
"Maksud kamu apa, Za?" Keanu masih tak mengerti mengapa Mouza mengendus dirinya. "Kamu pikir muat perempuan masuk jaket? Gak usah berpikir macam-macam, aku tak seperti yang kamu pikirkan!"
Mouza mencebikkan bibirnya karena tak bisa menemukan bukti apapun. Dia tidak putus asa dengan usaha. Bahkan Mouza juga memeriksa leher Keanu. "Gak ada," katanya.
"Kamu nyari apa, Za?" tanya Keanu lagi.
"Nyari gigitan vampir, Bang. Kali aja tertinggal. Coba buka baju Bang Ke!" perintah Mouza.
Keanu hanya mengernyit melihat kelakuan Mouza yang sangat aneh. Tak ada penolakan, Keanu akhirnya membuka bajunya. Lagi-lagi Mouza meneliti tubuh Keanu, berharap menemukan gigitan vampir betina di tubuh suaminya. Namun, Mouza tak bisa menemukan apa-apa.
"Astaga Mouza ... apa yang kamu lakukan?" tanya Keanu yang masih bingung.
Mouza mende.sah pelan kemudian berjalan ke tempat tempat tidur.
"Jawab dengan jujur, Bang Ke darimana?"
Keanu membuang napas kasarnya dan menghampiri Mouza yang sudah memasang wajah jeleknya.
"Kamu kenapa bertanya seperti itu? Gak percaya kalau aku baru pulang kerja karena aku minum?" tanya Keanu yang kemudian duduk disamping Mouza.
"Bang Ke bohong! Bilangnya lagi kerja, nggak tahunya lagi sama perempuan lain. Jangan-jangan Bang Ke emang suka nanam ubi sana-sini sama perempuan lain 'kan?" tuduh Mouza dengan menahan rasa sesak dalam dadanya.
Mata Keanu menatap Mouza yang terlihat sangat marah. Tangannya terulur untuk menyentuh tangan Mouza.
"Tidak munafik, Za. Aku memang pernah seperti itu, tapi saat ini aku sudah tak pernah lagi menyentuh wanita manapun. Kamu bisa pegang ucapanku, bukan hanya ucapanku saja, yang lain pun juga bisa kamu pegang, kok," ucap Keanu sambil membuang kasar napasnya.
"Dasar mesum!" cibir Mouza yang.
"Za, semua orang mempunyai kisah masa lalu, tetapi semua juga berhak untuk berubah untuk memperbaiki dirinya. aku memang bukan pria yang baik. Bahkan bisa dibilang aku lebih buruk daripada Alan, tapi itu dulu. Sekarang aku sudah mempunyai kamu yang selamanya akan menjadi milikku," terang Keanu lagi.
"Terus kenapa tadi Bang Ke bohong? Bang Ke lagi jalan sama perempuan, tetapi Bang Ke bilang lagi kerja. Kenapa Bang?!" Mouza meninggikan suaranya dengan rasa sesak di dada.
Keanu mengernyit. Apakah Mouza sempat melihatnya tadi sehingga dia marah karena dirinya telah berbohong?
"Kamu tahu darimana kalau aku jalan dengan perempuan lain? Dari Alan?"
__ADS_1
Mouza memberanikan diri untuk menatap mata Keanu. "Bukan. Tapi aku melihatnya sendiri, Bang!" kata Mouza datar.
Bukannya menjawab, Keanu malah berdiri dan membuka bajunya. "Kamu gak nggak usah pikir macam-macam, karena apa yang kamu lihat belum tentu benar. Aku mandi dulu, abis itu kita sambung lagi," ujarnya.
Masih meninggalkan rasa dongkol di dalam hati, Mouza hanya menatap datar kepergian Keanu hingga masuk ke dalam kamar mandi. Dia tidak habis pikir, meskipun sudah mengganti panggilan aku-kamu, tetap saja tak bisa mengubah sikap Keanu yang sesuka hatinya sendiri. Bahkan Keanu sengaja menghindari pertanyaannya.
"Tuh kan ... gimana orang nggak mau berpikir macam-macam, dia aja malah kabur gak jelas," gerutu Mouza yang kemudian menjatuhkan diri ke tempat tidur.
Hanya butuh waktu lima menit Keanu menyelesaikan mandinya. Dengan rambut yang masih sedikit basah, Keanu menghampiri Mouza yang sudah terbaring di atas tempat tidur.
