Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 44 | Pertengkaran


__ADS_3

Sesampainya di rumah Mouza segera meletakkan semua pesanan Keanu di atas meja makan. Dengan langkah lelah ia segera masuk ke dalam kamar untuk mencari keberadaan suaminya.


"Bang ... aku pulang," kata Mouza setelah membuka pintu.


Baru saja masuk, Mouza sudah harus membuang napas beratnya saat melihat keadaan kamar yang berserakkan dengan sampah Snack yang menghambur di lantai.


Matanya langsung tertuju pada Keanu yang duduk di sofa sambil menonton sebuah drama.


"Apa-apaan ini, Bang?" tanya Mouza berusaha untuk menahan rasa amarahnya.


"Kamu udah pulang? Pesananku mana?"


"Bang Ke, kamu belum gila kan?" tanya Mouza sambil mengecek suhu tubuh suaminya.


"Durhakim kamu nyumpahin suami gila. Mana pesananku?" ulang Keanu lagi.


"Pesanan Abang ada di atas meja," ucap Mouza datar.


Mouza kembali dibuat tercengang dengan kelakuan Keanu yang langsung bergegas menuju keluar tanpa ingin menciumnya terlebih dahulu. Padahal biasanya Keanu akan menghujani ciuman di wajahnya. Namun, kali ini ia terlihat sangat acuh. Mouza melihat jika itu bukanlah Keanu yang sebenarnya.


"Apakah jiwa Bang Ke tertukar, ya? Ini bukan Bang Ke yang asli," gumam Mouza sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa.


Wajah Keanu seperti bocah balita yang sedang mendapatkan hadiah. Ia sangat sumringah saat melihat pesanannya sudah berada di atas. Dengan cepat ia membuka bungkusan es buah.


"Oza pinter banget sih. Tau aja dia pesan yang jumbo, banyak lagi," kekeh Keanu saat melihat ada tidak cup es buah dengan ukuran jumbo.


Tanpa pikir panjang Keanu segera menyikatnya, hingga tanpa tersisa. Ia tidak peduli dengan dua cup yang tak tahu milik siapa, yang ia tahu hanya ingin mengikatnya hingga ludes.


Saat Mouza menghampiri Keanu, ia melotot lebar karena Keanu yang telah menghabiskan tiga cup es buah yang dibelinya. Padahal itu adalah jatah untuknya dan juga Alan.


"Bang ... kenapa dihabiskan?" tanya Mouza yang kecewa.


"Ini kan pesananku. Gak ada salahnya kan kalau aku habiskan?" sanggah Keanu.


Mouza menghentakkan kakinya untuk menghampiri Keanu.


"Iya Oza tahu itu pesanan Bang Ke. Tapi itu ada tiga lho, Bang! Satu buat Abang, satu buat Alan satu lagi buat Oza. Kenapa Bang Ke habiskan?!" Mouza hanya bisa mende.sah kasar.


"Besok beli lagi. Dah ah, aku mau makan dulu."

__ADS_1


Lagi-lagi Mouza harus membuang nafas kasarnya. Kali ini ia yakin jika suaminya sedang ketempelan jin sehingga dia terlihat sangat rakus. Mouza hanya memperhatikan bagaimana Keanu menyantap nasi padangnya hanya menggunakan tangan kosong tanpa sendok. Bahkan Mouza bergidik geli ketika Keanu menji.lati jarinya untuk menikmati sisa-sisa rasa yang tertinggal.


"Bang Ke udah gak makan berapa hari, sih?" celetuk Mouza yang merasa sangat heran.


"Kenapa?"


"Soalnya Bang Ke makan kayak gelandang yang sedang kelaparan," ujar Mouza.


"Gak tahu, Za. Dari tadi bawaannya lapar terus. Oh iya, nanti habis ini kita ke dokter ya!" kata Keanu yang tetap fokus pada makanannya.


"Periksa dulu, kali aja kecebong aku udah ada yang tumbuh."


Mouza mengernyit sambil memengagi perutnya yang masih datar. "Maksud Abang kita periksa kehamilan?" tanya Mouza memastikan.


"Iyalah ... masa tiap malam di goyang tapi gak netes-netes," ujar Keanu tanpa rasa berdosa.


"Mulai deh pikiran messummnya keluar," cibir Mouza dengan mengerucutkan bibirnya.


Tak berapa lama Alan pulang dan melewati meja makan untuk menuju kamarnya. Tiba-tiba saat itu Keanu menghentikan tangannya yang sudah hampir masuk ke dalam mulut. Mendadak saja perutnya terasa penuh dan kenyang hanya dengan melihat wajah Alan yang tak sengaja ia lihat.


"Kenapa, Bang?" tanya Mouza heran saat Keanu menyudahi makannya.


"Tiba-tiba kenyang saat melihat wajah bocah sialan itu," kata Keanu yang masih bisa didengar oleh Alan.


Mouza hanya bisa menatap punggung Alan yang perlahan mulai menjauh. Semua orang mempunyai masa lalu dan semua orang berhak untuk berubah, begitulah kata yang pernah ia ucapkan kepada Keanu. Mouza bisa membuat Keanu keluar dari lingkaran hitam dan memaafkan atas kisah masa lalunya, tetapi mengapa dengan Alan yang hanya satu kali berbuat kesalahan, terasa sangat berat untuk memaafkan mantan kekasihnya itu.


