
Suasana semakin tegang ketika Kakek Wijaya mengatakan pada seluruh karyawan untuk menyambut calon pengganti dirinya. Semua karyawan yang hadir merasa heran, mereka bertanya-tanya bukankah tadi calon penggantinya sudah memperkenalkan diri? Namun, mereka hanya bisa diam dalam seribu pertanyaan.
"Maaf sempat terjadi sedikit keributan. terhubung calon pengganti saya sudah tiba maka saya silahkan untuk memperkenalkan kepada semua karyawan, semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik," kata kakek Wijaya yang memberi syarat agar Keanu maju ke depan untuk memberikan kata sambutan.
Dengan langkah percaya diri maju ke tempat yang telah disediakan. Sebelum memulai berpidato ia bertahan untuk menetralkan suaranya terlebih dahulu.
Semua mata yang memandang merasa sangat terkejut ketika melihat pria yang sempat dihadang oleh Daniel adalah penerus yang sesungguhnya. Tak banyak dari mereka yang langsung membungkam mulutnya. tak Terkecuali dengan 2D, Daniel dan Doni.
Susah payah mereka menelan kasar salivanya, Keanu baru memperkenalkan dirinya sebagai penerus sang kakek. Keduanya tak bisa menutupi wajah mereka karena apa yang telah mereka lakukan kepada Keanu. Bukan hanya tadi tetapi semenjak mulai bekerja mereka sudah mengerjainya.
"Kenapa bapak tidak bilang jika pria itu adalah cucunya kakek Wijaya? Jika sudah seperti ini apa yang harus aku lakukan? Habislah nyawaku," bisik Doni pada Daniel.
"Kalau aku tahu dia adalah cucunya kakek Wijaya mana berani aku mau ngerjainnya. bukan hanya kamu saya akan mati, Don! tapi aku juga akan musnah." Daniel membalas bisikan Doni.
Keduanya sama-sama merasakan keringat panas dingin, meskipun berada di dalam ruangan ber-ac. Mereka merasa nyawa mereka sudah berada di ujung tanduk.
Sementara itu Keanu meminta agar semua karyawan mengenali wajahnya dan wajah istrinya agar tak di anggap sebagai penyusup yang masuk ke perusahaan.
Matanya fokus pada dua orang yang duduk tepat di depannya.
"Baiklah, sepertinya itu saja yang saya sampaikan. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Akhirnya Keanu menutup pidatonya. Semua orang bertepuk tangan atas peresmian Keanu sebagai pimpinan mereka.
Setelah acara selesai Keanu diajak menuju ke ruangan khusus untuknya. Tak lupa ia tetap menggandeng tangan istrinya yang terlihat sudah kesusahan untuk berjalan.
"Masih jauh?" tanya Keanu pada Reno.
"Ruangan anda ada di lantai 30," ujar Reno.
"What? Kenapa jauh sekali?" protes Keanu. "Aku tidak mau ruanganku terlalu jauh. Sepertinya kamu harus mengganti ruanganku! cukup di lantai dua atau tiga saja!"
"Tapi konsepnya emang seperti itu, Tuan! saat ini anda adalah seorang pimpinan. Mana mungkin seorang pemimpin ruangannya ada di lantai bawah," kata Reno.
"Aku tidak peduli. Aku hanya ingin nyaman dalam bekerja. Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana ketika istriku nanti hamil? dia akan karatan di dalam lift untuk mencapai lantai 30."
__ADS_1
Reno hanya mendengus pelan. Seperti biasa berdebat dengan Keanu tidak akan ada habisnya. "Baiklah besok akan saya atur, tetapi untuk saat ini saya akan mengantarkan Anda ke lantai 30."
Sesampainya di ruang pemimpin, Mouza langsung menjatuhkan dirinya di sebuah sofa karena kakinya yang terasa perih. Katakan saja Mouza kampungan yang tak bisa memakai high heels.
"Ren, bisakah panggilan office boy untuk mengantarkan air hangat sekali kecil. Aku ingin mengompres kaki Mouza yang lecet. Aku tidak tahu bagaimana kelak aku akan menghadiri undangan rekan kerja, tetapi istriku tidak bisa menggunakan high heels seperti ini. Apakah aku mengajak wanita lain saja ya?" Mata Keanu melirik kearah Mouza yang sudah memasang akses cemberut serta bibir yang sudah bangun.
