Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 49 | Request Cicit


__ADS_3

Saat ini sudah beberapa kantong plastik yang telah ditenteng oleh Keanu. Mouza sengaja membeli sayur dan buah untuk segera untuk stok di rumah. Karena akhir-akhir ini ia tidak suka untuk mengkonsumsi ikan dan daging, terlebih makanan yang mengandung banyak minyak, meskipun harga minyak sudah turun.


"Ada lagi?" tanya Keanu sebelum menjalankan mobilnya untuk pulang.


"Gak ada, Bang. Aku udah capek, mau istirahat."


"Baiklah, kita pulang."


Mobil segera melesat meninggalkan sebuah Mall. Keanu pikir Mouza sedang ingin shoping untuk menghabiskan uangnya. Namun, kenyataannya ia hanya berbelanja sayuran.


Baru saja dinyatakan hamil, Mouza sudah terlihat dewasa dan keibuan seperti ibu-ibu yang hobi nawar di pasar. Sudah tahu jika berbelanja di supermarket pasti sudah ada bandrol harganya, tetapi Mouza masih menanyakan apakah tidak bisa di diskon lagi. Hal itu sempat membuat Keanu malu. Bahkan uang yang dimiliki sang kakek bisa untuk membeli Mall itu jika ia mau.


"Bang Ke, berhenti sebentar!" pinta Mouza dengan mata yang fokus depan.


"Ada apa?" tanya Keanu heran.


"Itu kayak Mbak Hana, tapi kok sama siapa? Itu jelas bukan mas Arif." Mouza menujuk seseorang yang yang baru saja keluar dari sebuah toko dan masuk kedalam mobil.


"Masa sih?" Keanu tak begitu memperhatikannya.


"Bang, kita ikuti mereka bentar ya. Aku hanya ingin memastikan siapa pria yang sedang bersama Mbak Hana."


Karena Mouza pernah disakiti, kini hatinya terlalu sensitif untuk menyimpulkan tentang apa yang ia lihat. Ia sangat takut jika ternyata ada percikan api yang akan membakar sebuah hubungan, seperti apa yang dilakukan oleh Alan.


Mouza semakin mengernyit saat mobil yang ditumpangi oleh mbak Hana berbelok ke sebuah Hotel. Dadanya kian bergerumuh saat ia bisa melihat dengan jelas saat kakak iparnya terlihat sangat mesra dengan pria yang membukakan mobil bentuknya. Sambil menggeleng pelan Mouza bergumam, "Tidak, ini tidak mungkin!"


Tanpa pikir panjang, Mouza segera menelepon kakaknya, untuk menanyakan keadaannya.


"Halo Mas Arif dimana?" tanyanya langsung.


Terdengar jawaban dari Mas Arif yang mengatakan jika dirinya sedang berada di luar kota untuk sebuah pekerjaan.


Saat ditanya ada apa, Mouza hanya mengatakan jika ia sangat rindu dan ingin main ke rumah. Namun, karena Mas Arif sedang tidak ada di rumah, maka Mouza mengatakan lain kali saja ia berkunjungnya. Setelah itu telepon pun terputus dengan menyisakan rasa sesak di dalam dadanya. Tanpa terasa air matanya pun menetes.

__ADS_1


"Ada apa, Za?" tanya Keanu heran.


Sambil mengusap air matanya, Mouza menyuruh Keanu untuk melanjutkan lagi berjalan di dunia. Sepanjang perjalanan Mouza hanya terdiam. Ia tidak menyangka jika kakak iparnya tega melakukan penghianatan kepada kakaknya. Jika Mas Arif tahu iya benar-benar akan hancur. Wanita yang sangat ia cintai ternyata berkhianat.


"Bang, apakah suatu saat jika aku sudah tidak menarik lagi lagi, Abang akan mencampakkanku begitu ? Abang akan kembali bermain dengan para wanita malam lagi?" tanya Mouza dengan dada yang terasa sesak.


Saat itu juga Keanu mengernyit atas pertanyaan Mouza yang nyeleneh.


"Kamu ngomong apa sih, Za? Gak usah ngelantur. Aku sudah berjanji kepadaku diriku sendiri Untuk mencintaimu hingga akhir nafasku, apakah kamu meragukan cintaku? Demi kamu aku meninggalkan segalanya apakah semua itu belum cukup untuk menunjukkan betapa besar rasa cintaku kepadamu?"


Tiba-tiba Mouza menangis, ia terharu dengan ucapan Keanu, tetapi satu sisi lain ia sangat takut jika Keanu akan menghianati ketulusan cintanya seperti apa yang Alan lakukan kepada dirinya.


"Aku hanya takut suatu saat Abang merasa bosan denganku dan mencari wanita di luar sana untuk memuaskan Abang. Aku tidak ingin kejadian yang telah menimpaku kembali aku rasakan nanti," kata Mouza yang sudah beringusan.


Keanu segera melepas selft belt, dan segera menarik Mouza ke dalam pelukannya. Ia mencoba untuk menenangkan Mouza yang tiba-tiba mempunyai pikiran sensitif hanya karena melihat kakak iparnya jalan dengan yang lain.


