
Kabar tentang kehamilan Mouza telah Keanu sampaikan kepada sang kakek. Betapa bahagianya pria itu saat mengetahui cucu menantunya sedang mengandung benih dari Keanu. Selama ini tak pernah terpikirkan jika Keanu bisa berubah dalam waktu singkat, semua ini berkat bantuan Mouza. Mungkin saja apa yang terjadi kepada Alan saat itu adalah campur tangan Tuhan agar Mouza bisa menuntun Keanu ke jalan yang terang.
"Akhirnya benihmu tertampung juga. Kedepannya, awas saja jika masih suka membuangnya dimana-mana. Jika sampai itu terjadi Kakek akan memberikan Mouza kepada Alan, karena saat ini jodoh Alan ada di tangan kakek," jelas kakek Wijaya.
"Memangnya Alan mau barang bekas?" tanya Keanu nyleneh.
"Pasti mau! Tidak mungkin Alan menolaknya, karena Mouza itu adalah cinta pertamanya, tapi malah kamu yang menikahi pacarnya."
"Siapa suruh udah punya pacar masih mau menggoyang pacar orang, terlebih pacar kakaknya sendiri," celetuk Keanu dengan santai.
Saat itu juga Alan yang berada dalam satu meja segera memberikan pembelaan jika dirinya dipaksa oleh mantan Keanu untuk melakukan hubungan terlarang. Karena iman Alan tidak kuat, akhirnya ia terbuai dalam bujukan Mili.
"Bukan Alan yang menggoyang Kek, tapi ceweknya aja yang kegatalan minta digoyang," sanggah Alan.
Sebenarnya Mouza tidak ingin mengingat kembali apa yang telah terjadi siang itu. Entah mengapa lukanya kembali berdenyut ketika mengingat suara lucnut keduanya. Satu hal yang disesalkan oleh Mouza, mengapa saat itu Alan tidak menolaknya, dan malah mengkhianati cintanya.
"Bang, aku dengan kamar ya. Kepalaku pusing," kilah Mouza yang enggan untuk mendengarkan gelas balik tentang Alan yang sedang bercumbu dengan Mili.
Saat itu juga semua mata menatap kepergian Mouza. Alan paham akan perasaan mantan kekasihnya yang enggan untuk mendengar kebodohannya saat terbuai akan rayuan Mili.
"Malah bengong, kejar sana!" perintah kakeknya.
Keanu pun akhirnya menyusul Mouza ke kamar. Dilihatnya saat ini sang istri telah memberikan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu beneran pusing, Za?" tanya Keanu yang langsung menghampiri Mouza.
"Sedikit, Bang. Mungkin karena kelelahan aja," kilah Mouza.
"Ya udah kamu istirahat aja. Kalau butuh sesuatu langsung katakan, aku akan siap siaga untukmu," ujar Keanu.
Mouza hanya menyunggingkan senyum saat Keanu memberikan perhatian lebih kepada dirinya. Berharap jika hari esok tidak akan ada Keanu yang manja dan rakus.
"Iya, Bang. Aku tidur duluan ya."
Setelah memastikan jika Mouza sudah terlelap, kini saatnya Keanu mulai menyelesaikan pekerjaannya untuk mengecek kembali file yang telah dikirimkan Reno kepada dirinya. Seharusnya ia tak perlu untuk lembur seperti ini jika calon anaknya tak mengerjai dirinya. Bagaimana bisa Mouza yang hamil, tetapi dirinya yang harus menanggung nyidamnya.
Dua jam Keanu baru menyelesaikan pekerjaannya. Setelah menutup laptopnya ia pun segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Saat melihat pada jarum dinding, ternyata sudah pukul 11 malam. Namun, mengapa tiba-tiba ia sangat menginginkan makan bebek panggang yang di tempat biasanya ia membeli pecel lele.
__ADS_1
Ingin menepis keinginannya dan memilih untuk tidur, tetapi semakin lama perasaannya semakin gelisah. Bahkan bayangan bebek panggang itu terus saja berputar di dalam kepalanya.
"Astaga ... ada apa ini?" pikirannya yang segera bangkit dari tidurnya.
"Jam segini apakah masih buka?" Keanu bergumam sambil melihat kearah Mouza. Matanya fokus pada perut Mouza yang masih terlihat datar. Tangannya pun terulur untuk mengelus perut itu.
"Hai anak Daddy, apakah ini cara kamu untuk menghukum Daddy?" tanya Keanu pelan.
Saat melihat wajah Mouza, Keanu tidak tega untuk membangunkannya. Mungkin pergi sendiri mencari keinginannya lebih baik daripada harus membawa Mouza yang pasti akan terkena angin malam.
"Ya, aku harus pergi sendiri." Keanu memantapkan niatnya.
Dengan pelan ia segera mengambil kunci motor dan juga jaketnya. Sesampainya di luar ia berpapasan dengan Alan yang baru saja pulang.
"Mau kemana lo?" tanya Alan mengernyit. "Istri lagi hamil tapi tengah malam ngeluyur. Emang kurang jatahnya?"
"Gak usah sotoy deh, lo!" Saat itu juga Keanu memilih berlalu tanpa ingin memperdulikan ucapan Alan.
