Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 86 | Kelaparan


__ADS_3

Setelah berhasil mengamankan kakek Wijaya, Lily langsung mengerjakan pekerjaannya, walaupun sebenarnya ia merasa lelah. Ia hanya tidak ingin membuat Mouza kelelahan untuk mengurus rumah. Semua kegiatan yang dilakukan oleh penghuni rumah telah terekam melalui kamera tersembunyi. Selain untuk memantau bagaimana perkembangan hubungan Alan dan juga Azra, sang kakek juga ingin memantau bagaimana sifat asli Azra, yang sama sekali belum dikenali secara mendalam.


Sebenarnya tidak mudah bagi Lily untuk mengatur rumah sebesar yang ia tempati, tetapi mau apalagi, sang kakek tak ingin menambah asisten rumah tangga lagi.


Setelah memastikan pekerjaannya telah selesai, Lily langsung masuk ke kamar untuk beristirahat. Kini tubuhnya benar-benar terasa remuk. "Gini amat mau dapat duit. Tiap hari nyari duit sampai gak ada waktu buat menghabiskan."


Lily men.desah kasar. Selama mengabdi pada keluarga Wijaya dirinya pun sampai lupa usia dan lupa untuk menikah. Bagaimana tidak lupa, jika setiap hari harus bekerja dan bekerja. Belum lagi jika salah satu diantara ketiga pria yang ia rawat sedang berulah.


🌸🌸🌸


Saat ini tidak ada orang yang tidak mengenal Mouza. Setelah pengakuan Keanu yang menggegerkan warga kampus, kini mereka semua telah mengenal Mouza, bahkan satu persatu mereka datang dan menawarkan diri untuk menjadi teman Mouza. Padahal selama ini tak ada satupun warga kampus tak ada yang peduli kepada dirinya. Semua bisa berubah karena statusnya sebagai cucu menantu pemilik kampus.


Saat hendak pulang, Keanu sengaja menunggu Mouza pinggir jalan. Keduanya sudah bersepakat untuk mencari keberadaan Mas Arif.


Mouza sudah menceritakan semuanya kepada Keanu, tentang apa yang dialami oleh kakaknya. Dengan tangan terbuka Keanu bersedia untuk mencari keberadaan kakak iparnya. Bagaimanapun ceritanya Mas Arif juga sudah menjadi bagian dari keluarganya.


Setelah masuk mobil, Mouza segera menge.cup pipi Keanu dengan senyum yang mengembang luas.


"Tumben," kata Keanu heran, karena tanpa diminta, Mouza menerapkan ciuman bibirnya.


Dahi Mouza mengerut. "Kenapa? Gak suka? Ya udah sini aku ambil lagi," ujar Mouza yang telah mengerucutkan bibirnya.


Keanu tertawa dan menatap kearah Mouza. "Emang bisa ya, ciuman diambil lagi? Bilang aja mau nambah," ledak Keanu.


"Abisnya ekspresinya kayak gak suka dicium sama aku. Apakah mau minta dicium sama Mili atau ulet bulu lain?"


Seketika Keanu langsung memasangkan sabuk pengamannya. "Apa hubungannya sama Mili, coba?"


"Ada dong. Dia itu mantan Bang Ke. Bisa aja kan kalau Bang Ke rindu ciumannya!"


Keanu hanya mengernyitkan keningnya. Ia tak tahu apa yang telah merasuki jiwa istrinya, sehingga mood-nya rusak. Padahal tadi pagi kondisi mood Mouza masih baik-baik saja. Namun, mengapa sekarang seperti seorang yang sedang kerasukan. Tanpa ingin bertanya mau kemana, Keanu langsung menjalankan mobilnya. Mungkin mencari mas Arif di bawah jembatan adalah solusi yang tepat, karena biasanya para gelandangan akan tinggal di tempat itu.


"Bang Ke mau kemana, kok jalan terus?" tanya Mouza saat Keanu terus melajukan mobilnya.


"Bukannya kita mau cari mas Arif," kata Keanu dengan mengernyitkan dahinya.


"Iya, aku tahu. Tapi kenapa jalan terus?"

__ADS_1


"Kan kita mau cari di bawah jembatan, Za. Kali aja mas Arif ada disana," ujar Keanu.


"Jadi Bang Ke anggap Mas Arif itu gelandang? Jahat banget sih, Bang!"


Keanu diam tak berkutik. Dengan susah payah ia menelan kasar salivanya. Sepertinya dirinya telah salah langkah lagi. Entah ada apa dengan Mouza sehingga wanita itu sangat sensitif dan mudah ngambek hari ini.


