Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 94 | Mengerjai Alan Lagi


__ADS_3

Sudah pukul 10 malam Alan masih gelisah karena Azra yang tak kunjung pulang. Alan sudah yakin jika Azra masih berada di rumah sakit untuk menunggu Delon. Karena pikiran tidak tenang, akhirnya Alan pun berniat untuk menyusul Azra ke rumah sakit. Baru saja ingin membuka pintu kamar, ia pun teringat dengan kejadian siang tadi, di mana Azra sedang berada di dalam pelukan kakeknya.


"Dih, apa-apaan sih? Udah tahu istri cucunya, masih aja diembat! Yang lebih parahnya Mouza juga tergoda akan penampilan pria tua itu? Apa sih hebatnya. Emang bener kata orang, tua-tua keladi, makin tua makin menggila," gerutu Alan yang kemudian mengurungkan niatnya untuk menyusul Azra. Dirinya masih kesal dengan penglihatan siang tadi.


"Stop, Alan! Jangan bilang lo udah punya rasa sa cewek bar-bar itu!" Alan mengusap kasar wajahnya dan langsung menjatuhkan kasar tubuhnya diatas tempat tidur.


Dalam diamnya Alan merenungi akan perasaannya pada Azra. Meskipun lidahnya menolak, tetapi tidak dengan hatinya yang tak ingin jauh darinya. Mungkin saat ini dirinya sudah benar-benar merasa nyaman dengan Azra? Ataukah hanya rasa iba karena dirinya telah membuat Delon masuk ke rumah sakit?


"Tidak! Tidak segampang itu untuk meluluhkan Alan!" Alan pun memilih untuk memejamkan matanya tanpa ingin peduli dengan Azra.


🌸🌸🌸


Sudah menjadi kebiasaan Mouza jika tengah malam ia akan bangun karena menginginkan sesuatu. Kali ini ia terbangun karena menginginkan makan mie rebus. Seperti pesan Keanu, jika Mouza menginginkan sesuatu tinggal bangunkan dirinya saja.


"Bang," panggil Mouza sambil menggoyangkan lengan Keanu.


Perlahan Keanu mengerjap dengan pelan. Saat membuka mata, ia telah melihat wajah Mouza telah berada di depan wajahnya. Tanpa kata Keanu langsung menyambar bibir Mouza yang semakin membuatnya candu. Namun, dengan cepat Mouza melepaskan cium.annya.


"Bang Ke asal sosor aja! Bau naga tau!" protes Mouza.


"Bau naga tapi kamu suka, kan? Ada apa?" tanya Keanu dengan tangan mengelap bibir Mouza.


"Mau makan mie rebus," ujar Mouza dengan manja.


Keanu tersenyum tipis sambil mengelus perut Mouza. "Kecebong Daddy mau makan Mie rebus? Itu permintaan yang gampang. Ayo Daddy buatkan!"

__ADS_1


Namun, seketika tangan Mouza mencegah. "Tapi aku maunya Alan yang buatkan, Bang," rengek Mouza.


Saat itu juga mata Keanu langsung terbelalak lebar saat mendengar Mouza menyebutkan nama Alan. Bagaimana tidak terkejut ketika Mouza meminta makanan buatan Alan, sementara dirinya saja bisa jika hanya membuatkan semangkuk mie rebus.


"Za, kamu gak ngelindur kan? Aku suami kamu loh, Za. Bukan Alan!" Keanu langsung memberikan protestannya.


Bibir Mouza telah kembali mengerutkan. "Tapi aku pengen makan mie rebus buatan Alan, Bang. Udah lama gak makan mie buatan bocah itu, kau jadi pengen."


"Jika hanya masak mie rebus, aku bisa Za! Pokoknya aku gak mau kalau kecebong aku dikasih makan sama Alan!" Keanu menolak keinginan Mouza.


"Bang … tapi aku pengennya Alan yang masak. Kalau Bang Ke gak nurutin, anak kita besok encesan lho! Emang Bang Ke gak malu liat encesan? Masa iya calon pewaris keluarga Wijaya anaknya encesan?"


Keanu men.desah kasar. Membayangkan saja sudah membuatnya bergidik geli, apalagi jika benar-benar sampai terjadi.


