
Akhirnya Mouza bisa bernapas dengan lega ketika sang suami hanya pergi untuk mencari bebek panggang saja. Dirinya yakin jika saat ini suaminya telah berubah dan tak akan keluyuran untuk mencari tempat persinggahan, karena ada rumah yang selalu menantinya.
Ditengah malam yang sunyi, terpaksa Mouza harus menunggui suaminya untuk menikmati bebek panggang yang diinginkannya. Bukan tidak mau makan, tetapi jika melihat cara makan suaminya membuat perut Mouza terasa penuh. Bagaimana tidak jika Keanu layaknya orang kelaparan satu bulan.
"Kamu beneran gak mau, Za?"
"Buat Bang Ke aja, aku dah kenyang," tolak Mouza dengan gelengan kepala.
"Syukurlah, jadi gak berkurang," ujar Keanu.
Mouza hanya menggeleng pelan sambil mengusap perutnya, berharap kelak saat lahir anaknya tidak rakus seperti Keanu saat ini.
Ternyata tidak sampai disitu ulah Keanu yang membuat Mouza sakit kepala. Disaat semua orang telah terlelap untuk beristirahat, dia malah menyuruh Mouza untuk membuatkan susu kedelai.
Kalau seperti ini bukan gue yang ngerjain Bang Ke, tapi Bang Ke yang ngerjain gue. Menang banyak dia, ah, sialan! Kalah terus gue, batin Mouza dengan kesal.
Dengan bibir yang mengerucut, Mouza telah membawakan satu gelas su.su kedelai yang masih hangat. Namun, saat Mouza memanggil nama Keanu, pria itu diam tak ada menjawab. Saat dipastikan ternyata suaminya telah tidur.
"Bang Ke emang sialan! Tengah malem ngerjain orang nyuruh buatkan su.su tapi dia malah tidur. Duh gini amet sih ngeladenin suami nyidam. Kalau tahu gitu mending aku aja yang nyidam!" Karena merasa kesal, akhirnya Mouza yang meminum su.su kedelai itu hingga tak bersisa.
"Rugi waktu, rugi tenaga, rugi semuanya!" geram Mouza yang langsung naik keatas tempat tidurnya.
π₯π₯π₯
Saat mentari menyingsing, Keanu masih nyaman berada di bawah selimutnya. Padahal ia harus bekerja.
"Bang, bangun!" Seperti biasa Mouza menggoyangkan tubuh Keanu agar terbangun.
Perlahan matanya mulai membuka, saat melihat wajah Mouza yang ada didepannya, Keanu menyunggingkan senyum dibibir.
"Pagi, Sayang. Tumben kamu pagi-pagi udah cantik, wangi lagi," kata Keanu sambil mengerlingkan matanya.
Mouza hanya bisa mengernyit dan mencium aroma tubuh yang masih beraroma bawang dapur, tetapi Keanu mengatakan dirinya wangi? Apakah Keanu mempunyai masalah dengan indra penciumannya?
"Kok malah bengong? Cium dulu!" rengek Keanu sambil memanyunkan bibirnya.
Mouza pun langsung memberikan apa yang diinginkan oleh Keanu agar pria itu segera bangkit dari tempat tidurnya.
Pagi ini mood Keanu tak seperti hari kemarin, bahkan pagi ini ia tak merasakan mual dan muntah, mungkin karena ia telah meminum vitamin yang diberikan oleh dokter kemarin. Bahkan pagi ini aroma tubuh Mouza tak seperti kemarin yang membuatnya harus menutup hidung. Pagi ini Mouza begitu cantik dan wangi di matanya.
Di lantai bawah semua orang sudah menunggu Keanu turun untuk melakukan sarapan. Namun, pria itu tak kunjung turun.
__ADS_1
"Apakah dia kembali tidur lagi?" tanya kakek Wijaya pada Mouza.
"Gak tahu juga, Kek. Tapi tadi pas Oza tinggal keluar, Bang Ke tinggal pakai baju kok. Bentar lagi juga turun," kata Mouza untuk meyakinkan Kakak Wijaya.
Padahal saat Mouza turun Keanu baru saja masuk ke kamar mandi karena pagi ini suaminya yang mesuum itu minta dimanja.
"Ngapain juga ditungguin! Dah ah aku mau sarapan duluan!" Alam yang sudah tidak sabar menunggu Keanu memilih untuk sarapan lebih dahulu. Menurutnya ada dan tidak adanya Keanu, tetap saja nasi itu masuk ke dalam perutnya, lalu untuk apa sibuk untuk menunggu pria bang sat itu?
Kakek Wijaya hanya mendengus kesal ketika dua orang cucunya tidak bisa hidup rukun.