"Abang gak boleh bicara kayak gitu, kasihan dia, Bang," kata Mouza yang mendadak merasa iba kepada Alan.


"Kamu kok malah belain dia sih, Za? Kamu masih cinta sama bocah sialan itu?" Kening Keanu telah mengerut.


Begitu juga dengan Mouza yang langsung mengernyitkan keningnya saat mendengar tuduhan dari Keanu. Bagaimana bisa suaminya memiliki pemikiran yang tak pernah Mouza pikiran. Meskipun niat awal Mouza mengajak Keanu menikah hanya untuk membalas perbuatan Alan yang telah mengkhianatinya, tetapi tak terbesit dalam pikiran Mouza untuk kembali kepada mantannya itu.


"Bang Ke kok ngomongnya gitu sih?" tanya Mouza dengan mata yang berkaca-kaca.


"Habis kamu belain dia, sih!"


"Aku bukan belain Alan, Bang! Tapi aku rasa Abang udah keterlaluan. Apakah Alan terlihat menjijikan sehingga Bang Ke tak berselera untuk makan lagi?"


Keanu tidak habis pikir jika Mouza akan tetap akan membela Alan. "Za, aku tidak mengatakan jika aku merasa jijik kepada Alan. Aku hanya mengatakan jika aku kenyang saat melihat wajah Alan. Kamu harus bisa bedain dong, Za! Dah ah, makin gak selera mau makan." Keanu pun langsung meninggalkan Mouza.

__ADS_1


Kali ini untuk pertama kalinya Mouza menitihkan air mata untuk menangisi perlakuan Keanu padanya. Padahal selama ini Keanu yang dingin sudah mulai mencair, tetapi tidak untuk hari ini.


"Bang Ke sebenarnya kenapa sih?"


Keanu yang masih merasa kesal memilih untuk mengurung diri di kamar. Entah mengapa ia terlalu mengambil hati atas ucapan Mouza padanya. Seharusnya ia tak mengatakan yang seperti itu tadi, bisa saja Mouza akan bersedih dengan ucapannya yang tak terkontrol.


"Sebenarnya gue kenapa sih? Kayak punya dua kepribadian yang berbeda?" tanya Keanu yang merasa gelisah karena tak ada tanda-tanda Mouza untuk masuk ke dalam kamar.


Di teras, Mouza duduk termenung seorang diri. Ia berpikir mungkinkah ini yang dikatakan ujian dalam rumah tangga? Dimana akan diuji dengan hal kecil yang pada akhirnya akan membuat hubungan menjadi renggang dan tidak harmonis?


Selama ini Mouza tak pernah memikirkan terlalu jauh akan nasib pernikahannya dengan Keanu. Ia menikmati begitu saja, karena pada awalnya ia hanya ingin membalas rasa sakit hatinya kepada Alan. Namun, perlakuan Keanu yang hangat kepada dirinya mampu mengubah rencana awal. Ia benar-benar terbuai akan sosok Keanu yang selalu bisa membuatnya bahagia.


"Gue yakin jika saat ini jiwa Bang Ke sedang tertukar dengan jiwa orang lain. Gak mungkin Bang Ke akan langsung marah hanya karena hal sekecil itu. Bang Ke berubah setelah dia diangkat menjadi pimpinan perusahaan. Atau jangan-jangan di kantor Bang Ke telah mempunyai lirikan baru sehingga dia ingin mencampakkanku. Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Susah payah gue berusaha untuk meluruskan jalan Bang Ke dan kini akan ditikung orang? Kalau sampai itu memang benar, gue gak akan ridho!" Mouza hanya bisa berperang dalam pemikirannya sendiri. Siapa yang tidak curiga jika melihat tingkah laku suaminya berubah. Pasti ada sesuatu yang sedang disembunyikan. Akhirnya Mouza bangkit untuk mencari tahu mengapa suaminya berubah.


Baru saja Mouza ingin masuk kedalam, tubuhnya menumbur tubuh tegap yang hendak keluar. Siapa lagi jika bukan Keanu.


"Oza, kamu gak papa?" tanya Keanu yang sedikit khawatir dengan keadaan Mouza.


Ia baru teringat jika akan membawa Mouza untuk periksa ke dokter, memastikan apakah saat ini para kecebong yang telah ia semai sudah menetas.


"Aku gak papa, Bang. Bang Ke ngapain di tengah pintu?"


"Mau jagain kamu biar gak selingkuh sama mantanmu," ujar Keanu, tetapi sepertinya ada yang salah dengan ucapannya karena melihat jika mata Mouza telah berkaca-kaca.


"Aku kesini mau minta maaf udah ngomong kasar sama kamu, Za. Aku gak tahu kenapa aku bisa lepas kontrol, anggap aja aku lagi PMS," kata Keanu untuk menghibur Mouza.


Benar saja saat ini Mouza telah menarik dua garis bibirnya.


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


HALO HALO SELAMAT PAGI, BUTUH SUNTIKAN VITAMIN, KELUARKAN DONG SUARA KALIAN 😭

__ADS_1


SELAGI MENUNGGU NOVEL INI UPDATE KEMBALI MAMPIR DULU YUK KE NOVEL TEMAN AKU YANG JUDULNYA DADDY IS MY HUSBAND, MAMPIR YA



__ADS_2