Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Season 2 | Lebih Memilih Alan


__ADS_3

Kenza tak peduli dengan keberadaan Mouza dan Keanu meskipun saat ini keduanya sedang berjalan bersama. Bahkan tanpa rasa malu Kenza tetap bergelayutan manja di lengan Alan. Tentu saja saat ini hati Keanu seperti sedang terbakar saat putrinya lebih memilih Alan daripada dirinya, yang mencetaknya. Namun, karena tak ingin memperlihatkan perasaan kesalnya, Keanu berusaha untuk biasa saja.


"Dadd, di sekolahku ada murid baru. Namanya Elenna. Pindahan dari luar Negeri. Daddy pasti tahu kalau dia jago bahasa Inggris, kan?" celoteh Kenza sambil berjalan.


"Lalu?" Alan mengernyit.


"Aku mau les bahasa Inggris sama Mommy-nya, Dadd! Aku gak mau kalah dari Elenna!" ujar Kenza dengan mengerutkan bibirnya.


"Mengapa harus dengan Mommy-nya Elenna? Daddy bisa mencarikan guru privat yang terbaik dari seluruh penjuru negeri ini," sela Keanu yang dianggap obat nyamuk oleh anaknya sendiri.


"Tapi aku maunya sama Mommy-nya Elenna, Dadd. Dia cantik seperti Mommy."


"Baiklah, kapan kamu akan mulai les?" Kini giliran Alan yang menimpali.


"Serius, Dadd? Baiklah, lusa aku akan tanyakan pada Mommy-nya Elenna dulu. Semoga Aunty itu bersedia untuk mengajar les," ucap Kenza dengan hati yang berbunga. Wajahnya tak hentinya untuk terus tersenyum sepanjang perjalanannya.


Keanu hanya berjalan sambil menggandeng tangan Mouza karena Kenzo, putranya enggan untuk di gandeng. Bocah itu memiliki sifat yang hampir sama dengan Keanu semasa kecil, yang akan terlihat dingin. Meskipun satu produksi, tetapi Kenzo sangat berbeda dengan Kenza yang periang, namun sedikit manja.

__ADS_1


"Lan, bisakah kita berbicara?" tanya Keanu saat kedua anaknya sedang bermain dengan Mouza.


Alan yang melipat tangan di depan dada hanya sekilas melirik ke arah Keanu.


"Jika hanya ingin menyuruhku untuk membujuk Kenza pulang ke rumahmu, aku tidak bisa. Bukan berarti aku tidak mau, tetapi aku sudah kehabisan cara untuk membujuk anak itu. Kamu pikir aku tidak terganggu dengan bocah itu?"


Keanu hanya mendengus kasar. Meskipun memang itu adalah kata yang ingin ia katakan, tetapi ada kata lain yang ingin disampaikan kepada Keanu, mengingat jika saat ini kesehatan sang kakek yang sudah tidak stabil lagi. Dan pria tua itu masih terus berharap untuk segera bibit dari Alan.


"Bukan itu yang ingin aku katakan," sanggah Keanu.


"Lalu apa lagi. Apakah kamu menyuruhku untuk menikah? Bang, sudah kukatakan berulang kali kepada kalian jika sampai kapanpun aku tidak akan menikah, karena sampai saat ini aku masih menunggu kedatangan Azra. Aku yakin jika suatu saat dia akan kembali pulang. Aku tidak akan pernah menutup pintu hati ini untuknya. Jadi jika itu yang ingin kamu katakan, mending tidak usah kamu katakan kepadaku, karena jawabannya tidak akan berubah. Aku tidak akan menikah!" ujar Alan yang memilih untuk meninggalkan Keanu.


"Cinta mampu membutakan mata dan hati. Bahkan bisa membuat gila. Beruntung saja bocah sialan itu tidak gila," de.sah Keanu.


🌸🌸🌸


Puas menghabiskan waktu bersama dengan Mommy-nya dan juga Kenzo, akhirnya Kenza kelelahan dan tertidur di dalam gendongan Alan. Bahkan saat Keanu ingin menggendongnya, Kenza terbangun dan langsung menepis tangan Keanu. Ingin marah, tetapi Keanu waras jika itu adalah titisannya.

__ADS_1


"Baiklah, anggap saja ini adalah keberuntungan untukmu," ujar Keanu pada Alan sedang rasa kecewanya.


"Kamu pikir aku bahagia akan penderitaan ini? Harusnya kamu dan Oza yang mengurus bocah ini! Ibarat kata Bang Ke yang makan nangka, aku yang kena getahnya! Sungguh merepotkan!" ucap Alan.


Sebagai seorang ibu, tentu saja Mouza tidak rela jika anaknya diurus oleh orang lain, tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena anaknya telah merasa nyaman bersama dengan Alan. Ibu mana yang tidak sakit saat anaknya lebih dekat dengan orang lain daripada dirinya?


"Alan, maafkan Eza jika telah merepotkanmu selama ini. Bukan kami tidak ingin mengurus Eza, tetapi kamu tahu sendiri kan bagaimana Eza? Dia sendiri yang memilihmu. Saran aku, jangan kamu manjakan dia berlebihan jika tak menginginkan anak itu terus bergantung kepadamu!" saran Mouza.


"Aku tidak pernah memanjakan anak ini. Bahkan aku sudah sering mengusirnya untuk pulang, tetapi anak ini keras kepala seperti bapaknya. Tapi, setidaknya bocah ini bisa menghiburku. Jangan salahkan aku jika suatu saat aku malah tak bisa melepaskan anak ini," ujar Alan.


Keanu langsung menatap Alan. "Kamu jangan sembarang! Dia itu keponakan kamu, Lan!"


Alan pun langsung memicingkan matanya. "Kalau pikiran mecum, orang ngomong apa, nangkapnya apa. Dahlan, capek aku ngomong sama orang yang pikirannya mecum! Za, aku pulang. Jika kamu merindukan anakmu, jenguk saja dia di kamarku," kata Alan yang kemudian berlalu.


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Akhirnya Author memutuskan untuk tetap melanjutkan novel ini di sini. Terima kasih atas Dukungan kalain semua. πŸ™πŸ₯° Jika berkenan, boleh dong bagi Vote dan kembang untuk novel ini agar othornya lebih bersemangat lagi ☺️


__ADS_2