"Mending Kakak juga sarapan dulu, nanti Bang Ke sarapan sama Oza," kata Mouza yang sudah bersiap untuk mengambilkan nasi kakek mertuanya.
Pria tua itu hanya pasrah tak menolak ketika Mouza sudah mengambilkan nasi dan sayur diatas piringnya.
Tak berapa lama pun Keanu turun dengan pakaian yang sudah rapi. Saat ingin menarik tempat duduk yang berada di depan Alan, tiba-tiba perutnya merasa mual.
Huueeekk ...
Keanu pun berlari menuju ke wastafel dan diikuti oleh Mouza.
"Abang gak papa?" tanya Mouza sambil memijat tengkuk Keanu.
Setelah dirasa sudah enakan Keanu enggan kembali ke meja makan. Ia ingin makan di dapur saja karena saat melihat Alan, rasanya ingin akan muntah.
"Kita makan di dapur aja, Za! Liat muka Alan rasanya mau muntah," ajak Keanu.
Mouza tak mengerti dengan mood Keanu yang berubah-ubah. jika kemarin ia akan merasa kenyang saat melihat wajah Alan, maka tidak untuk hari ini. Hari ini iya akan merasa mual dan akan muntah jika melihat wajah Alan. Apakah ini adalah reaksi dari calon anaknya yang juga tidak menyukai Alan? Mouza pun segera mengelus perutnya. berharap calon buah hatinya nanti tidak Membenci Alan, cukup dia yang membenci perbuatan lucnutnya.
"Za, siapkan bekal! Nanti siang kita makan bersama di kantor! perintah Keanu.
"Tapi kayaknya aku nggak bisa deh Bang. soalnya aku ada kelas siang juga nanti," kata Mouza.
"Memangnya nanti pulang jam berapa?"
"Kayaknya sekitar jam 2-an deh."
"Ya udah selesai kuliah kamu langsung aja ke kantor. Aku tunggu kamu makan siang di sana, oke?"
Keduanya pun sepakat untuk makan siang di kantor. Namun, saat mereka hendak berangkat, Keanu memastikan dahulu apakah Alan sudah pergi atau belum. Entah mengapa hari ini saat melihat Alan ia akan merasa mual, apakah calon anaknya sedang tidak menyukai Alan? pikir Keanu.
Setelah memastikan jika Alan sudah berangkat, Keanu pun segera mengajak Mouza untuk berangkat juga. Karena saat ini Mouza sedang hamil, Keanu memutuskan untuk menggunakan mobil sebagai kendaraan utamanya.
__ADS_1
"Kita naik mobil?" tanya Mouza mengernyit.
"Iya. Aku nggak mau terjadi sesuatu kepadamu."
.
.
Sesampainya di kampus, Mouza segera berjalan untuk menuju kelasnya. Seperti biasa Mouza hanya menyapa berapa teman sekedarnya saja, karena ia tak memiliki teman yang akrab, terlebih seorang sahabat. Semua itu karena Mouza berasal dari keluarga biasa saja, sedangkan rata-rata mahasiswa di kampusnya adalah golongan berada. Karena niat Mouza ingin mewujudkan cita-citanya, iya tidak peduli meskipun ia tak memiliki seorang teman sekalipun, yang penting ia belajar dan mendapatkan nilai yang sempurna.
Baru saja hendak masuk ke dalam ruang kelas, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seorang.
"Sini dulu!" katanya.
Tubuh Mouza langsung terseret ke dalam dan pintu pun segera ditutup. Terlihat ada tiga
mahasiswi sudah berdiri di depannya sambil melipatkan kedua tangan di depan dadanya.
"Kalian mau apa?" tanya Mouza.
Sambil tersenyum sinis, salah seorang itu menunjukkan sebuah foto Mouza sedang mencium Keanu beberapa menit yang lalu.
"Gimana reaksi para dosen ketika melihat mahasiswi kebanggaan mereka ini ternyata adalah simpanan om-om, ya?" cibir salah seorang diantaranya.
"Jangan mentang-mentang lo deket sama Alan, terus lo pikir kita gak berani buat kasih pelajaran sama lo? Dasar cewek murah.an!"
"Gue akan kasih foto ini sama Alan, agar dia tahu bagaimana kelakuan ceweknya yang murah.an ini!" timpal salah seorang diantara mereka.
"Oh, sekarang gue tahu maksud kalian semua. Kalian naksir sama Alan kan? Kalau kalian naksir ambil aja sana! Lagian gue sama Alan udah End!" ujar Mouza dengan percaya diri, detik kemudian pun Mouza menerobos jalan yang menutupinya.
.
.
...π₯π₯π₯...
...BERSAMBUNG...
Halo-halo, selamat sore π sambil menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel teman aku judulnya ANNISA ISTRI KECILKU, mampir ya
__ADS_1