
Sekeras apapun kamu berjuang
Jika bukan kamu yang dia inginkan
Kamu akan tetap terbuang
••••
Lisa merasa sangat terharu, dengan setiap ucapan dan kata-kata yang di bisikkan Adi di telinga nya.
Lelaki berusia 35 tahun itu, masih mempertahankan janji suci leluhurnya
yang tidak boleh menyentuh yang bukan muhrim nya.
Jika itu terjadi, maka semua yang dia usahakan harta, jabatan, bahkan kebahagiaan akan musnah seketika.
Maka dari itu Adi tidak pernah malakukan hal-hal yang berhubungan dengan ***, atau kis dengan perempuan, kecuali itu adalah istri nya.
Flashback On
Ketika Adi ingin mencium Lisa, dia terpikir dengan janji leluhurnya, dan tidak ingin merasa malu dia membisikkan sesuatu ke telinga Lisa.
"Aku tidak akan melampau batas kemampuan ku,"
"Aku tidak akan menyentuh mu sedikitpun, bukan karena aku tidak menginginkan mu.
Jujur saja, sangat sulit menahan nafsu ini, di usiaku hampir kepala empat,, aku masih tidak bisa menyalurkan hasrat ku ini.
Jika di tanya apakah aku tersiksa, sungguh aku tersika.
Lisa yang mendengarkan kata-kata yang Adi ucapkan dekat di telinga nya, menitikkan air mata nya.
Sungguh lelaki yang dia anggap selalu terlihat ceria, ternyata beban hidupnya sangatlah rumit.
"Maapkan aku Lisa," sungguh aku tidak ada niat untuk melecehkan mu.
Adi menangis di pelukan Lisa, sungguh kepada siapa lagi dia berbagi beban pikiran nya, dia tidak ingin membuat ibu nya merasa kasihan.
Biarkanlah hanya dia yang menyimpan semua keluh kesah nya.
Tetapi hari ini, hati Adi merasa sangat plong ketika dia bisa berbagi keluh kepada Lisa.
"Mas Adi," bersabarlah jika setiap cobaan, pasti akan Allah berikan kebahagiaan.
"Terimakasih Lisa," aku sangat lelah, di saat aku pikir masalah ku sudah berakhir, ternyata belum berakhir.
Aku yakin, Rahma masih belum menyerah, aku tahu seperti apa sifat dan watak dalam pikiran nya.
"Tenanglah mas," aku akan selalu ada untuk mu, ucap Lisa kepada Adi.
"Adi menganggukan kepala nya," bahwa dia terlihat baik-baik saja.
Flashback Off
"Owhh iya mas," tadi sebelum datang mas Adi, aku sama ibu memasak loh, tapi ibu ketiduran aku mau bangunin tapi takut kalo ganggu, gimana mas.?
"Biarkan mas saja yang bangunin ibu," kamu ajak Aya saja duluan ke ruang makan.
"Baiklah mas," aku duluan ya.!
"iya," jawab Adi.
Saat Adi masuk ke dalam kamar ibu nya, Adi melihat tidur nyenyak sang ibu.
"Ibu," bangun yuk Adi laper loh bu.
Ibu.. ibu..?
"Ya Allah ibu demam."
"Lisa.. Lisa," tolong mas Lisa.?
Lisa yang merasa di panggil, ingin menuju ke kamar ibu nya, tapi dia teringat dengan Aya.
__ADS_1
"Dek tunggu sebentar ya," kakak ke kamar ibu dulu ya.!
"Iya kak."
Lisa tiba di kamar ibu nya Adi.
"Iya mas kenapa."
"Ibu demam Lisa," bagaimana ini.
"Coba Lisa cek mas," jawab Lisa.
"Mas ini kita kompres aja dulu ya," mas bisa tolong belikan obat, buat ibu mas.
"Iya Lisa mas berangkat dulu."
"Hati-hati mas," jawab Lisa.
Saat Adi sampai di warung, dekat dengan rumah nya, Adi memanggil wanita paruh baya yang sedang menunggu dagangan nya.
"Assalamu Alaikum bu."
"Wa Alaikum Salam," jawab ibu penunggu warung itu.
"Bu ada obat demam untuk orang dewasa."
"Ada mas Adi," mau berapa kata si penjual itu.
"Beli lima biji saja bu," berapa bu, tanya Adi.
"Lima ribu saja mas Adi," siapa yang sakit mas.
"Ibu saya yang sakit bu."
"Owalahhh ibu mu itu sudah tua Di," harus nya banyak-banyak istirahat, maka nya kamu cepatan nikah.
"Insya Allah bu," kalo sudah sampai jodoh nya.
"Assalamu Alaikum."
"Wa Alaikum Salam."
