Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 14 | Hari Pernikahan


__ADS_3

Setelah sampai di rumah kakaknya, Mouza dan Keanu mendapatkan tatapan sinis dari mbak Hana.


"Mau apa kamu kesini? Jika hanya ingin mengemis untuk kembali pulang, maaf Mbak bisa nerima, kecuali kamu udah punya pekerjaan yang tetap!"


Saat Mouza ingin menjawab, Keanu memberi isyarat agar Mouza tetap diam dan menyerahkan semuanya pada dirinya.


"Sebenarnya kedatangan Mouza bukan mengemis untuk kembali pulang, tetapi hanya ingin memberitahu kepada kalian agar datang dalam pernikahan kami yang akan diadakan besok. Terlebih aku sangat mengharapkan kedatangan Mas Arif untuk sebagai wali dari Mouza."


Mata mbak Hana terbelalak lebar ketika mendengar penjelasan dari Keanu. detik kemudian mbak Hana memperhatikan penampilan Keanu yang rapi layaknya seorang pegawai kantoran.


"Apakah kamu yakin bisa menghidupi Mouza? Dia masih kuliah masih butuh banyak biaya untuk dikeluarkan. Memangnya apa pekerjaanmu?" tanya mbak Hana dengan sini


Keanu menarik kedua garis simpul di bibirnya dan berkata, "Masalah itu Mbak Hana nggak usah khawatir, uangku banyak dan aku akan memastikan jika Mouza tidak akan pernah merasakan kesulitan lagi dengan biaya hidupnya, karena aku akan menanggung semuanya. Jika perlu aku juga akan menanggung kehidupan kalian, meskipun aku tidak memiliki pekerjaan tetap." Keanu berbicara dengan menyombongkan diri.


"Bagus itu! Lebih cepat, lebih baik karena mas Arif tak perlu repot-repot lagi untuk memikirkan masa depan Mouza. Kalau dia sudah menikah tanggung jawab Mas Arif sudah lepas."


Keanu hanya bisa mende.sah kasar. Entah mengapa Mas Arif bisa sanggup hidup dengan wanita seperti modelan mbak Hana. Jika Keanu yang mendapatkan istri seperti mbak Hana, mungkin lebih baik Keanu memilih untuk menjadi seorang duda.


"Baiklah, hanya itu saja yang ingin kami sampaikan. Jangan lupa sampaikan juga kepada mas Arif untuk datang besok pagi. Ini undangan sebagai bukti jika kami benar-benar akan menikah besok," ujar keanus sambil menunjukkan undangan pernikahannya.


Mbak Hana hanya melirik sinis kepada Keanu dan juga Mouza. Jika memang yang diucapkan Keanu itu benar, berarti apapun yang akan diminta pasti akan dituruti.


"Semoga kalian bahagia," sambung mbak Hana.


***


Hari yang tak pernah Mouza impikan ternyata ada di depan mata. Dia tak pernah membayangkan akan secepat ini berada di atas pelaminan bersama dengan calon kakak iparnya. Bukan salahnya jika dia menikahi calon kakak iparnya, semua itu karena sang pacar yang telah berselingkuh dengan calon istri kakak iparnya sendiri. ( rumit ya )


Mouza tak menyangka jika hari pernikahannya akan sangat ramai dan meriah. Terlebih para tamu yang hadir adalah kalangan pembisnis dan juga teman-teman Keanu. Hari ini Mouza benar-benar seperti seorang ratu yang duduk di singgasana. Dia bisa melihat banyaknya para tamu yang menghadiri acaranya.

__ADS_1


Mata Moza juga menangkap seorang pria yang duduk di sebuah meja. Dia adalah Alan, mantan pacar yang bersikukuh tak ingin diputuskan. Namun, setelah pernikahan ini, mau tidak mau Alan harus menjauhi Mouza.


"Jaga pandanganmu karena saat ini kamu sudah resmi menjadi istriku," bisik Keanu yang melihat Mouza tengah menatap Alan.


"Iya aku tahu," balasnya.


Saat dia melihat kearah mas Arif, matanya berkaca-kaca. Satu-satunya keluarga yang dia miliki yang tidak bisa berbuat apa-apa. Mouza juga sadar jika selama ini telah membebani hidupnya. Mungkin menikah adalah jalan yang terbaik agar hubungan Mas Arif dan Mbak Hana tidak selalu bertengkar gara-gara dirinya. Sulit memang untuk mas Arif berpihak di antara mereka berdua.


Dari keluarga Keanu hanya ada Alan dan juga kakek Wijaya,karena kedua orang tua kamu juga sudah meninggal karena sebuah kecelakaan beberapa tahun yang lalu.


