Kekasihku Driver Ojek Online

Kekasihku Driver Ojek Online
Keadaan Sederhana


__ADS_3

Karna sangat bahagia, Rahma menumpahkan semua tangis nya di pelukkan Radix.


Rahma sangat-sangat bersyukur, setelah apa yang selama ini dia perbuat, Tuhan masih saja memberikan apa yang selama beberapa bulan ini dia pinta.


Rahma meminta dan berdoa di setiap sujud nya, agar bayi yang dia kandung adalah anak Radix, bukan Seno.


Alhamdulillah Tuhan mengabulkan semua doa-doa yang di pinta nya selama ini.


"Terimakasih Radix, aku sangat bersyukur ternyata Tuhan masih baik kepada ku," setelah semua kejahatan yang pernah aku perbuat, ternyata Tuhan masih mau memaapkan aku.


"Aku akan menikahi mu setelah bayi kita lahir," ucap Radix yang membuat Rahma terkejut.


"Apakah kamu benar-benar serius Radix dengan ucapan mu.?"


"Tentu saja aku serius, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat."


"Yasudahlah aku menurut apa kata mu saja," ucap Rahma.


Radix dan Rahma meninggalkan rumah sakit tersebut, untuk segera mengantar Rahma ke kossan nya.


Karena Radix harus kembali ke tempat kerja nya.


Setelah mereka di perjalanan, Radix menghentikan motor nya di supermarket.


"Radix buat apa kita ke sini," bukankah kamu akan mengantarkan aku pulang.?


"Kamu ini ternyata cerewet juga ya," ucap Radix tertawa sambil membelai perut Rahma yang mulai membuncit.


"Kan aku mau bertanya Radix, bukankah kamu akan segera bekerja," jadi buat apa kita kesini, ucap Rahma.


"Aku ingin membelikan anak ku dan calon istri ku susu," untuk ibu hamil, biar mereka berdua sehat, jawab Radix.


Rahma yang mendengar ucapan dari Radix, hati nya merasa tersentuh.


Sederhana, namun jiwa bertanggung jawab nya itu super penuh.


"Terimakasih Radix," ucap Rahma.


"Sama-sama," mulai sekarang kerja keras ku bukan hanya untuk ibu ku saja, tetapi juga buat istri dan anak ku.


Setelah mengatakan itu, Radix dan Rahma memasuki supermarket tersebut untuk mebelikan susu hamil buat Rahma.


Setelah apa yang mereka cari, akhir nya mereka mendapatkan nya.


Radix segera membayar susu tersebut, ke bagian kasir.


Rahma terdiam sambil menunggu Radix untuk mengantri di tempat kasir.


Tiba-tiba Rahma melihat seorang anak kecil yang lagi memakan es krim


Jiwa ngidam nya bangkit, Rahma sangat menginginkan es krim tersebut.


Ketika Radix datang, dia melihat Rahma ke arah anak kecil tersebut.


Radix tahu, mungkin Rahma sangat menginginkan es krim itu.


Radix segera pergi ke tempat es krim, dan mengambilkan nya dua cup buat Rahma.


"Ini buat kamu," ucap Radix.


Rahma yang melihat Radix datang membawa es krim, betapa bahagia nya dia bahwa Radix tahu, Rahma sangat meinginkan es krim tersebut.


"Radix, kenapa kamu tahu bahwa aku sangat meinginkan es krim ini," ucap Rahma.?


"Entah, mungkin aku merasa anak ku ingin makan es krim itu," namun mama nya tidak mengatakan kepada papah nya, ucap Radix.


"Aku malu Radix, bahkan aku sudah tahu siapa ayah anak ini saja itu sudah cukup bagi aku," ucap Rahma.


"Jangan pernah menahan apa yang kamu inginkan," katakanlah apa saja, pasti akan ku belikan.!


"Terimakasih Radix, kamu sangat perhatian sekali," ucap Rahma.


Mereka meninggalkan tempat tersebut, dan segera mengantarkan Rahma ke kossan nya.


Setelah Radix sampai di tempat kossan Rahma, Radix segera berpamitan.


Karena Radix akan segera pergi bekerja dan pulang pada malam hari.


Radix bekerja penuh semangat, bukan menjadi satpam saja.

__ADS_1


Bahkan Radix juga mencari pekerjaan tambahan karena keuangan nya akan bertamabah.


Setelah jam sepuh malam Radix sudah selesai jaga keamanan di kantor bank.


Radix bekerja tambahan sebagai tukang ojek pada malam hari.


Setelah dua jam lama nya, Radix ingin segera pulang kerumah.


Karena hari ini Radix tidak bertemu dengan ibu nya.


Setelah Radix sampai di rumah nya, ternyata ibu nya sudah tidur pulas.


Radix tidak ingin mengganggu waktu istirahat ibu nya.


Namun tanpa Radix ketahui, ibu nya memanggil Radix.


"Radix kamu sudah pulang nak,?" ucap ibu Radix.


Radix yang awalnya ingin menutup pintu kamar ibu nya, mengurungkan niat nya, karena sang ibu memanggil.


"Baru pulang nak,?" ucap ibu Radix bertanya kembali.


"Iya bu, Radix kerja tambahan," ucap Radix.


"Kenapa kamu bekerja keras nak, apa ada yang kamu sembunyikan dari ibu.?"


Radix belum menceritakan semua nya tentang siapa Rahma, dan apa yang terjadi kepada Rahma.


Radix menceritakan kepada ibu nya, tanpa ada yang di tutup-tutupi.


Ibu Radix sangat kecewa kepada anak nya.


