk tidur di luar dengan alasan dirinya masih aroma alkohol. Padahal ia sudah mandi dua kali agar aroma alkohol itu hilang dari tubuhnya, tetapi Mouza masih bersikukuh dengan ucapannya jika tubuh Keanu masih bau alkohol. Dengan terpaksa malam ini Keanu tidur di luar.


Meskipun tidak nyaman tidur di sofa,tetapi karena rasa lelah dan kantuk yang sudah menyerang, akhirnya Keanu tertidur begitu saja.


Malam yang biasanya terasa panjang, kini terasa lebih singkat. Perasaan Keanu baru tertidur tiba-tiba matahari sudah menyingsing kembali.


Mbak Lily merasa terkejut saat mendapati Keanu tidur di atas sofa, tetapi ia tidak berani untuknya. Ia berpikir mungkin saja saat ini sedang ada perang dingin antara pasangan suami istri sehingga Keanu diusir dari kamarnya. Karena itu adalah hal yang wajar bagi pasangan suami istri.


Seperti biasa, Alan adalah orang pertama yang akan turun ke meja makan. Saat ia menuruni anak tangga, dahinya langsung mengernyit saat melihat Keanu tidur diatas sofa.


"Apakah tadi malam telah terjadi perang dunia lagi sehingga Bang Ke harus diusir dari ranjang panasnya? Ckckck kasihan sekali nasibnya." Alan tersenyum tipis ke arah Keanu. Seakan-akan ia sedang tertawakan nasib yang sedang menimpa kakaknya.


"Tumben Oza belum nongol. Biasanya udah sibuk di dapur bersama dengan Mbak Lily. Apakah pertengkaran tadi malam begitu dahsyat sehingga Mouza marah besar? Waow amazing. Kali aja abis ini Oza jadi janda," Alan tertawa kecil, berharap Mouza cepat menjadi janda.


Sudah hampir pukul 07.00 pagi tetapi Keanu juga belum terbangun. Akhirnya Alan mencoba untuk membangunkan kakaknya.


"Bang, dah siang. Lo gak mau kerja?"


Alan menatap Keanu yang terlihat masih pulas. Ia pun mede.sah kasar karena tak ada respon dari kakaknya.


"Nih orang tidur apa mati, sih?" gerutu Alan. Karena merasa tak direspon akhirnya Alan menggoyangkan tubuh Keanu. Namun, Alan melebarkan matanya saat merasakan sesuatu yang aneh pada tubuh Keanu.


"Bang, lo demam?" Alan segera untuk menyentuh dahi Keanu yang ternyata sangat panas.


Mendengar panggilan dari Alan, Mbak Lily yang ada di dapur segera berlari menuju ke tempat Alan. "Iya ada apa Mas Al?"


"Bang Ke demam. Kamu kompres dulu, aku mau bangunkan Istrinya dulu," ujar Alan dengan panik.


Sesampainya di kamar Keanu, Alan mencoba untuk menggedor pintu kamar yang terkunci dari dalam. Sudah berapa kali Alan meneriaki Mouza untuk bangun, tetapi tak ada respon dari Mouza.


Kerasnya suara Alan membuat kakek Wijaya menghampiri dan memarahinya karena telah berbuat keributan di pagi hari.


"Kek, aku udah panggil baik-baik tapi gak direspon. Tuh orang tidur apa mati, sih?"


Kakek Wijaya terdiam untuk beberapa saat. Ia juga berpikir apakah telah terjadi perang dunia ke sepuluh sehingga Mouza memilih mengurung diri di kamar.


"Kamu tunggu dulu disini dulu, Kakek akan ambilkan kunci cadangan untuk membuka kamar ini. Jangan didobrak karena pintu ini harganya pakai dollar!" pesan sang Kakek.


Alan hanya menggerutu, di saat seperti ini sang kakek masih kerugian.


Sebenarnya Mouza kenapa ya? Gak mungkin dia gak dengar gedoran pintu sekuat ini. Jangan-jangan terjadi sesuatu padanya. batin Alan dengan rasa khawatirnya.


Tak lama sang kakek pun datang dengan membawa kunci cadangan untuk membuka kamar Keanu. Hati Alan sudah tak sabar untuk melihat apa yang telah terjadi kepada mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


Ceklek


Suara pintu yang telah berhasil dibuka. Alan pun segera menerobos sang kakek untuk melihat keadaan Mouza.


Terlihat wanita itu masih terbaring diatas tempat tidurnya. Saat Alan ingin menyentuh Mouza, sayang kakek segera mencegahnya.


"Stop! Kamu mau apa?" tanyanya.


"Aku hanya ingin mengecek apakah apakah dia tidur apa mati," ujar Alan.


Sang kakek pun tidak keberatan saat alam ingin mengecek keadaan Mouza. Namun, ia berpesan jika Alan tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Astaga," pekik Alan, membuat sang pakai ikut terkejut.


"Ada apa? Apakah dia telah mati?" tanya kakeknya penasaran.


"Kakak ngomong apa sih? Nyumpahin Mouza mati, ya?" protes Alan.


Kakek Wijaya pun memilih diam ketika Alan mengatakan jika saat ini Mouza mengalami demam seperti Keanu. Entah mengapa pasangan suami istri ini bisa mengalami demam secara bersamaan dengan meskipun mereka tidur terpisah. Apakah itu yang disebut satu hati?


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada mereka berdua mengapa tiba-tiba mereka demam secara bersamaan? Aneh!" gerutu kakek Wijaya.


"Kakek jangan diam aja! Cepat telepon dokter!" perintah Alan.


"Kamu sudah berani untuk memerintah kakek?"


"Sudahlah Kek, aku sedang tidak ingin berdebat dengan Kakek. Saat ini Keanu dan Mouza membutuhkan dokter."


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Dari sekian yang favoritkan hanya beberapa yang kasih Like dan hanya hitungan jari yang kasih komen. Menyedihkan sekali, sih 😭😭


sambil menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel teman aku


judul novel : JANDA KEMBANG PILIHAN CEO DUDA


author : CIMAI

__ADS_1



__ADS_2