Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Pulang ke Kota


__ADS_3

Setelah selesai Azan subuh, Hendri sudah mulai memanaskan mesin mobilnya.


"Kok pulang pagi-pagi sekali Om,?" ucap Adrian kepada Hendri.


"Iya nih mempercepat waktu saja, sekalian juga mau mampir ke kampung halaman mamah mu dulu."


"Oh mau ke kubuh kakek, nenek ya om.?"


"Iya, mau ikut.?"


"Pengen sih om ke kota, tapi aku belum libur sekolah."


"Nanti liburan sekolah kalo mau ke kota, om bisa jemput."


"Wah benarkah om,?" ucap Adrian yang tidak percaya.


"Iya benaran, om tidak berbohong."


Namun seketika pembicaraan mereka terhenti saat Aya datang dan membawakan kopi hangat buat Hendri.


"Kalian asik banget sih, memangnya bicarakan apa,?" ucap Aya.


"Biasalah masalah cwo, aunty mana paham."


"Ih dasar nih."


Hendri dan Adrian hanya tertawa melihat sikap Aya, yang menurut mereka sangat kepo.


Setelah semua nya pada beres, akhirnya Hendri, Aya dan nenek Hendri berpamitan kepada keluarga Adi.


"Ingat kata-kata kakak ya dek,!" ucap Lisa kepada Aya.


"Iya kak, pasti akan aku ingat."


"Dek jaga kesehatan ya,!" ucap Adi kepada Aya.


"Iya kak, terimakasih ya," ucap Aya sambil memeluk erat tubuh Adi, dan Aya membisikan sesuatu kepada Adi.


"Kak beri aku ponakan ya, sebisa mungkin buat kak Lisa hamil lagi.!"


"Iya dek tenang saja, kamu juga.!"


Blusssssss, wajah Aya sudah memerah dengan ucapan Adi.


Hendri dan nenek nya juga berpamitan kepada Adi, dan mengucapkan banyak-banyak berterimakasih selama beberapa minggu ini sudah banyak membantu.


Setelah selesai berpamitan kepada keluarga Adi, akhirnya mobil Hendri melaju meninggalkan kampung halaman.


Nenek Hendri berbaring di kursi penumpang, karena tidak dapat duduk terlalu lama.


Semenjak keluar dari rumah sakit, keadaan Ida atau lebih tepatnya nenek Hendri, tidak dapat beraktifitas terlalu lama, dan terkadang tubuhnya juga cepat merasa lelaah


Lebih tepatnya gejala stroke.


Sedangkan Aya duduk di samping Hendri yang lagi menyetir.


"Kak nanti setelah kita sampai di makam ayah dan ibu, kita langsung pulang ke kota atau mencari penginapan dulu.?"


"Kamu mau istirahat dek.?"


"Aku sih cukup di mobil saja sudah enak kak, nenek juga seperti nya enak-enak saja."


"Kita istrirahat di mobil saja ya dek, nanti kakak berbaring sebentar saja sudah enakan."


"Emmmm kak, aku kepikiran nenek."

__ADS_1


"Kenapa dek.?"


"Jika kita menginap di hotel lagi nenek sama siapa kak,?" aku merasa sangat tidak tenang kak, apalagi nenek suka lelah saat malam hari.


"Kakak juga mikirnya seperti itu dek, jika kita tolak hadiah dari pak Arden rasanya tidak sopan dek."


"Apa aku bilang saja kak, karena kita tidak bisa meninggalkan nenek.?"


"Memangnya tidak apa-apa dek."


"Emmmm Bismillah saja kak," semoga nanti pak Arden bisa mengerti.


"Yasudah nanti kakak bantu bicara."


Waktu sudah menunjukan pukul 10 siang, tidak terasa perjalanan mereka hampir sampai di pemakaman orang tua Aya.


Rasa lelah sudah menghampiri tubuh Hendri.


Aya yang melihat suaminya berkeringat dingin, sungguh merasa sangat kasihan.


Aya mengusap keringat yang bercucuran di tubuh Hendri.


"Kita berhenti di pinggiran jalan sana dulu kak, istirahat sebentar.!"


Hendri tidak menolak perintah dari Aya, sebab tubuhnya merasa sangat lelah.


"Ini kak ada roti sama air."


"Suapin dek heeeee, tubuh kakak berasa lelah sekali."


"Ih manja deh," namun tangannya tetap menyuapi kedalam mulut Hendri.


