
Ingin rasanya Azra marah pada Elenna karena hampir membuatnya gila. Bagaimana jika Elenna benar-benar hilang atau diculik, sudah dipastikan Azra akan menjadi orang gila baru.
"Kamu jangan kemana-mana. Jika lelah, beristirahat!" ujar Azra pada Elenna.
Menjadi single Mommy untuk anaknya, mengharuskan Azra membawa Elenna ketempat kerjanya. Beruntung saja sang pemilik cafe mengerti dengan keadaan Azra dan tidak keberatan jika Azra membawa anak ke tempat kerja asal tidak menggangu pekerjaan Azra.
"Siap Momm."
Saat ini Elenna di tinggal dalam ruang karyawan. Ditemani iPad, bocah itu langsung meluncur untuk memainkan permainan yang sudah terinstal di iPadnya.
Saat sedang asyik dengan permainannya, samar-samar telinga Elenna mendengar derap langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat ke ruangannya. Alisnya menaut dengan rasa curiga.
"Sepertinya ada orang yang mau kesini. Siapa ya?" tanya Elenna penasaran.
Baru saja ingin bangkit dari tempat duduknya, sebuah pintu terbuka dan menampilkan sosok laki-laki berjas rapi dan langsung menatap kearah Elenna.
"Kamu mau Elenna, kan? Tenang aja kamu gak usah takut, Om bukan orang jahat," ucapanya sambil mendekat kearah Elenna.
Bocah yang semula merasa takut kini sudah biasa saja ketika laki-laki itu mengatakan jika ia adalah bos Mommy.
"Well, perkenalkan nama Om Angga Sahputra. Panggil aja om Angga."
Elenna hanya mengangguk pelan karena bos Mommy sudah tahu namanya. Lalu untuk apa dia memperkenalkan namanya apa adanya.
"Kamu cantik sekali seperti Mommy-mu," ujar Angga.
"Tidak lucu juga kan kalau aku ganteng kan, Om?" celetuk Elenna.
Angga tertawa pelan. "Ah, iya. Ngomong-ngomong kamu udah makan atau belum? Kebetulan Om belum makan. Kita makan diluar, yuk!" ajak Angga.
"Tidak, Om! Kata Mommy Elen gak boleh keluar. Elen gak mau membuat Mommy khawatir lagi."
"Mommy kamu tidak akan khawatir karena Kita akan makna di meja luar, bagaimana?" tawar Angga.
Elenna terdiam untuk beberapa saat untuk berpikir apakah ia harus ikut keluar atau tetap di ruang karyawan. Akhirnya karena Elenna juga penasaran dengan pekerjaan Mommy, ia menyetujui Angga untuk makan diluar.
"Oke. Tapi nanti kalau Mommy marah, Om Bos yang harus bertanggung jawab ya!"
__ADS_1
Lagi-lagi Angga menahan tawa melihat Elenna yang terlihat menggemaskan.
"Oke," kata Angga sambil mengembangkan senyum di bibirnya.
🌸🌸
Di sebuah rumah sakit, Alan hanya bisa mondar-mandir di depan kamar ICU dimana sang kakek berada. Penyakit pria tua itu kambuh lagi. Sebenarnya tidak heran lagi jika sang Kakek harus keluar masuk rumah sakit, karena semakin tua tubuhnya sudah tak kebal seperti dulu lagi.
"Bagaimana keadaan Kakek?" tanya Keanu yang baru saja datang.
"Gak tahu, Bang. Mudah-mudahan masih bisa bertahan," ujar Alan.
Mata Keanu pun langsung menatap putrinya yang sedang berada dipangkuan mbak Lily. Dengan cepat ia mendekat.
"Eza, kamu kenapa?" tanyanya.
Mata Kenza langsung menatap Daddy kandungannya tanpa ekspresi. Sudah tahu sedang bersedih, tetapi masih saja ditanya kenapa. Apakah Daddy-nya tidak bisa peka dengan keadaan sekitar?
"Daddy sudah tahu aku menangis karena mengkhawatirkan kakek Uyut masih saja bertanya!" protes Kenza.
Saat itu juga Keanu langsung menelan kasar salivanya. Ia mende.sah pelan. "Percayalah, kakek tidak apa-apa!"
