Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 38 | Permintaan Kakek


__ADS_3

Tongkat kakek tua itu berulang kali menghentak ke lantai. Dengan sorot mata tajamnya ia menatap Keanu yang terduduk lesu di sebuah sofa. Bahkan untuk bernapas saja ia masih berpikir dua kali agar hembusan nafasnya tak terdengar oleh kakeknya.


Sang kakek sangat murka pada Keanu atas insiden yang dialami oleh Mouza. Beruntung saja cucu menantunya bisa diselamatkan tepat pada waktunya. Jika tidak mungkin saat ini Mouza akan merasa depresi karena dirinya yang dianggap kotor.


TUKK!!


Satu pukulan tongkat ke kepala Keanu. "Masih ingin bertahan menjadi muci.kari?"


Keanu menggeleng pelan.


TUKK!!


Pukulan bertambah satu lagi.


"Masih ingin menjadi bagian komplotan perdagangan ilegal?"


Lagi-lagi Keanu pun menggelengkan kepalanya tanpa kata.


TUKK!


Bertambah satu lagi. Keanu hanya bisa mende.sah pelan ketika kepalanya dihujani bertubi-tubi tongka milik kakeknya. Ia tak bisa melawan karena apa yang dilakukan selama ini memang salah.


"Masih ingin menjadi seorang berandalan di jalanan?"


Sebuah gelengan lagi menjadi sebuah jawabannya.


"Awas saja jika masih berkeluyuran tidak jelas. Ingat Ke, saat ini bukan hanya satu nyawa yang harus kamu lindungi tetapi dua bahkan lebih. Bagaimana jika saat ini istrimu sedang hamil, secara ularmu sangat ganas untuk mengeluarkan bisa. Kamu harus pikirkan bagaimana keselamatannya karena ia akan menjadi calon pewaris dalam keluarga Wijaya," ujar kakeknya panjang lebar.


Keanu hanya tertunduk untuk beberapa saat. selama ini dia tidak peduli dengan pandangan orang lain padanya. Namun, kali ini dia harus mendengarkan nasihat kakek tua yang sedikit bermanfaat untuknya. Memang sudah sepantasnya, Keanu memikirkan keadaan Mouza.


"Aku harap kejadian kemarin menjadi yang pertama dan terakhir untuk Mouza. Jika masih terulang lagi, maka jangan salahkan jika aku akan memecatmu dari daftar anggota keluarga, paham!" ancam Kakeknya.


Selesai disidang, Keanu langsung kembali ke kamarnya untuk melihat keadaan Mouza. Perempuan yang berstatus sebagai istrinya itu kembali tertidur setelah pulang dari hotel. Tubuhnya masih terasa remuk akibat pertarungan malam panasnya yang menggila.


"Za, makan dulu." Keanu membawakan semangkok sup untuk Mouza. Kata mbak Lili itu adalah sup untuk mengembalikan tenaga yang hilang.


"Suap," rengek Mouza sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sering-sering aja manja kayak gini biar aku makan sekalian kamu."


"Dih ... pikiran Bang Ke mesum!"


..


Setelah memastikan keadaan Mouza sudah bertenaga lagi, Keanu pun teringat jika ia belum meminta izin pada atasannya. Terlebih kemarin ia pergi begitu saja. Entah apa yang akan terjadi padanya besok pagi.


"Ke!" panggil sang kakek saat melihat Keanu hendak ke dapur.

__ADS_1


"Ada apa lagi, Kek," jawab Keanu dengan malas.


"Sini dulu atau akan aku lempar menggunakan tongkat ini!" Kakek Wijaya melambaikan tongkat andalannya.


Dengan mendengus kasar, Keanu menghampiri sang Kakek dan duduk berseberangan.


"Tanda tangan!" perintah kakeknya.


Keanu meraih kertas yang berada diatas meja untuk membacanya terlebih dahulu. Matanya terbelalak saat membaca poin demi poin yang membuatnya sangat tidak setuju. Terlebih saat mencantumkan poin dimana ia harus bersedia meninggalkan Mouza apabila masih berkelana pada pekerjaan lamanya dan akan menikahkan Mouza dengan Alan.


"Kakek jangan konyol!" protes Keanu tak terima.


"Aku tidak konyol. Tidak ada salahnya jika berantisipasi saja jika sewaktu-waktu kamu salah arah lagi. Jangan kamu pikir Kakek tidak tahu jika Mouza itu adalah kekasihnya Alan. Kakek tidak bodoh, terlebih Kakek juga belum pikun. Calon istri kamu saat itu wanita ulat bulu, bukan Mouza!" jelas kakeknya.


Dengan mendengus kesal, akhirnya Keanu membubuhkan tandatangan diatas kertas bermaterai itu. Bukan sembarang keras karena kertas itu menentukan masa depannya, terlebih apabila kelak Mouza bisa melahirkan cicit perempuan, maka setengah hartanya yang tersembunyi akan menjadi miliknya. Bahkan Keanu juga baru mengetahui jika sang kakek mempunyai harta yang disembunyikan.


Setelah berhasil menandatangi kertas itu, Keanu segera meletakkan kembali diatas meja.


"Sudah aku tandatangani, semoga Anda puas," ujarnya.


Kakek tua itu meraih kertasnya lalu memastikan apakah Keanu menandatangani dengan benar atau tidak. Saat semua sudah oke, sang kakek tertawa pelan.