"Gak! Itu nggak boleh terjadi. Ya udah aku akan menyuruh bocah sialan itu untuk memaksakan mie rebus. Tetapi kalau punya itu tidak mau jangan nangis ya!"


Di tengah malam seharusnya digunakan untuk beristirahat bukan untuk makan. Sungguh kecebong yang luar biasa untuk mengerjai orang tuanya.


Alan sangat terganggu dengan permintaan Mouza yang nyeleneh. Padahal jelas-jelas ada suaminya yang sehat walafiat dan ada di sampingnya. Namun, bisa-bisanya meminta Mie rebus pada dirinya.


"Lan, please! Bikinin gue mie rebus ya! Gue pengen makan mie rebus buatan lo." Mouza merengek untuk kesekian kali dihadapan Alan yang masih mengantuk.


"Gue bilang gak, ya gak, Za! Lagian di samping lo ada Bang Ke, suruh dia yang buatin napa!"


"Tapi aku maunya makan mie buatan lo, Lan. Please, demi kecebong ini." Mouza mengelus perutnya sambil mengedipkan kedua matanya secara manja.

__ADS_1


"Tapi gue gak mau! Salah siapa nikah sama Bang Ke! Coba lo nikahnya sama gue, dengan sukarela tiap hari gue masakin buat lo. Lagian lo nyetaknya sama Bang Ke, harusnya lo minta dia yang buatin, bukan gue! Dah ah, gangguan orang tidur aja!" Alan menutup kasar pintu kamarnya.


Mata Mouza pun berkaca-kaca sambil menjatuhkan kepalanya di dada Keanu.


"Jahat banget sih Alan, Bang. Kalau gak kepengen banget aku juga ogah minta dia masakin mie." Akhirnya air mata tak bisa ditahan. Mouza menangis dalam pelukan Keanu.


Tangan Keanu langsung mengelus perut yang sudah mulai menonjol dan berkata, "Hai, kecebongnya Daddy, Uncle kamu tuh jahat, jadi malam ini makan mie buatan Daddy aja ya. Rasanya jauh lebih enak daripada buatan Uncle sialan itu! Sekarang kamu tahu kan bagaimana jahatnya Uncle kamu, jadi Daddy harap ini adalah kali terakhir kamu meminta sesuatu darinya, oke!"


Akhirnya Keanu membawa Mouza untuk turun ke dapur. "Kamu tahu sendiri kan, Alan tidak akan peduli denganmu, bocah itu egois. Untung aja kamu gak nikah sama dia. Liat aja, istrinya gak pulang, dia sama sekali gak berinisiatif untuk menyusulnya. Dasar memang bocah sialan!" Keanu mengumpat karena Alan yang songong.


Masih dengan isaknya, Mouza menunggu di meja makan menunggu Keanu membuatkan mie rebus untuknya. Namun, rasanya sudah tidak ada mood lagi untuk Mouza menikmati Mie rebus.


Saat hendak menyalakan kompor, sebuah tangan menyingkirkan tangannya. "Awas, biar gue aja yang buat!"


Keanu terbelalak saat melihat Alan telah muncul di dapur dan mengambil alih tugasnya.


"Lo ngapain disini? Bukanya lo gak mau buatkan mie untuk Oza?" tanya Keanu heran.


"Gue lupa kalau Oza itu cucu gold dirumah ini. Tentu aja sang penguasa rumah ini murka dan langsung menghajar gue!" ketus Alan dengan wajah kesalnya.


Seketika Keanu tahu maksud Alan dan langsung menertawakan ucapan adiknya. Status mereka berdua sebagai cucu dalam keluarga Wijaya telah tersingkirkan oleh hadirnya Mouza. Entah mengapa bisa Mouza mampu membuat Kakeknya sangat memprioritaskan Mouza ketimbang mereka berdua yang jelas-jelas adalah cucu kandungnya sendiri.


"Nggak usah ketawa, gak lucu!" ketus Alan.


"Oke! Gue nggak bakalan ketawa, tapi makasih udah mau direpotkan. Semoga ini adalah awal dari kerepotan lo di malam hari. Gue harus berterima kasih sama kecebong gue yang udah berhasil ngerjain lo." Dengan sisa tawanya, Keanu berlalu meninggalkan Alan untuk menghampiri Mouza.

__ADS_1


...πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2