
Karena keasyikan bermain game, Mouza sampai lupa waktu. Ya baru menyadari ketika suasana sudah tak lagi ramai. Beberapa anak-anak telah meninggalkan zona permainan, kini hanya tinggal dirinya sendiri yang masih menikmati permainannya. Sadar akan hal itu, Mouza langsung melihat jam yang berada di layar ponselnya.
"Astaga, udah jam 6. Mati gue!" Mouza yang panik segera meninggalkan permainannya.
Awalnya hanya ingin membuang rasa suntuknya saja, tetapi lama kelamaan ia malah menikmati permainan yang ada.
"Gara-gara mode silent, gue gak dengar kalau ada panggilan dari Bang Ke. Bisa kena cincang gak ya." Pikiran Mouza sudah tidak tenang membayangkan apa yang akan terjadi setelah ia sampai di rumah nanti. Yang jelas suaminya pasti akan marah karena telah membuatnya khawatir.
"Semoga aja Bang Ke gak marah."
πΈπΈπΈ
Taksi yang ditumpangi oleh Mouza telah berhenti didepan rumah kebesaran Keanu. Rumah yang besar tapi terasa sepi, karena semua penghuninya mempunyai kesibukan masing-masing. Setelah melakukan pembayaran, Mouza segera membuka pintu gerbang. Dadanya berdebar lebih kuat saat melihat mobil suaminya sudah terparkir di garasi.
"Mudah-mudahan Bang Ke gak marah." Mouza berkomat-kamit seraya memanjatkan sebuah doa.
Baru saja ia membuka pintu, terlihat sosok Keanu, Kakek dan juga Alan sudah berdiri menatap dirinya. Ketiga pria itu menatap Mouza dengan intens.
"Kalian kenapa?" tanya Mouza heran.
"Akhirnya kamu ingat pulang juga! Sudah jam berapa sekarang? Sudah puas bermain dengan Reno?" tanya Keanu dengan ketus.
Mouza mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan tuduhan Keanu padanya.
"Maksud Bang Ke, apa?" Mouza bertanya dengan heran.
"Gak usah pura-pura gsk tahu! Kamu selingkuh dengan Reno kan?" tuduh Keanu tanpa basa-basi.
"Ke, kamu jangan asal nuduh sembarang! Belum tentu apa yang kamu tuduhkan kepada Mouza itu benar. Kakek yang sudah lama mengenal Reno tidak yakin jika Reno selingkuh dengan Oza!" timpal Kakeknya.
Mouza semakin mengernyit dengan jelas Keanu menuduhnya selingkuh dengan Reno. Atas dasar apa Keanu menuduhnya selingkuh? Matanya pun langsung menatap kearah Alan. Sadar akan tetapan itu, Alan mendengus kasar.
"Gue gak tau apa-apa. Jangan bilang lo punya pikiran kalau gue yang nyuci otak suami lo! Gak berguna! Dah ah, berhubung lo udah pulang, gue mau pergi. Dasar nyusahin lo!" cibir Alan yang langsung keluar.
Kini tinggal mereka bertiga. Tatapan Keanu semakin menunjukkan rasa kebencian pada Mouza yang tak tahu apa-apa.
"Kek, ini sebenarnya ada apa?" tanya Mouza pada kakek Wijaya.
"Za, suami kamu itu aku bukan kakek! Harusnya kamu bertanya kepada aku bukan bertanya pada kakek!" ketus Keanu yang semakin menunjukkan rasa kesalnya pada Mouza.
"Kakek rasa ini hanya kesalahpahaman saja, karena kakak yakin kamu tidak akan berselingkuh dengan Reno. Kamu salah paham ini dengan bocah labil ini. Tunjukkan jika kamu bisa menjinakkannya. Jika tak kunjung jinak, pakai jurus jurus jitu, Kakek yakin bocah ini langsung jinak," ujar kakek Wijaya yang kemudian langsung meninggalkan Mouza dan juga Keanu.
__ADS_1
Mata Mouza menatap lekat pada Keanu yang ada dihadapannya. "Bang, ada apa? Kenapa Abang bisa mengatakan jika aku selingkuh dengan Bang Reno?"
Keanu mendengus kasar. Sebenarnya ia tidak yakin, tetapi karena pesan yang ia baca di ponsel Reno, membuatnya yakin jika Reno dan Mouza sedang menghidupkan api dibelakangnya.
"Kamu sengaja kan meminta Reno untuk membelikan makanan dan kamu juga sering kan berkirim pesan pada Reno?"
Lagi-lagi Mouza mengernyit saat mendengar tuduhan Keanu yang tak benar.
"Mengapa Abang bisa berbicara seperti itu? Aku dan Bang Reno juga tidak pernah berkirim pesan."
"Halah, bohong! Buktinya tadi kamu bilang terima kasih pada Reno."
Keanu masih bersikeras pada pendiriannya yang menganggap jika Mouza telah berselingkuh dengan Reno.
"Terserah Bang Ke aja, yang penting Bang Ke puas!" ujar Mouza yang memilih untuk meninggalkan Keanu, karena merasa kecewa.
