Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 37 | Malam Yang Panas


__ADS_3

BRAKK !!!


Terdengar suara pintu di dobrak. Pria yang bertubuh kekar itu terkejut saat melihat pintu kamar hotel telah didobrak oleh seseorang. Ia segera menyingkirkan tangannya yang hampir saja menyentuh tubuh Mouza. "Kurang ajar! Siapa yang sudah berani mengganggu kesenanganku!" umpatnya dengan kesal.


"Tu—an Ke," ucapnya terbata saat melihat sosok Keanu sudah mendekatinya. "Apa yang Anda lakukan di sini?"


Keanu masih terdiam. Tangannya mengepal dengan keras ketika melihat tangan Mouza dalam keadaan terikat. Bahkan keadaannya pun telah berantakan. Tanpa ingin menjawab pertanyaan pria itu, Keanu berjalan mendekat ke arah Mouza.


"Katakan apa yang telah disentuh oleh pria itu!" tanya Keanu dingin.


Mouza hanya menggeleng dengan air mata yang telah membasahi pipinya. Ia benar-benar masih syok dengan apa yang baru saja terjadi. Hampir saja pria itu merenggut harga dirinya jika Keanu tidak datang tepat waktu.


Mata Keanu kini menatap pria yang yang sudah bertelanjang dada. Dengan segera ia melayangkan sebuah bogeman tepat ke wajah pria itu hingga tersungkur.


BUGH!!


"Siapa yang mengizinkanmu untuk menyentuh wanita itu?!" sentak Keanu dengan emosi.


Pria yang tersungkur itu segera menyeka bibirnya yang mengeluarkan darah. Dengan sinis dia berkata, " Bukankah anda sendiri yang menyiapkan wanita itu untukku? Lalu kenapa Anda marah, Tuan? Aku hanya ingin bersenang-senang dengan wanita itu."


BUGH ... BUGH ...


Dua bogeman mendarat di wajah pria yang mengatakan ingin bersenang-senang dengan Mouza. "Jangan harap kamu bisa menyentuh seujung kukunya saja. Jika itu terjadi aku tidak akan segan untuk menghabisimu saat ini juga!" ancam Keanu.


"Tapi aku sudah membayar mahal wanita itu pada Madam Re, Tuan!"


"Tutup mulutmu dan tinggalkan tempat ini sekarang juga. Jika kamu ingin merasakan kepuasan, aku telah menyiapkan penggantinya. Pergi saja ke kamar 303, karena mangsamu ada di kamar itu," ucap Keanu rasa emosi.


Siapa yang tidak akan naik darah saat melihat istrinya hendak dijamah oleh pria hidung belang. Sampai mati pun Keanu tidak akan rela jika Mouza disentuh oleh pria manapun, kecuali dirinya.


"Apakah kau salah kamar, Tuan? Tidak mungkin yang aku tidak salah kamar."


"Kamu memang tidak salah kamar, tapi kamu salah sasaran. Wanita yang hendak kamu sentuh itu adalah milikku. Apakah kamu masih berani untuk menyentuh wanita itu?" Alis Keanu mengernyit untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.


Sang pria yang bertubuh kekar itu merasa terkejut dan langsung mengambil kemeja yang telah ia buka tadi. Dengan rasa gugup dia meminta ampun kepada Keanu atas kesalahan yang telah ia buat.

__ADS_1


"Saya minta maaf Tuan. Saya tidak tahu juga wanita ini adalah milikmu. Jika saya mengetahui lebih cepat, tidak akan berani untuk menyentuhnya," sesal pria itu.


"Beruntunglah kamu karena belum menyentuhnya. Jika kamu sudah menyentuhnya, maka aku akan mengirimmu ke neraka detik ini juga."


Karena tidak berani untuk melawan Keanu, pria itu langsung bergegas keluar dengan ketakutan. Siapa yang tidak mengenal Keanu, selain sebagai penyalur wanita malam, Keanu juga terkenal sebagai salah satu komplotan dalam dunia ilegal yang disegani oleh para lawan. Kekuatan yang dimiliki pasukan Keanu tak bisa terkalahkan.


"Oza, kamu gak papa?" tanya Keanu panik. Ia pun segera melepaskan tali yang mengikat tangannya.


"Bang, gerah!" ucap Mouza dengan mata memerah. Tangannya langsung menarik tengkuk Keanu dan melahap bibirnya dengan rakus.


Keanu sadar jika saat ini Mouza sedang dalam pengaruh obat perangsang. De.sa.han yang keluar dari bibir Mouza membangunkan sesuatu yang sedang tidur.


