
Seperti biasa kedatangan Keanu pasti akan menjadi pusat perhatian oleh semua karyawan yang. Bagi mereka tak asing jika Keanu sering menggandeng Mouza, karena sebagian dari mereka sudah mengetahui jika Mouza adalah istri dari pimpinan mereka. Namun, kali ini mata mereka fokus pada alas kaki yang digunakan oleh Mouza. Keanu yang sedang memberi waktu lupa akan alas kaki yang digunakan Mouza.
Mouza yang menyadari akan tatapan beberapa karyawan yang memperhatikan dirinya hanya bisa menggerutu.
"Dih, apaan sih mereka! Kayak aku nggak pernah lihat sandal swallow aja!"
"Udah nggak usah diliatin! Nanti aku suruh Reno untuk mencarikan sandal untukmu. Makanya kalau ngambek itu jangan asal nyelonong aja! Liat dulu alas kakinya biar gaj malu-maluin!" ucap Keanu yang menanggapi gerutuan Mouza.
"Siapa juga yang malu? Aku tuh cuma kesel aja sama mata mereka, Bang! Emangnya salah kalau aku pakai sandal jepit?"
Keanu hanya menyendikkan bahu serta membuang napas kasarnya. Selama berada di dalam lift, istrinya itu terus mengoceh untuk meluapkan rasa kekesalannya kepada karyawan yang menatapnya dengan aneh.
Benar saja ucapan Keanu, jarak lantai bawah dengan ruang kerja suami kini hanya ditempuh dalam sekejap mata saja.
Setelah sampai di ruang kerja sang suami, Mouza langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa. Ia masih mengamati Keanu yang langsung menuju ke meja kerjanya. Sebenarnya mau saya merasa bersalah karena telah membuang waktu Keanu. Seharusnya sang suami bisa langsung berangkat kerja tanpa drama untuk menghibur dirinya terlebih dahulu.
"Za, kamu belum sarapan kan? Aku pesankan makanan ya. Aku lupa bawa bekal yang udah kamu siapakah tadi," kata Keanu yang kini fokus pada Mouza.
"Aku gak lapar kok, Bang. Liat Bang Ke aja udah kenyang perutku," canda Mouza.
Seketika Alis Keanu mengernyit. Ia merasa heran dengan Mouza yang sudah pandai untuk melemparkan gombalan recehnya.
"Sekarang dah pinter gombal ya?!"
"Kan Abang yang ngajarin," kekeh Mouza.
__ADS_1
Karena merasa gemas, Keanu akhirnya berjalan untuk menghampiri Mouza. Namun, baru saja hendak menyentuh wajah Mouza, suara ketukan pintu terdengar nyaring.
"Maaf, Pak Ke, Anda sudah ditunggu di ruang rapat!" ujar salah seorang perempuan dari luar.
Mau tidak mau Keanu harus meninggalkan Mouza seorang diri. Inilah yang tak disukai oleh Keanu saat bekerja di kantor. Karena hari-harinya hanya akan dihabiskan untuk rapat dan rapat membahas seputar masalah perusahaan.
"Za, aku rapat dulu ya. Kalau kamu lelah beristirahat aja dibalik pintu itu. Password pintunya tanggal lahirmu," ujar Keanu sambil mendaratkan sebuah kecu.pan di kening Mouza.
Setelah Keanu meninggalkan ruang kerjanya, Mouza segera membuka pintu yang ada dipojokan. Saat dibuka, alis Mouza menaut. Sebuah kamar mini dengan dilengkapi dengan tempat tidur layaknya sebuah hotel bintang sepuluh ada didepan matanya. Ia tersenyum tipis saat kakinya melangkah maju. Sebuah lemari pun juga ada didalam dan ketika dibuka, ternyata sudah berisi pakaian lengkap untuknya.
"Dih, sengaja banget Bang Ke nyiapin semua ini. Dasar otak messuum!" gerutu Mouza. Tak dipungkiri, kamar yang terkesan mewah mampu membuat mata Mouza diserap rasa kantuk. Akhirnya ia mencoba untuk merasakan tidur diatas tempat tidur yang telah disediakan.
"Gue gak nyangka, ternyata Bang Ke yang gue pikir dingin kayak kulkas, ternyata bisa hangat seperti tempat perapian juga ya, tapi sayangnya otaknya super messuum." Mouza tertawa pelan saat menyadari bagaimana sifat suaminya.
.
.
Disisi lain, disebuah ruangan yang kosong tanpa ada sesuatu didalamnya, terlihat seorang wanita dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Siapa lagi jika bukan Madam Re, yang tadi sedang disekap dalam sebuah bangunan kosong.
"Siapa kalian?! Lepaskan aku! Apakah kalian tidak tahu siapa aku?!" bentak Madam Re penuh emosi ketika mendapatkan tangan dan kakinya telah terikat.
Anggap menarik kedua garis bibirnya dan mendekat kearah Madam Re. Tangan menyentuh bibir wanita itu. "Kalau seperti itu mari kita berkenalan lebih dahulu, agar madam juga mengenal kami, bukan begitu?"
"Jauhkan tanganmu! Jangan sentuh aku!"
__ADS_1
"Ternyata dia galak, Ji. Kalau seperti ini makin bersemangat untuk bermain kucing-kucingan," ujar Angga dengan senyum smirk.
"Gue juga semakin tertantang, Ngga. Gimana kalau kita main kucing-kucingan sekarang aja?"
"Tunggu dulu, gue yang bos."
Angga segera menelepon Keanu, tetapi karena pria itu sedang rapat, maka panggilan Angga terabaikan.
"Gimana, Ngga?" tanya Jio yang sudah tidak sabar.
"Gak ada jawaban, Ji. Udah sikat aja. Kata Bos kita boleh lakukan apa aja sebelum kita kirim ke hutan."
Madam Re mencoba untuk memberontak agar tubuhnya tak disentuh oleh dua orang teman Keanu. Namun, apa daya dengan keadaan yang tak memungkinkan untuk melawan, Madam Re harus pasrah ketika tubuhnya mulai di jamah oleh pria yang bak singa kelaparan.
Tak terasa air mata Mada Re menetes begitu saja. Mungkinkah ini karma untuknya yang sering menyodorkan para wanita kepada pria hidung belang. Mungkin ini rasanya ketika para wanita itu tak kuasa untuk memberontak hingga akhirnya mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan.
.
.
...BERSAMBUNG...
Selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel temen aku BERTAHAN TERLUKA
__ADS_1