Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 72 | Seperti Anak Tikus


__ADS_3

Sudah dua hari tubuh Mouza terasa lemas tak bertenaga. Kepalanya terasa berat, bahkan rasa mual pun sering dialami olehnya. Keanu yang melihat keadaan Mouza tak tega untuk meninggalkannya. Alhasil kamu pun tak masuk kantor hanya untuk menjaga Mouza.


Pagi ini atas saran dari kakek, Keanu pun membawa Mouza untuk dokter, karena selama hamil Mouza cara memeriksakan kandungannya.


"Kalian hanya bisa nyetak saja tapi gak mau memeriksakannya. Kalian pikir cukup hanya dicetak tiap hari? Dasar mau enaknya saja!" kata sang kakek kepada sepasang suami-istri yang sedang dimabuk asmara.


Kali ini tanpa memprotes, Keanu langsung membawa Mouza ke rumah sakit untuk cek up. Sebenarnya Mouza tidak mau, tetapi karena sang kakek sudah angkat bicara ia pun segan.


"Kayaknya morning skicnes-nya udah pindah ke kamu deh, Za," kata Keanu saat menuju ruangan dokter obgyn.


"Kayaknya juga seperti itu, Bang. Tapi anak kamu tuh kayak anak ajaib, deh. Masih di dalam perut aja tingkahnya udah bikin orang kelabakan, gimana nanti pas dia udah lahir ya? Semoga aja gak jelalatan seperti bapaknya," ujar Mouza.


"Ya, mudah-mudahan jangan niru bapaknya, cukup bapaknya aja yang nakal."


Sesampainya di ruangan dokter Obgyn, Mouza langsung menceritakan keluhannya kepada sang dokter, sebelum dirinya melakukan pemeriksaan selanjutnya.


"Itu adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil muda. Apakah selama ini belum pernah melakukan pemeriksaan?" tanya sama dokter.


"Sudah, tapi hanya satu kali saja karena saya tidak merasakan apa-apa. Malah selama ini suami saya yang tersiksa dengan kehamilan saya. Dia yang mengalami morning sickness dan dia juga yang minta aneh-aneh seperti orang ngidam. Tapi, dua hari ini morning sickness itu pindah ke saya. Mungkin dia sudah bosan menyiksa bapaknya," terang Mouza apa adanya.


Mendengar pernyataan Mouza, sang dokter pun segera menyuruh Mouza untuk berbaring di tempat yang telah disediakan. Namun, saat sang dokter hendak menyingkapkan baju Mouza, tangan Keanu segera mencegahnya.


"Stop! Anda mau apa? Jangan modus! Saya bisa tuntut anda karena hendak melecehkan istri saya!" cegah Keanu.


Mendengar sang suami mencegah dokter untuk, Mouza hanya bisa menepuk jidatnya. Mengapa saat ini kebodohannya pindah kepada Keanu.


"Maaf Pak, tapi memang seperti ini caranya untuk memeriksa kehamilan istri Anda. Saya hanya ingin memeriksa anak Anda yang sedang tumbuh di rahim istri Anda, Pak," jelas pesan dokter.


Keanu pun langsung melepaskan tangan sang dokter yang sempat ia tahan. Rasanya sangat malu. Ia pikir sang dokter hanya ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Baiklah, lanjutkan!" perintahnya.


Sesuai dengan arahan sang dokter, mata Keanu fokus pada layar monitor, dimana menampilkan janin yang sedang berkembang di rahim Mouza.


"Itu kenapa seperti anak tikus, Dok?" tanya Keanu saat sang dokter menunjukkan janin yang masih berusia 10 Minggu. Seketika lengan Keanu mendapatkan cubitan keras, karena Mouza merasa geram.


"Mulut Abang dijaga sedikit nala, sih? Masa anak kita dibilang kayak anak tikus!"


Keanu yang duduk disamping Mouza mengaduh kesakitan. "Aduh, sakit Za."

__ADS_1


"Makanya jangan sembarangan kalau ngomong!"


"Iya, iya maaf. Tapi emang bener kok, kecil kayak anak tiβ€”" Keanu langsung menutup mulutnya, karena ia tak ingin mengulangi kesalahannya dua kali.


Jangan ditanya lagi bagaimana mood Mouza saat ini. Hanya Keanu mengatakan gambar yang terlihat di monitor seperti anak tikus, Mouza mendiamkan Kenau hingga keduanya sampai di rumah.


Saat Mouza masuk, ia terkejut saat rumah terlihat ramai. Banyak orang keluar masuk, membuat Mouza berpikir lebih jauh.


Ada apa ini? Apakah Kakek meninggoy? batin Mouza.