"Udah tidur?" tanyanya.
Mouza enggan untuk menjawab pertanyaan Keanu karena saat ini hatinya masih kesal. Entah apa yang disembunyikan oleh suaminya saat ini. Sepertinya hidup Keanu penuh dengan rahasia.
"Gak mau jawab aku cium!" ancam Keanu.
Mouza langsung mendengus kasar. "Belum," ketusnya.
Keanu tahu jika saat ini Mouza sedang marah kepada dirinya. Keanu juga tidak tahu di mana Mouza melihatnya bersama dengan perempuan yang baru saja dia temui tadi siang.
"Kamu marah?"
Keanu segera merebahkan tubuhnya disamping Mouza. Sambil menatap langit-langit dinding Keanu berkata, "Apakah kamu mengira jika aku telah tidur bersama perempuan itu? Kamu salah, Za. Bagaimana bisa aku menanam ubi dengan perempuan lain sedangkan ladang di rumahku saja lebih lebih sempit dan menggigit?"
Kedua garis simpul bibir Keanu terangkat lebar saat melihat wajah Mouza kembali mengerut.
"Kalau masih gak percaya kamu bisa periksa lagi apakah aku telah menanam ubi dengan perempuan yang kamu lihat tadi atau tidak," celetuk Keanu.
"Bang Ke pikir ada bekasnya?" Kening Mouza mengerut.
"Gak ada sih. Kalau gitu kita aja yang nanam ubi. Pas banget kan besok hari libur. Kita puasin malam ini ya," kekeh Keanu.
"Ogah! Bang Ke main sendiri aja!"
"Tuh kan ... diajak main gak mau, tapi gak dibolehin main sama orang lain. Kan kasihan ubinya udah tegang, Za."
__ADS_1
"Ih ... napa sih otak Bang Ke itu isi mesum?" kesal Mouza dengan bibir yang hampir bisa dikuncir.
Meskipun sempat merasa kesal, tetapi Mouza tidak bisa menolak ketika Keanu sudah berhasil memancing dirinya hingga seperti cacing kepanasan. Tidak munafik untuk Mouza. Sentuhan Keanu mampu membuat sarafnya menegang. Namun, saat Keanu melihat Mouza sudah tidak tahan lagi, tiba-tiba Keanu menghentikan kegiatannya, membuat Mouza mendelik ke arahnya.
"Kok berhenti sih, Bang?" tanya Mouza dengan napas yang masih naik turun.
"Aku baru ingat kalau kamu gak mau diajak main. Aku main sendiri aja deh di kamar mandi." Keanu berpura-pura untuk beranjak dari tempat tidur. Namun dengan cepat tangan Mouza menahan Keanu.
"Gak boleh! Bang Ke harus tanggung jawab dulu!" rengek Mouza dengan manja.
"Yakin, boleh?"
Mouza menganguk pelan. Keanu tersenyum puas saat umpannya tepat sasaran. Tidak sulit untuk melumpuhkan Mouza yang keras kepala, karena sejatinya Mouza adalah wanita yang lemah. Dia akan hanyut dalam buaian kasih sayang yang tulus.
"Tapi ada syaratnya," ujar Mouza menarik garis bibirnya.
"Apa itu?"
"Aku mau gigit leher Bang Ke."
Keanu tertawa pelan. "Jangankan leher yang kamu gigit, yang dibawah sana kamu gigit juga gak papa, kok. Asalkan kamu bahagia," ujar Keanu.
Saat ini Mouza bisa membalas apa yang telah dilakukan Keanu tempo hari saat membuatnya malu untuk keluar. Meskipun tidak tahu bagaimana cara membuatnya, tetapi Mouza mengingat saat Keanu membuatnya.
"Udah belum?" tanya Keanu yang sudah pasrah.
"Tunggu bentar lagi, belum merah."
Malam yang sunyi kini terpecahkan oleh suara keduanya yang saling bersahutan. Bahkan saat ini Mouza terlihat lebih aktif berada diatas tubuh suaminya.
"Za, lebih cepat Za!"
Mouza mempercepat seperti perintah Keanu. Dengan menggigit bibir, Mouza terus mende.sah. Keanu yang tak ingin kalah segera membalikkan tubuh Mouza. Kini Keanu yang mengambil kendali untuk mencapai puncak secara bersamaan.
.
__ADS_1
.
Disini lagi hujan, butuh yang panas2 dikit π