Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 65 | Bau Terasi


__ADS_3

Sesuai dengan ucapan Mouza, sepulang sekolah ia langsung menuju ke kantor sang suami. Kali ini ia datang sendiri karena Keanu akhir-akhir ini sangat sibuk. Sebenarnya Mouza merasa sedih karena waktu Keanu untuk dirinya mulai berkurang. Namun, ia harus tetap mendukung suaminya agar tetap semangat dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya.


Pada saat ia hendak masuk kedalam lift, muncul lagi sosok Rosalinda, wanita polos nan lugu yang tak mengenali siapa itu Mouza.


"Kamu lagi?" tanyanya.


Mouza yang terkejut dengan suara Rosalinda hanya mengelus dada. Beruntung saja jantungnya tidak lepas.


"Aku sering melihatmu keluar masuk kantor ini tapi aku belum tahu siapa yang ingin kamu temui. Boleh aku tahu siapa family atau suami kamu yang bekerja disini?"


Mouza mengulum senyum dibibir. Namun, saat ia ingin menjawab pernyataan Rosalinda, tiba-tiba Reno datang untuk menyambut Mouza.


"Selamat siang Nona. Saya sudah mendengar dari Tuan Ke, jika Anda akan datang untuk menemui saya. Mari kita bicara di ruangan saja," ucap Reno dengan sopan membuat Rosalinda merasa tercengang.


'Nona? Apakah dia benar-benar family dari perusahaan ini?' batin Rosalinda.


"Baiklah, ayo! Ros, aku duluan ya!" Dengan senyum dibibir, Mouza melambaikan tangannya pada Rosalinda.


"Iya, silahkan!" ucap Rosalinda dengan canggung.


Lift telah membawa Mouza dan juga Reno untuk menuju ruang kerja milik Reno yang ternyata juga sudah pindah di lantai tiga. Itu semua karena perintah Keanu.


"Silahkan duduk, Anda mau minum apa?" tanya Reno setelah mereka sampai di ruangan.


"Terima kasih. Gak usah repot-repot, tapi kalau mau dibuatkan jangan air putih. Udah kembung aku minum air putih dari tadi. Mending kamu buatkan aku jus naga aja. Kayaknya enak tuh," kata Mouza sambil menelan ludahnya.


"Jus naga?" Reno membeo.


Mouza menatap Reno yang terlihat sedikit bingung. "Ada yang salah?"


"Tidak Nona. Hanya saja ... permintaan Anda terlalu sulit. Bagaimana caranya saya akan mendapatkan naga? Melihatnya saja hanya didalam buku dongeng."


Mouza langsung menautkan alisnya. Percuma saja hidup selama 28 tahun jika jus naga saja tidak tahu.


"Apakah kamu masih mempunyai hubungan keluarga dengan Rosalinda?" Mendadak Mouza mengalihkan pembicaraan.


Reno langsung menggeleng dengan cepat. "Tidak. Bahkan saya juga tidak mengenalnya," ujar Reno.

__ADS_1


"Baguslah. Sepertinya kalian berdua memang berjodoh karena sama-sama lola!"


Reno langsung mengerutkan lipatan di dahinya. "Maksud Anda?"


"Kalian berdua sama-sama lola. Masa jus naga aja kamu gak tahu. Ya kali aku mau minta naga yang terbang itu, Ren!" keluh Mouza.


"Jadi, maksudnya buah naga? Memangnya buah naga itu ada?"


Mouza hanya mengelus dadanya seraya mengucap kata sabar. Jujur, meskipun dia bodoh ternyata ada yang lebih bodoh darinya, dan anehnya dia bisa bekerja di perusahaan besar seperti ini. Entah bagaimana caranya Reno bisa lulus seleksi untuk menjadi asisten sekali tangan kanan kakek mertuanya.


"Udahlah, Ren. Air putih aja biar makin gelembung perutku." Kali ini Mouza merasa menyerahkan untuk menghadapi Reno yang ternyata lola.


"Maafkan saya, Nona. Saya tidak tahu. Saya hanya tahu naga yang terbang bersama beruang itu saja, saya tidak tahu naga itu ada jenis buahnya.


Mouza tidak memprotes lagi dan pasrah ketika ia harus di sodorkan air putih lagi. Semakin lama bersama dengan Reno semakin pusing kepalanya.


"Jadi Anda ingin meminta oleh-oleh apa dari Tuan besar?" Seketika Reno bertanya tentang keinginan Mouza. Reno menganggap jika saat ini Mouza sedang mengidam sesuatu dari kakeknya sehingga sampai meminta oleh-oleh darinya.


"Bisakah kamu meneleponkan beliau? Karena aku hanya ingin mengutarakan langsung dengannya," pinta Mouza.