"Baik, saya akan panggilkan untuk datang ke sini. Kalau begitu saya permisi karena masih ada pekerjaan lainnya. Jika Tuan Ke membutuhkan sesuatu segera hubungi saya," pamit Reno.
Setelah kebersihan Reno hanya ada dua orang yang saling membisu. Sebenarnya Keanu hanya ingin bercanda saja, mana mungkin dia akan membawa wanita lain, kapan saat ini untuk memikirkan wanita lain saja ia sudah tidak mampu karena pikirannya sudah dipenuhi oleh bayangan Mouza.
Dengan pelan Keanu membuka high heels yang dikenakan oleh Mouza. "Aduh, sakit Bang!" teriak Mouza.
"Gini aja teriak kesakitan. Coba kalau—" Garis bibir Keanu terangkat.
"Mulai mesumnya," cibir Mouza.
Keanu tertawa pelan. "Tapi kamu suka kan?"
"Udah, jangan ngambek. Nanti malam aku pijitin," bujuk Keanu saat wajah Mouza kian ditekuk.
🥕🥕🥕
Untuk hari pertama menjabat sebagai pimpinan perusahaan, Keanu masih mendekam di dalam ruangannya. Ia belum sempat berkeliling karena kaki sang Nyonya sedang sakit.
"Bang, Abang nggak mau kasih hadiah itu sama dua orang tadi? Aku udah catat nama mereka loh, kali aja Abang nggak tahu namanya," kata Mouza setelah suasana hatinya membaik.
Keanu terdiam untuk sesaat. Ia pun mengingat kembali dua hari yang lalu saat dua orang itu mengerjainya habis-habisan, saat dirinya masih menjadi karyawan biasa.
"Kasih hadiah apa enaknya ya, iPhone atau mobil jazz?"
Mouza mendengus kesal. Saat ingin diajak berbicara serius, Keanu malah bercanda. Sebenarnya Mouza tidak menyukai dua orang pria yang sangat arogan tadi. Tidak tahu kebenarannya tetapi mulutnya sudah berkoar-koar, bahkan sampai saat ini belum ada batang hidungnya dua orang itu untuk memberikan etika baiknya. Setidaknya mengeluarkan kata maaf.
"Nggak sekalian kasih aja warisan dari kakek?" Mouza menimpali.
__ADS_1
"Ya udah, kamu maunya apa? Pecat mereka?"
"Pengennya sih seperti itu Bang, biar kapok mereka. Tapi, kita gak tahu apakah mereka sedang berjuang untuk keluarganya? Kalau saran aku sih mending nggak usah dipecat tapi turunkan saja coba dan mereka sebagai karyawan biasa, agar mereka tidak semena-mena kepada karyawan lainnya. Aku yakin ini bukan hal pertama untuk mereka."
Keanu mengangguk pelan. Memang ada benarnya ucapan Mouza, terlebih Keanu juga masih ingin menguak tikus yang bersembunyi di lorong-lorong perusahaan. Tidak mungkin kedua orang itu tidak tahu akan tikus-tikus yang berkeliaran.
"Kamu pinter banget sih, Za. Makin gemes deh," ujar Keanu. "Za, dari sini kita bisa liat dunia bawah sana, lho. Gimana kalau kita—" Alis Keanu menaut.
"Mulai!" kata Mouza dengan gelengan kepala.
"Bentar aja kok, Za!" rengek Keanu.
"Ogah! Mending Bang Ke pesan makanan, aku lapar!"
"Tapi abis itu boleh kan?"
Lagi-lagi Mouza hanya mendengus kasar. Anggukan kepala pun akhirnya menjadi jawaban iya. Dengan senang hati Keanu segera memesan makanan yang diinginkan oleh istrinya sebelum mereka kembali me.meras keringat.
.
.
.
...🥕🥕🥕...
...BERSAMBUNG...
Selamat atas jabatan barunya untuk Bang Ke. Nanti othor kasih hadiah untuk Bang Ke tersayang.
Selagi nungguin hadiah untuk Bang Ke, mampir dulu yuk ke novel temen aku BELENGGU HASRAT TUAN MUDA, mampir ya
__ADS_1