Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 41 | Aroma Nenek-Nenek


__ADS_3

Baru saja keduanya ingin bertarung, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat keduanya saling bersitatap. Keanu segera merapikan kembali gaun yang dikenakan istrinya dan memungut kemejanya yang teronggok di lantai.


"Siapa sih, ganggu aja!" gerutu Keanu sambil mengancingkan satu persatu kancing kemejanya.


Pintu terus diketuk layaknya seseorang yang sedang kebelet buang air. Dengan mendengus pelan, Keanu mengumpat. "Sial! gagal lagi! Awas aja kalau bukan orang penting!"


"Bang, tunggu!" panggil Mouza saat Keanu hendak membuka pintu.


"Ada apa?"


"Bantuin naikin resletingnya! Tanganku gak nyampe!" pinta Mouza yang kesusahan untuk menariknya keatas.


"Gitu aja gak bisa, Za? Heran!" gerutu Keanu.


"Kan dibelakang, Bang! Kalau di depan gak bakalan butuh bantuan Bang Ke!"


Dengan sabar Keanu pun menarik keatas resleting gaun yang dikenakan Mouza, tetapi tangan nakalnya sempat mampir untuk mere.mas bagian depan dada Mouza.


"Ih, Bang Ke nyebelin!"


Keanu tertawa pelan dan kemudian menuju ke pintu untuk membukanya. Mungkin saja yang hendak menemuinya sudah lumutan karena Keanu tak langsung membukakan pintu.


Setelah pintu dibuka, terlihatlah wajah yang tak asing baginya. Dua orang yang dahinya sudah di stempel oleh Mouza muncul dihadapannya.


"Tuan Ke, saya ingin meminta maaf atas kesalahan yang sudah saya lakukan. Saya benar-benar tidak tahu jika Anda adalah cucu dari kakek Wijaya," sesal Daniel dengan mengiba.


"Saya juga minta maaf, Pak," timpal Doni.


Keanu hanya mende.sah pelan melihat tikus tak berguna didepannya, tetapi Keanu masih membutuhkannya. Untuk saat ini Keanu masih memaafkan keduanya, meskipun sebenarnya Keanu ingin membungkam mulut mereka, terutama Doni yang sudah memberikan tantangan untuknya.


"Tuan Ke, saya mohon." Kedua orang itu langsung berwujud di kaki Keanu untuk mendapatkan pengampunan dari Keanu.


"Berdiri atau akan aku tendang!"


"Kami tidak akan berdiri sebelum Tuan Ke memaafkan kesalahan kami, asal jangan pecat kami," sesal Daniel.


"Cih ... gaya selangit tapi keok juga! Berdiri, karena aku telah memaafkan kalian!" ujar Keanu datar.


Daniel dan Doni saling bersitatap untuk meyakinkan apa yang mereka dengar tidaklah salah. Doni menyendikkan bahunya sebelum ikut berdiri mengikuti Daniel.


"Anda memaafkan kami. Terima kasih Taun Ke, ternyata Anda sangat baik Saya sungguh menyesal dan tidak akan mengulanginya untuk kedua kalinya, Tuan," kata Daniel dengan terharu. Ia tak menyangka jika Keanu tak bisa memaafkannya begitu saja.


"Sudahlah pergi sana! Mengganggu saja!" usir Keanu kemudian menutup pintunya kembali.


Sementara itu, dua orang masih tak percaya dengan keputusan Keanu yang dengan mudahnya memaafkan kesalahan mereka.


"Aku pikir nasibku akan tamat karena telah menantangnya tadi," ujar Doni.

__ADS_1


"Aku pikir juga begitu, Don. Syukurlah, nasib kita belum tamat," timpal Daniel.


Keduanya pun merasa lega ketika Keanu tak mau mencet mereka, perbuatan yang mereka lakukan sudah sangat keterlaluan, tetapi Keanu masih memaafkannya. Apakah itu pertanda jika pimpinan mereka yang baru adalah orang yang sangat baik?


"Sudahlah nggak usah dipikirin, mending kita kembali kerja lagi!" saran Daniel.


Keanu tersenyum smirk ketika tikus itu datang menemuinya. Beruntung saja mereka datang sudah sampai mereka tak mengucapkan kata maaf, mungkin Keanu tidak akan mengundang mereka. Berhubung mereka sudah meminta maaf akan memberikan hadiah untuk mereka, yaitu penurunan jabatan.


"Mereka mereka pikir siapa bisa seenak jidatnya sendiri? Memangnya ini perusahaan milik kakeknya? Salah besar! Karena ini adalah perusahaan milik kakekku," ujar Keanu yang langsung menelepon Reno.


Dua orang yang sudah merendahkannya pantas untuk diberikan hadiah yang setimpal. Mungkin turun jabatan adalah adalah hadiah yang pantas mereka terima.


"Ren, aku tidak tega untuk memencetnya, jadi berikan saja mereka hadiah yang sangat berkesan dalam hidupnya agar mereka tidak semena-mena kepada orang lain lagi," kata Keanu tanpa menunggu jawaban 'iya' dari Reno, Keanu langsung menutup panggilannya.


Ia pun mende.sah pelan saat mendapati Mouza telah tertidur di sebuah sofa. Rasanya tidak tega saat ingin membangunkannya. Keanu pun segera melepas jas yang ia kenakan untuk menutupi sebagian tubuh Mouza.


"Ada ya orang bodoh tapi pintar." Keanu tertawa pelan saat melihat wajah damai sang istri saat terlelap.


Cup!