"Ya udah kita cari kemana? Tapi hanya sampai jam 2 ya, karena aku juga harus kembali lagi ke kantor," ujar Keanu.


"Bilang aja gak niat bantuin aku untuk mencari Mas Arif. Dah ah, kita pulang aja! Aku mau cari mas Arif sendiri aja!" Kali ini Mouza terlihat sangat ngambek dan memilih memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Sebagai seorang suami Keanu tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ini salah, itu salah. Semua salah. Apalagi jika diprotes. Bisa-bisa tiga hari, tiga malam ngambeknya gak ilang.


"Jadi kita mau kemana, Za?" tanya Keanu dengan lembut.


"Ke KFC!" ucap Mouza dengan cepat.


Lagi-lagi Keanu mengernyit dan menahan tawanya. Baiklah, katakan saja jika saat ini sang istri sedang mod sensitif, ternyata sedang dia sedang lapar. Beruntung saja tidak berubah menjadi singa.


"Ada yang lucu?" tanya Mouza ketika menyadari jika suaminya sedang menahan tawa.


"Ya udah, buruan cari tempatnya!"


"Siap, istriku."


.


.


Setelah berputar-putar, akhirnya Keanu mendapatkan tempat yang sesuai dengan keinginan istrinya. Ini adalah kali pertama Mouza sangat sensitif. Bahkan saat hendak masuk ke KFC, Mouza menolak untuk digandeng. Padahal kemarin ia merengek untuk digendong.


Setelah sampai di sebuah meja, Keanu langsung memanggil pelayan untuk mulai memesan makanan. Namun, saat Mouza mendengar jika Keanu hanya memesan dua porsi saja, Mouza langsung memprotesnya.


"Kok cuma dua? Bang Ke gak makan juga?"


Keanu pun mengernyit. "Kan kita hanya berdua, Za. Memangnya ada lagi selain kita?"


"Gak ada sih. Tapi kalau hanya dua itu hanya untukku saja. Jadi kalau Abang makan, maka Abang harus pesan 3 porsi! Mouza menunjukkan tiga jarinya pada Keanu.

__ADS_1


"Yang bener aja, Za. Kamu bisa menghabiskan dua porsi?" Lagi-lagi Keanu hanya bisa mengernyitkan dahinya.


"Habis dong! Secara nasinya aja cuma sepucuk centong nasi," ujar Mouza.


Karena tak ingin membuat malu terlalu lama, Keanu langsung memesan tiga porsi menu KFC dengan porsi jumbo agar Mouza merasa sangat puas.


Oza kenapa sih. Apakah dia ketempelan jin kampus, sehingga tak seperti Mouza yang biasanya. Aku harus tanya kepada bocah jalan itu apa yang telah terjadi pada Mouza selama di kampus tadi. Batin Keanu yang kemudian mengetik sebuah pesan untuk dikirim kepada Alan.


Tidak sampai disitu saja Keanu harus terheran saat melihat Mouza yang tak seperti biasanya. Bahkan Keanu hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat kerakusan sang istri saat sedang makan. Dua porsi ukuran jumbo berhasil disikat cepat oleh Mouza tanpa tersisa. Bahkan miliknya saja juga diembat oleh Mouza.


"Za, kamu gak lagi sakit kan?" tanya Keanu yang masih tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Mouza.


"Memangnya aku terlihat sakit? Jika aku sakit, aku tidak akan menghabiskan makanan sebanyak ini, Bang. Gara-gara kantin yang sangat bau, aku tuh sampai menahan rasa laparku. Tapi kini rasanya sudah kenyang," jelas Mouza dengan senyum di bibirnya.


Kepala Keanu hanya mengangguk pelan. "Apakah sekarang masih terasa lapar? Jika masih, biar aku pesankan lagi untukmu. Jika perlu aku akan belikan beserta warungnya sekaligus, agar kamu tidak kelaparan lagi," ujar Keanu.


"Gak perlu berlebihan, Bang! Cukup Abang selalu ada saat aku butuhkan saja udah cukup, kok."


"Yakin hanya itu saja?"


"Iya. Bisa kan?"


"Bisa dong. Apa sih yang bisa buat istriku tercinta. Yaudah, sekarang kita mau kemana? Karena setelah jam makan siang, suamimu ini akan ada rapat," ujar Keanu dengan lembut agar tak membangkitkan rasa sensitif sang istri.


"Kita pulang aja deh, Bang. Aku pengen bobok. Kita cari mas Arif besok aja, ya."


Mata Keanu melebar. Dirinya hampir tak percaya dengan perubahan drastis yang dialami oleh Mouza.


Hanya karena kelaparan, hampir berubah menjadi singa kelaparan. Dasar Oza! Batin Keanu


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2