
Dua orang dewasa hanya saling melempar pandangan ketika mereka harus dihakimi oleh seorang anak kecil. Keduanya tidak menyangka jika Ella gadis kecil itu bisa menangkap dengan baik pembahasan antara Alan dan juga Azra. Tanpa dijelaskan, bocah itu sudah tahu jika seorang yang ada dihadapannya saat ini adalah Daddy-nya yang dianggap sudah meninggal.
Bola matanya tak jera untuk terus memperhatikan dua orang yang masih saling membisu.
"Kenapa kalian diam?" tanya Ellena datar.
Lagi-lagi Alan dan Azra masih saling melempar pandangannya dengan wajah kesal. Baru saja bertemu dan ingin berdamai dengan masa lalu, kini keduanya malah kembali dengan egonya yang ingin menang sendiri.
"Hello ...!" Dengan kesal Ellena melambaikan tangannya didepan dua orang yang masih saling membisu. "Oke, jika kalian tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku, tidak masalah. I'm fine!"
"El, maafkan Mommy yang tidak jujur padamu." Kini Azra mengeluarkan kata yang terasa berat.
"Then?"
"He is your Daddy."
Mata Ellena langsung menatap kearah Alan. Sebenarnya tanpa dijelaskan, Ellena sudah tahu jika pria itu adalah Daddy-nya, tetapi Ellana hanya ingin mendengar penjelasan langsung dari Mommy-nya.
"Ya, aku tahu jika dia adalah Daddy-ku," ucapnya dengan datar lagi.
Mata Alan dan Azra pun saling melempar. Keduanya saling mengernyit atas ucapan Ellena.
"Aku hanya ingin mendengar pengakuan dari Mommy saja. Mengapa selama ini Mommy mengatakan jika Daddy Ellen udah meninggal? Apakah Mommy tidak mencintai Daddy?" cecar Ellena pada Azra.
Wanita yang dipanggil Mommy itu hanya membuang napas kasarnya. Selama ini ia menganggap Ellan adalah anak yang pendiam dan penurut. Akan tetapi hari ini adalah hari pertama Ellena berani untuk mencecarnya.
"And you!" Kini Ellena menunjuk kearah Alan. "Mengapa kamu biarkan Mommy hidup diluar sendirian? Apakah kalian berdua memang sudah tidak saling mencintai lagi."
"Ellen, maafkan Daddy yang telah membiarkan Mommy-mu hidup diluar seorang diri untuk tetap bertahan hidup. Semua itu bukan keinginannya Daddy, tapi Mommy-mu yang pergi tanpa berjejak. Bahkan Daddy tidak tahu kemana Mommy-mu bersembunyi saat itu. Maukah kamu memaafkan Daddy-mu yang bodoh ini," ucap Alan dengan rasa penyesalan.
__ADS_1
Saat ini mata Ellena pindah untuk menatap Mommy-nya untuk mendapatkan penjelasan darinya, mengapa dia sampai pergi meninggalkan Daddy dan malah mengatakan jika Daddy-nya telah meninggal.
"Mommy, Ellen butuh penjelasan dari Mommy!"
"Ellen sebenarnya—" ucapan Azra menggantung karena Alan yang tiba-tiba mengangkat teleponnya.
"Baiklah, aku akan segera kesana!" kata Alan dengan wajah memegang.
Setelah mematikan sambungan telepon, Alan segera mengajak Azra dan juga Ellena untuk pergi.
"Sambung nanti lagi! Sekarang kalian harus ikut denganmu karena ini sangat penting!" ujarnya.
"Alan, ada apa?" tanya Azra yang merasa heran.
"Aku tidak bisa menjelaskan disini. Kita harus segera ke rumah sakit karena kondisi kakek semakin memburuk!"
🌸🌸🌸
Keanu yang masih dalam perjalanan pulang, tiba-tiba harus berputar arah untuk ke rumah sakit lagi setelah mendapat kabar tentang kondisi kakeknya saat ini.
"Eza, kamu hubungi Mommy dan katakan agar sopir mengantarnya ke rumah sakit. Kondisi kakek uyut memburuk," ucap Keanu sambil menyerahkan ponselnya kepada Kenza.
Dengan patuh Kenza langsung mencari mana Mommy-nya untuk segera ditelepon. Namun, saat Kenza mata Kenza lurus ke depan dia langsung berteriak.
"Daddy, awas!"
Keanu langsung menginjak rem dengan kuat, berharap mobilnya tidak menabrak seseorang yang ada di depannya.
Ciiittt
__ADS_1
Suara ban mobil yang menggesek jalan dengan kuat sebelum benar-benar berhenti.
Keduanya masih membulatkan matanya dengan lebar saat merasakan jika mobil telah menabrak sesuatu.
"Dadd, jangan bilang Daddy baru saja menabrak seseorang?" tanya Kenza yang rasa penuh ketakutan. Begitu juga dengan Keanu yang masih merasa shock dengan apa yang baru saja terjadi.
"Dadd, jangan diam aja. Turun dan lihat?" perintah Kenza.
"Tapi Daddy takut. Bagaimana kalau orang itu mati?"
"Daddy gimana sih? Cepat turun sebelum ada orang yang tahu! Daddy mau kena kasus atau tidak?"
"Oke, Daddy turun!"
Dengan terpaksa Keanu turun untuk memastikan bagaimana keadaan seseorang yang baru saja tertabrak mobilnya.
"Astaga ... " Keanu langsung mendekat saat seorang bocah sudah tergeletak. Ia pun segera mengangkat bocah itu dan segera membawanya ke rumah sakit.
Kenza yang melihat Daddy-nya membopong seorang bocah langsung terkejut. "Apakah dia mati, Dadd?"
"Dia masih bernapas. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit. Semoga saja dia tidak apa-apa."
...#BERSAMBUNG#...
Tes ... tebak siapa yang ditabrak sama Daddy Ke, kalau bener nanti aku up lagi! 😀
Sambil nunggu novel ini update lagi, mampir dulu ke Novel terbaru othor. Udah banyak kok babnya 😊 Judulnya CINTA UNTUK AISYAH, Mampir ya!
__ADS_1