
Malam ini Mouza sengaja menatap luas langit ditaburi bintang oleh bintang malam. Udara di balkon semakin lama semakin dingin, tetapi ia masih bertahan untuk menatap langit yang luas.
Disaat Mouza sibuk dengan pemikiran sendiri, tiba-tiba sebuah tangan memeluk pinggangnya. Bahkan sebuah kepala juga telah bersandar di bahunya.
"Aku tahu kamu masih marah denganku karena kejadian tadi siang. Aku ngaku salah dan minta maaf atas kejadian tadi. Aku berjanji tidak akan melakukan rapat hanya berdua saja. Lain kali aku akan ajak Reno," ujar Keanu.
Mouza membuang napas kasarnya. Sebenarnya yang ada di dalam pikiran Mouza bukanlah tentang kejadian siang tadi, melainkan masalah Alan yang mengikuti Keanu. Sebagai seorang kakak, Mouza merasa tidak terima jika Alan hilang arah seperti Keanu saat itu. Bukan hanya pasangannya kelak yang akan kecewa, tetapi diri sendiri juga akan rugi. Dengan pergaulan bebas, virus mematikan sudah menanti.
"Za, udah dong jangan ngambek lagi. Aku serius gak ada maksud lain dengan Cia. Dia hanya sebatas klien, gak lebih. Karena yang lebih cuma buat kamu."
"Abang sok romantis pakai nempel kayak perangko!" ujar Mouza datar.
"Jadi gimana, udah dapat maaf belum? Kalau belum kayaknya kudu dibawa keatas ranjang dulu, deh."
"Mulai ...! Kayaknya besok aku kudu nitip bayclien dulu sama mbak Lily untuk bersihkan pikiran Bang Ke yang membandel di kepala," celotehan Mouza.
Keanu tertawa pelan. Menyadari jika suasana sudah mencair, ia segera melepaskan pelukannya dan berdiri disamping Mouza. Matanya mengikuti kemana arah mata Mouza menatap.
"Dulu aku pernah percaya jika seseorang yang telah tenang di Surga bisa melihat kita dari langit luas. Mereka akan menjelma sebagai bintang yang teramat terang. Jadi, jika kamu menemukan bintang yang paling terang, disanalah mereka bersemayam untuk melihat kita. Dengan mudahnya dulu aku percaya. Dan setiap malam aku melambaikan tangan pada salah satu bintang yang kuanggap itu adalah kedua orang tuaku yang sedang melihatku."
Mouza hanya menatap Keanu yang sedang berbicara. Entah mengapa hatinya ikut berdenyut saat mengingat jika kedua orang tuanya juga sudah tiada. Namun, ia belum pernah mendengar jika orang yang telah tenang di surga akan menjelma menjadi salah satu bintang di angkasa.
"Ada yang salah?" tanya Keanu saat menyadari Mouza telah menatap dirinya.
__ADS_1
Dengan garis bibir yang terangkat, Mouza menggeleng pelan. "Gak ada."
"Terus ngapain liatinnya kayak gitu?"
"Emang gak boleh liatin suaminya sendiri kayak gini?"
Keanu merasa geram dengan jawaban Mouza akhirnya langsung mengangkat tubuh sang istri untuk masuk kedalam. Dengan pelan ia merebahkan tubuh Mouza diatas tempat tidur.
Malam yang ia kira akan menjadi malam yang dingin ternyata salah, karena nyatanya malam ini terasa sangat panas meskipun mereka sudah menaikkan suhu ruangan.
.
.
"Kamu kenapa kayak setrika rusak gitu, Za?" tanya Keanu yang melihat Mouza mondar-mandir.
"Kakek nggak mengangkat panggilan teleponku. Kira-kira kakek lagi ngapain ya?"
"Tumbuh telepon pria tua itu? Ada apa? Kenapa mencurigakan?" tanya Keanu heran, karena selama ini Mouza tak pernah menelepon kakeknya meskipun tak pulang berminggu-minggu.
"Aku hanya ingin minta oleh-oleh dari Kakek," ujar Mouza dengan apa adanya, meskipun oleh-oleh yang ia inginkan bukanlah sejenis barang melainkan seseorang yang bisa untuk mengubah Alan untuk menjadi lebih baik.
"Mengapa harus meminta oleh-oleh dari pria tua itu? Jika kamu mau aku bisa mencarikannya untuk saat ini juga."
__ADS_1
"Kalau Abang yang mencarikan, namanya bukan oleh-oleh, Bang! Dah ah, aku mau siap-siap dulu. Mending Bang Ke turun kebawah, kasih pencerahan sama adiknya Bang Ke, jangan ngikutin jejak Abangnya yang pernah sesat. Kasihan dia kalau sampai hilang arah seperti Bang Ke. Saat ini dia sedang butuh perhatian dan dukungan dari kita," ujar Mouza.
"Biarkan aja dia menjadi penerusku. Sayang perjuanganku sia-sia gak ada yang melanjutkan."
Ingin rasanya Mouza melempar sandal yang ia pakai ke wajah suaminya, tetapi ia takut berdosa. Biar bagaimanapun ia harus menghormati suaminya meskipun kadang-kadang harus menentangnya.
Karena tidak ada kakek superhero, maka suasana di meja makan terasa dingin seperti tinggal di kutub Utara. Tak ada kata yang keluar dari bibir mereka meskipun saling berhadapan. Namun, mata Mouza terus memperhatikan Alan sejak tadi hanya cuek, meskipun Mouza telah menyiapkan masakan yang tak ia sukai.
"Za, aku Baru aja dapat kabar dari Reno yang mengatakan jika kakek pulang lusa. Jika kamu menginginkan oleh-oleh katakan saja pada Reno, karena ternyata ponsel kakek tertinggal di kamar. Jadi percuma saja jika kamu menghubungi kakek sampai lumutan, tak akan mendapatkan jawabannya," ujar Keanu yang baru saja membuka ponselnya.
"Iya. Nanti sepulang kuliah aku akan menemui Reno di kantor. Pastikan jika siang nanti Reno tidak ada kegiatan lain!"
.
.
BERSAMBUNG
selagi nunggu novel ini update kembali, mampir dulu ke novel temen aku ya
judul Novel : GAIRAH CINTA KAKAK ANGKAT Author : Eni Pua
__ADS_1