Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 62 | Orang Ketiga


__ADS_3

Berhubung sedang tidak mood, Mouza memutuskan untuk cuci mata ke Mall sendirian, karena hari ini Keanu sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak bisa menemani untuk cuci mata.


Seperti biasa, Mouza hanya akan keluar masuk toko untuk melihat-lihat barang tanpa ingin membelinya. Bukan tidak punya uang, tetapi Mouza memang tidak suka belanja karena harganya yang dianggap tidak wajar.


"Heran, toko sebesar ini gak ada satupun yang ngeluarin diskon, gimana mau laris manis? Mending beli di pasar loak, masih bagus harga juga miring," gerutu Mouza yang kini meninggalkan toko kelima. Beruntung saja saat ini ia sedang jalan sendiri sehingga bebas ingin melangkah ke mana saja.


"Untung aja Bang Ke gak ikut, jadi gue bisa bebas cuci mata. Tapi dari tadi kok gak ada yang bening ya? Pada burem semua wajahnya, apa karena belum gajian ya." Mouza tertawa dalam hati sambil meneruskan langkahnya.


Karena matanya sedang berkeliaran, tak heran jika ia mampu menangkap penampakan yang jauh matanya. Mouza sendiri tidak yakin dengan apa yang ia lihat. Karena merasa penasaran, akhirnya Mouza memutuskan untuk memantau penampakannya.


"Gue harus bisa pastikan kalau gue gak salah lihat. Kurang ajar, jadi selama ini gue di kibulin!" geram Mouza.


Mouza berusaha untuk melangkah lebih cepat agar tak kehilangan jejak dari apa yang ia lihatnya.


"Pantes aja bocah sialan itu gak mau nganterin gue pulang, ternyata dia lagi jalan sama ondel-ondel. Gila tuh anak, bisa-bisa naffsu sama model begituan!" gerutu Mouza.


Namun, karena matanya terus fokus pada sesuatu yang jauh membuatnya tak memperhatikan jalan sehingga ia menabrak pengunjung yang ada di depannya.


"Eh, maaf Mbak, Mas," ucap Mouza yang benar-benar tidak sengaja menabrak mereka.


"Makanya kalau jalan pakai mata, Dek! Jangan jelalatan!" tegur wanita yang ditabrak oleh Mouza.


"Iya, maaf. Gak udah sewot gitu, nanti luntur cantiknya malah ditinggal sama pacarnya," kata Mouza dengan nada mengejek.


Saat ingin diladeni, ternyata pria yang ada di sampingnya melarangnya. "Udah gak usah kamu dengerin bocil yang kurang kerjaan."


Saat dikatakan bocil, ingin sekali Mouza melemparkan wajah pria itu menggunakan sepatunya, tetapi Mouza masih berpikir dua kali lipat karena sadar sedang berada dimana.

__ADS_1


"Tuh, kan ... gue jadi kehilangan jejak bocah sialan itu!" gerutu Mouza saat tak menemukan bayangan Alan.


"Bilangnya mau nongkrong sama temennya, gak tahunya mau nangkring. Dasar Alan memang sialan!"


Karena telah kehilangan jejak Alan, akhirnya Mouza memutuskan untuk mendinginkan pikirannya di sebuah cafe mini yang ada di dalam mall. Cafe itu sudah menjadi tempat favorite Mouza sejak dulu kala. Selain tempatnya yang nyaman, cafe itu memang menjadi langganan anak muda singgah, terlebih parah mahasiswa.


Baru saja Mouza menarik kursinya, matanya telah disuguhi pemandangan yang luar biasa tepat dihadapannya. Bahkan ia sampai mengucek matanya untuk memastikan lebih jelas dengan penglihatan saat ini.


"Astaga ... drama apa lagi ini. Jangan sampai gue kasih stempel suami sialan ya!" lirih Mouza pelan.


Jika tadi ia melihat Alan jalan bersama dengan ondel-ondel, kini matanya kembali menangkap penampakan suaminya sedang duduk berdua dengan seorang wanita cantik. Bahkan terlihat jika suaminya sangat bahagia dan terus saja tersenyum pada wanita yang berada di sampingnya.


"Samperin gak ya?" tanya Mouza dengan hati bimbingan.


Dua bisikan yang tidak bisa disatukan yaitu antara bisikan malaikat dan bisikan setan. Jika malaikat mengatakan bahwa itu hanyalah seorang klien-nya saja, tetapi tidak dengan setan. Ia mengkomporip ikiran Moza yang mengatakan itu adalah selingkuhan Keanu.


"Gue jadi kepo. Mereka ngomongin apa ya, kok Bang Ke gak bisa mingkem kayak gitu!" Akhirnya jebol juga pertahanan Mouza. Ia nekat untuk menghampiri meja Keanu yang sedang bersama dengan wanita lain.


Namun, siapa yang menyangka jika ia akan menyenggol seorang waitres yang menyebabkan minuman itu tumpah mengenai rok wanita yang duduk di samping Keanu


"Ups, sorry, " ujar Mouza.


Keanu hanya menautkan dua alasnya ketika melihat Mouza ada di hadapannya.


"Kamu ngapain disini, Za?" tanya Keanu heran.


"Abang sendiri ngapain di sini? Lagi rapat penting ya?"

__ADS_1


Keanu menelan kasar salivanya, tanpa bisa membalas pernyataan Mouza.


"Dia siapa sih, Ke? Lihat ini rok aku jadi basah. Aku ke toilet dulu ya!" kata wanita itu.


"Oke," jawab Keanu.


Setelah memastikan wanita itu tak terlihat, Mouza segera duduk di kursi wanita tadi dan menetap Keanu dengan tajam.


"Kenapa mendadak wajah Bang Ke kaku seperti itu? Coba tebar senyum kayak tadi. Anggap aja aku wanita tadi!" pinta Mouza dengan rasa dongkol.


"Kamu jangan salah paham, Za! Dia teman lama aku!" ujar Keanu.


"Temen lama atau calon istri kedua?"


"Aku serius, Za. Saat ini perusahaan sedang ingin bekerja sama dengan perusahaan milik bapaknya dia, jadi aku harus bisa mengambil hatinya untuk bisa mendapatkan kontrak kerjasama. Please percaya sama aku ya."


"Cihh, modus! Aku dah kebal sama modus para pria yang suka jelalatan!"


Kali ini Keanu tak bisa berbuat apa-apa. Diantara dua pilihan yang berat. Antara kerjasama atau tiang rumah tangganya. Dua-duanya bisa hancur jika Keanu salah langkah. Satu sisi dia tak ingin membuat Mouza bersedih akan sikapnya, tetapi ia juga harus bisa mendapatkan kontrak kerjasama sama dengan perusahaan yang sedang naik puncak.


"Za, please percaya sama aku ya! Aku hanya ingin meyakinkan Cia agar mau menandatangani kontrak kerja, setelah itu aku akan jauh-jauh darinya," ucap Keanu yang berusaha untuk meyakinkan hati Mouza. Namun, sayangnya Mouza masih bersikukuh dengan pandangannya yang mengatakan jika saat ini suaminya sedang mencari mangsa.


"Baiklah aku akan percaya dengan ucapan Bang Ke, dengan syarat aku akan duduk disini dan aku akan menjadi orang ketiga dalam pertemuan kalian, bagaimana?" tawar Mouza.


Keanu hanya mede.sah kasar. "Tidak masalah, selama kamu gak aneh-aneh!"


.

__ADS_1


.


__ADS_2