Satu kecu.pan mendarat dibibir Mouza. Bibir yang membuatnya candu ingin terus merasakannya, tetapi untuk kali ini kecu.pan itu hanya singkat, karena Keanu masih ingin menyelesaikan pekerjaan barunya.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Pagi ini Mouza sengaja bangun lebih awal karena ia ingin membantu mbak Lili untuk membuat sarapan. Saat ia menoleh kesamping, dilihatnya sang suami masih terlelap. Seperti rutinitas biasa Mouza akan memberikan sebuah morning kiss untuk Keanu. Kali ini dia melakukan dengan pelan agar suaminya tak terusik.


Mbak Lili terkejut dengan kedatangan Mouza yang secara tiba-tiba. Selama ini istri dari Keanu itu tak pernah menunjukkan wajahnya di dapur pagi ini.


"Neng Mouza." Mbak Lili terkejut.


"Kenapa, Mbak? Kok kayak lihat hantu gitu?" tanya Mouza yang melihat ekspresi mbak Lili sedikit ketakutan.


"Mbak kira hantu Neng Oza hantu." Saat itu juga Mbak Lili langsung tertawa kecil. "Ngapain pagi-pagi ke sini? Butuh sesuatu?"


Mouza menggeleng pelan dan menarik dua garis di bibirnya. "Gak butuh sesuatu, aku cuma pengen bantuin Mbak Lili masak aja."


"Emang bisa masak?" tanya mbak Lili mengernyit. Pasalnya selama ini Mbak Lili tak pernah melihat masa memegang peralatan dapur kecuali piring dan sendok.


"Mbak Lili ngeremehin aku ya? Sini biar aku yang masak, Mbak Lili bantuin aja!"


Mbak Lili pun hanya pasrah ketika dapur telah dikuasai oleh Mouza. Dilihat dari cara Mouza memegang peralatan dapur, mbak Lili tidak meragukan jika istri dari Keanu itu bisa masak.


Tak Butuh waktu lama, beberapa menu telah Mouza sajikan di atas meja. dengan takjub Mbak Lili memuji hasil mahakarya Mouza untuk pertama kalinya. Bahkan rasanya pun tak kalah enak dari masakan yang setiap hari ia masak.


"Ternyata Neng Oza pada masak juga ya? Kenapa nggak dari dulu bantuin masak, Neng?"


Mouza tertawa pelan sambil melemparkan candaan kepada Mbak Lili. "Kalau aku yang masak berarti uang bulanan masuk ke kantong ku dong, Mbak?"

__ADS_1


Mbak Lili pun tertawa. Ia baru tahu ternyata perempuan yang jarang terlihat di rumah itu mempunyai selera humor yang tinggi. Memang tak salah lagi jika Tuan Wijaya langsung menyukai Mouza dan berharapanmu kepadanya untuk menghangatkan keluarganya yang terasa hambar dan dingin ini.


"Udah selesai kan, Mbak? Aku mandi dulu ya, soalnya ada kuliah pagi," kata Mouza yang langsung meninggalkan mbak Lili yang sedang membersihkan bekas Mouza berperang di dapur.


"Oke, Makasih ya Neng, sering-sering aja bantuin Mbak masak," kata mbak Lili.


Sesampainya di kamar, Mouza mengernyit saat melihat suaminya masih berada di balik selimut. Ia mendengus kesal dan memilih untuk mandi terlebih dahulu agar tak terjatuh dalam godaan suaminya.


Tak butuh waktu lama, untuk Mouza mengguyur tubuhnya, yang penting tubuhnya terseram dan aroma sabun menempel di tubuhnya. Baginya itu sudah sah.


Saat keluar dari kamar mandi, ia menggelengkan kepala saat tak ada pergerakan Keanu untuk bangun. Ia pun berjalan mendekati sang suami dan ingin menarik selimutnya. Namun, dengan cepat tangan Keanu mencekalnya.


Kedua mata itu saling bertemu, tetapi detik kemudian Keanu membuang muka dan melepaskan cekalan tangannya.


"Kamu pakai parfum apa sih, Za? Kaya bau nenek-nenek?" tanya Keanu sambil menutup hidungnya.


Mouza mengernyit lalu mencium kembali aroma tubuhnya. Tidak ada yang salah dengan aroma sabun yang menempel di tubuhnya, aromanya wangi seperti biasa.


"Tapi ini aroma sabun yang sering aku pakai, Bang," jelas Mouza.


"Bukan, Za! Aroma kamu lebih mirip sama nenek-nenek yang jualan tembakau di pasar " Keanu masih ngotot dengan aroma tubuh Mouza yang seperti aroma nenek di pasar.


"Sembarang kalau ngomong! Wangi kayak gini dibilang kayak nenek-nenek. Bang Kai itu yang baunya kayak bunga Bangkai!" ketus Mouza yang memilih untuk meninggalkan Keanu dengan rasa kesalnya.


"Enak aja, aroma wangi kayak gini dibilang kayak aroma nenek-nenek!" gerutu Mouza sambil membanting pintu kamar.


Sepeninggal Mouza Keanu langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi, karena pagi ini ia sudah aktif untuk bekerja di kantor.


Saat baru saja masuk kedalam kamar mandi, Keanu langsung berteriak memanggil Mouza sambil menutup rapat hidungnya.


"Oza ...!"


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo, selamat pagi. Makasih atas Vote dan Gift yang kalian berikan untuk novel ini ya πŸ₯°


Selagi nunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke Novel teman aku yang judulnya MAFIA'S WOMAN mampir ya!


__ADS_1


__ADS_2