Tak berselang lama Reno telah berhasil menghubungi Kakek Wijaya dan memberikan ponselnya kepada Mouza. Karena ini adalah hal yang dianggap private, Mouza memutuskan untuk menjauh dari Reno ingin berbicara dengan kakek mertuanya. Reno tak merasa keberatan, ia pun memutuskan untuk keluar dari ruangannya agar pembicaraan Mouza tidak terganggu. Sebenarnya Reno merasa penasaran dengan oleh-oleh yang ingin dipesan oleh Mouza yang dianggap rahasia.


"Kira-kira Nona Moz memesan apa ya sehingga tak ingin ku ketahui. Ah, sudahlah mungkin itu keinginan si jabang bayi," kata Reno aman mende.sah kasar.


Meskipun Mouza bukanlah cucu kandung dari kakek Wijaya, tetapi pria tua itu telah menyayanginya melebihi cucu kandungnya sendiri. Bahkan bisa dibilang kakek Wijaya lebih sayang kepada Mouza ketimbang pada dua cucu kandungnya.


Cukup lama Mouza berbicara dengan kakek Wijaya melalui sambungan teleponnya. Ia mengadu semua yang telah terjadi kepada Alan. Dan Mouza juga meminta oleh-oleh dari kakek Wijaya untuk membawakan calon istri untuk Alan. Jika sampai Alan dibiarkan rujak itu akan tersesat dan salah arah. Bisa-bisa ia akan menjadi lebih parah daripada Keanu.


Dari seberang sana Kakek Wijaya sangat mendukung apa yang diutarakan oleh Mouza. Ia pun berjanji akan segera pulang untuk membawa oleh-oleh yang diminta cucu menantunya itu.


Setelah puas mengadu kepada sang kakek, masa pun keluar untuk mencari Reno untuk mengembalikan ponselnya. Dan kini langkahnya fokus untuk menuju ke ruangan sang suami. Meskipun masih memiliki rasa dongkol di dalam hati tetapi Mouza tidak sanggup untuk tidak melihat wajah suaminya yang mecum.


Tanpa mengetuk pintu, Mouza segera membuka pintu ruangan kerja sang suami. Bisa dilihat dengan jelas saat ini Keanu sedang serius menatap layar laptopnya sehingga tak menyadari akan kedatangannya.


Pelan-pelan Mouza berjalan ke arah sang suami. Sampai detik ini Keanu juga belum menyadari akan kedatangan Mouza. Wanita itu pun langsung menutup mata Keanu dengan pelan.


"Siapa sih, tangannya kok bau terasi?" kata Keanu yang mencoba untuk melepaskan tangan Mouza.

__ADS_1


Saat itu juga Moza langsung melepaskan tangannya dengan kasar. Dengan wajah cemberut ia berjalan ke arah sofa tanpa kata.


Menyadari jika itu adalah tangan milik Mouza, Keanu segera melepaskan kacamatanya dan mengejar Mouza.


"Za, maaf aku hanya bercanda. Aku tidak tahu jika itu adalah tanganmu."


"Memangnya ada wanita lain yang berani untuk menyentuhmu selain aku? Jangan bilang Bang Ke diam-diam mempunyai wanita lain untuk menemani Bang Ke kerja. Dan sebenarnya ruangan itu tempat Bang Ke untuk bermain kucing-kucingan bersama wanita lain . Iya kan?"


Keanu hanya bisa mede.sah kasar. Entah sampai kapan Mouza akan berhenti untuk mencurigainya.


"Za, kamu ngomong apa sih? Aku tidak mempunyai wanita lain selain kamu. Sampai kapan kamu akan berpikir jika aku masih seperti dahulu. Demi kamu dan juga calon buah cinta kita, aku berubah, Za. Please, kamu harus percaya dengan ucapanku, Za," kata Keanu sungguh-sungguh.


"Terus kenapa Bang Ke bilang kalau tangan aku bau terasi?"


"Ya emang kenyataannya seperti itu, Za. tangan kamu memang bau terasi. Coba deh cium sendiri!"


Mouza segera mencium tangan yang dikatakan oleh Keanu bau terasi. Seketika Mouza mengernyit saat tak menemukan aroma terasi di tangannya. Bahkan menurut indra penciu.mannya, tangannya masih wangi dengan handbody yang sering ia pakai.


"Bang Ke ngarang! Jelas-jelas ini wangi handbody yang sering aku gunakan!" protes Mouza.


"Tapi serius, Za. Tangan kamu bau terasi!"


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Sambil nunggu novel ini kembali update, mampir dulu ke Novel temen aku ya.


Judul Novel : JAMUR, JANDA MUDA DIBAWAH UMUR


Author : Ramanda


__ADS_1


__ADS_2