Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 75 | Ngambek


__ADS_3

Hampir satu hari Azra menyulap kamar Alan menjadi kamar impiannya. Bahkan ia juga mengganti beberapa aksesoris yang dianggap membuat matanya sakit. Ia tak peduli jika Alan akan marah kepada dirinya karena melihat kamarnya yang telah berubah drastis.


Karena kelelahan, Azra pun tertidur di sofa. Entah sudah berapa lama dirinya tertidur, karena saat membuka mata ia melihat keadaan luar sudah hampir gelap.


"Apakah ini aku terlalu lama tidurnya." Azra menggeliat pelan.


Dilihatnya kanan kiri dirinya tak menemukan sosok Alan, iapun langsung nyelonong masuk ke kamar mandi. Satu hari seperti mayat hidup, membuat tubuhnya mengeluarkan aroma sayur asem. Mungkin berendam adalah salah satu cara untuk menyegarkan tubuhnya lagi. Baru saja ia hendak membuka baju, terpaksa ia harus menjerit karena sangat terkejut dengan sosok yang ada di hadapannya saatnya.


"Aaaa …. "


Alan yang hendak mengambil handuknya tak kalah terkejut dengan teriakan Azra yang secara tiba-tiba. Dengan cepat Alan menyambar handuk dan melilitkan ke pinggangnya. "Lo ngapain disini?" sentaknya.


"Aku gak tahu kalau didalam ada orangnya, lagian salah siapa gak dikunci! Aku pikir gak ada orangnya," protes Azra yang masih menutup wajahnya.


"Alasan! Bilang aja lo mau liat gue mandi, 'kan?" tuduh Alan.


Azra yang benar-benar tidak terima atas tuduhan yang diberikan kepada dirinya. Semua itu sebuah kebetulan yang tak tersengaja.


"Tapi sayangnya gue gak bakalan terpancing sama modelan kayak lo!"


Entah mengapa otak Azra mendadak ngelag ketika bayangan belalai yang menggantung tak sengaja dilihatnya. Bahkan Azra kehabisan kata untuk melawan ucapan Alan.


"Kenapa diam? Lagi mikir gimana cara menggodaku, kan?"


"Dih, kepedean. Kalau udah selesai, keluar sana. Aku juga mau mandi!" usir Azra.


"Lo berani musik gue? Lo gak sadar diri, ini kamar siapa!" geram Alan.


Karena Azra tak ingin memperpanjang perdebatan mereka, akhirnya Azra memilih menyeret Alan untuk keluar dari kamar mandi.


"Sekarang apa yang menjadi milikmu berarti juga otomatis menjadi milikku, karena saat ini kamu suamiku. Udah kamu ganti baju sana!"


Hubungan Alan dengan Azra yang seperti Tom and Jerry tak kalah jauh beda dengan hubungan Keanu dan juga Mouza. Mereka juga hampir sama seperti Alan dan Azra, tetapi yang membedakan hanyalah keduanya yang saling mencintai. Meskipun sering cek-cok itu hanyalah bumbu dalam rumah tangganya.


Sudah beberapa hari terakhir ini Mouza yang mengalami morning sickness. Hidungnya juga lebih sensitif untuk mencium aroma kebohongan yang dilakukan oleh suaminya, terlebih siang tadi ia sempat melihat suaminya sedang berada dalam satu lift bersama dengan Cia.

__ADS_1


"Za, baru aja baikan masa udah ngambek lagi?" Keanu berusaha untuk membujuk Mouza yang sedang ngambek. Pasalnya Keanu tertangkap mata sedang jalan berdua dengan Cia, yang dikatakan teman dekatnya.


Sebagai seorang istri pasti akan memiliki rasa cemburu ketika suaminya jalan berdua dengan wanita lain, terlebih wanita itu sangat jelas sedang menginginkan suaminya. Namun, dengan polosnya Keanu tak menyadari kelicikan Cia.


"Siapa suruh Abang selingkuh dengan ulat bulu itu!" ketus Mouza.


Keanu hanya bisa mengacak kasar rambutnya karena tak tak bisa meyakinkan istrinya, jika dia tak memiliki hubungan apa-apa dengan Cia.


"Aku tidak selingkuh, Za. Cia datang hanya menyerahkan kontrak kerja. Di antara kami tidak ada hubungan apa-apa, selain hubungan pekerjaan. Please kamu percaya ya."


Mouza masih acuh. Ia memilih menarik selimut tebalnya untuk menutupi tubuh. Kali ini Mouza sedang berada di dalam mood yang kurang bagus. Keanu yang tak bisa meyakinkan hati Mouza pun pasrah jika Mouza benar-benar akan mengabaikannya malam ini. Terpaksa malam ini hanya sebuah guling yang menghangatkan tubuh Keanu.