Beberapa menit kemudian Reno dan juga Mouza pun datang. Karena dua orang datang secara bersamaan, Keanu langsung memberikan tatapan tajam pada keduanya.
"Darimana?" tanya Keanu pada dua orang yang baru saja dengan .
"Dari rumahlah, masa dari mall. Gimana, sih?" jawab Mouza dengan cepat.
"Tuan, Anda sudah tua. Mohon untuk berpikir lebih tua. Saya dan Nona Mouza hanya bertemu didepan. Jika Anda tidak percaya silahkan cek semua CCTV yang ada," ujar Reno, asisten pribadinya.
Keanu terdiam dengan wajah yang sudah ditekuk. Bagaimana Keanu tidak merasa cemburu jika pesona Reno lebih menggoda, meskipun hanya seorang asisten.
"Heran deh! Udah tua tapi pikiran masih kayak bocah! Eza, kasih pencerahan Daddy-mu yang super posesif itu!" timpal Alan dengan rasa kesal.
Alan tidak habis pikir dengan Keanu yang tidak bisa menghilangkan rasa positifnya. Meskipun seluruh dunia tahu jika Mouza adalah wanita cantik, tetapi mereka tidak akan tertarik padanya karena mereka tahu pawang Mouza bukanlah pawang sembarangan.
Hening untuk beberapa saat, hingga suara telepon Reno berbunyi. Dengan cepat pria itu langsung mengangkatnya.
__ADS_1
Matanya langsung mengedar untuk menatap ke arah Alan. Entah apa yang sedang dibicarakan di dalam telepon karena Reno hanya menganggukkan kepalanya saja dan setelah itu menutup teleponnya.
"Apakah ada masalah, Bang?" tanya Alan yang merasa penasaran karena mata Reno terus menatapnya.
"Apakah Anda sudah bertemu dengannya?" tanya Reno datar.
Alan mengernyit. "Maksud Bang Reno siapa?"
Reno mende.sah dengan kasar. Saat ingin menjelaskan tiba-tiba Alan berkata, "Iya. Aku sudah bertemu dengannya."
"Lalu?"
"Lalu kamu tidak usah kepo!"
Keanu yang mendengar percakapan Reno dan juga Alan hanya bisa menautkan kedua alisnya. "Kalian membicarakan siapa?" tanyanya.
"Tidak usah terlalu kepo dengan masalah orang lain. Jika kamu terlalu kepo, takutnya istri kesayanganmu dicuri orang kamu tidak tahu!" cibir Alan.
Mouza yang terus-menerus menjadi bahan olok-olokan sebenarnya ingin menyikat dua orang yang tidak bisa akur, meskipun dalam keadaan genting. Terlebih suaminya yang akhir-akhir ini terlalu sensitif dan mudah cemburu dengan siapapun Mouza berjalan.
"Tuan Muda, bisakah kita berbicara sebentar? Saya sudah berhasil menyelidiki apa yang sedang anda selidiki. Anak buah saya lebih unggulan daripada anak buah anda. Bagaimana?" tanya Reno pada Alan.
Alan merasa terkejut dengan ucapan Reno yang ternyata juga sudah menyelidiki Azra. Apakah Reno mengetahui sesuatu tentang Azra.
"Ayo!" Ucapnya dengan anggukan kepala.
Keanu yang merasa sangat penasaran hanya bisa menatap punggung dua orang yang telah berlalu dari hadapannya. Entah mengapa jiwa ingin tahunya meronta-ronta.
"Eza, apakah ada yang aneh di rumah utama?" tanya Keanu pada putrinya.
Bocah itu hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Dadd! Memang ada apa?" Bocah itu malah melemparkan pertanyaan kepada Keanu.
"Tidak ada. Sudahlah, tidak usah kamu pikirkan. Ngomong-ngomong, kenapa penyakit Kakek Uyut bisa kambuh lagi?"
Mbak Lily yang sejak tadi hanya membisu akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan jika sebelum penyakit sang kakek kambuh ia sempat menerima telepon dari seseorang. Entah berita apa yang sampai di telinganya sehingga sang kakek langsung sesak nafas dan kejang-kejang.
"Apakah ini ada hubungannya dengan Reno tadi, ya?" gumam Keanu. "ini nggak bisa dibiarin, mereka berani menyembunyikan sesuatu dariku. Awas aja kamu Reno!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...