"Za." Keanu melepaskan ciuman yang hampir membuatnya mati karena kehabisan napas.


"Bang ...," rengek Mouza dengan tangan yang mengalung di leher Keanu.


"Jangan disini ya. Pintunya udah rusak. Kita pulang aja, ya!" saran Keanu.


Mouza hanya menggelengkan kepalanya dengan manja. "Aku gak mau pulang, Bang. Abang cari kamar disini aja!"


"Baiklah. Kita cari kamar dulu."


Karena keadaan Mouza yang tak sanggup lagi untuk berjalan, terpaksa Keanu membopongnya ala bride style menuju ke kamar yang akan digunakan untuk pertempur. Keanu yang sudah menahan puasanya untuk beberapa waktu kemarin, akhirnya malam ini ia bisa berbuka puasa. Ingin rasanya berterima kasih dengan kejadian penculikan yang mengantarkan dirinya keatas ranjang panas.


"Bang, panas sekali," ujar Mouza yang merasa tubuhnya semakin gerah. Mungkin itu adalah salah satu efek dari obat yang diberikan oleh pria tadi.


"Sabar sebentar lagi juga sampai. Sepertinya malam ini akan menjadi pertempuran yang paling bersejarah, karena aku pasti akan kalah," ujar Keanu dengan pemikiran yang berkelana ke negeri dongeng.


Setelah mendapatkan sebuah kamar untuk menginap, Keanu langsung membawa Mouza untuk masuk ke dalam. Bahkan ia mengabaikan ponsel yang sedari tadi sudah berdering.


"Bang, ponsel apa bunyi, angkat dulu!"


Setelah meletakkan tubuh Mouza diatas tempat tidur, Keanu segera mengangkat teleponnya.


"Ada apa?" tanya Keanu dengan ketus.

__ADS_1


" .... "


"Kakek urus sendiri dulu, Ke mau mengurus Mouza karena ini lebih urgent."


Keanu mende.sah pelan sambil mematikan ponselnya. Saat ia melihat kearah Mouza, tubuhnya sudah bak cacing kepanasan.


"Bang ...," rengek Mouza.


Sadar dengan apa yang harus dilakukan, Keanu segera naik keatas ranjang untuk memberikan penawar.


Seperti dugaannya, malam ini Keanu mengakui kekalahannya yang belum bisa menaklukkan Mouza yang masih bersemangat saat menjajahi dirinya. Ia pasrah saat Mouza telah menguasai dirinya. Beruntung saja malam ini ia datang dengan tepat waktu, jika sampai terlambat ia tak tahu bagaimana Mouza bisa mengendalikan tubuhnya saat bersama dengan pria lain.


( Lari dulu takut diamuk masa )


Meskipun sang fajar telah menyingsing tinggi, tetapi tak membuat sepasang suami-istri tergugah dari tidurnya. Malam panjang nan panas baru saja berakhir beberapa jam yang lalu, sehingga membuat keduanya masih belum sadar jika hari sudah siang.


Suara ponsel yang sejak tadi berbunyi membuat Keanu harus mende.sah kasar. Sambil mengacak kasar rambutnya, Keanu mengangkat panggilan dari kakeknya.


"Ada apa, Kek?" tanya Keanu dengan malas. Seketika matanya terbelalak saat mendengar ucapan dari seberang telepon. Di mana sang Kakek mengatakan kita polisi telah mengamankan seorang mucikari dan seorang pelanggan yang sedang melakukan booking disalah satu hotel besar.


"Terima kasih atas bantuannya, Kakek tua. Tapi untuk saat ini aku belum bisa pulang, karena aku masih sangat lelah. Tak perlu ku jelaskan pun seharusnya kakak sudah tahu apa yang terjadi padaku," tutup Keanu seketika.


Setelah meletakkan kembali ponselnya di atas meja, kini Keanu ingin melanjutkan kembali tidurnya. Namun, saat matanya menangkap wanita yang sedang terlelap di sampingnya membuat Keanu mengurungkan niatnya. Senyumnya mengembang luas saat mengingat permainan yang baru usai beberapa jam yang lalu.


'Setelah masalah ini selesai, pasti akan muncul masalah baru lagi. Aku yakin jika madam Re tak akan tinggal diam atas apa yang telah menimpanya.' batin Keanu.


.


.


.


...🥕🥕🥕...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Selamat akhirnya pekan. Selagi nungguin aku up, mampir dulu ke Novel Kak Nazwatalita dengan judul TAKDIR, ya. Cerita seru!



__ADS_2