Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 52 | Yang Tertinggal


__ADS_3

"Dia bukan tunangan Abang kan?"


"Kamu kalau ngelawak lucu juga ya? Dari mana dia tunanganku sementara aku sudah menikah denganmu," kata Keanu yang bisa didengar jelas oleh ketiga mahasiswi yang ada di depannya.


Ketiga wanita itu terbelalak lebar saat mendengar kata yang terucap dari Keanu yang mengatakan bahwa dia telah menikah dengan Mouza.


"Oh, baiklah suamiku, mari kita pulang," kata Mouza yang masih bergelayutan manja di tangan Keanu. "Eh, tunggu dulu."


Mouza melupakan sesuatu. Sebenarnya ia ingin memperkenalkan Keanu kepada salah seorang mahasiswi yang mengatakan jika dia adalah tunangan Keanu.


"Bang, aku lupa mau kenalin Abang sama teman aku yang nge-fans berat sama Abang sampai-sampai dia mengaku sebagai kenangan Abang."


"Oh iya? Siapa dia?"


Mouza langsung menunjuk Iren yang berdiri tepat di hadapannya.


"Iren, kenalin ini adalah Abangnya Alan sekaligus suami gue," kata Mouza dengan bangga.


Iren hanya terdiam seribu bahasa. Ia tak bisa menyembunyikan wajahnya di hadapan Mouza yang sempat ia rendahkan. Tanpa pikir panjang Iren memilih pergi karena tak kuat menahan rasa malu, terutama kepada Mouza. Dua teman Iren juga berlalu tanpa kata. Mereka mengejar Iren yang telah berlari.


Mouza tersenyum bangga saat dirinya telah menunjukkan wajah Keanu pada Iren. Bahkan perbincangan Mouza juga bisa didengar oleh para mahasiswi yang masih berkumpul di tempat itu. Mereka tidak mengira jika Mouza sudah menikah dan suaminya adalah Keanu, cucu dari pemilik kampus ini. Tak sedikit dari mereka yang turut bahagia atas pernikahan Mouza dengan Keanu, tetapi tak sedikit juga yang mencibir atas pernikahan keduanya yang menganggap Mouza tak pantas untuk Keanu.


Setelah menghebohkan warga kampus, akhirnya Keanu berhasil membawa Mouza keluar. Dengan helaan napas panjang, Keanu menatap Mouza yang terlihat sangat lelah.


"Apakah ada masalah di kampus?" tanya Keanu tiba-tiba.


"Masalah kayak gitu udah biasa, Bang. Tapi aku gak tahu bakalan muncul masalah apa lagi nanti setelah mereka tahu kalau aku udah nikah sama Abang. Mereka akan mengira jika aku hanyalah wanita murahan yang gak pantas untuk menikah sama Abang," keluh Mouza.


Keanu menggenggam tangan Mouza untuk memberikan kekuatan padanya. "Gak usah dengerin apa kata orang. Kalau mereka berani berbuat macam-macam dengan menyakiti fisikmu segera kasih tahu, agar aku bisa menindaklanjutinya. Orang seperti itu harus harus diberi pelajaran biar nggak kebiasaan."


Tak salah jika Mouza mengajak Keanu menikah, meskipun ia memiliki catatan kelam di masa lalu. Toh saat ini ia sudah berubah dan meninggalkan satu persatu kebiasaan buruknya. Bahkan setelah menikah, ia tak pernah melihat Keanu berkumpul lagi bersama teman-temannya untuk melakukan pesta minuman keras seperti awal-awal Mouza mengenalnya.


Mobil pun segera melesat meninggalkan kampus untuk menuju ke perusahaan, karena Keanu ingin melakukan lunch bersama Mouza di kantor. Di tengah jalan banyak godaan yang membuat imannya tergoda. Lagi-lagi Keanu tak bisa mengontrol keinginan untuk tidak membeli apa yang ia inginkan.


"Mulai deh rakusnya," ujar Mouza saat Keanu sudah turun untuk membeli rujak dan es kelapa muda. Dengan cepat Mouza mengelus perutnya dan berkata, "Kamu kalau udah lahir jangan seperti Daddy kamu ya, Nak. Gak boleh rakus."


Tak berapa lama Keanu pun masuk kedalam mobil dengan berbagai macam jenis makanan. "Pegang dulu, Za. Aku mau ambil yang lainnya dulu," kata Keanu sambil menyerahkan beberapa plastik ke tangan Mouza.

__ADS_1


"Astaga, Bang Ke," keluh Mouza saat Keanu masih akan mengambil makanan yang lainnya.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Sesampainya di kantor, Keanu segera mengajak Mouza untuk ke ruangan. Karena Keanu sedikit kesulitan untuk membawa makanan yang sempat ia borong, akhirnya Mouza membantu untuk membawakannya. Namun, saat hendak masuk ke dalam lift, ponsel Keanu berdering. Sebelum mengangkat panggilan itu, Keanu menyuruh Mouza untuk masuk lebih dahulu kedalam lift. Dengan patuh, Mouza pun langsung masuk duluan dan menunggu Keanu yang sedang menerima teleponnya.


Disaat itu juga, datanglah seorang wanita menarik tangan Mouza untuk keluar dari lift.


"Kamu anak yang kemarin ya? Bandel banget sih dibilangin! Ini tuh lift khusus para petinggi perusahaan. Lift untuk para karyawan biasa itu ada disebelah. Jangan bandal-bandal, nanti kena sanksi!" ujar seseorang wanita yang sama seperti wanita yang kemarin melarang Mouza untuk naik ke dalam lift tersebut.


