Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 43 | Permintaan Keanu


__ADS_3

Ternyata nyali Mouza menciut ketika Alan baru saja membentak dirinya. Ini adalah kali pertama Alan membentaknya. Meskipun sudah tidak memiliki hubungan apa-apa, tapi rasanya sangat sakit. Alan benar-benar hilang kendali karena Mouza yang ingin terus menjauhi dan memanfaatkan dirinya untuk memanasi Keanu.


"Sekali lagi gue minta maaf, Za. Gue gak bakalan ulangi lagi," sesal Alan. "Jika ingin turun silakan, gue nggak akan maksa untuk ikut gue."


Namun, Mouza memilih bungkam dan menyandarkan kepalanya di sandaran mobil. Melihat Mouza tak menunjukkan reaksi ingin turun, akhirnya Alan memilih untuk melajukan lagi mobilnya.


Sepanjang perjalanan menuju kampus, tak ada lagi sepatah kata yang mereka ucapkan. Suasana hening dan canggung. Alan hanya fokus pada setir kemudinya, sementara Mouza hanya diam sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Entah mengapa begitu sulit rasanya untuk memaafkan Alan. Semua bayangan masih terekam dengan jelas dalam ingatannya saat dua insan saling bercumbu tanpa sehelai benang. Bahkan suara de.sah.an keduanya masih terngiang-ngiang di dalam pikirannya. Hal itu membuat Mouza merasa jijik kepada Alan dan sulit untuk memaafkannya.


Mobil telah terparkir di halaman kampus. Tanpa kata terima kasih Mouza langsung turun dan meninggalkan Alan begitu saja. Pria yang pernah menjadi kekasihnya itu hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat sikap Mouza yang sangat begitu dingin kepada dirinya. "Sampai kapan kamu akan seperti ini, Za?" gumam Alan.


Sementara itu Keanu yang masih merasa mual memutuskan untuk menunda keberangkatannya menuju perusahaan. Sudah beberapa kali ia harus keluar masuk kamar mandi karena harus mengeluarkan rasa yang bergejolak di dalam perutnya.


Kakek Wijaya merasa sangat khawatir dengan keadaan Keanu akhirnya menelepon seorang dokter untuk memeriksa keadaan Keanu. Baru juga satu hari menjabat sebagai pimpinan perusahaan, Keanu sudah tepar, begitulah pemikiran kakek Wijaya.


"Hari ini lupakan dahulu masalah pekerjaan kantor. Aku sudah menyuruh Reno untuk menghandle semua pekerjaanmu. Sambil menunggu dokter Mada datang, mbak Lili akan mengerok badanmu agar anginnya keluar. Makanya kalau tidur itu pakai bajumu agar tidak masuk angin!"


Disaat seperti ini sang Kakek masih sempat untuk membahas masalah baju.


"Tidak ada urusannya dengan tidak memakai baju, karena aku sudah sering tidur telanjang, tetapi tidak ada angin yang masuk. Sudahlah mending Kakak keluar dari sini! Bikin perut makin mual saja," usir Keanu. Tak lama kemudian Keanu pun berlari menuju ke kamar mandi


Huueeekk ...


Kakek Wijaya hanya menggelengkan kepala sebelum meninggalkan kamar Keanu ia bertanya pada Mbak Lili. "Li, udah kamu buatkan wedang jahenya?"


"Sudah Tuan. Bahkan sudah habis dua gelas, tetapi setelah itu dimuntahkan kembali, Tuan. Sepertinya ini bukan sekedar masuk angin biasa. Bisa jadi masuk anginnya sudah akut," ujar mbak Lili.


"Kamu ini ada-ada aja! Sudahlah kamu tunggui dia, kalau dia keluar pijat, tanya apanya yang sakit. Sebentar lagi dokter Mada juga datang." Kakek Wijaya pun kemudian meninggalkan kamar Keanu.


Mbak Lili sebenarnya merasa kasihan kepada Keanu karena harus muntah-muntah, sementara yang dikeluarkan tidak ada.


"Minum dulu, Mas." Mbak Lili menyodorkan segelas air hangat kepada Keanu. Tangan Keanu pun segera menerima dan langsung meminumnya. Namun, saat itu juga air yang sudah masuk kedalam mulut ia semburkan keluar dan mengenai wajah mbak Lili.


Wanita itu hanya memejamkan mata sambil mengelap wajahnya yang basah akibat semburan Keanu.


"Mbak Lili sengaja mau buat bibir aku melepuh ya? Ini panas banget loh, Mbak?!" protes Keanu.

__ADS_1


Mbak Lili baru teringat jika memang air yang berada di gelas itu murni air panas dan belum ia campur dengan air dingin. Tak salah jika Keanu langsung menyemburkan airnya.


"Tuh melepuh kan!" kata Keanu dengan wajah ditekuk.


"Iya maaf. Mbak lupa kalau itu memang air panas, Mas," sesal mbak Lili.