Saat Adi sampai ke rumah, dia melihat Lisa yang merawat ibu nya dengan telaten.
"Aya kok belum makan," tanya Adi.
"Belum kak," Aya nunggin ibu sama kak Lisa.
"Ayo makan sama kak Adi dulu ya," tapi sebentar kakak ke kamar dulu ya mau mengantar obat dulu.
"Iya kak," jawab Aya.
Tok tok tok
"Masuk mas," jawab Lisa.
"Ini obat nya," ibu sudah mendingan Lisa.
"Sudah kurang mas," aku bangunin ibu dulu ya buat minum obat.
"Yasudah," habis itu kamu ke bawah ya untuk makan, biarkan dulu ibu di tinggal, aku ke bawah duluan ya kasihan Aya belum makan, jawab Adi.
"Ya Allah mas," aku melupakan Aya.
"Tidak papa," biar mas saja sama Aya.
Saat Adi dan Aya di meja makan.
"Ayo Aya kita makan," yang banyak ya makan nya biar cepat besar, tawa Adi.
"Iya kak," jawab Aya.
Aya adalah anak yang manis, berusia enam tahun, setelah kedua orang tua nya meninggal dia lebih banyak berdiam, menjawab pertanyaan seseorang hanya seadanya saja.
__ADS_1
Tidak ada lagi keceriaan di mata gadis cilik itu, yang dulu nya penuh tawa dan warna.
Dan itu semua dapat Adi lihat, Adi sudah menganggap Aya sebagai adik nya, jadi kesedihan Aya juga kesedihan nya.
"Aya jika mas ada libur," mau gak jalan-jalan sama mas.?
"Iya kak," jawab Aya singkat.
Huhhhh Adi menarik napas nya dalam dan menghembuskan nya secara kasar.
Dia harus exstra sabar lagi untuk menghadapi, sikap Aya.
"Mas Adi kenapa," masakan nya gak enak ya, tanya Lisa yang merasa aneh dengan sikap Adi.
"Tidak ko," masakan nya sangat enak.
Dia bingung bagaimana menyampaikan nya kepada Lisa, bahwa adik nya Aya sedikit ada masalah, biarlah nanti aku bicarakan setelah semua nya sudah baik-baik saja.
Tiba-tiba hanphone Adi bersuara, ada notifikasi masuk.
Pertanda sebuah pesan dari whatsApp, yang mengharuskan dia berangkat untuk pelanggan nya.
"Lisa mas titip ibu ya," tidak apa-apa kan, mas mau mengantarkan pesanan pelanggan.
"Iya mas," Lisa akan jaga ibu, mas tenang saja.
"Baiklah mas berangkat," jaga diri baik-baik ya jika terjadi apa-apa segera hubungi mas.
"Aya," kakak berangkat ya.
"Iya kak."
"Hati-hati mas," cepat hubungi aku bila terjadi apa-apa.
"Terimakasih Lisa," sambil mengusap kepala Lisa dengan sayang.
Mas berangkat dulu
"Assalamu Alaikum."
"Wa Alaikum Salam," jawab Lisa.
Adi berangkat mengantarkan pesanan pelanggan nya ke sebuah hotel xxx.
Dia tidak menaruh curiga, dengan apa yang akan terjadi nanti nya, dia hanya berpikir bagaimana pekerjaan nya biar cepat selesai.
Sesampai nya di lobi hotel, Adi bertanya kepada resepsionis, dimana tempat kamar pelanggan nya itu, karena si pelanggan hanya ingin pesanan nya di antar langsung oleh ojol.
"Silahkan mas nya antar ke kamar xxx ya," sudah di tunggu, kata resepsionis tersebut.
"Baiklah terimakasih," ucap Adi.
Sesampai Adi di depan kamar tersebut, kamar hotel yang cukup sederhana menurut Adi.
Tok tok tok
"Masuk."
Terdengar suara seorang perempuan memberi perintah untuk Adi segera masuk..
Adi bingung kenapa dia harus masuk, tetepi Adi tidak menaruh curiga sedikitpun.
Adi segera masuk ke dalam, untuk mengantar pesanan pelanggan nya tersebut, agar dia segera cepat pulang ke rumah.
Saat Adi masuk ke dalam kamar hotel tersebut Adi sangat terkejut melihat perempuan yang sangat dia kenal duduk di pinggir kasur sedang menggunakan pakaian lingerie yang sangat sexsie dan menggoda.
"Kamu."
Huhhhhhhh Hahhhhh sampai juga ke kamar hotel ya gaes mas Adi nya 😅😅.
masih penasaran gak cerita selanjut nya, kalo masih tinggalkan komentar kalian ya 😅🤭🤭🤭
Maap jika ada sedikit kekurangan dalam cerita ku ya 🙏🙏🤗
__ADS_1