"Ayo sini? Kamu anak magang ya?"


Mouza tak banyak kata ataupun memprotes ucapan Rosalinda saat tangannya ditarik paksa untuk meninggalkan lift khusus para petinggi perusahaan.


"Aku bukan anak magang. Aku kesini lagi nemenin suami aku," kata Mouza dengan santai.


"Oh, pantas aku nggak pernah lihat kamu di sini ternyata hanya suami kamu yang kerja di sini. Memangnya suami kamu bagian apa kenapa kamu berani untuk memakai lift khusus itu?" tanya Rosalinda.


"Suami akuβ€”"


Saat itu juga Rosalinda hanya bisa tertegun saat pimpinan barunya itu menyuruh Mouza untuk masuk ke dalam lift khusus para petinggi perusahaan. Apakah Mouza adalah saudara pimpinan baru mereka? Jika iya, maka dirinya harus segera meminta maaf kepada Mouza karena telah salah menilainya.


"Kalau Mouza adalah saudara pemilik perusahaan ini, lalu siapa suaminya yang bekerja di sini? Aku tak pernah mendengar jika ada saudara pemilik perusahaan yang bekerja di sini. Ah, sudahlah abaikan saja. Nanti aku akan meminta maaf kepada Mouza," kata Rosalinda yang masuk ke dalam lift.


Saat ini kedatangan Keanu sudah sangat ditunggu oleh beberapa orang untuk melangsungkan rapat. Mereka dengan sabar menunggu pimpinan baru mereka kurang lebih 1 jam lamanya. Entah apa yang dilakukan di luar sana sehingga Keanu melupakan jadwal rapatnya. Bahkan Reno juga sudah mengirimkan pesan tetapi, tak mendapatkan balasan dari Keanu.


"Za, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana, aku akan rapat sebentar!" pesan Keanu sebelum meninggalkan ruangannya.


"Iya," Kata Mouza dengan anggun kepala.


Baru saja Mouza ingin duduk di sofa tiba-tiba pintu dibuka dan menampilkan sosok Keanu.


"Ada apa, Bang?" tanya Mouza heran.


"Ada yang tertinggal," ucapnya.


Langkah Keanu semakin mendekat kearahnya, membuat Mouza tahu apa yang sedang tertinggal. Mouza tahu jika pria mesuum itu sedang meminta sebuah ciu.man darinya. Dengan cepat Mouza segera menge.cup bibir Keanu dengan singkat.

__ADS_1


"Itu kan yang tertinggal?" tanya Mouza dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Keanu langsung menautkan kedua alisnya. "Pede sekali kamu, Za? Aku ke sini hanya ingin mengambil makananku yang ketinggal bukan, minta ciu.man kamu," kata Keanu hendak tertawa.


"What ... jadi Bang Ke lebih sayang sama makanan ini ketimbang sama aku?" tanya Mouza yang merasa tak percaya.


"Ngomong apa, sih? Jelas aku lebih sayang kamu, lah. Tapi untuk saat ini aku sedang membutuhkan makanan ini daripada kamu. Kalau kamu enaknya dimakan pas malam hari. Udah ya, aku pergi dulu. Ingat pesanku, jangan kemana-mana!"


Sepeninggal Keanu, Mouza melemparkan sebuah bantal sofa ke sembarang arah dengan perasaan kesal. Bagaimana bisa Keanu lebih memilih makanannya ketimbang dirinya.


"Ini gak adil, masa gue kalah sama makan itu? Gak bener ini!" gerutu Mouza.


.


.


Hampir 1 jam Mouza menunggu Keanu rapat. Sesuai dengan pesannya, Mouza tak pergi kemana-mana. Ia hanya duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Memang terasa sangat jenuh dan membosankan, tetapi Mouza mencoba untuk menepisnya perasaannya sambil berselancar ke sebuah aplikasi yang sedang viral. Banyak video-video yang membuat dirinya tertawa seorang diri, tetapi ada juga yang membuatnya sampai menitihkan air mata karena sedih.


Namun, tiba-tiba matanya terfokus pada salah satu video yang tak sengaja ia scroll. Dimana sebuah berita yang menayangkan seorang wanita terbebas dari jerat hukum karena tak ada bukti kuat yang mengarah padanya. Bahkan dari mulut wanita itu menyebutkan jika yang seharusnya ditangkap itu adalah muci.kari asli berinisial KW dan seorang Pria.


Jantung Mouza seperti hendak meloncat dengan berita yang sedang viral itu. Ia yakin jika wanita itu adalah madam Re, induknya para muci.kari. Dan saat ini Madam Re sedang mengintai suaminya.


"Kenapa wanita itu harus bebas, sih? Gue gak akan biarkan Bang Ke sampai ditangkap polisi. Dia udah insaf dan udah gak menjadi muci.kari lagi. Gue harus cari cara bagaimana melindungi Bang Ke," ujar Mouza dengan tangan yang bergemetar.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Jangan lupa, jejaknya ya. Aku πŸ’‹ nanti kalau gak ninggalin jejak 🀣


Halo-halo, seperti biasa selagi menunggu novel ini update kembali, mampir dulu yuk ke novel teman aku judulnya DIPERSUNTING TUAN BARUN


__ADS_1


__ADS_2