
Sudah lama kakek Wijaya tak memegang setir kemudi membuat dirinya tak yakin masih bisa menyetir dengan baik. Namun, nyatanya setelah menginjak pedal gas, ia sangat menikmati gerakan kakinya, dimana ia bisa melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kek, jangan paksa kami untuk bertemu dengan malaikat Izrail! Kecebong Keanu belum jadi!" teriak Keanu dari belakang.
"Bagaimana? Apakah sudah bisa mengimbangi kalian atau belum? Lain kali jika ada balapan ajak Kakek. Ternyata kemampuan Kakek masih melekat. Kakek yakin bisa mengalahkan generasi Z!" ujar Kakek Wijaya dengan penuh percaya diri.
Bukan hanya perut saja yang sakit, tetapi kepala Mouza juga ikut sakit. Selain adu mulut antara kakek dan cucu yang membuat kepalanya hampir pecah, laju mobil yang dikemudikan oleh Kakeknya juga membuatnya jantungan. Beruntung saja ia tak memiliki penyakit jantung. Jika punya, mungkin saat ini sudah kambuh.
"Gak heran kalau Bang Ke hobi ugal-ugalan di jalan. Ternyata itu semua karena titisan dari Kakek," lirih Mouza disela-sela menahan rasa sakitnya.
"Asal kamu tau Za, sewaktu Kakek masih muda dulu, Kakek adalah ketua geng balapan. Jadi gak usah kamu ragukan kemampuan kakak untuk membawa mobil ini cepat sampai di rumah sakit. Kakek hanya takut jika kaki Kakek tidak kuat untuk menginjakkan gas. Berdoa saja jika Kakek masih kuat ya," ujarnya pada Mouza.
Mouza yang mendengar malah kian ketakutan. Ia takut jika apa yang diucapkan oleh kakak Wijaya benar terjadi, dan sang kakek tidak kuat menginjak Rem. Maka bersiaplah untuk bertemu dengan malaikat Izrail.
"Kakek gak usah bercanda! Gak lucu!" sentak Mouza dengan takutnya.
"Kakek tidak bercanda, Za! Kakek serius!" balas kakek Wijaya.
Mouza langsung mendongak menatap Keanu berharap jika sang Kakek sedang bercanda. "Bang, gimana ini?" tanya Moza dengan panik.
Keanu mendesah kasar. Ia tak percaya jika sang kakek tak sanggup untuk menginjakkan rem. Buktinya saja ia masih kuat untuk menginjakkan pedal gak.
"Menginjak rem aja udah gak kuat apalagi mau menginjak yang lainya? Dan kamu percaya kalau Kakek ini dulunya adalah seorang pembalap, Za? Mau aja dibohongi oleh kakek," cibir Keanu untuk meyakinkan kakeknya.
Tentu saja ucapan itu membuat sang kakek merasa tidak terima. Dia pun berusaha untuk membuktikan bahwa kakinya masih kuat untuk menginjak rem. Sekilas matanya melirik dari arah spion, dimana ia bisa melihat wajah Mouza yang kian pucat. Ia yakin jika saat ini Mouza sedang menangis rasa sakitnya.
"Kamu terlalu meremehkan Kakek, Ke!" sinis sang Kakek. "Hanya menginjak rem saja apa susahnya!"
__ADS_1
Mungkin sebuah keberuntungan untuk kakek Wijaya, karena selama ia menyetir tak ada gangguan apapun. Bahkan jalanan terlihat lebih sepi dan ini bukan hal bisa terjadi, sedangkan waktu masih menunjukkan pukul tujuh malam. Anggap saja itu adalah sebuah keberuntungan untuk kakak Wijaya.
Sementara itu di bangku belakang, Mouza yang terus-menerus meringis dengan tangan yang mengenggam lengan Keanu. Beruntung saja bukan kakeknya yang berada di samping Mouza.
Tak Butuh waktu lama mobil yang dikendarai dengan cepat setelah sampai di sebuah rumah sakit terbesar. Dengan senyum smirk sang Kakek melirik ke arah spion. "Bagaimana, apakah masih meragukan kemampuan Kakek untuk ugal-ugalan di jalan?"
"Kakek memang hebat. Beruntung saja kita tidak bertemu dengan malaikat Izrail di jalan. Tapi kalau Kakek mau disapa olehnya, silakan kakek ikut balapan liar. Kebetulan lusa ada lomba balapan. Kalau Kakek mau biar Ke daftarkan," ujar Keanu sebelum turun dari mobil.
"Meskipun tertarik, tetapi Kakek mau tidak ikuti. Kakek masih waras dan sadar akan usia kakek yang cepat atau lambat akan disapa oleh malaikat Izrail. Sudahlah, cepat bawa istrinya masuk dalam! Kakek ingin meluruskan pinggang Kakek!"
