Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 113 | Tidak Laku


__ADS_3

Tujuh Tahun Berlalu


Mentari yang kembali menyingsing membangunkan seorang bocah berusia tujuh tahun. Matanya mengerjap dengan pelan dan menoleh kesamping, dimana seorang pria dewasa masih terlelap dalam mimpinya. Ia tak peduli dengan suara alarm yang terus-menerus berbunyi, karena hari ini adalah hari libur. Ia ingin menikmati waktu liburannya dengan bangun siang. Namun, sepertinya itu hanya sebuah impian untuk seorang Alan.


"Dadd,get up!" kata bocah itu mencubit hidung Alan.


"Diam! Aku mau tidur! Jangan ganggu aku!" Alan menepis tangan mungil yang sedang memencet hidungnya.


"No Daddy! Daddy harus bangun karena aku ingin mengajak Daddy untuk jalan-jalan!" rengek Kenza yang terus memaksa Alan untuk bangun.


"Stop panggil aku Daddy! Aku bukan Daddymu!" protes Alan untuk kesekian kalinya.


Sudah berulang kali Alan menegaskan bahwa dia bukanlah bapaknya Kenza, tetapi bocah itu tak menggubris dan terus memanggil Alan dengan sebutan Daddy.


"No! Sampai kapanpun aku akan tetap memanggilmu Daddy. Oke, kalau tak mau bangun juga akan aku siram!" ancam Kenza yang bergerak untuk turun dari tempat tidurnya. Saat itu juga Alan langsung membuka mata dan seketika langsung terduduk untuk menatap Kenza yang hampir menginjakkan kakinya di lantai.


"Oke, aku bangun! Puas!" geram Alan.


Melihat Alan sudah terbangun, Kenza langsung tersenyum lebar dan langsung mendaratkan sebuah ciuman di pipi Alan.


"Sangat puas!" ucap Kenza.

__ADS_1


"Eza, bisa gak kalau kamu itu gak usah nyosor-nyosor orang sembarangan! Nanti kalau aku nikah, istriku dapat bekas bibirmu semua!" Alan sangat merasa kesal dengan Kenza yang kerap nyosor pipinya.


"Gak apa-apa. Aku kan anak Daddy! Masa iya anak gak boleh cium Daddy-nya!"


"Tapi kamu bukan anakku! Kamu anaknya Keanu. Bapak kamu Keanu!"


"Gak! Daddy aku tetap Daddy Alan!"


Dua orang yang berbeda usia, tetapi sama-sama keras kepala. Bukan hanya wajahnya saja yang mirip, tetapi sifat mereka pun sebelas dua belas.


Kenza yang sejak kecil sudah terbiasa dengan Alan membuatnya merasa nyaman dan tidak peduli dengan kedua orang tuanya yang saat ini sudah pindah ke rumah barunya. Bahkan Kenza tak peduli dengan ucapan Alan yang mengatakan jika dia bukanlah Daddy-nya. Namun, bagi Kenza, Alan adalah Daddy ke duanya.


Meskipun Alan selalu mengatakan jika Kenza bukanlah anaknya, tetapi pria itu terus memperlakukan Kenza dengan baik bahkan merawat Kenza dengan baik seperti anaknya sendiri. Bahkan mandi pun, Alan yang turun tangan langsung untuk memandikannya.


Kakek Wijaya yang usianya sudah tidak mudah lagi hanya bisa menyunggingkan senyum dibibir saat melihat cicit kesayangan berceloteh dengan ria setiap paginya. Beruntung saja Kenza tidak mau ikut bersama dengan orang tuanya untuk tinggal di rumah baru dan memilih untuk tetap tinggal untuk meramaikan rumahnya.


"Kamu tahu darimana?" tanya Keanu.


"Kenzo yang bilang, Dadd."


"Nah, kenapa kamu gak pergi dengannya aja? Udah pasti emak dan bapakmu pergi untuk mengantarkan Kenzo," ujar Alan antusias.

__ADS_1


"Gak mau! Aku maunya sama Daddy Alan!"


"Teruskanlah saja kamu menindasku, Za!"


Kenza dan kakek uyutnya hanya menertawakan menertawakan Alan yang sudah memasang wajah kesalnya. Namun, meskipun begitu Alan tetap membawa Kenza ketempat yang diinginkan bocah itu. Alan sendiri tidak menampik jika kehadiran Kenza disisinya telah memberikan sebuah warna dalam hidupnya dan perlahan mulai bangkit dari keterpurukan di masa lalunya.


"Dadd, kata teman Eza, Daddy itu ganteng, tapi sayangnya Daddy gak punya istri jadi percuma ganteng kalau gak laku. Daddy kenapa gak nikah-nikah, sih?" tanya Kenza secara tiba-tiba.


Seketika Alan menginjakkan rem secara mendadak hingga kening Kenza mencium dashboard mobil. "Aduh, sakit! Daddy bisa nyeri gak sih? Sakit tau!" Kenza memprotes sambil menggosok keningnya yang sudah memerah.


"Za, kamu gak papa, kan?" panik Alan.


"Gak papa gimana? Sakit ini!"


Alan langsung mengusap kening Kenza dengan lembut. Pertanyaan Kenza membuat hatinya berdenyut lagi. Bagaimana akan menikah jika sampai saat ini Azra saja belum kembali. Sampai mati cinta Alan hanya untuk Azra. Meskipun esok Azra tidak kembali padanya ia tetap tidak akan menikah lagi.


"Kamu itu masih kecil! Tahu apa tentang urusan orang dewasa! Sekolah yang bener!"


"Bilang aja Daddy gak laku!" Kenza masih mencibir Alan.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...

__ADS_1


Othor cuma mau bilang, kalau novel ini akan End. Jika berkenan ramaikan juga dong novel baru othor Judulnya HIDDEN BABY 2



__ADS_2