
Gara-gara sempet down, jadi lupa mau dibawa kemana alurnya. Makasih untuk kalian semua π π€§
SELAMAT MEMBACA ...
Tiinn ... Tiinn
Suara klakson begitu nyaring di telinga. Mouza mengerutu karena merasa sangat terkejut.
Tiinn ... Tiinn
Lagi-lagi klakson memekakkan telinganya.
"Siapa sih, iseng banget. Belum pernah gue lempar sandal kali, ya." Kali ini Mouza menoleh pada mobil yang sedang mengikutinya. Ia mengernyit karena tanda akan mobil itu.
"Za!" panggil Keanu.
Mouza hanya mendengus kasar. Entah mengapa hatinya masih terasa kesal akan ucapan Keanu tadi malam. Tanpa peduli akan panggil Keanu, Mouza untuk mengabaikan panggilan Keanu.
"Mouza!" Kini Keanu langsung turun dari mobilnya dan mengejar langkah Mouza.
"Kamu mau kemana?" tanya Keanu setelah berhasil menangkap tangan Mouza.
Tak ada jawaban, Mouza hanya mengerucutkan bibirnya saat ditetapkan.
"Kamu kenapa? Apakah aku melakukan kesalahan? Oke, jika aku telah melakukan kesalahan aku minta maaf. Sekarang kamu mau ke mana biar aku antar. Lihatlah jelek sekali, masa cantik-cantik sandalnya sandal swallawow."
"Biarkan, yang dilihat orang bukan sandalnya, tapi wajah."
Keanu yang semakin gemas malah membopong tubuh Mouza untuk ia masukkan kedalam mobil secara paksa. Tak ada penolakan, Mouza malah menahan tawanya.
"Kalau seperti ini pengen aku lempar ke laut buat umpan hiu," ujar Keanu.
"Lempar aja, biar Bang Ke bisa leluasa cari yang baru kan?"
Keanu langsung mengernyit. Saat ini Mouza sedang tidak bisa diajak bercanda. Ia pun mede.sah pelan.
Setelah memasang sabuk pengaman, Keanu menatap lekat wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu untuk anaknya itu.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa? Apa aku telah melewatkan sesuatu?" tanya Keanu pelan.
Mata Mouza menatap lurus dengan bibir yang mengerucut. "Pikir aja sendiri!"
"Kok gitu? Kalau kamu gak bilang ada apa, aku gak bakalan tahu letak salahku dimana. Bukankah sebagai suami-istri harus saling terbuka? Bukan hanya baju dan celana saja yang dibuka, tetapi hatinya juga dibuka," kata Keanu sambil menyelipkan anak rambut yang ke telinga.
Tak ada tanda-tanda Mouza ingin memberikan penjelasan, akhirnya ia pun menjalankan mobilnya.
.
.
Mouza tak tahu saat ini dibawa Keanu kemana. Yang jelas mobil Keanu masuk kesebuah perumahan elit yang ada di pusat kota. Karena masih kesal, Mouza enggan untuk bertanya.
Mobil Keanu berhenti didepan sebuah rumah berlantai dua. Rumah yang sedang melakukan renovasi bagian depannya.
"Bang Ke mau kemana?" tanya Mouza saat Keanu ingin turun.
"Mau liat rumah kita. Mau ikut?"
Mouza menangkup bibirnya. Ia tak percaya jika Keanu akan memilih kawasan elit sebagai tempat tinggalnya.
"Apakah wajahku terlihat sedang bercanda?$
Mouza menggeleng pelan. Perlahan ia melupakan rasa kesalnya dan ikut turun untuk melihat rumah yang akan mereka tempati nantinya.
"Kita kan hanya akan tinggal berdua, kenapa Abang ambil yang rumah yang besar. Mubadzir gak ada yang menempati," ujar Mouza dengan perasaan takjub.