"Bagus! Kenapa tidak dari dulu kamu bersedia untuk menggantikan pria tua ini untuk mengurus perusahaan sehingga tak perlu membebankan Reno. Mulai besok Kakek akan pensiun dan akan menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada kalian berdua," ujar kakeknya lagi.


"Berdua?" cicit Keanu.


"Jadi apakah kamu akan serakah untuk menguasai perusahaan seorang diri? Ingat kamu punya adik, dia juga berhak atas kepemilikan perusahaan."


"Ada apa, Kek," tanya Alan yang baru saja masuk ke ruangan tengah.


Kakek tua itu tersenyum dan memberikan isyarat agar Alan duduk terlebih dahulu sebelum memberikan kertas yang berbeda padanya.


Mata Alan mengedar, melihat Keanu yang duduk santai dengan menyilangkan kakinya.


"Tunggu sebentar! Reno baru sampai depan gerbang," ujar kakeknya.


Alan tidak tahu sebenarnya ada masalah apa. Mungkin sang kakek sudah akan menurunkan surat wasiat dan pembagian harta. Alan hanya bisa bersabar untuk menunggu jawaban dari keresahan hatinya.


"Setelah selesai kuliah, apa yang ingin kamu lakukan?" Tiba-tiba sang kakek melemparkan pertanyaan pada Alan.


"Belum tahu, Kek. Lagian masih lama Alan selesai kuliah."


"Waktu satu tahun itu tidak lama, Lan!" kata Kakeknya.


"Mungkin Alan akan melanjutkan kuliah diluar Negeri. Tapi jika Kakek tidak mengizinkan, aku akan membantu Kakek untuk mengurus perusahaan. Daripada perusahaan Kakek terabaikan."


"Sungguh pemikiran yang luar biasa. Semoga kelak kamu menjadi pemimpin yang bijaksana."

__ADS_1


Alan hanya meng-aminkan doa kakeknya sambil melirik kearah Keanu yang sedari tadi hanya acuh.


Tak berselang lama, Reno dan pak Bambang menampakkan diri didepan kakek Wijaya.


"Selamat siang, Tuan Wijaya. Maaf saya terlambat," ucap pak Bambang, seorang pengacara keluarga.


"Tidak masalah. Silahkan duduk!"


Alan dan Keanu masih belum tahu apa yang sebenarnya sedang dirancang oleh sang Kakek sehingga mengumpulkan mereka berdua serta sang pengacara keluarga.


Pak Bambang pun juga mengeluarkan sebuah kertas yang sudah berisi tentang poin demi poin sama seperti yang di tandatangani oleh Keanu sebelumnya, tetapi hanya berbeda poinya.


"Apa ini?" tanya Alan yang terkejut saat menerima kertas dari tangan pak Bambang.


"Silahkan baca, Tuan muda!" saran Pak Bambang.


Dengan mata yang mengedar kearah semua orang kemudian Alan membaca isi dari kertas yang ia pegang. Dahinya mengernyit dengan alis yang terangkat sebelum pada akhirnya ia melihat kearah kakeknya.


"Ini apa maksudnya, Kek?"


"Tanda tangan saja!" perintah kakeknya.


"Tapi Alan belum siap untuk mengemban perusahaan, Kek. Mengapa tidak pria bang sat saja yang mengelola perusahaan Kakek?" protes Alan yang shock setelah selesai membaca kertas yang ada ditangannya.


"Aku tidak memaksamu untuk sanggup saat ini, tetapi aku hanya ingin kelak kamu dan Keanu bersedia untuk mengelola perusahaan milik keluarga. Ingatlah, Kakek sudah tua. Sebelum malaikat Izrail akan say hello, Kakek hanya ingin menikmati sisa waktu dengan santai sambil menggendong cicit. Jadi masalah perusahaan, kalian yang mengurusnya," terang Kakek Wijaya dengan mengulum senyum dibibirnyanya.


"Berhubung saat ini kamu masih kuliah, maka Kakek hanya akan menuntut Keanu untuk memberikan cicit, karena dia telah menikah. Setelah kamu lulus kuliah baru Kakek akan menuntutmu untuk memberikan cicit juga. Jika masih bingung dengan siapa mau membuatnya, serahkan pada Kakek untuk menentukan jodohmu," ucap kakek Wijaya panjang lebar.


Alan hanya membuang napas beratnya sebelum menandatangani kertas yang ada ditangannya. Terasa berat, tetapi tak ada salahnya untuk membuat pria tua itu bahagia disisa usianya.


"Kakek tenang saja, selesai kuliah Alan akan segera mengurus perusahaan dan juga akan memberikan cicit untuk Kakek yang banyak dan imut,"" ujar Alan sambil melirik kearah Keanu.


'Ya kali buat cicit kayak buat adonan cireng? Sementara tempat untuk mengadon telah diambil oleh Keanu?' batin Alan dengan mata yang mantap tajam kearah Keanu.


"Bagus! Kamu memang cucu yang selalu bisa diandalkan. Jadi jangan lupa besok kalian harus datang ke perusahaan, karena Kakek ingin mengalihkan jabatan Kakek pada Keanu."


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo, selamat hari Minggu, sambil nungguin novel ini up lagi, mampir dulu ke Novel temen aku ya judulnya SOSIALITA, dijamin seru ceritanya

__ADS_1



SOSIALITA


__ADS_2