Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 59 | Bertemu Dengan Hana


__ADS_3

Saat Keanu selesai rapat, ia tak tega untuk membangunkan Mouza yang sedang terlelap diatas tempat tidur. Ingin mengerjai pun ia juga tak tega. Akhirnya Keanu memilih untuk melanjutkan lagi pekerjaan. Saat ia melihat ponselnya, ia mengernyit saat melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Angga. Keanu mengira jika telah terjadi sesuatu pada mereka. Dengan perasaan khawatir, Keanu segera menelepon Angga.


Butuh beberapa detik untuk mengangkat ponselnya yang berdering karena saat ini Angga dan juga Jio sedang bermain kucing-kucingan.


"Ngga, Hp lo bunyi!" ujar Jio.


Angga yang baru saja menyudahi kegiatannya langsung mengsung mengangkat panggilan teleponnya.


"Iya, Bang ada apa?"


"Apakah ada masalah disana?"


"Gak ada, Bang Tadi gue cuma mau nanya, boleh gak gue main cilukba sama dulu sama Madam Re."


"Emangnya lo selera sama modelan kayak gitu? Kalau selera, ambil aja! Tapi jangan lupa abis itu lo buang jauh-jauh wanita itu, mengerti?"


"Lo tenang aja Bang, gue akan buang jauh wanita ini dan akan pastikan dia gak akan bisa muncul kembali."


Keanu pun mengakhiri panggilan. Meskipun masalah madam Re sudah selesai, tak lantas membuatnya bahagia, karena pasti akan ada masalah yang akan datang silih berganti nantinya.


Sudah hampir masuki waktu istirahat siang, tetapi Mouza belum juga bangun. Kali ini Keanu memberikan diri untuk menggangunya. Seperti biasa ia mendaratkan cium.annya ke bibir Mouza. Namun, baru saja menempel tubuh Keanu telah di dorong oleh Mouza hingga terjungkal ke lantai.


"Ups ... kekencengan. Maaf, Bang," sesal Mouza.


Mouza mengira itu bukan Keanu sehingga ia refleks untuk mendorong tubuh Keanu.


Keanu yang terduduk di lantai hanya mendengus kasar dan berusaha untuk bangkit.


"Maaf, Bang. Aku gak sengaja! Aku pikir orang lain." Mouza kembali menyesali perbuatannya.


"Iya gak papa. Aku juga salah kok."


Mouza sudah bisa membaca pikiran Keanu yang akan mengajaknya untuk main kucing-kucingan akhirnya mengatakan jika ia sudah sangat lapar, meskipun nyatanya masih kenyang.


"Ayam penyet," ucap Mouza dengan mata yang mengedip sambil mengelus perutnya.


"Kamu mau makan ayam penyet?" tanya Keanu.


Kepala Mouza menganguk pelan dan terlihat sangat manja yang membuat Keanu semakin gemas.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita cari ayam penyet, tapi ada syaratnya," ucap Keanu dengan senyum smirk.


Mouza sudah bisa menebak syarat apa yang ingin diajukan oleh Keanu. Sebisa mungkin Mouza mencari alasan agar tak terbujuk akan rayuan maut Keanu.


"Tuh kan ... mau makan aja harus pakai syarat. Dah ah, gak usah makan sekalian."


"Gitu aja langsung ngambek. Ya udah kita cari ayam penyetnya sekarang, abis itu baru kita main kucing-kucingan biar ada tenaganya."


Mouza mendengus kasar. "Bisa gak sih, otak Bang Ke itu dibersihkan? Heran deh, pikiran kok messuum mulu!" gerutu Mouza yang memilih untuk meninggalkan Keanu begitu saja.


"Salah lagi," keluh Keanu.


..


Untuk mengulur waktu agar tak segera kembali ke kantor, Mouza memutuskan untuk singgah sebentar ke mall. Sudah hampir 30 menit, Keanu mengikuti langkah Mouza yang mengelilingi setiap toko yang ada meskipun berujung pada tangan kosong saat keluar. Ini bukanlah kali pertama Keanu menemani Mouza seperti ini. Lelah akan langkahnya, akhirnya Keanu berhenti.


"Za, gak capek apa dari tadi jalan terus?" protes Keanu dengan rasa lelahnya.


"Bilang aja nggak mau nemenin aku!"


"Astaga istriku, mengapa kamu bisa berpikir seperti itu? Aku Bukan tak ingin menemanimu tapi aku capek ngintilin kamu yang nggak jelas. Dari tadi keluar masuk tokoh tapi satupun barang nggak ada yang kamu beli. apakah kamu takut kalau aku tidak bisa membayarnya?"


Mouza mendesah pelan. "Aku tuh lagi nyari sesuatu, Bang! Tapi udah muter-muter juga nggak nemu."


Kerena Mouza tak tega melihat wajah lelah suaminya, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kantor. Setidaknya dengan dia merasa lelah dia akan melupakan sejenak pikiran mesumnya.


"Gini amet punya lakik otak mesuum. Tapi gak papa sih, dah halal. Dari pada gak di halalin." Mouza tertawa dalam hati. Ia pun bergelayutan manja di lengan Keanu. Namun, saat menuruni eskalator matan menangkap sosok yang ia kenali sedang berjalan dengan pria lain. Siapa lagi jika bukan kakak iparnya. Dada berdegup lebih kencang dengan mata yang telah melotot lebar.