Setelah beberapa menit beristirahat di pinggir jalanan.


Akhirnya Hendri melanjukan kembali mobilnya menuju pemakaman kedua orang tua Aya.


"Sekarang di berikan kepada panti asuhan kak," kebetulan saat itu, panti asuhan tidak jauh dari kediaman rumah ku terbakar, dan syukur alhamdulillah tidak ada korban kak.


Jadi kak Lisa yang memberikan rumah itu agar di tempati dan ada juga yang merawat.


"Wah berhati mulia sekali kak Lisa ya dek, aku baru tahu."


"Iya kak, kak Lisa memang perempuan baik, dan cocok mendapatkan jodoh seperti kak Adi yang juga sangat baik."


"Kamu seperti dekat sekali dek sama kak Adi.?"


"Iya kak, kami berdua sangat dekat," aku dan kak Adi pernah ke kota selama 7 bulan dan saat itu kak Lisa belum genap 40 hari melahirkan.


"Kenapa dek, ada yang tidak aku ketahui.?"


Aya menceritakan semua masalah nya sewaktu masih anak-anak.


Sedangkan Hendri merasa sangat kasihan kepada istri tercinta nya ini.


"Alhamdulillah ya dek, kalian berdua mendapatkan orang sebaik kak Adi," selain baik, dia juga pemberi dan penolong.


"Iya kak semoga kak Adi dan kak Lisa selalu bahagia."


"Aminn," jawab Aya.


***


Akhhhhhhhh sial


'Kenapa dia datang lagi, kenapa dia dengan mudahnya mengatan ingin kembali,' batin Arden.

__ADS_1


Tiba-tiba handphone Arden berbunyi yang artinya ada seseorang yang sedang menghubungi.


'Mom Bella,' batin Arden, yang sangat bingung entah kenapa istri daddy nya ini tiba-tiba menghubungi diri nya.


"Assalamu Alaikum mom, ada apa.?"


"Wa Alaikum Salam, kamu dimana.?"


"Aku sedang berada di parkiran sekolah Falisha, kenapa mom.?"


"Kamu tidak bekerja.?"


"Bekerja mom, cuman aku merasa lelah saja."


"Apakah Melinda ada di sana.?"


"Mom tahu darimana, apakah mom mengetahui sesuatu.?"


"Orang tua Melinda datang kerumah daddy, dan mereka marah-marah mengatakan bahwa Melinda pergi bersama kamu."


"Loh kenapa aku di bawa-bawa mom, ada apa ini semua.?"


"Dari penyelidikan anak buah daddy, Melinda sedang hamil."


"Ha-hamil, momm jangan bercanda deh."


"Kenapa kamu kaget, apakah kamu masih memiliki perasaan kepada Melinda."


"Apa-apaan sih mom, kenapa nuduh aku begitu.?"


"Yah apa kamu juga sangat kaget."


"Jelas lah mom aku kaget, apakah laki-laki nya tidak mencari aman saja.?"


"Mana mom tahu."


"Terus mom apa lagi.?"


"Dia hamil, dan rencanan nya akan mengarang dan mengatakan bahwa dia hamil anak kamu."


"Bagaimana bisa mom, aku saja tidak pernah menyentuh dirinya, bagaimana bisa dia hamil.?"


"Entahlah mungkin saja kamu akan di jebaknya, jadi sebaiknya kamu berhati-hati,!" dan sebaiknya kamu berkata jujur kepada istri mu, agar nantinya tidak jadi salah paham dengan Falisha.


"Iya mom, terimakasih mom sudah memberikan berita penting ini kepada diriku."


"Sama-sama," jawab Bella.


Setelah telepon terputus, Arden melihat Falisha yang sedang berjalan menuju ke arah mobilnya.


Tok tok tok


Falisha mengetok kaca mobil Arden.


"Kok mas ada di sini.?"


"Mas hanya lelah saja dek, kamu kapan pulangnya.?"


"Sebentar lagi pulang kak, aku kan sudah izin sama kakak mau tugas sekolah."


"Pulang saja ya dek, temani kakak di rumah,?" kakak pengen sama kamu.


"Tapi tugas aku bagaimana kak.?


Belum sempat Arden menjawab pertanyaan dari Falisha, tiba-toba ada seseorang.

__ADS_1


"Falisha, ngapain kamu sama dia.?"


__ADS_2