
Jam menunjukkan pukul tiga pagi.
Namun Adi masih terjaga, sudah beberapa kali mencoba untuk tidur.
Namun mata nya tidak dapat untuk terpejam.
Setelah berhubungan dengan Lisa, di kamar mandi tadi, Lisa tidak bangun dari tidur nya.
Adi beberapa kali mencoba untuk membangunkan, namun Lisa hanya melenguh saja.
Mungkin efek dari kelelahan, karena perbuatan dari Adi.
"Sayang bangun yuk, aku tidak bisa tidur nih.!"
Lisa hanya menggeliat saja, tanpa ingin membuka mata nya.
Semalaman penuh Lisa tidak makan bahkan minum pun tidak ada.
"Sayang, ayo bangun.!"
Adi kembali membangunkan Lisa, namun tidak ada pergerakkan sedikit pun.
Apakah segitu lelah nya dia, batin Adi.
Adi tidak kehabisan cara untuk membangunkan Lisa.
Mungkin ini cara terakhir Adi, agar Lisa dapat bangun dan membuka mata nya.
Adi melepaskan semua pakaian nya tanpa tersisa sehelai pun.
Adi segera menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polos Lisa.
Setelah selimut itu tersingkir.
Tubuh polos Lisa terlihat jelas di mata Adi.
Tanpa aba-aba, Adi segera melahap bukit kembar tersebut, yang sudah menjadi candu nya.
Awalnya Lisa hanya mengeliat kan tubuh nya saja.
Rupa nya Lisa merespon setiap sentuhan-sentuhan yang Adi berikan.
Adi menurunkan tangan nya untuk mengusap lembut bagian inti Lisa.
Yang sudah mulai basah, karena sensasi yang Adi berikan.
Mata Lisa masih tertutup rapat, walaupun tubuh nya sangat merespon, karena Adi memberikan sentuhan lembut.
Adi segera melancarkan aksi nya, mengarahkan kepemilikkan nya, menuju inti Lisa.
Setelah Adi mulai memasukkan milikknya.
Mata Lisa terbuka lebar.
Namun Adi segera memaju mundurkan pinggul nya.
Sambil tersenyum kemenangan.
Adi mempercepat ritme nya, karena sangat semangat menikmati tubuh istri nya, yang bagaikan candu buat Adi.
"Mashhhh ahhhhh."
Lisa mulai mengeluarkan suara sexsi nya, yang membuat Adi semakin semangat untuk menggoyangkan pinggul nya.
Terdengar ******* dan erangan yang keluar dari mulut Adi dan Lisa.
__ADS_1
Ruangan yang tidak memiliki peredam suara itu, terdengar sampai keluar dari kamar.
Adi dan Lisa tidak menyadari, karena semangat nya.
Bahwa di rumah ini tidak hanya mereka berdua saja.
Namun ada ibu dan juga Aya, yang pasti kapan saja mendengar.
Di kamar sebelah, Aya terbangun dari tidurnya, dia bingung melihat kesana kemari mencari suara yang dia dengar.
Ibu Adi yang merasa ada pergerakkan di kasur nya, terbangun karena melihat Aya yang sedang kebingungan.
"Nak kamu kenapa.?"
"Aya mendengar suara hantu bu,? coba ibu dengar suara nya makin dekat.!"
Ibu Adi mulai mendengarkan apa yang di katakan oleh Aya.
Setelah mendengar suara yang Aya maksud, ibu Adi baru menyadari bahwa ini adalah kelakuan dari anak nya.
'Ternyata jam segini dia belum tidur juga, dasar anak nakal, pasti Lisa sangat kelelahan untuk melayani nafsu suami nya itu, yang tidak mengenal kata lelah," batin ibu Adi.
"Tidak apa-apa nak itu bukan suara hantu, mungkin suara orang sebelah menghusir binatang."
"Ayo kita tidur lagi, biarkan saja suara itu.!"
Aya pun menurut saja, dan kembali menarik selimut nya untuk kembali tidur lagi.
Di kamar sebelah, Adi semakin mempercepat goyangan nya.
Yang membuat Lisa kewalahan menyeimbangi gerakkan suami nya.
Hampir satu jam permainan mereka.
Berbagai macam gaya yang mereka lakukan, erangan dan ******* semakin terdengar sangat merdu.
Peluh dan keringat yang sudah bercucuran membasahi tubuh polos Adi dan Lisa .
Semakin cepat ritme yang Adi berikan, hingga kurang lebih dua jam, baru Adi menyemburkan cairan hangat ke dalam rahim Lisa.