"Tuh kan .... " Keanu merajuk. "Sebagai gantinya mbak Lili pijitin dulu kaki aku!" perintah Keanu.


Dengan patuh mbak Lili segera memijat kaki Keanu dengan telaten. Sudah lama dirinya tak pijat oleh tangan mbak Lili karena setiap malamnya ia terlena akan kehadiran Mouza hingga melupakan pijatan mbak Lili.


"Baru kejar 1 hari aja udah keok. Emang beda ya Mas, kerja meras otak sama meras keringat itu?" Tiba-tiba mbak Lili memecahkan keheningan.


"Maksud mbak Lili apa?"


"Gitu aja gak ngerti, Mas. Enakan mana kerjaan baru sama kerjaan lama?"


"Jangan bahas masalah pekerjaan lama. Anggap aja Keanu yang lama udah mati." ketus Keanu.


Perbincangan keduanya terputus ketika dokter Mada masuk ke dalam kamar untuk memeriksa keadaan bKeanu. Mbak Lili memilih keluar agar dokter Mada bisa leluasa saat memeriksa Keanu.


"Sejak pagi aku merasa mual dan muntah-muntah, terlebih semua yang masuk ke dalam perut keluar lagi," jelas Keanu.


Dokter Mada terdiam untuk beberapa saat. Ia belum bisa menyebutkan penyakit apa yang sedang diderita oleh Keanu, karena menurut pengecekan tidak ada yang salah. Semuanya terlihat normal.


"Apakah Anda mempunyai riwayat penyakit Mag? Jika iya, mungkin saat ini mag Anda sedang kambuh."


"Dari dulu sampai sekarang aku tidak memiliki riwayat penyakit apa-apa. Badanku sehat karena aku sering berolahraga dan tak akan ada penyakit yang berani untuk menyentuhku. Lalu penyakit apa ini yang berani menyerangku saat ini?"


"Mungkin ini hanya masuk angin biasa. Itu wajar dialami oleh pria dewasa tetapi bagi orang yang sering keluar malam.


Karena dokter Mada tak menemukan tanda-tanda penyakit yang sedang diderita oleh Keanu ia pun hanya memberikan sebuah resep vitamin untuk menghilangkan rasa mualnya.karena memang dari hasil pemeriksaannya Keanu tidak apa-apa.


"Saya sarankan Anda untuk beristirahat total selama 3 hari. Jika dalam 3 hari rasa mual Anda tidak berkurang, Anda harus segera ke rumah sakit untuk memastikan penyakit apa yang sedang Anda derita. Takutnya ini bukan penyakit biasa. Saya hanya akan memberikan resep vitamin untuk mengurangi rasa mual saja saat ini," ujar dokter Mada.


"Terserah! Yang penting mual dan muntah ini bisa hilang. Asal dokter tahu ini rasanya sangat tersiksa."

__ADS_1


Dokter Mada hanya tertawa kecil. Namun, sebelum dokter Mada meninggalkan kamar Keanu, ia memberikan pesan agar memeriksakan istrinya juga, siapa tahu saat ini istrinya sedang hamil dan dia yang merasakan morning sickness. Karena banyak kasus di luar sana yang mengalami kasus yang sama seperti Keanu, dimana setiap pagi ia akan merasa mual dan muntah bahkan kelakuannya seperti bumil muda yang sangat sensitif dengan indra penciumnya.


Keanu hanya mengernyit ketika mendengar pesan dari dokter Mada. "Hamil? Apakah Oza hamil?" gumamnya.


Disisi lain Mouza merasa sangat bersalah kepada Alan karena terus memanfaatkan keadaan untuk mengambil keuntungan. Seharusnya bukan seperti itu caranya menjadi kakak ipar yang baik.


"Dih ... kenapa gue malah mikirin Alan sialan itu sih? Harusnya gue mikirin bang Ke yang kelakuannya aneh pagi ini. Masa iya gue dikatain nenek-nenek." Mouza masih menggerutu dengan kesal jika mengingat ucapan Keanu pagi tadi.


TING


Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Mouza. Dengan cepat ia membukanya, karena berharap itu adalah pesan dari Keanu.


Sebenarnya beberapa menit yang lalu Keanu sudah menghubunginya untuk memberitahu jika dirinya sedang sakit.


Bibir Mouza mengembang saat ia membaca nama pengirimnya. Pesan itu memang dari Keanu, tetapi Mouza mengernyit saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Keanu padanya. Bagaimana tidak, sepulang kuliah Mouza harus membelikan es buah yang berada di dekat kampus serta nasi Padang yang ada di ujung gang masuk ke rumahnya.


"Ini apa-apaan? Sakit ya sakit gak usah pakai acara mengambil kesempatan dalam kesempitan. Cih ... Bang Ke nyebelin!"


.


.


.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


Halo-halo, selamat pagi, Semoga kita semua sehat dalam lindungan-Nya.


Selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel teman aku judulnya


DIKEJAR DUDA, mampir ya.


__ADS_1


__ADS_2