"Bang, lihat itu!" Mouza menunjuk ke arah orang yang berada dibawah yang perlahan mulai naik.


"Itu Mbak Hana," ucap Keanu.


"Bang, aku harus menanyakan pada mbak Hana siapa pria itu. ini udah kali kedua aku melihat Mbak Hana jalan bersama dengan pria lain, Bang. Sementara dia itu adalah istri dari mas Arif!"


Keanu mencoba untuk menenangkan Mouza, terlebih saat ini keadaan pengunjung juga sedikit ramai.


"Oke, kamu tenang. Kita akan susul mereka!" kata Keanu dengan tenang. Baru saja ingin menggenggam kembali tangan Mouza, ternyata wanita itu malah berjalan naik di eskalator yang berjalan turun. Itu artinya Mouza sedang melawan arus.


"Astaga, Oza ... !" Mau tidak mau Keanu pun mengikuti kegilaan Mouza yang berjalan naik di eskalator yang sedang turun. Beberapa orang menatap Keanu dan Mouza dengan tatapan aneh. Bahkan keduanya menjadi pusat perhatian para pengunjung yang hendak turun.

__ADS_1


"Za, kita ngelawan arus loh!"


"Biar aja melawan arus yang penting aku bisa segera menghentikan langkah Mbak Hana. Daripada aku turun ke bawah terus naik lagi ngejar dia, bisa-bisa aku kehilangan jejak, Bang!"


Keanu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Meskipun salah tetapi pemikiran Mouza ada benarnya. Jika mereka turun sudah dipastikan jika mereka akan kehilangan kakak iparnya.


Dengan nafas ngos-ngosan, akhirnya mau saya berhasil mendarat di lantai dua. Matanya masih fokus pada kakak iparnya semakin lengket dengan pria asing itu.


"Mbak Hana!" panggil Mouza dengan nyaring.


Karena mendengar namanya dipanggil, Hana segera menoleh ke belakang. Ia membulatkan matanya dengan sempurna ketika melihat siapa yang telah memanggil namanya.


"Mouza!" gugup Hana. Saat itu juga Hana sedikit menjauh dari pria yang ada di sampingnya.


"Kamu ngapain di sini, Za?" Hana bertanya dengan rasa gugup.


"Seharusnya aku yang bertanya ngapain Mbak ana di sini terlebih bersama dengan pria lain. Siapa dia, Mbak!" tekan Mouza.


Hana tak bisa menelan ludahnya. Ia tak bisa menjawab atas pertanyaan Mouza.


"Katakan, Mbak! Jangan bilang dia adalah selingkuhan Mbak Hana!"


"Mouza, Mbak bisa jelaskan. Dia bukan selingkuhan Mbak, tapi—" Terasa berat Hana untuk menjelaskannya.


"Tapi apa Mbak? Mbak mau bilang itu suami Mbak Hana? Mbak, selama ini aku rela diperlakukan semena-mena oleh Mbak Hana. Bahkan aku tak memprotes saat Mbak Hana ngusir aku karena aku nggak mau membuat Mas Arif tertekan. Aku hanya ingin Mas Ari bisa merasakan bahagia bersama Mbak Hana. Tapi apa yang Mbak Hana lakukan di belakang Mas Arif? Saat ini Mas Arif sedang banting tulang di luar kota demi mencukupi kebutuhan Mbak Hana yang elit. Tapi ini balasan yang Mbak Hana berikan pada pengorbanan Mas Arif. Mbak Hana benar-benar wanita jahat!"


Mouza tak habis pikir dengan wanita yang sangat diperjuangkan oleh kakaknya, ternyata tega melakukan penghianatan di belakangnya. Dada Mouza terasa sesak dengan kenyataan yang ia lihat. Tanpa dijelaskan oleh Mbak Hana, ia tahu jika saat ini kakak iparnya sedang berkhianat kepada kakaknya.


"Terserah kamu mau bilang apa! Aku tak peduli jika kamu akan mengadu pada kakakmu, aku juga sudah muak dengan pernikahan kami."


Mouza hanya tertegun dengan pengakuan kakak iparnya. Bahkan kakak iparnya juga langsung pergi begitu saja sambil menggandeng pria yang ada disampingnya.


"Apakan akan selalu ada pengkhianatan dalam sebuah hubungan? Mengapa mereka tidak pernah bisa setia? Apakah setia itu mahal sehingga mereka memilih pergi untuk mencari yang murahan?" lirih Mouza dengan pandangan yang masih menatap kepergian kakak iparnya.


"Setia itu memang mahal. Hanya orang-orang berkelas yang bisa setia. kamu nggak usah berpikir macam-macam, karena aku adalah orang yang berkelas maka aku bisa setia. Kamu harus percaya kepadaku dan pegang semua kata-kataku. Jika perlu bukan hanya kata-kata saja yang kamu pegang, yang lain juga boleh," ujar Keanu.


Seketika Mouza mede.sah pelan dan melirik kearah suaminya yang memiliki kemesumman tingkat dewa.


"Mulai!" gerutu Mouza.

__ADS_1



Bang Ke di mata othor


__ADS_2