"Jangan pernah samakan aku dengan Alan atau dengan siapapun. Karena aku adalah Keanu yang tidak akan pernah menduakan cinta."


Tangan Keanu mengusap jejak air mata yang membasahi pipi Mouza. Tenggorokannya naik turun karena ia menelan kasar salivanya. Bibir Mouza yang menjadi candu untuknya membuat Keanu mendekatkan wajah lebih dekat. Berharap bisa merasakan bibir itu saat ini juga. Mouza yang sudah berhenti menangis menatap mata Keanu.


"Mau apa ya? Mau cium bibir kamu aja deh, nanti kalau minta yang lain bisa kena grebek."


Baru saja bibir keduanya hampir menempel, tiba-tiba ketukan pintu kaca membuat Keanu mengernyit dan menoleh ke belakang. Dilihatnya seorang pria berseragam coklat terus mengetuk kaca mobil. Keanu pun segera membuka pintu.


"Selamat sore, Pak. Maaf mengganggu waktu Anda. Apakah Anda tidak melihat rambu-rambu yang ada di samping?" tanya pria itu sambil menunjuk pada sebuah palang rambu-rambu berlambang huruf S di silang.


"Selamat sore juga, Pak. Maaf mata saya rabun jadi tidak bisa melihat dengan jelas jika di samping sana telah berdiri rambu-rambu yang dilarang untuk berhenti," balsa Keanu.


"Jadi alasan apa yang membuat bapak nekat berhenti di tempat ini? Apakah ada yang darurat?"


Keanu menelan kasar salivanya. Tidak mungkin ia mengatakan jika ingin mencium istri. "Istri saya sedang hamil dan tadi sempat muntah-muntah, jadi tanpa pikir panjang saya langsung berhenti disini. Jika bapak mau mengeluarkan surat penegangan dan penahan mobil saya silakan ambil. Mobil saya di rumah masih banyak. Hilang satu tidak akan membuat saya rugi," ujar Keanu jangan percaya diri.


Sang penguasa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sepertinya ia salah sasaran jika harus mengeluarkan surat kehilangan untuk Keanu, meskipun ia telah salah.

__ADS_1


"Maaf saya bukan ingin menilang Anda, tetapi hanya memperingatkan saja, lain kali jangan diulangi lagi ya. Dan mohon selalu perhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Itu saja selamat sore dan selamat meneruskan perjalanan Anda Semoga Anda selamat sampai tujuan." Pria itu pun memilih berlalu untuk meninggalkan Keanu.


"Kirain mau ditilang. Aku mau serahin mobil malah ngacir. Ada ya petugas kayak gini?" Keanu pun akhirnya masuk lagi ke dalam mobil.


.


.


Malam ini Keanu sengaja menghindari Alan membuat kakek Wijaya bertanya-tanya, apakah kedua cucunya saat ini sedang berperang sehingga saling menghindari?


Bukan hanya Keanu yang menghindar, tetapi Alan pun juga begitu. Bahkan ia menyuruh mbak Lilii untuk mengantarkan makan malamnya ke kamar.


"Za, ada apa?" tanya kakek Wijaya, saat di meja hanya ada dia dan juga Mouza.


"Oza gak tahu, Kek. Tapi beberapa hari ini mood Bang Ke tidur bagus. Dia akan merasa mual dan muntah saat melihat Alan, sehingga memutuskan untuk makan di kamar," jelas Mouza sesuai dengan kenyataan.


"Mengapa bisa seperti itu, Za?"


"Oza juga tidak tahu, Kek."


"Bisa jadi saat ini anakmu sedang tidak menyukai Alan. Sudahlah lupakan saja, yang penting kamu makan yang banyak biar anak kamu sehat. Tapi kalau bisa kakek mau request, buatin kakek cicit perempuan yang comel ya? Meskipun kakek tahu, semua sudah diatur oleh Sang Pencipta, tetapi tidak ada salahnya jika kalian berusaha untuk menentukan sendiri. Terlebih saat ini sudah banyak teknologi canggih yang bisa menentukan jenis kelamin. Besok Kakek bawa kamu ke dokter kenalan kakek." Kakek Wijaya berbicara panjang lebar membuat Mouza mengangguk canggung.


"Kenapa harus request cicit perempuan, Kek. bukannya penerus perusahaan itu adalah laki-laki?" tanya Mouza mengernyit.


"Sebenarnya perempuan dan laki-laki itu sama saja, hanya saja Kakek sangat menginginkan bisa menggendong bayi perempuan yang comel. Jikapun tumbuh besar dia tidak akan membuat orang tua sakit kepala."


Kini Mouza tahu alasan kakek Wijaya meminta cicit perempuan, itu karena kedua cucunya laki-laki yang sama-sama keras kepala.


.


.


Halo-Halo selamat siang kecup jauh dulu aja biar makin semangat aku ngetiknya 💋💋Selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel teman aku yang berjudul ISTRI PILIHAN ALIKA, mampir ya

__ADS_1



__ADS_2