Ia pun mempercepat langkahnya agar segera sampai di dalam karena ingin memastikan apa yang telah terjadi di dalam rumah. Ia tak lagi memperdulikan panggilan Keanu yang menyuruhnya untuk berjalan pelan.


"Za, pelan-pelan!" teriak Keanu yang berusaha mengejar Mouza.


Sesampainya di dalam rumah Mouza merasa terkejut melihat sang Kakek masih segar bugar dan telah mengenakan pakaian lengkap.


"Kakek, ada apa ini?" tanya Mouza heran, begitu juga dengan Keanu yang tampak kebingungan dengan suasana rumahnya.


"Nah kebetulan kalian sudah datang. Kakek lupa memberitahu kalian jika pernikahan Alan Kakek majukan menjadi hari ini," ujar sang kakek dengan santai.


"Apa?!" Mouza dan Keanu sama-sama terkejut.


"Kakek tidak bercanda. Bersiaplah, sebentar lagi akan ada perias yang akan mendandani kalian berdua. Kakek harap kalian tidak telat dalam acara ijab kabul yang akan dilakukan oleh Alan siang nanti."


Mouza dan Keanu saling melempar pandangan, mereka masih shock dengan keputusan sang kakek yang secara tiba-tiba memajukan hari pernikahan Alan. Baru saja mereka hendak dibawa untuk berhias, muncullah sosok Alan yang sudah rapi dengan jas pengantinnya.


"Lan, serius lo mau kawin hari ini? Eh, mau nikah maksudnya. Kan lo tiap hari dah kawin mulu!" ejek Keanu.


"Tertawalah sepuasnya. Senang kan kalian melihat hidup gue tersiksa? Puas?!"


"Selagi untuk jalan yang benar itu tidak apa-apa, Lan. Daripada lo kawin mulu belum tentu higienis, karena banyak laler ijo yang nemplok. Mending nikah, dah jelas higienis. Kapan aja mau tinggal buka. Mau di dapur, mau di kamar mandi, mau di taman belakang, mau di ruang makan, udah enak," lanjut Keanu lagi.


"Abang!" sentak Mouza. "Dasar otak messum!"


Alan memilih mengabaikan ucapan Keanu dan berlalu untuk menyusul sang kakek yang sudah memanggilnya terus menerus.


.


.

__ADS_1


Sebuah pernikahan yang tak pernah terpikirkan oleh Alan sebelumnya, karena pria itu memang belum siap untuk menikah. Selain usianya masih muda, dirinya juga belum menyelesaikan kuliahnya. Meskipun pernah memiliki impian untuk menikah dengan Mouza, tetapi tidak menikah dalam waktu dekat.


Jika bukan karena ancaman dari sang kakek, Alan tidak akan pernah mau untuk menikahi wanita yang sama sekali tidak ia kenal, terlebih ia tak mencintai wanita itu.


Acara yang begitu mendadak membuat beberapa tamu tidak bisa hadir dalam acara pernikahan Alan. Meskipun tak seramai seperti pernikahan Keanu, tetapi acara berjalan dengan lancar. Saat ini Alan telah berhasil mengikrarkan ijab kabulnya dengan Azra.


Di atas pelaminan wajah Alan terus saja ditekuk, berbeda dengan Azra yang tak hentinya mengembangkan senyum di bibirnya.


"Teruslah tersenyum sebelum senyuman itu berubah menjadi tangisan," lirih Alan yang masih bisa didengar oleh Azra.


"Teruslah bersikap dingin sebelum ke arogananmu itu mencair," timpal Azra


Tangan Alan mengapa. Ia merasa geram dengan jawaban Azra, yang seolah bisa meluluhkan hatinya.


"Jangan bermimpi terlalu tinggi, takutnya jatuh langsung innalillahi," balas Alan.


"Mimpi itu harus ditinggikan, karena itu adalah salah satu cambukan untuk bisa mendapatkan hasil yang sempurna." Azra tetap tak ingin kalah dari Alan.


Alan hanya mendengus kasar, karena wanita yang ia nikahi mempunyai ambisi yang tinggi. Sepertinya sang kakek memang sengaja mencarikan jodoh yang bisa mengimbangi dirinya. Entah dari mana dan kakek menemukan wanita seperti seperti Azra.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


KASIH SELAMAT DULU UNTUK ALAN πŸ‘°πŸ€΅


maaf jika masih banyak Typo, belum sempat edit πŸ™


Selagi menunggu novel ini abad kembali mampir dulu ke novel teman aku


judul novel : PERJUANGAN SEORANG ANAK


author : Lenni Masliana Nasti


__ADS_1


__ADS_2