Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 50 | Ketinggalan Update


__ADS_3

Di bawah pohon yang rindang, Mouza menikmati bekal yang ia bawa dari rumah, karena Mouza sedang makan makanan seger tanpa mengandung minyak. Siapa yang menyangka ketenangannya terusik oleh tiga mahasiswi yang sempat menghadangnya beberapa hari yang lalu. Dengan angkuh mereka menumpahkan bekal yang ada di tangan Mouza.


"Upsss ... sorry emang sengaja," ujar salah satu di antara mereka.


"Udah bayi kolot masih bawa bekal. Duh ... orang kismis kok bisa ditampung kampus ini, sih? Tuh liat aja sayur apaan itu!" ledek mahasiswa yang kedua.


"Itu sayur atau rumput, sih? Soalnya sama-sama ijo." Kali ini ketiganya langsung tertawa kuat.


Mouza hanya membuang napas kasarnya. Ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi, karena ia ingin jika saat ini sedang hamil dan itu tidak baik untuk tumbuh kembang calon bayinya.


"Kalian mau apa lagi?" Mouza bertanya dengan wajah kesal.


"Mau apa?" tanya Iren, mahasiswi yang sangat menggilai Alan. "Suka-suka gue mau ngapain disini. Asal lo tahu aja, bentar lagi gue akan menjadi cucu menantu pemilik kampus ini. Lo gak tahu kan kalau Alan itu punya kakak yang gak kalah keren? Namanya Keanu, tunangan gue." Dengan percaya diri Iren mengaku sebagai tunangan karena merasa iri dengan Mouza yang bisa mendapatkan hati Alan.


Mouza hanya menautkan kedua alisnya. Ingin tertawa, tetapi ia menahannya dan tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa. "Oh, selamat ya. Semoga pengakuan lo gak buat lo malu. Eh, kalau malu kan bisa pakai masker," ujar Mouza sedang santai.


"Jaga mulut lo ya! Lihat aja kalau gue udah nikah sama Keanu, gue bakalan tendang lo dari sini, karena gue akan cabut beasiswa yang lo punya!" sinis Iren.

__ADS_1


Mouza memilih acuh. Dalam hati ia hanya menertawakan saja kekonyolan yang dibuat oleh Iren. Mungkin mereka mahasiswi yang tinggal di goa sehingga tidak mengetahui berita terupdate, jika sebenarnya Mouza dan juga Keanu sudah melangsungkan pernikahannya. Dan kini udah ada buah cintanya yang sedang berkembang di dalam perut Mouza.


"Tendang saja jika kamu bisa melakukannya. Aku akan tunggu di sini, kali aja nanti kamu nendangnya bisa sampai ke rumahku jadi aku nggak capek-capek jalan," ujar Mouza dengan santai.


Karena Mouza enggan untuk meneladani kegilaan tiga orang mahasiswa itu, ia memilih meninggalkan mereka. Tidak ada gunanya untuk berdebat dengan mahasiswi yang tidak tahu diri seperti tiga mahasiswa yang ada di tiada punya saat ini.


Jangan ditanya lagi bagaimana ketiga mahasiswa itu merasa kesal saat diajukan oleh Mouza. Sumpah serakah pun keluar dari Melani untuk dilemparkan kepada Mouza.


Saat Mouza menaiki anak tangga, ia harus berpapasan dengan Alan. Dengan cepat ia menarik tangan alat untuk ikut turun dengan dirinya. Alan hanya pasrah, ia merasa heran dengan Mouza yang tiba-tiba mau menyentuh tangannya.


"Jangan berpikir yang macam-macam!" sentak Mouza.


"Apakah lo akan mengatakan kalau gue harus pindah kelas karena lagi gak mood saat melihat wajah gue yang sebenarnya?"


"Kok ngomong apa sih, Lan?! Gue cuma mau kasih tahu aja kalau punya fans kasih pencerahan dong jangan barbar sama orang lain," kata Mouza yang masih merasa kesal dengan ucapan Iren.


"Maksud lo apaan sih, Za ? Tolong katakan dengan jelas agar gue paham."

__ADS_1


Mouza segera menjelaskan kepada Alan tentang tiga mahasiswi yang sering mengganggu dirinya. Bahkan baru saja mereka menumpahkan bekal yang ia bawa dari rumah.


"Tapi itu kan bukan salah gue, Za. Terus ngapain lo bawa gue ke sini?" protes Alan.


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo, selagi menunggu novel ini update kembali, mampir dulu yuk ke Novel temen aku Judulnya GADIS BOGOR, Mampir ya


__ADS_1


__ADS_2