Sesampainya di kamar, Mouza langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dengan rapat. Entah mengapa hanya karena sebuah pesan yang ia kirimkan pada Reno bisa membuat salah paham dan membantu Keanu bersikukuh pada tuduhannya.
"Bang Ke apa-apaan sih? Masa gue dituduh selingkuh dengan Bang Reno. Tuh otak minta gue cuci dulu deh, biar bersih!" umpat Mouza dengan kesal.
Meskipun dalam hati rasanya ingin menangis, tetapi Mouza menahannya. Ia bukanlah wanita lemah yang cengeng. Sayang air matanya hanya untuk menangisi Keanu yang sedang gila. Baru saja hendak melangkah tiba-tiba perut Mouza terasa sakit.
"Aduh, ini kenapa perut gue ya? Apa karena gara-gara seblak rasa mulut tetangga jadi sakit seperti ini?" Mouza memegangi perutnya.
"Bang β¦ " Mouza berusaha untuk memanggil Keanu. Tetapi karena Keanu tak berada di kamar, maka percuma saja jika Mouza memanggil namanya.
Keringat jagung bercucuran. Bahkan tubuh Mouza bergemetar karena menahan rasa sakit yang terus melilit.
"Oza, kamu pasti bisa." Mouza berusaha untuk berjalan kearah pintu keluar. Dengan langkah tertatih Mouza berhasil meraih gagang pintu.
CEKLEK
Pintu berhasil dibuka. Meskipun sakit di perutnya terus melilit, tetapi Mouza berusaha untuk berjalan ke tempat tidur, karena di sana ia meletakkan ponselnya.
Keanu yang baru saja masuk kedalam kamar langsung terbelalak dengan warna merah yang mengotori lantainya. "Darah apaan ini?" Keanu mengikuti jejak darah yang menetes di lantai.
Saat itu juga matanya tertuju pada Mouza yang sudah duduk diatas tempat tidur. Saat mata Keanu memastikan lagi, darah itu memang keluar dari kaki Mouza.
Dengan cepat Keanu langsung menghampiri Mouza. "Za, kamu kenapa, Za? Kamu gak papa?" tanya Keanu dengan panik.
"Bang β¦ perut aku, Bang β¦," ucap Mouza dengan menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Kita ke rumah sakit sekarang!" Keanu langsung membopong tubuh Mouza untuk keluar. Sungguh Keanu tidak menginginkan sesuatu buruk terjadi kepada Mouza.
"Kek, Kakek!" teriak Keanu dengan kuat di depan kamar sang kakek.
"Ada apa? Ganggu aja!" kata Kakeknya saat membuka pintu.
"Kakek, antarkan Keanu ke rumah sakit! Oza pendarahan, Kek!"
Mata Kakek Wijaya langsung membulat, terlebih saat melihat Mouza yang sudah di bopong oleh Keanu. Ia juga melihat bercak merah di kaki Mouza.
"Oza kenapa?"
"Gak usah banyak tanya! Sekarang Kakek turun dan siapkan mobilnya karena pak Jupri udah pulang lima menit yang lalu!" perintah Keanu.
Untuk kali ini sang Kakek pasrah ketika ia disuruh untuk menyiapkan mobil. Padahal sudah beberapa tahun ia tak memegang setir kemudi lagi. Ingin mendebat , tetapi saat ini bukan waktunya untuk berdebat.
"Ke, sebaiknya kamu yang bawa mobil! Kakek sudah lama tak memegang setir kemudi," saran Kakeknya.
Keanu yang hendak masuk ke dalam mobil langsung menautkan kedua alisnya.
"Jadi Kakek di belakang untuk memegang Mouza? Gak mau! Ini hanya akal-akalan Kakek saja untuk bisa memegang Oza, kan?" tuduh Keanu pada kakeknya.
"Sembarang! Meskipun kakek seorang pria lajang, tetapi pikiran kakek tidak sekotor itu, Ke! Mending kamu yang bawa mobilnya, Kakek yang jaga Oza di belakang!" sentak Kakeknya.
"Gak bisa! Ke harus jaga Oza dibelakang, Kakek yang nyetir! Ke gak mau istri Ke dipegang-pegang sama Kakek!" Keanu masih bersikeras enggan untuk menyetir.
"Tapi Kakek sudah lama gak nyetir, Ke!"
Telinga Mouza yang masih bisa mendengar dengan jelas perdebatan kakek dan cucu itu malah kian meringis karena perutnya yang semakin terasa sakit.
"Kalau kalian nggak ada yang mau, biar aku cari taksi sendiri. Bang, turunkan aku!"
"Kek, apakah Kakek akan membiarkan cucu gold ini mencari taksi sendiri?" tanya Keanu.
Tanpa kata, kakek Wijaya langsung masuk ke dalam mobil. Meskipun ia tak yakin dengan tangannya untuk menyetir kembali, tetapi apa boleh buat. Keselamatan Mouza lebih utama.
"Jangan salahkan Kakek jika nanti kita akan bertemu dengan malaikat Izrail!" kata Kakek Wijaya yang sudah menghidupkan kontak mobil dan siap untuk berjalan.
...Author : Hati-hati di jalan, Kek....
...π₯π₯π₯...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...