Ternyata Mouza kalau cemburu mengerikan. Tidur pun harus diberi jarak, gak sekalian aja diberi tembok, gerutu Keanu dalam hati.



Meskipun Mouza sedang marah dengan Keanu, tetapi dia tidak pernah mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Ia masih menyiapkan perlengkapan Keanu, termasuk juga bekalnya, meskipun harus melalui drama yang membuatnya hampir menyerah. Bagaimana tidak, sepanjang memasak dirinya terus saja merasa mual. Padahal Mbak Lily sudah mengatakan agar Mouza beristirahat saja, tetapi Mouza bersikukuh untuk menyiapkan bekal untuk suaminya.


"Kamu gak papa, Za?" tanya Azra yang saat melihat Mouza hampir jatuh.


"Kalau gak kuat, gak usah dipaksakan. Sini aku aku bantu." Azra mencoba untuk menuntun Mouza untuk naik menaiki anak tangga. "Udah tau gak fit, masih aja dipaksakan. Kamu ini sedang hamil, nggak usah memaksakan diri. Lagian apa susahnya sih tinggal nyuruh Mbak Lily untuk menyiapkan bekal Bang Keanu?"


Mouza tak memprotes karena saat ini kepalanya terasa berat. "Aku antar sampai depan kamar aja ya. Gak enak kalau masuk terus di dalam ada Bang Keanu," kata Azra.


"Iya, gak papa. Makasih ya udah bantuin aku."


"Gak usah berlebihan. Saat ini kita adalah keluarga. Jika kamu membutuhkan sesuatu panggil saja aku."


Mouza mengangguk pelan sebelum ia membuka pintu kamarnya. Sepertinya ia tak bisa membantu kakek Wijaya untuk menyelesaikan misi mereka. Entah mengapa tubuhnya mendadak tidak bisa diajak bekerja sama. Mungkin demam malam itu mentransfer morning sickness yang dialami Keanu kepada dirinya.


"Za, kamu gak papa?" tanya Keanu saat melihat wajah Mouza yang terlihat pucat.


Mouza hanya menggeleng pelan dan memilih mengabaikan Keanu yang sedang kesusahan memasang dasinya. Beberapa kali pria itu berdecak kasar karena tidak sesuai.


"Udah bayi kolot, pasang dasi aja gak bisa. Sini!" Mouza akhirnya mengalah dan memperbaiki dari Keanu.

__ADS_1


"Kamu kan tahu biasanya ada tangan yang memasangkannya."


"Diam. Menunduklah sedikit saja!"


Keanu tak berani memprotes dan memilih untuk menundukkan kepalanya. Sebenarnya ia merasa sangat gemas pada Mouza, terlebih saat melihat bibir Mouza yang cemberut.


"Sudah." kata Mouza dengan helaan nafas panjang. Namun, saat Mouza ingin berlalu, tangan Keanu segera menarik pinggang Mouza hingga bibir Keanu menyentuh pipi Mouza.


Mouza mendelik ke arah suaminya. Seperti ada sengatan arus listrik yang menjalar ke tubuhnya.


"Anggap saja morning kiss," ujar Keanu yang membuyarkan lamunan Mouza.


"Curang," ujar Mouza dengan bibir yang telah mengerucut.


Keanu terkekeh pelan sambil memegang tangan Mouza. "Udah ya ngambeknya. Kalau kamu masih ngambek, aku nggak bakalan tenang kerjanya. Za, apakah kamu masih meragukanku?" Kini Keanu menatap tajam kearah Mouza.


Sambil menyelipkan anak rambut ke telinga Mouza, Keanu berkata, "Za, aku memang pernah mempunyai masa lalu yang kelam. Tapi aku sudah membuangnya. Semua itu demi kamu dan masa depan kita. Jika pun saat ini aku sedang jalan berdua dengan seorang wanita, itu hanya sebatas rekan kerja. Karena di hati ini sudah ada kamu seorang." Keanu meletakkan tangan Mouza tepat di dadanya. Bahkan Mouza bisa merasakan debaran jantung Keanu.


"Jika kamu masih tak percaya, belah-lah dadaku," lanjut Keanu lagi.


"Kalau aku belah, Abang mati, dong."


"Asalkan kamu bisa percaya, aku ikhlas."


Entah Mouza yang mudah luluh dengan setiap kata-kata Keanu, atau Keanu memang rajanya penakluk wanita. Hati yang tadinya terasa dongkol, kini telah mencair dengan perlakuan hangat Keanu.


.


.


...BERSAMBUNG...


Yang ingin melihat visual Bang Keanu, kalian boleh intip di IG othor ya.


__ADS_1


IG : teh_hijaau


__ADS_2