"Untuk saat ini kita memang masih berdua, tetapi beberapa tahun kemudian pasti akan bertambah dan terus bertambah. Aku sengaja mencari rumah yang besar agar bisa menampung anak cucu kita nantinya."
"Ih ... Bang Ke so sweet banget sih."
Melihat wajah Mouza telah berbinar, Keanu langsung menghampiri dan menggenggam erat tangan Mouza. "Kamu suka?"
Mouza menganguk pelan. "Iya. Suka banget. Ini namanya rumah impian, Bang. Untung aja saat itu aku ngajak Bang Ke nikah, kalau gak mungkin saat ini aku sudah menjadi gelandangan. Emang gak sia-sia putus dari Alan," ujar Mouza menahan tawanya.
Hampir satu jam Keanu dan Mouza mengelilingi rumah yang akan mereka tempati. Mouza merasa sangat puas dengan rumah masa depannya. Tak hentinya ia mengucap kata syukur bisa menikah dengan Keanu.
__ADS_1
"Jadi bisa jelaskan mengapa kamu kabur dari rumah?" tanya Keanu mengernyit.
Tiba-tiba bibir Mouza kembali mengerucut. "Kerena Bang Ke pergi ke club."
Alis Keanu menaut serta menertawakan ucapan Mouza.
"Pikiran kamu terlalu jauh, Za. Aku hanya minum bersama anak-anak di basecamp, gak lebih."
"Bohong!"
"Astaga, Oza! Kita udah saling buka-bukaan tapi kamu masih gak percaya denganku? Aku harus buka apalagi agar kamu percaya?" Keanu mendengus kasar.
"Kalau gak lebih, kenapa Bang Ke malah marah pas aku tanya? Pakai bentak-bentak segala!"
Keanu hanya bisa memijat pelipisnya. Menghadapi Mouza memang butuh kesabaran ekstra.
"Kapan aku bentak kamu, Za?"
"Tadi malam pas mabuk!".
Keanu sama sekali tak mengingat jika ia telah membentak Mouza. Apakah dirinya telah melupakan kejadian tadi malam? Karena Keanu tidak ingin membuat Mouza kehilangan moodnya, ia pun memilih untuk mengalah, terlebih itu benar atau tidak.
"Oke, aku minta maaf jika tadi malam telah membentak istriku yang paling comel ini. Jika aku dalam keadaan sadar, aku tidak akan pernah berani untuk membentaknya. Sekarang Maukah kamu memaafkan atas kesalahan yang telah dilakukan oleh suamimu tadi malam? Sungguh suamimu ini tak mengingat apa-apa," ujar Keanu seraya menggenggam erat tangan Mouza.
Wanita mana yang tak akan luluh akan ucapan Keanu. Meskipun terlihat dingin, tetapi nyatanya ia lebih hangat dan manis. Di mata Mouza selain macho, Keanu juga terlihat sangat dewasa, ya meskipun adakalanya akan terlihat seperti balita.
"Baiklah, aku maafkan. Tapi aku mau ikut suamiku ke kantor."
"Tidak masalah. Kebetulan aku juga sudah pindah ruang kerja. Saat ini ruanganku ada di lantai tiga. Dan di ruangan yang baru aku juga sudah menyiapkan tempat untuk bermain kucing-kucingan. Karena hari ini kamu memutuskan untuk ikut ke kantor, maka tidak ada salahnya jika sampai disana kita main kucing-kucingan terlebih dahulu, bagaimana?" Keanu tersenyum smirk kearah Mouza.
"Dih! Mulai deh mesuummnya!"
Keanu hanya tertawa saat ia dikatakan mesuumm oleh Mouza, karena memang seperti itu dirinya. Terlebih saat ini cinta yang ia miliki untuk Mouza sudah sangat dalam. Meskipun Keanu adalah seorang bajii.ngaan tetapi jika ia sudah jatuh cinta, maka ia akan setia selamanya, dengan catatan ia tidak diselingkuhi.
.
.
__ADS_1
...π₯π₯π₯...
...BERSAMBUNG...