Beliau menangis, ternyata darah yang mengalir di lelaki bejat itu, menyisakan kepada anak nya.


Namun tangis ibu Radix berhenti, saat Radix mengatakan bahwa akan bertanggung jawab dan menikahi Rahma, setelah bayi mereka lahir.


Hati sang ibu sangat bahagia, ternyata Radix tidak seperti ayah nya, yang tidak bertanggung jawab sama sekali.


Setelah Radix menceritakan semua nya kepada sang ibu.


Radix pamit untuk segera pergi ke kamar nya dan membersihkan tubuh nya.


Tiba-tiba phonsel nya berdering, ternyata yang melelpon adalah Rahma.


Radix melupakan Rahma, sungguh sangat bodoh batin Radix.


"Hallo Rahma ada apa.?"


"Radix apakah kamu sudah pulang bekerja, kenapa kamu tidak mengabari aku,?" ucap Rahma, yang mebuat hati Radix merasa bahagia.


Begini kah jika nanti dia menikah, indahnya batin Radix.


"Maapkan aku Rahma, aku sangat rindu kepada ibu," jadi aku lupa mengabari kamu, ucap Radix.


"Tidak apa-apa Radix, aku sangat mengerti," ucap Rahma.


"Apa anak ku menginginkan sesuatu," ucap Radix.


"Iya Radix, dia sangat meinginkan nya," tolong datanglah kesini.!


"Kamu mau makan apa, akan aku bawakan," ucap Radix.


"Tidak Radix, cukup kamu datang kesini," cepatlah Radix.


Radix merasa bingung, tidak mau makan apa-apa, tapi dia meminta Radix kesana.


Namun Radix tetap menuruti apa yang di perintahkan oleh Rahma.


Sepuluh menit Radix akhirnya sampai di tempat Rahma.


Radix melihat kesana kemari, takutnya ada yang melihat nya.


Setelah Rahma membuka pintu kossan nya, Rahma segera meminta Radix untuk segera masuk.


Radix tidak berpikir curiga kepada Rahma, dia tetap menuruti apa yang di katakan oleh Rahma.


"Katakanlah Rahma, apa kamu meinginkan sesuatu.?"


"Iya Radix aku sangat meinginkan nya, mungkin anak mu juga," ucap Rahma.

__ADS_1


"Katakan lah apa,!" ucap Radix.


"Tiba-tiba anak mu pengen di tengoki oleh papah nya," ucap Rahma sambil menggigit bibir bawah nya karena sangat malu kepada Radix.


"Benarkah kamu ingin papah tengokin sayang," Radix sambil mengusap perut Rahma yang sudah separo di buka Rahma.


"Iya papah kami sangat merindukan papah," jawab Rahma sambil menirukan suara khas anak kecil.


••••


Saat Adi menemukan tempat abang-abang jualan rujak.


Adi membelikan nya untuk Lisa.


Saat Lisa melihat rujak itu, tiba-tiba air liuar nya menetes.


Lisa memakan rujak itu sangat lahap.


Tidak ada tanda-tanda asem.


"Sayang pelan-pelan makan nya," aku tidak akan meminta nya.!


"Ini sangat enak mas, aku sangat suka," ucap Lisa.


Setelah Lisa menghabiskan rujak tersebut.


Adi dan Lisa kembali melajukan motor nya, agar cepat-cepat sampai ke kampung halaman Adi.


Mungkin tiga jam lagi mereka akan sampai, karena waktu sudah menjukkan jam lima sore.


Karena mereka banyak berhenti.


Namun tanpa Adi sadari, Lisa cepat-cepat meminta untuk berhenti.


Adi menepikan motor metik nya tersebut.


Lisa langsung turun dari motor, dan langsung memuntahkan semua yang ada di dalam perut nya.


Tiba-tiba Lisa merasa teramat pusing, perut nya kembali mengeluarkan cairan..


"Sayang kamu tidak apa-apa.?"


"Kepala ku sangat pusing mas, perut ku rasa mual terus," ucap Lisa yang sudah mulai melemah.


"Sebaiknya kita tunda dulu perjalanan kita sayang," mas akan cari tempat penginapan untuk kita malan ini, ucap Adi.


"Sebaiknya seperti itu mas," badan ku mulai lemas.


Setelah beberapa menit, Adi menemukan tempat penginapan.


Adi segera ke bagian resepsionis, untuk meminta kunci kamar.


Setelah mereka sampai kamar, Adi segera menggendong Lisa ke atas kasur, untuk segera istirahat.


Adi segera menelepon ibu nya, mengatakan meadaan Lisa, dan tidak jadi pulang malam ini.


Setelah selesai menelepon ibu nya, Adi segera membersihkan tubuh nya.


Sedangkan Lisa sudah mulai terlelap.


Jam menunjukkan pukul sepuluh malam.


Lisa terbangun dari tidur nya, dan cepat-celat berlari kearah kamar mandi.


Hoeeek hoeeek hoeeek hoek


Lisa kembali memuntahkan seisi perut nya, yang hanya keluar air saja.


Adi yang mendengar ada suara muntah-muntah.


Adi segera bangun dan menghampiri Lisa yang mulai kelelahan.


"Sayang apa kita ke rumah sakit saja," mas takut kamu kenapa-napa sayang, ucap Adi dengan nada kuatir.


"Tidak mas, antar aku ke tempat tidur saja," kepala ku pusing lagi mas.


Adi segera meangkat tubuh Lisa, dan membaringkan nya ke tempat tidur lagi.


Jangan lupa ya gaes Like dan Comen.

__ADS_1


Agar aku lebih semangat lagi 🤗🤗🤗


__ADS_2