Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu

Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu
Bab 48 | Salah Menilai


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya kepada Keanu, saat ini Mouza sedang menuju kantornya untuk melakukan makan siang. Padahal saat ini sudah hampir pukul tiga sore. Sebenarnya Mouza sudah lelah dan ingin beristirahat, tapi jika ia tidak datang pasti akan membuat Keanu marah.


Baru saja Mouza masuk kedalam, kedatangan Mouza telah disambut ramah oleh security yang berjaga di depan pintu, seolah mereka mengenali Mouza. Ia pun hanya memberikan seluas senyum untuk membalas sambutannya.


Karena sebelumnya sudah pernah datang dan tahu di mana letak ruangan suaminya, Mouza segera menekan tombol di lift untuk menuju ruangan Keanu. Namun, tiba-tiba datang seorang wanita yang berpakaian sedikit minim mencegah Mouza untuk masuk ke dalam lift tersebut. Karena lift itu hanya digunakan oleh para petinggi perusahaan.


"Maaf Anda tidak boleh menggunakan lift ini, karena lift ini hanya digunakan oleh para petinggi perusahaan."


Mouza menoleh kesamping, dilihatnya seorang wanita berpakaian berpakaian minim serta sebuah tanda pengenal yang mengalung di lehernya. Dengan tajam sorot mata membaca nama yang tertulis. Rosalinda, itulah nama wanita yang ada di depannya saat ini.


"Oh, maaf aku tidak tahu. Kamu sudah lama bekerja disini?" tanya Mouza ingin tahu.


"Maaf Anda ingin bertemu dengan siapa dan apakah sudah membuat janji dengan orang tersebut atau Anda mahasiswa yang ingin membuat pengajuan magang?"


"Aku hanya ingin menemui ... " Mouza menjeda ucapan sejenak. "Ingin menemui mas Reno."


"Apakah sebelumnya sudah membuat janji dengan pak Reno?"


Mouza mengangguk ragu. Padahal ia sama sekali belum berkenalan dengan Reno. Ia hanya tahu karena sempat bertemu beberapa kali saja.


"Baiklah, silahkan lewat sini saja." Dengan ramah Rosalinda menyilahkan Mouza untuk masuk kedalam lift khusus karyawan. Mouza tak merasa keberatan, yang penting ia bisa sampai di ruangan Keanu.


Tak Butuh waktu lama lift pun mendarat di lantai 30, dimana ruangan yang berada. Dengan langkah riang ia segera menuju ruangan sang suami. Mouza sudah tak sabar ingin mengerjai Keanu dengan meminta makanan ini dan itu. Baru membayangkan saja Mouza sudah tertawa, apalagi saat nanti ia mulai. Pasti akan jauh lebih, pikirnya.


Dengan pelan, Mouza membuka pintu ruangan. Pertama kali yang ia lihat adalah meja kerja milik sang suami. Namun, matanya terbelalak lebar seperti hendak keluar saat melihat pemandangan yang ia lihat dengan jelas.


Didepan sana seorang wanita sedang berjongkok tepat di hadapan Keanu. Saat itu juga Mouza mempercepat langkahnya dan langsung menggebrak meja.


BRAAKK


"Apa-apaan ini?" bentak Mouza.


Seketika Keanu dan seorang wanita itu terkejut dan langsung berlari, membuat beberapa berlian menghambur di lantai. Saat itu juga Mouza hanya bisa mulut dengan kedua tangannya.


"Astaga Oza ... apa yang kamu lakukan? Lihatlah semua berliannya berlarian entah kemana," kata Keanu yang sempat terkejut dengan suara kita akan meja.

__ADS_1


"Maaf Bang, aku gak tahu. Kau pikir Bang Ke lagi—" Mouza tak meneruskan ucapannya saat melihat wanita yang ada di depannya.


"Kamu pikir apa? Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu dengan wanita tua seperti ini," ujar Keanu yang merasa sangat frustasi saat melihat berlian sudah berlari untuk mencari tempat persembunyian mereka.


"Abisnya posisi kalian seperti sedang—" Mouza tak melanjutkan lagi ucapnya.


"Astaga Oza .... " Keanu hanya bisa mengelus dadanya untuk menahan rasa emosinya. Mungkin jika bukan Mouza pelakunya mungkin Keanu sudah akan menyincangnya. Namun, berhubung pelaku adalah istri sendiri, iya tak bisa berbuat apa-apa.


