Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 112 | Mandi Kembang 7 Rupa


__ADS_3

Melewati hari-harinya bersama dengan baby Kenza membuat Alan perlahan mulai bangkit dari keterpurukannya dalam menghadapi masalahnya. Bukan ingin menyerah, tetapi ia tak tau harus mencari keberadaan Azra dimana lagi. Alan juga sudah meminta bantuan teman-teman Keanu untuk mencari keberadaan Azra. Namun, nyatanya mereka tak bisa menemukannya. Alan hanya berharap suatu saat Azra kembali pulang dan mau diajak untuk memperbaiki puing-puing yang telah runtuh. Itulah janji Alan pada dirinya sendiri.


Sudah menjadi kebiasaan Alan setelah pulang kuliah langsung mencari keberadaan Kenza. Rasanya tidak lengkap jika belum melihat wajah bayi yang semakin lama semakin mirip dengan dirinya.


"Za, kalian mau kemana?" tanya Alan heran saat berpapasan dengan Mouza yang sudah membawa dua babysitter-nya untuk masuk ke dalam mobil.


"Oh, iya gue lupa bilang sama lo, kalau gue mau keluar kota untuk menghadiri acara pernikahan mas Arif. Untuk beberapa hari ke depan lo merdeka karena baby Kenza gak bakalan gangguin lo. Lo bebas untuk sementara waktu," ucap Mouza yang juga akan naik ke dalam mobilnya.


Mendengar ucapan Mouza, Alan terdiam untuk beberapa saat. Seharusnya ia merasa sangat bahagia karena monster kecil itu tidak mengganggunya untuk beberapa hari ke depan. Namun, nyatanya Alan merasa tidak rela jika monster kecil itu ikut Mouza keluar kotak untuk beberapa hari ke depan. Pasti rumah akan terasa sepi tanpa adanya tangisannya bayi itu.


"Berapa hari, Za?"


"Gak tahu mau berapa hari disana. Soalnya kita juga sekalian mau liburan disana, Lan? Kenapa, mau ikut?" tanya Mouza.


"Terus gimana nanti kalau Kenza nangis tengah malam. Emang kalian bisa menenangkan?" Alan bertanya lagi.

__ADS_1


"Kamu nggak usah khawatir karena ada Daddy-nya yang sudah bisa menangani putri kecilnya. By the way, gue pinjem baju lo ya. Nanti gue ganti yang baru," ujar Keanu yang baru keluar dari rumah.


Alan sangat terkejut saat melihat Keanu memakai pakaian miliknya. Bahkan matanya juga melihat sebuah ransel yang dipegang oleh Keanu.


"Lo!" tunjuk Alan. "Sejak kapan lo doyan pakai pakaian gue? Itu tas gue! Jangan bilang didalam tas itu juga baju gua!" tuduh Alan.


Keanu hanya tersenyum dan memilih berlalu begitu saja tanpa kata. Saat ini Keanu sedang mengikuti saran dari kakeknya untuk memakai pakaian Alan agar keringat Alan menempel padanya. Bahkan tanpa contoh pengetahuan alam, Keanu juga mengambil baju kotor milik Alan yang masih wangi aroma keringatnya.


Ada rasa sedih dan tidak terima saat Keanu dan Mouza ternyata juga memiliki rencana liburan. Itu artinya mereka akan semakin lama berada di luar kota.


"Apa lagi? Nanti gue transfer. Lo tinggal beli lagi," ujar Keanu.


"Bukan itu! Bisa gak kalau baby Kanza ditinggal aja?"


Mendengar pernyataan Alan, bola mata Keanu membulat dengan lebar. "Lo gak lagi sakit kan, Lan? Kanza itu anak gue, masa iya gue mau liburan keluarga jadi harus dibawa. Jangan sampai emaknya denger pertanyaan lo, ya! Bisa-bisa lo di sate!"

__ADS_1


Alan hanya bisa menatap mobil Keanu meninggalkan pekarangan rumah. Rasanya benar-benar sangat sedih saat tak akan ada yang merusuhi dirinya lagi.


"Tiap malam gue yang jagain, tapi gue gak punya hak apa-apa, sungguh menyedihkan!" gerutu dengan kesal.


Baru saja melangkah masuk, suara deheman kembali terdengar di telinganya. Suara siapa lagi jika buka suara kakeknya.


"Sepertinya nasib baik tak pernah berpihak padamu, Lan! Haruskah nanti malam kamu mandi kembang tujuh rupa agar tidak selalu sial?" celoteh Kakeknya yang baru saja melihat Alan berjalan melewatinya.


Sejenak Alan berpikir untuk membenarkan ucapan Kakeknya. Siapa tahu dengan mandi kembang tujuh rupa di malam tahun baru bisa membuang semua kesialan yang dialami oleh dirinya dan membukakan nasib baiknya. Dengan begitu Alan bisa mempunyai kebahagiaan yang hakiki.


"Sepertinya ide Kakek tidaklah buruk. Kakek siapkan aja semua keperluannya nanti malam tempat pukul dua belas malam, Alan mau mandi kembang untuk membuang semua kesialan yang ada di dalam diri Alan," ujar Alan yang kemudian berlalu meninggalkan kakeknya.


Melihat Alan berlalu, sang Kakek langsung menautkan kedua alisnya. "Apakah bocah itu benar-benar sudah gila sehingga ingin menuruti ucapanku yang asal-asalan? Aku hanya bercanda, Alan sialan!" teriak kakek Wijaya.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...

__ADS_1


Gak tau mau bersambung atau mau tamat πŸ˜” menurut kalian gimana???


__ADS_2