Mau saya juga baru mengetahui jika ternyata Keanu adalah penerus salah satu perusahaan ternama, tetapi Keanu enggan untuk mengelolanya. Dia lebih senang bebas dengan pilihannya sendiri.


Hampir satu hari Mouza duduk di atas pelaminan. Meskipun hanya duduk tetapi kaki Mouza terasa pegal karena sebuah high heels yang dia kenakan terlalu tinggi.


"Bang, masih lama?" bisik Mouza ditelinga Keanu.


"Bentar lagi juga siap. Kenapa, udah gak sabar mau buka baju, ya?"


"Mesum apaan? Kamu itu yang mesum! Emang kamu nggak merasa gerah pakai baju kayak gitu? Aku aja udah gerah pakai baju seperti ini, pengen cepat-cepat aku buka," timpal Keanu.


Mouza hanya bisa mendengus kesal. Entah mengapa pikirannya saat ini terlalu sensitif, terlebih jika dia membayangkan apa yang akan terjadi jika acara ini telah usai. Yang ada didalam pikiran Mouza adalah bagaimana cara menghindari Keanu untuk tidak menyentuhnya, karena saat ini Mouza benar-benar belum siap.


Tanpa diduga Keanu memanggil seseorang dan membisikkan sesuatu kepadanya. Tak lama kemudian MC mengatakan jika acara telah usai dan tamu dipersilakan untuk pulang untuk beristirahat.


"Jangan bilang Bang Ke yang menyuruh MC untuk menyudahi acara ini?" tanya Moza dengan alis yang menaut.


"Ini adalah acara aku jadi suka-suka aku ingin membubarkan kapan saja, aku juga sudah capek mau istirahat," balas Keanu yang hendak berdiri untuk menyelami para tamu yang akan pulang. Begitu juga dengan Mouza yang juga ikut berdiri.


Setelah semua tamu bubar, hanya ada beberapa yang tinggal termasuk Mas Arif dan Mbak Hana. Terlihat keduanya sedang berbincang dengan kakek Wijaya, entah apa yang mereka bahas.

__ADS_1


Saat langkah Mouza dan Keanu menghampiri mereka, kakek Wijaya menyunggingkan senyum serta memberikan ucapan selamat atas pernikahan Keanu dengan Mouza.


"Mulai malam ini kamu adalah bagian dari keluarga Wijaya, untuk itu kakek menyarankan agar kamu dan Keanu untuk tetap tinggal di rumah Wijaya. Rumah itu terlalu lama dingin, kakek harap kamu bisa mencairkan hawa dingin yang ada di rumah itu," pinta kakek Wijaya kepada Mouza.


"Kakek tenang saja, Moza akan berusaha untuk mencairkan batu es yang bergumpalan di rumah itu."


"Za, sekali lagi selamat atas pernikahanmu. Semoga kamu bahagia bersama dengan Keanu. Maafkan mas Arif yang belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya, tapi Mas Arif percaya jika suamimu bisa membahagiakanmu," ucap Mas Arif dengan mata yang berkaca-kaca. Sebagai seorang kakak dan satu-satunya keluarga yang dimiliki oleh Mouza, Mas Arif merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk adiknya. terlebih dia menyadari jika hubungan sang adik dan istrinya tidak bisa akur.


"Untuk masalah itu Mas Arif tenang saja, aku berjanji akan memberikan kebahagiaan lahir batin untuk Mouza," sahut Keanu sambil melirik ke arah Alan.


"Aku pegang janjimu," timpal mbak Hana dengan raut wajah yang sama.


Karena hari juga sudah malam, akhirnya kakek Wijaya menyuruh pasangan pengantin itu untuk beristirahat. Pria tua itu peka akan ritual apa yang akan terjadi malam ini.


Mouza yang mengeluh sejak tadi jika kakinya terasa pegal merasa terkejut ketika Keanu menggendongnya ala bridal style untuk menuju ke kamar penginapan. Matanya masih membulat dengan detak jantung yang sudah berjedag-judug.


"Kalau nggak mau jatuh pegangan yang bagus," kata Keanu dengan daftar.


Mouza segera mengalungkan tangannya ke leher Keanu. Karena merasa malu dia memilih untuk membenamkan kepalanya di dada Keanu.


"Awas aja udah aku gendong gak mau kasih imbalan nanti, ya!"


Dada Mouza semakin kuat untuk berdebar. Bahkan sampai saat ini dia belum menemukan alasan apa yang akan dia berikan kepada Keanu saat pria itu meminta dirinya.


"Kalau gak ikhlas mending turunin!"


"Udah separuh jalan. Nanggung!"


Mouza hanya bisa mencebikkan bibirnya. Semua ini karena Alan. Jika dia tidak bermain gila dengan wanita lain mungkin saat ini Mouza tidak akan menikah dengan kakaknya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2