"Tidak apa-apa, Tuan. Tadi saya sudah menghitung jumlah keseluruhannya. anda utuskan saja anak buah anda untuk mencari berlian yang telah berlarian. Saya permisi terlebih dahulu," unsur wanita tengah payah yang telah kehilangan semua berliannya.


"Sekali lagi saya minta maaf. Saya akan segera mengutus anak buah untuk mencari para berlian yang sudah berlarian itu," ujar Keanu dengan sejuta rasa penyesalan.


"Tidak apa-apa. Untuk masalah kontrak, kita sambung lusa!"


Saat itu juga Keanu hanya bisa menjabat kasar rambutnya karena telah kehilangan Nona Merlin yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaannya. Namun, karena satu kesalahan membuat acara penandatanganan kontrak itu tertunda.


"Bang, maaf aku benar-benar tidak tahu jika wanita itu adalah seorang pengusaha berlian. Habisnya posisi wanita itu seperti sedang—" Mouza menjeda ucapannya.


"Kamu pikir aku sedang M.L di kantor? Bercanda kamu, Za!"


Berulang kali bibir Mouza mengucap kata maaf kepada Keanu. Ia bener-bener tidak tahu jika wanita itu adalah clien terbaru sang suami.


"Bang jangan marah ya?"


Masih jelas terlihat wajah Keanu yang sebenarnya menahan rasa kesal tetapi ditutupinya.


"Aduuh." Tiba-tiba saja Mouza mengaduh sambil memegang perutnya. Ia pun membuat ekspresi wajah yang sedang menahan rasa sakitnya.


Keanu yang awalnya acuh kini langsung mendekat kearah Mouza dengan wajah yang sangat panik. "Kamu kenapa, Za? Apanya yang sakit? kita ke rumah sakit ya."


Mouza menggeleng pelan. "Aku gak papa kok, Bang. Mungkin cuma telat makan siang aja." Mouza berkilah pasalnya sewaktu istirahat ia sudah makan di kantin.


"Beneran gak papa? Maaf sudah membuatmu menahan lapar," ujar Keanu.


Sebisa mungkin Mouza harus terlihat mengsedihkan agar Keanu percaya bahwa ia sedang sakit.

__ADS_1


'Maaf Bang, aku harus berbohong. Kamu sih nyuekin aku. Padahal aku dah bela-belain kesini malah kamu acuhin, meskipun aku juga salah udah berpikir macam-macam tanpa tahu yang sebenarnya. Abis posisi wanita tadi tuh kayak lagi—'


"Za, kamu beneran gak papa?" Keanu masih terlihat sangat panik.


"Iya, aku gak papa, Bang."


Akhirnya Mouza bisa mengambilkan suasana yang sempat hambar tadi menjadi lebih berasa. Bahkan Mouza sempat mencoba untuk dibelikan es kelapa yang ada di depan kantornya, Keanu pun langsung menyuruh seseorang untuk membelinya.


Bang, untuk kali ini aku meminta maaf jika telah mengerjaimu, sebelum anak kita ngerjain aku lagi. batin Mouza sambil tertawa puas.


Sepertinya hari ini adalah hari kemenangan untuk Mouza. Bagaimana tidak, semua keinginan Mouza dikabulkan oleh Keanu, bahkan saat hendak pulang tangan Mouza terus lengket dalam genggaman Keanu. Banyak pasang mata yang menatap keduanya tanpa kata.


"Bang, kita mampir ke supermarket benar ya?" pinta Mouza.


"Siap, laksanakan Tuan putri," jawab Keanu dengan candaan.


Mouza tertawa pelan dan memilih untuk segera masuk kedalam mobil. Didalam mobil sebenarnya Mouza merasa bersalah karena telah mengira jika Keanu melakukan perbuatan yang seperti dilakukan Alan saat itu. Siapapun yang melihat pasti akan mengira jika keduanya sedang melakukan sesuatu.


Terbalut dalam rasa bersalah, akhirnya Mouza memilih untuk memejamkan mata, untuk mengusir rasa bersalahnya. Hanya hitungan menit, mobil Keanu telah sampai di sebuah pusat pembelanjaan terbesar.


"Za, bangun. Udah sampai."


.


.


.


...🥕🥕🥕...


...BERSAMBUNG...


halo-halo selagi menunggu novel ini update kembali mampir dulu yuk ke novel temen aku Judulnya ISTRI TAK DI ANGGAP


__ADS_1


__ADS_2