Adi segera mencium dan memeluk tubuh Lisa yang masih polos tersebut, dan mereka tertidur pulas.
Terdengar azan subuh di musholla terdekat rumah Adi.
Adi yang mendengar samar-samar segera duduk di tepi kasur nya.
Melihat istri tercinta nya tertidur, Adi tersenyum karena setiap permainan yang dia berikan, selalu berujung membuat Lisa tidak berdaya.
Adi segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan mandi besar, karena sehabis bercinta.
Adi keluar dari kamar nya, untuk segera pergi ke musholla untuk menunaikan sholat subuh ber jamaah dan langsung berpamitan kepada tetangga bahwa mulai hari ini, Adi sekeluarga akan pindah ke kampung halaman nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00
pagi.
Adi, Lisa, Aya dan ibu nya, sedang sarapan pagi bersama.
Sambil menunggu Lukman dan Nury datang.
Nury dan ibu Adi sudah terlihat sangat dekat, bahkan mereka pernah sesekali pergi kepasar dan memasak bersama.
Karena ibu Adi cepat kenal dengan orang terdekat nya.
Setelah beberapa menit, Lukman dan Nury beserta Dimas anak nya datang.
__ADS_1
Mereka di sambut baik oleh ibu Adi, seperti seorang ibu menyambut kedatangan anak dan menantu nya.
"Assalamu Alaikum," ucap Lukman dan Nury bersamaan.
"Wa Alaikum salam," sahut semua orang yang ada di dalam rumah tersebut.
"Maap bu, jika kami terlambat," ucap Nury kepada ibu Adi.
"Tidak apa-apa nak, kami juga masih bersantai," jawab ibu Adi.
Tidak berapa lama, mobil pick up yang sudah di sewa Lukman datang.
Adi dan Lukman, beserta sopir tersebut segera menaikkan barang-barang mereka yang akan di bawa ke kampung halaman.
Sedangkan Ibu Adi, Nury, Aya dan Lisa bersiap-siap untuk berangkat dan meninggalkan rumah tersebut.
Setelah semua nya selesai, mereka semua meninggalkan rumah tersebut untuk selama nya.
Adi menitikkan air mata nya, dan cepat-cepat menghapus nya.
Rumah yang penuh dengan kenangan, banyak perjuangan sebagai anak rantau.
Namun tapa senghaja, Lukman melihat saat Adi menghapus air mata tadi.
Lukman tahu, betapa beratnya Adi untuk menginjakkan kaki nya kembali ke kampung halaman ini.
Namun Lukman tidak punya keberanian, untuk berbicara kepada Adi.
Dapat maap dan bisa dekat kembali pun dengan Adi, itu sudah membuat Lukman sedikit menghilangkan beban nya.
Perjalanan mereka memakan waktu Lima jam lama nya, untuk sampai ke kampung halaman Lisa.
Adi dan Lukman bergantian membawa mobil tersebut.
Sedangkan mobil pick up tadi mengiring dari belakang, karena motor metik Adi akan di turunkan di rumah Lisa.
Karena Adi dan Lisa akan menaiki motor untuk pulang ke kampung halaman Adi, besok hari.
Akhirnya mereka semua sampai di pemakaman orang tua Lisa.
Lisa tidak dapat membohongi perasaan nya, bahwa dari lubuk hati nya yang paling dalam.
Lisa sangat merindukan kedua orang tua nya.
Namun harus bagaimana lagi, Lisa harus belajar untuk mengiklaskan yang telah pergi untuk selama nya.
Setelah dari pemakaman, mereka semua pulang ke rumah Lisa, untuk istirahat sebentar.
Setelah itu Lukman, Nury, Aya, dan ibu Adi segera pulang ke kampung halaman nya.
"Wahh rumah kamu enak ya, banyak pohon dan tanaman nya lagi," ucap Nury merasa sangat senang.
"Iya mbak, tinggal di kampung ini membuat betah, dan para tetangga nya pun semua baik-baik."
"Iya Lisa, sebenarnya aku juga mau tinggal di kampung," tapi mas Lukman harus di kota untuk mengurus kantor.
"Kalo aku tinggal di desa sedangkan mas Lukman harus tinggal di kota,"
Takut nya nanti ada pelakor lagi, kan kamu tahu sendiri mas Lukman suka oleng.
Lisa dan Nury tertawa bersama, mereka sekarang tambah akrab seperti adik dan kakak ipar.
Hai gaes, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Like dan Comen.
Biar aku tambah semangat untuk tetap up setiap hari nya 😊😊🙏
__ADS_1