"Bisa-bisanya Mouza luluh dengan bujuk dan rayuan pria bang sat seperti Bang Ke," gerutu Alan setelah Keanu benar-benar meninggalkan halaman rumah. Alan pun tak perduli, ia langsung masuk ke dalam rumah. Untuk apa memikirkan lebih jauh tentang hubungan Keanu dan juga Mouza, sementara keduanya tak pernah bisa menghargai dirinya.
Saat ini naik ke menaiki tangga, tubuhnya membeku saat melihat Mouza yang berjalan turun. Pakaian tidur yang pendek serta rambut yang terurai membuat jantung Alan mulai berdebar sangat kencang.
Alan hanya menelan kasar ludahnya. Apa yang akan ia katakan kepada Mouza jika suaminya sudah pergi, entah ke mana.
"Lan, lo denger gak sih?!" ulang Mouza dengan ketus.
"Gue gak tahu dan gak mau tahu dia pergi kemana. Kalaupun gak ada di kamar pasti lagi nyari kamar lain untuk main ular-ularan. Kayak gak tau aja bagaimana sifat dan kelakuannya," kata Alan sinis.
Mouza tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alan. Meskipun Keanu pernah tersesat di dalam kegelapan malam, tetapi ia yakin jika saat ini Keanu tidak akan melakukan hal itu lagi.
"Bisa gak sih lo gak usah ungkit masa lalu. Semua orang punya masa lalu, baik ataupun buruk. Aku yakin saat ini Bang Ke gak seperti itu!" bantah Mouza.
Alan mengernyit. Ia tertarik untuk menjawab apa yang diucapkan oleh Mouza. Perlahan ia turun untuk mendekat ke arah mantan kekasihnya itu.
"Lo bilang apa, Za? Semua orang punya masa lalu baik ataupun buruk dan mereka berhak untuk berubah, bukan? Jika memang seperti itu kenapa lo gak kasih kesempatan buat gue berubah? Dan malah nikah sama kakak gue, Za. Kenapa?!" tanya Alan dengan sorot mata tajamnya. "Gue cuma melakukan satu kesalahan, tetapi lu mau benci gue seumur hidup lo, sedangkan kesalahan yang telah dibuat Bang Ke itu jauh lebih banyak. Bahkan sudah tak terhitung lagi berapa banyak wanita yang ia tiduri setiap malamnya. Dan lo masih bisa memaafkannya dengan mudah. Itu semua nggak adil buat gue, Za!" bentak Alan.
Ini adalah kali kedua Alan membentak Mouza. sebenarnya ia tidak ingin mengulangi kesalahannya lagi, tetapi Mouza memancing untuk mengeluarkan emosinya. saat menyadari apa yang telah ia lakukan kepada Mouza, Alan meminta maaf dan memilih meninggalkan Mouza dalam kesendiriannya.
__ADS_1
Seorang diri Mouza duduk di sebuah sofa. ia tidak tahu ke mana suaminya pergi. Hanya air mata yang ia keluarkan untuk mewakili perasaannya saat ini, padahal selama ini ia bukanlah orang yang cengeng.
"Bang Ke ke mana sih? Apakah dia mencari wanita? Bang Ke keterlaluan," kata Mouza yang sudah sesenggukan.
Tak berapa lama Mouza mendengar suara motor Keanu masuk ke dalam garasi. Ia pun bersiap untuk menyambut suaminya.
Keanu terkejut sangat luar biasa ketika melihat Mouza membukakan pintu untuk dirinya. Dengan alis yang menaut, Keanu langsung bertanya kepada Mouza mengapa dirinya ada disini.
"Kamu ngapain disini, Za?"
Mouza hanya diam dan terlalu meninggalkan Keanu.
"Za, kamu nggak lagi tidur kan?" Keanu menahan tangan Mouza.
"Lepasin!" datar Mouza.
Keanu mende.sah pelan. Mungkinkah Mouza terbangun dan sedang mencari dirinya?
"Jangan ngambek dong, Za. Oke aku salah karena aku pergi nggak pamitan sama kamu. Tapi kamu tahu nggak aku perginya ke mana? Ini!" Keanu langsung menunjukkan plastik yang berada di tangannya ke depan Mouza.
"Sepertinya para kecebong itu sedang mengerjai bapaknya. Kamu tahu nggak tengah malam, aku dipaksa nyari bebek panggang. Beruntung saja di tempat biasa masih buka, kalau gak ada aku mau nyari ke mana? Bisa-bisa nanti pas kecebong itu lahir mereka pada ileran. Kamu mau punya anak ileran?" lanjut Keanu lagi.
Mouza yang mendengar penjelasan Keanu menahan agar dua garis bibirnya tidak terangkat, tetapi tidak bisa. Mouza tersenyum sambil mengucapkan kata maaf karena telah berprasangka buruk padanya.
.
.
.
...π₯π₯π₯...
...BERSAMBUNG...
SAMBIL MENUNGGU NOVEL INI UPDATE KEMBALI BACA JUGA NOVEL TEMEN AKU YANG JUDULNYA
Between Qatar and Jogja, mampir ya
__ADS_1