Dengan cepat Keanu langsung membawa Mouza keluar dari mobil agar bisa segera mendapatkan perawatan dari dokter. Sementara itu setelah kepergian Keanu, sang kakek langsung memanggil security yang sedang bertugas untuk membawanya masuk ke dalam rumah sakit. Karena tidak sanggup lagi untuk berjalan, sang Kakek meminta sebuah kursi roda sebagai alat jalannya.
Entah mengapa sepeninggal Keanu seluruh tubuhnya terasa sangat lemas serta kaki yang bergemetar hebat. Bahkan Kakek juga tak sanggup untuk berjalan.
"Dok! Tolong periksa saya secepatnya!" teriak kakek Wijaya saat melihat seorang dokter melintas.
Saat ini keadaan Mouza sudah ditangani oleh dokter spesialis kandungan. Beruntung saja Mouza segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan khusus. Jika tidak mungkin saat ini janin yang sedang berkembang di dalam perut Mouza tapi ya terselamatkan. Setelah melewati beberapa penanganan dari tim medis, akhirnya Mouza dan Keanu bisa bernafas dengan lega.
"Untuk kedepannya tolong hindari stress yang berlebihan ya, Bu! Karena stress yang berlebihan bisa menyebabkan keguguran pada janin. Meskipun saat ini kandungan Anda sudah meski usia lima bulan, tetapi janin anda masih rentan dengan keguguran. Jadi dimohon kedepannya Anda tidak boleh stress," ucap sang dokter pada Mouza.
"Semoga bapaknya bisa membantu kewarasan ibunya ya, Pak," lanjut sang dokter lagi.
Keanu mengangguk pelan. "Baik, Dok," ujarnya.
Hampir saja Keanu kehilangan kecebong yang telah ia semai karena rasa cemburu yang tak beralasan. Beruntung saja kecebong yang berada didalam perut Mouza sangat kuat, sehingga ia mampu untuk bertahan. Andaikan saja Keanu tak memberikan tuduhan perselingkuhan, Mouza pasti tak akan merasa stress dan mengalami pendarahan.
Setelah kepergian sang dokter, Keanu merasa sangat bersalah karena telah menuduh Mouza berselingkuh dengan Reno. Padahal Keanu yakin jika Mouza tak akan menusuknya dari belakang.
__ADS_1
"Za, maafkan aku yang tidak mempercayaimu. Aku yakin jika kamu tidak selingkuh," ujar Keanu dengan penuh sesal.
"Atas dasar apa Bang Ke percaya jika aku tidak berselingkuh dengan Bang Reno. Bisa saja aku memang sedang berselingkuh dengan Bang Reno."
"Tidak usah banyak bertanya. Sesuai dengan ucapan dokter, kamu gak boleh stress. Jadi lupakan kejadian tadi karena aku percaya kepadamu. Maafkan aku yang sempat meragukan cintamu."
Di saat seperti ini tak ada pilihan lain selain menerima permintaan maaf Keanu, karena Mouza pasti akan membutuhkannya. Sebenarnya Mouza masih belum siap untuk memaafkan Keanu. Tetapi jika ia tidak memberi maaf, maka tak ada yang bisa diandalkan saat keadaan seperti ini.
Untuk malam ini sepertinya Keanu harus tidur di rumah sakit, karena kondisi Mouza yang masih harus mendapatkan pantauan dari dokter.
Berbeda dengan Keanu dan kakek Wijaya yang harus menginap di rumah sakit, Alan pun juga harus tidur di basecamp milik Keanu. Selain untuk menenangkan diri, Alan juga malas untuk masuk ke dalam kamarnya yang pasti akan memunculkan bayangan Azra yang sedang menggodanya. Namun, pada kenyataannya Azra tak lagi berada disampingnya. Semua terjadi karena kebodohannya yang tak bisa berkata jujur karena gengsi.
"Lan lo mau minum lagi?" tanya Angga yang melihat Alan datang dengan membawa sebuah kardus kecil.
"Gue mau nenangin diri gue dulu, Bang!" ujar Alan.
"Kalau lo punya masalah, cerita sama kita, kali aja bisa bantu lo untuk keluar dari masalah yang sedang lo hadapi," bujuk Angga.
"Sekalipun gue cerita, kalian nggak akan bisa untuk membantu memperbaiki hubungan gue dengan Azra, karena semuanya telah hancur. Gue sangat bodoh, Bang! Gue terlalu gengsi untuk mengakui perasaan gue padanya, hingga dia memilih untuk pergi. Semua karena kebodohan gue, Bang!"
...π₯π₯π₯...
...BERSAMBUNG...
Yang tanya bagaimana dengan Alan, dia sedang tidak baik-baik saja π
Ngomong-ngomong kalau tahun baru besok aku bagi pulsa masing-masing @20k untuk 5 orang ada yang mau gak? Kalau mau, balas disini ya.
__ADS_1